Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Produksi Minyak Menurun, Ancam Penerimaan Negara

Siswanto, Dian Kusumo Hapsari

Kamis, 09 April 2015 | 18:03 WIB
Produksi Minyak Menurun, Ancam Penerimaan Negara
Blok Cepu yang akan memproduksi minyak sebanyak 165 ribu barel/hari. (Antara/Agus Sudarmojo)

Suara.com - Produksi minyak nasional menunjukkan tren penurunan dalam lima tahun ke depan, meski tahun ini mengalami sedikit kenaikan.

Dengan menurunnya produksi minyak nasional yang terjadi setiap tahun, akan berdampak pada pendapatan negara di sektor energi menurun.

Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan, Askolani, menjelaskan tren kenaikan produksi minyak hanya bersifat sementara. Pada 2019 produksi minyak nasional diprediksi hanya sebesar 500 ribu barrel per hari.

“Penurunan produksi tersebut telah diprediksi oleh Kementerian Keuangan bersama dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral. Dalam lima tahun ke depan, produksi minyak hanya berkisar 600 ribu hingga 500 ribu barel per hari,” kata Askolani di Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Kamis (9/4/2015).

Kenaikan produksi minyak tahun ini karena adanya tambahan produksi dari blok migas yang ada di Cepu, Jawa tengah, tepatnya di lahan minyak Banyu Urip. Namun demikian, produksi di daerah tersebut tak akan berlangsung lama.

Pada tahun-tahun berikutnya, kata dia, adanya tambahan produksi minyak belum dapat dipastikan. Jika demikian, tentunya akan terjadi penurunan produksi minyak. Hal ini akan mengancam pendapatan negara, baik dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah dari sektor migas. Bahkan, penerimaan negara bukan pajak akan turun ke depannya.

“Imbasnya akan berdampak pada PNBP dan penerimaan pajak yang akan turun ke depan, dana bagi hasil untuk pemerintah daerah dari sektor minyak pun juga akan turun,” ujarnya.

Walau begitu, ia belum bisa merinci lebih detil nominal pendapatan negara yang akan turun dengan adanya pengurangan produksi minyak tersebut. Ini menjadikan penurunan negara menjadi dua kali lipat. Sebab, sebelumnya adanya penurunan harga minyak saja sudah mempengaruhi pendapatan negara hingga lebih dari Rp130 triliun.

Sementara itu, menurut Ekonom Bank Central Asia, David Sumual, penurunan harga minyak, termasuk produksi minyak dalam negeri berdampak bukan hanya terhadap penerimaan negara dari pajak sektor migas, tetapi juga penerimaan pajak dari sektor ekspor.

“Akibat penurunan harga minyak ini, berakibat pada menurunnya harga komoditas lainnya seperti batu bara. Terlebih saat ini secara volume permintaan untuk ekspor juga masih rendah sehingga pajak ekspor akan menurun,” kata David.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

2025, Cadangan Minyak dan Gas Bumi Indonesia Habis

2025, Cadangan Minyak dan Gas Bumi Indonesia Habis

Bisnis | Selasa, 03 Juni 2014 | 20:53 WIB

20 Tahun Lagi, Cadangan Minyak Indonesia Habis

20 Tahun Lagi, Cadangan Minyak Indonesia Habis

Bisnis | Rabu, 02 April 2014 | 17:47 WIB

Terkini

Penjelasan Dugaan Manipulasi Eskpor CPO Grup Salim, Mengapa Maybank Ikut Diperiksa?

Penjelasan Dugaan Manipulasi Eskpor CPO Grup Salim, Mengapa Maybank Ikut Diperiksa?

Bisnis | Sabtu, 13 Juni 2026 | 18:55 WIB

ILC Adopsi Standar Internasional, Menaker Dorong Keseimbangan Pelindungan dan Inovasi

ILC Adopsi Standar Internasional, Menaker Dorong Keseimbangan Pelindungan dan Inovasi

Bisnis | Sabtu, 13 Juni 2026 | 18:18 WIB

Bank Dunia Singgung 20 Persen Orang Kaya RI, Sebut Tak Tahu Diri

Bank Dunia Singgung 20 Persen Orang Kaya RI, Sebut Tak Tahu Diri

Bisnis | Sabtu, 13 Juni 2026 | 17:12 WIB

Investor Wajib Tahu, Indikator Utama Bisnis FnB Layak Difranchisekan

Investor Wajib Tahu, Indikator Utama Bisnis FnB Layak Difranchisekan

Bisnis | Sabtu, 13 Juni 2026 | 16:35 WIB

Penjualan Properti Anjlok, Pengembang Andalkan Kawasan Hunian-Komersial Terintegrasi

Penjualan Properti Anjlok, Pengembang Andalkan Kawasan Hunian-Komersial Terintegrasi

Bisnis | Sabtu, 13 Juni 2026 | 16:20 WIB

Bank Jakarta Permudah Layanan Warga Bayar Pajak Kendaraan

Bank Jakarta Permudah Layanan Warga Bayar Pajak Kendaraan

Bisnis | Sabtu, 13 Juni 2026 | 16:11 WIB

BTN Jakarta International Marathon 2026 Sukses Digelar, 20.500 Pelari Ramaikan Hari Pertama

BTN Jakarta International Marathon 2026 Sukses Digelar, 20.500 Pelari Ramaikan Hari Pertama

Bisnis | Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:40 WIB

Program JKN Bantu Dede Jalani Operasi Kista Ganglion

Program JKN Bantu Dede Jalani Operasi Kista Ganglion

Bisnis | Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:34 WIB

CBDK Cetak Laba Melonjak 317 Persen

CBDK Cetak Laba Melonjak 317 Persen

Bisnis | Sabtu, 13 Juni 2026 | 11:34 WIB

Mengapa Pertalite Mau Dihapus?

Mengapa Pertalite Mau Dihapus?

Bisnis | Sabtu, 13 Juni 2026 | 10:26 WIB