Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.828.000
Beli Rp2.700.000
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Guru Besar IPB Ragu Merauke Jadi Lumbung Padi

Pebriansyah Ariefana | Dian Kusumo Hapsari | Suara.com

Selasa, 28 Juli 2015 | 17:52 WIB
Guru Besar IPB Ragu Merauke Jadi Lumbung Padi
Presiden Joko Widodo berkunjung ke lahan persawahan di Lampung. [Antara/Agus Setyawan]

Suara.com - Guru Besar Intitut Pertanian Bogor (IPB) Dwi Andreas meragukan penetapan kawasan pertanian di Merauke, Papua. Terlebih luas lahannya mencapai 1,2 juta hektare.

Lahan seluas itu akan ditetapkan sebagai lumbung padi nasional untuk memenuhi kebutuhan rakyat. Penetapan itu dicanangkan Presiden Joko Widodo dalam kunjungannya ke Papua beberapa waktu lalu. Produksinya dalam waktu 3 tahun diprediksi mencapai sekitar 24 juta ton.

Selain sebagai lumbung beras nasional, produksinya juga diharapkan untuk mengekspor beras ke sejumlah negara. Karena itu, kawasan tersebut akan ditetapkan sebagai Kawasan Ekonomi Khusus pangan untuk produksi pertanian.

Menanggapi hal tersebut, Andreas mengatakan program lahan pertanian skala luas itu, sungguh bertentangan dan berlawanan dengan semangat reforma agraria serta perwujudan kedaulatan pangan. Menurut Andreas, hakikat dari program ini adalah mengundang seluas-luasnya investasi di sektor pangan atau ini barangkali yang disebut dengan monopoli kapital atas pangan.

"Ini tidak efisien karena berisiko besar. Jadi, gerakan kembali ke petani kecil yaitu reforma agraria, petani kecil dan tuna tanah memiliki dan mengontrol lahan. Sejak dulu kita khawatir. Kritikan kami, tidak ada keberhasilan food estate, tidak ada. Jadi betapa pentingnya petani kecil karena 70 persen mereka yang menyokong pangan kita," kata Andreas di Jakarta, Selasa (28/7/2015).

Andreas mempunyai argumen. Kata dia tahun 1939, program food estate sudah dilakukan waktu zaman Belanda mengembangkan Kumbe Rice Estate. Namun, program tersebut mengalami kegagalan lantaran mengalami banyak persolan yang luar biasa besar.

Kedua, saat Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono, SBY melakukan panen raya di Merauke dan memunculkan ide Merauke Integrated Rice Estate (MIRE) seluas 1,9 juta hektar.

Ketiga, Agustus 2008, Saudi Bin Laden Group berencana berinvestasi 4 miliar dolar AS untuk mengembangkan 500 ribu hectare lahan di Merauke. Namun pada 2009 gagal karena global financial downturn.

Keempat, di tahun yang sama MIRE berubah menjadi MIFEE (The Merauke Intergrated Food and Energy Estate) namun mengalami kegagalan.
Andreas mengatakan tidak ada sejarah kesuksesan dalam food estate ini terutama padi di Indonesia. Menurutnya, persolana sosial yang luar biasa besar menjadi tantangan tersendiri untuk menerapkan program tersebut.

"Kalau mau menyokong pangan kita sendiri, budidayakanlah petani kecil. Ini program ini hanya untuk menarik investor saja. Makanya banyak mendulang kegagalan. Kunci swasembada itu ada di kesejahteraan petani. Kalau petani sejahtera, swasembada akan muncul dengan sendirinya," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Diperiksa Enam Jam Kasus Sawah, Ini Penjelasan Dahlan Iskan

Diperiksa Enam Jam Kasus Sawah, Ini Penjelasan Dahlan Iskan

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2015 | 17:10 WIB

Hari Ini Dahlan Diperiksa Bareskrim Kasus Sawah Senilai Rp317 M

Hari Ini Dahlan Diperiksa Bareskrim Kasus Sawah Senilai Rp317 M

News | Selasa, 30 Juni 2015 | 11:37 WIB

Polri Bidik Dahlan Iskan Kasus Dugaan Korupsi Pencetakan Sawah

Polri Bidik Dahlan Iskan Kasus Dugaan Korupsi Pencetakan Sawah

News | Jum'at, 05 Juni 2015 | 10:30 WIB

Dugaan Korupsi BUMN, Dahlan Iskan Bakal Diperiksa Bareksrim

Dugaan Korupsi BUMN, Dahlan Iskan Bakal Diperiksa Bareksrim

News | Jum'at, 29 Mei 2015 | 15:26 WIB

Bareskrim Selidiki Korupsi 'Kakap' BUMN

Bareskrim Selidiki Korupsi 'Kakap' BUMN

News | Jum'at, 29 Mei 2015 | 14:49 WIB

Jokowi Sesumbar Merauke Bisa Jadi Lumbung Beras Internasional

Jokowi Sesumbar Merauke Bisa Jadi Lumbung Beras Internasional

News | Rabu, 27 Mei 2015 | 14:56 WIB

Kemendag: Tak Ada Impor Beras Hingga Pertengahan 2015

Kemendag: Tak Ada Impor Beras Hingga Pertengahan 2015

Bisnis | Senin, 25 Mei 2015 | 18:32 WIB

Pakar: Mohon Maaf, Kedaulatan Pangan Jokowi Masih Wacana

Pakar: Mohon Maaf, Kedaulatan Pangan Jokowi Masih Wacana

Bisnis | Senin, 25 Mei 2015 | 16:09 WIB

Alih Fungsi Sawah Jadi Permukiman Akan Dibatasi

Alih Fungsi Sawah Jadi Permukiman Akan Dibatasi

Bisnis | Kamis, 19 Maret 2015 | 14:48 WIB

Tiga Juta Hektare Sawah di Indonesia Rusak

Tiga Juta Hektare Sawah di Indonesia Rusak

Bisnis | Kamis, 04 Desember 2014 | 07:00 WIB

Terkini

Sah! Susi Pudjiastuti Ditunjuk Jadi Komisaris Utama Bank BJB

Sah! Susi Pudjiastuti Ditunjuk Jadi Komisaris Utama Bank BJB

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 23:13 WIB

IHSG Bergejolak, Ini Alasan BBRI Jadi Rekomendasi Saham di Tengah Krisis

IHSG Bergejolak, Ini Alasan BBRI Jadi Rekomendasi Saham di Tengah Krisis

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 19:55 WIB

Pemerintah Mau Bentuk satgas indonesia Financial Center, Urus KEK Sektor Keuangan

Pemerintah Mau Bentuk satgas indonesia Financial Center, Urus KEK Sektor Keuangan

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 19:05 WIB

YLKI Soroti Posisi Gerbong KRL Khusus Wanita, Dinilai Rawan Saat Kecelakaan

YLKI Soroti Posisi Gerbong KRL Khusus Wanita, Dinilai Rawan Saat Kecelakaan

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 18:34 WIB

64,5% UMKM Dikuasai Perempuan, Tapi Masih Terkendala Pengelolaan Keuangan

64,5% UMKM Dikuasai Perempuan, Tapi Masih Terkendala Pengelolaan Keuangan

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 18:29 WIB

KCIC Sebut Okupansi Whoosh Naik Usai Kecelakaan KRL di Bekasi

KCIC Sebut Okupansi Whoosh Naik Usai Kecelakaan KRL di Bekasi

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 18:29 WIB

Insiden Kecelakaan KRL, Airlangga Ungkap Flyover Rp 4 Triliun Arahan Prabowo Dibiayai APBN

Insiden Kecelakaan KRL, Airlangga Ungkap Flyover Rp 4 Triliun Arahan Prabowo Dibiayai APBN

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 18:20 WIB

Danantara Bakal Evaluasi Total PT KAI Usai Insiden Kecelakaan Kereta Bekasi Timur

Danantara Bakal Evaluasi Total PT KAI Usai Insiden Kecelakaan Kereta Bekasi Timur

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 17:52 WIB

Green SM-VinFast Disorot Usai Kecelakaan KRL Maut, Ternyata Jokowi Pernah Datangi Pabriknya

Green SM-VinFast Disorot Usai Kecelakaan KRL Maut, Ternyata Jokowi Pernah Datangi Pabriknya

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 17:52 WIB

Pemerintah Bebaskan Bea Impor LPG & Bahan Baku Plastik, Cegah Kenaikan Harga Makanan-Minuman

Pemerintah Bebaskan Bea Impor LPG & Bahan Baku Plastik, Cegah Kenaikan Harga Makanan-Minuman

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 17:16 WIB