Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 7.057,106
LQ45 681,583
Srikehati 330,472
JII 466,124
USD/IDR 17.420

Laba Turun 18 Persen, Astra Masih Untung Rp8,05 Triliun

Suwarjono | Suara.com

Kamis, 30 Juli 2015 | 21:22 WIB
Laba Turun 18 Persen, Astra Masih Untung Rp8,05 Triliun
Ilustrasi PT Astra International. (Astra.co.id)

Suara.com - PT Astra International Tbk (ASII) membukukan penurunan laba bersih sekitar 18 persen pada semester I 2015 menjadi Rp8,05 triliun dibandingkan periode sama tahun lalu sebesar Rp9,82 triliun.

"Laba bersih Astra International pada semester pertama menurun, seiring dengan berkurangnya konsumsi domestik, kompetisi di sektor mobil dan melemahnya harga komoditas di Indonesia," kata Presiden Direktur ASII Prijono Sugiarto dalam siaran pers di Jakarta, Kamis.

Namun, ia mengatakan bahwa meski pemulihan ekonomi belum pasti, bisnis perseroan masih siap menangkap peluang saat momentum pemulihan terjadi dan tetap solid didukung oleh neraca keuangan yang kuat.

Pada semester I 2015, ia mengemukakan bahwa penurunan laba bersih Grup Astra dikontribusi dari seluruh segmen bisnis, terutama dari segmen otomotif dan agribisnis. Laba bersih dari segmen otomotif menurun sebesar 15 persen menjadi Rp3,4 triliun. Sementara Laba bersih dari segmen agribisnis Grup, turun 68 persen menjadi Rp354 miliar.

Sedangkan kontribusi laba bersih dari segmen jasa keuangan menurun 16 persen menjadi Rp2,085 triliun. Segmen infrastruktur, logistik dan lainnya juga turun sebesar 60 persen menjadi Rp68 miliar. Dan, dari segmen teknologi informasi menurun 11 persen menjadi Rp75 miliar.

Sementara untuk segmen alat berat dan pertambangan mencatatkan kenaikan laba bersih sebesar tiga persen menjadi Rp2,05 triliun pada semester I 2015, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya sebesarnya Rp1,99 triliun.

Tercatat, pendapatan bersih konsolidasian Astra International selama semester pertama tahun 2015 sebesar Rp92,6 triliun, turun sembilan persen dibandingkan semester pertama tahun 2014, terutama disebabkan oleh menurunnya penjualan segmen otomotif, agribisnis dan penjualan alat berat.

Secara keseluruhan posisi utang bersih Astra, di luar dari anak-anak perusahaan segmen jasa keuangan, adalah sebesar Rp2,4 triliun, dibandingkan dengan utang bersih sebesar Rp3,3 triliun di akhir tahun 2014. Bisnis jasa keuangan mencatat utang bersih sebesar Rp47,3 triliun, dibandingkan dengan Rp45,9 triliun di akhir tahun 2014. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Astra Serahkan 5 Gedung SD kepada Bupati Pacitan

Astra Serahkan 5 Gedung SD kepada Bupati Pacitan

Press Release | Kamis, 23 Oktober 2014 | 11:37 WIB

Enam Bulan Pertama, Laba Bersih Astra Rp9,8 Triliun

Enam Bulan Pertama, Laba Bersih Astra Rp9,8 Triliun

Bisnis | Kamis, 24 Juli 2014 | 19:45 WIB

2013, Laba Bersih PT Astra Internasional Rp19,4 Triliun

2013, Laba Bersih PT Astra Internasional Rp19,4 Triliun

Bisnis | Kamis, 27 Februari 2014 | 20:41 WIB

Terkini

Dihantam China, Purbaya Mau Hidupkan Lagi Mimpi Indonesia soal Nikel

Dihantam China, Purbaya Mau Hidupkan Lagi Mimpi Indonesia soal Nikel

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 16:37 WIB

Apa itu Panda Bonds? Benarkah Ngutang ke China Bisa Perkuat Rupiah?

Apa itu Panda Bonds? Benarkah Ngutang ke China Bisa Perkuat Rupiah?

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 16:18 WIB

Trading Saham Tak Lagi Andalkan Insting, Tapi Bisa Pakai AI

Trading Saham Tak Lagi Andalkan Insting, Tapi Bisa Pakai AI

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 15:22 WIB

Indonesia Sudah Stop Impor Solar Sejak April

Indonesia Sudah Stop Impor Solar Sejak April

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 15:16 WIB

Mengapa Danantara Berani Investasi di Saham Gocap Milik GOTO? Apa Untungnya?

Mengapa Danantara Berani Investasi di Saham Gocap Milik GOTO? Apa Untungnya?

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 15:04 WIB

Digitalisasi Sampah di Desa Tamanmartani, 1.400 Warga Bisa Bayar Lewat QRIS BRI Depan Rumah

Digitalisasi Sampah di Desa Tamanmartani, 1.400 Warga Bisa Bayar Lewat QRIS BRI Depan Rumah

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 14:38 WIB

Indonesia Tawarkan Peluang Investasi Hulu Migas: Investor & Penyedia Teknologi Global Kolaborasi

Indonesia Tawarkan Peluang Investasi Hulu Migas: Investor & Penyedia Teknologi Global Kolaborasi

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 14:31 WIB

Setelah Dibeli Danantara, GOTO Jadi Saham Paling Aktif Diperdagangkan Hingga Sesi I

Setelah Dibeli Danantara, GOTO Jadi Saham Paling Aktif Diperdagangkan Hingga Sesi I

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 14:29 WIB

Profil Grace Natalie: Komisaris MIND ID yang Dipolisikan Terkait Video Ceramah JK

Profil Grace Natalie: Komisaris MIND ID yang Dipolisikan Terkait Video Ceramah JK

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 13:53 WIB

Pelindo Perkuat Sinergi untuk Percepatan Operasional Penuh Terminal Kijing

Pelindo Perkuat Sinergi untuk Percepatan Operasional Penuh Terminal Kijing

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 13:37 WIB