Ini Alasan Pertamina Naikkan Harga Pertamax

Siswanto | Dian Kusumo Hapsari | Suara.com

Jum'at, 07 Agustus 2015 | 18:04 WIB
Ini Alasan Pertamina Naikkan Harga Pertamax
Pengendara mengisi bahan bakar Pertamax di SPBU Abdul Muis Jakarta, Senin(24/11). [suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Suara.com - PT. Pertamina (Persero) memutuskan kembali mengubah harga bahan bakar khusus jenis pertamax, pertamax plus, dan Pertamina Dex sejak 5 Agustus 2015.

Menanggapi hal tersebut, Vice President Corporate Communication Pertamina Wianda Pusponegoro mengatakan berdasarkan Indeks Harga Pasar sejak bulan Febuari hingga Juli 2015 terus menunjukkan kenaikan yang signifikan. Hal inilah yang membuat Pertamina merevisi harga bahan bakar khusus.

“Ya kan pertamax, pertamax plus, dan Pertamax Dex itu kan memang penyesuaiannya setiap dua minggu sekali berdasarkan pergerakan Indeks Harga Pasar. Nah, sejak Februari sampai Maret itu mengalami kenaikan. Terus Juli juga mengalami kenaikan, tapi karena lebaran kenaikannya kita tunda. Makanya baru dilakukan Agustus ini,” kata Wianda saat dihubungi Suara.com, Jumat (7/8/2015).

Wianda menjelaskan penundaan kenaikan BBM nonsubsidi saat Lebaran padahal disaat itu pula Indeks Harga Pasar BBM mengalami kenaikan untuk menjaga perekonomian masyarakat agar tidak terbebani saat merayakan hari raya Idul Fitri tersebut.

“Kan sebenarnya kalau lihat Indeks harga pasar di Juli itu mengalami kenaikan. Tapi kita tahan dulu, karena takut mengganggu ekonomi masyarakat saat puasa dan Lebaran. Kita tidak ingin membebani masyarakat, makanya penyesuaian lebih baik dilakukan bulan Agustus ini,” katanya.

Selain itu, faktor lain yang membuat Pertamina menaikkan harga BBM nonsubsidi ini dipengaruhi lemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.

Saat ini harga pertamax di pasaran dijual Rp9.300 per liter dari harga sebelumnya Rp9.450 per liter. Harga pertamax plus harganya dari Rp10.300 per liter menjadi Rp10.500 per litter, sedangkan untuk pertamax dex harganya turun dari Rp 11.900 jadi Rp 11.600 per liter.

“Karena pertamax bukan BBM subsidi, penentuan harganya ditetapkan berdasarkan Indeks harga pasar dan kurs dolar. Kan dolar saat ini terus menguat, ini juga mempengaruhi kita juga kan. Makanya BBM pertamax ini mengalami kenaikan,” katanya.

Kendati demikian, pihaknya mengklaim bahwa kenaikan yang dilakukan saat ini masih terbilang dalam harga yang wajar. Pasalnya, harga BBM nonsubsidi yang dijual oleh Pertamina masih lebih murah dibandingkan badan usaha lainnya yang sudah menaikkan harga cukup tinggi.

Pertamina pun tak menampik bahwa penundaan kenaikan harga BBM dan perubahan harga yang sedikit membuat Pertamina merugi.

“Kalau dilihat badan usaha lain mbak, kita itu masih di bawah harganya. Boleh di cek di tempat lain. Jadi kenaikan ini masih wajar. Ya kalau rugi pasti, tapi kerugiannya enggak sebesar premium. Kalau premium kan kuotanya paling besar,” kata dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Agustus, Harga Pertamax Naik

Agustus, Harga Pertamax Naik

Bisnis | Jum'at, 07 Agustus 2015 | 16:39 WIB

UI dan Pertamina Gelar Olimpiade Sains Nasional 2015

UI dan Pertamina Gelar Olimpiade Sains Nasional 2015

Tekno | Selasa, 04 Agustus 2015 | 09:11 WIB

Presiden Jokowi Resmikan Mega Proyek Pertamina Terintegrasi

Presiden Jokowi Resmikan Mega Proyek Pertamina Terintegrasi

Bisnis | Minggu, 02 Agustus 2015 | 18:56 WIB

Permintaan Tinggi, SPBU yang Jual Pertalite Ditambah

Permintaan Tinggi, SPBU yang Jual Pertalite Ditambah

Bisnis | Sabtu, 01 Agustus 2015 | 11:17 WIB

Penyuap Direktur Pertamina Dihukum 3 Tahun Penjara

Penyuap Direktur Pertamina Dihukum 3 Tahun Penjara

News | Rabu, 29 Juli 2015 | 23:41 WIB

Terkini

DJP Ungkap Aktivasi Akun Coretax Tembus 16,6 Juta di H+1 Lebaran

DJP Ungkap Aktivasi Akun Coretax Tembus 16,6 Juta di H+1 Lebaran

Bisnis | Selasa, 24 Maret 2026 | 20:41 WIB

Jelang Deadline, Jumlah Wajib Pajak Lapor SPT Tembus 8,7 Juta

Jelang Deadline, Jumlah Wajib Pajak Lapor SPT Tembus 8,7 Juta

Bisnis | Selasa, 24 Maret 2026 | 20:29 WIB

Hari Air Sedunia: Ini Sederet Kisah Pertamina dari Ujung Papua hingga Wilayah Bencana

Hari Air Sedunia: Ini Sederet Kisah Pertamina dari Ujung Papua hingga Wilayah Bencana

Bisnis | Selasa, 24 Maret 2026 | 19:51 WIB

Jadwal Operasional BRI Pasca Libur Lebaran 2026

Jadwal Operasional BRI Pasca Libur Lebaran 2026

Bisnis | Selasa, 24 Maret 2026 | 19:29 WIB

Harga Minyak Naik, Prabowo Kebut Proyek PLTS buat Gantikan Tenaga Diesel

Harga Minyak Naik, Prabowo Kebut Proyek PLTS buat Gantikan Tenaga Diesel

Bisnis | Selasa, 24 Maret 2026 | 19:24 WIB

Seluruh Rest Area di Tol Cipali Akan Berlakukan Sistem Buka Tutup

Seluruh Rest Area di Tol Cipali Akan Berlakukan Sistem Buka Tutup

Bisnis | Selasa, 24 Maret 2026 | 18:21 WIB

Biang Macet Saat Mudik Terungkap! 21 Ribu Kehabisan Saldo E-Toll

Biang Macet Saat Mudik Terungkap! 21 Ribu Kehabisan Saldo E-Toll

Bisnis | Selasa, 24 Maret 2026 | 18:01 WIB

Jangan Lupa! Besok Pasar Saham RI Kembali Dibuka, IHSG Diproyeksi Anjlok

Jangan Lupa! Besok Pasar Saham RI Kembali Dibuka, IHSG Diproyeksi Anjlok

Bisnis | Selasa, 24 Maret 2026 | 17:48 WIB

Gegara Selat Hormuz Tutup, Harga BBM di AS Tembus Rp 68.000

Gegara Selat Hormuz Tutup, Harga BBM di AS Tembus Rp 68.000

Bisnis | Selasa, 24 Maret 2026 | 17:31 WIB

BRILink Agen Bukukan Transaksi Rp1.746 Triliun: Bukti BRI Percepat Inklusi Keuangan Nasional

BRILink Agen Bukukan Transaksi Rp1.746 Triliun: Bukti BRI Percepat Inklusi Keuangan Nasional

Bisnis | Selasa, 24 Maret 2026 | 17:26 WIB