Perjalanan Harga Minyak Dunia dari Harga USD 1 Perbarrel

Pebriansyah Ariefana

Jum'at, 21 Agustus 2015 | 06:03 WIB
Perjalanan Harga Minyak Dunia dari Harga USD 1 Perbarrel
Perkembangan harga minyak dunia. (Shutterstock)

Suara.com - Harga minyak dunia saat ini di level terendah mencapai 41 dolar Amerika Serikat perbarrel. Namun dalam perjalanannya, harga minyak dunia mengalami pasang surut.

Di tahun 1970, harga minyak dunia dimulai dengan harga 1 dolar AS perbarrel. Saat itu sumber-sumber minyak melimpah di Timur Tengah. Permintaannya pun sedikit karena belum banyak produksi kendaraan. Sementara tahun 1973, harga minyak dunia naik menjadi 3 dolar AS perbarel. Alasannya karena ada perang Arab Saudi dan Israel.

"Konflik politik dan perang menyebabkan harga minyak dunia naik, karena konflik terjadi di kawasan produsen minyak. Sehingga, instalasi minyak di bom, suplay berkurang, tanki sudah lewat terusan Swez," kata Analis perekonomian dari Universitas Gajah Mada, Tony Prasetiantono di Kantor Bank Permata Jakarta, Kamis (20/8/2015).

Kenaikan kembali terjadi 5 tahun lalu dikarenakan sebab yang sama, yaitu perang di Timur Tengah. Dua produsen minyak besar berperang, Iran dan Irak. Penaikan tertinggi berlangsung di antara tahun 1981 sampai 1982 karena puncak perang tersebut.

"Tahun 1986 perekonomian dunia membaik, perang mereda, dan permintaan minyak meningkat," lanjut dia.

Di tahun itu, terjadi oil glut atau banyak ditemukan sumur-sumur baru di negara-negara Non-APEC seperti Malaysia, Cina, Rusia, Australia dan Inggris. Membanjiri suplay minyak, dan harganya jatuhh ke 9 dolar AS perbarrel. Saat itu perekonomian Indonesia jatuh. Namun terselamatkan karena ekspor non migas, yaitu garmen dan kayu lapis.

Di tahun 1991, harga minyak merangkak naik sampai 41 dolar AS perbarrel. Lagi-lagi karena perang Irak dan Kuwait.

Di era tahun 2007, harga minyak awalnya stabil di kisaran 60 sampai 70 dolar AS perbarrel. Namun langsung naik menjadi 147 dolar perbarrel di Juli 2007.

"Ini karena spekulasi. Minyak dijadikan komoditas untuk spekulasi. Harga itu tidak masuk akal terlebih biasanya di musim summer deman minyak turun. Tapi ini naik. Diduga karena ada yang mainkan harga," kata Tony.

Saat harga minyak naik, inflasi Amerika Serikat tinggi. Sehingga mereka menaikan suku bunga Fed Found Rate (FFR) sampai 6,5 persen. Saat itu perkreditan tumbang. Industri otomotif dan mortgage turun. Tahun 2009 penjualan mobil di AS jatun sampai 9 juta unit pertahun. Biasaya rata-rata penjualan mobil mencapai 17 juta unit.

Setelah kondisi ekonomi Amerika berlahan membaik, Fed menurunkan suku bunga perlahan sebesar 0,25 poin. Saat ini suku bunga Fed hanya 0,25. "Ini bertahan sampai akhir ini. Padahal normalnya 2 persen," kata Tony.

Namun penurunan suku bunga Fed belum berhasil memperbaiki perekonomian AS. Akhirnya Amerika melakukan quantitative easing atau pencetakan uang.

Quantitative easing ini dilakukan dalam 3 tahap. Tahun 2009 sebesar 1,6 triliun dolar, 2011 1,6 triliun dolar, dan 2013 80 miliar dolar. AS membeli aset-aset pemerintah yang berbarga. Taitu T-bons (obligasi pemerintah jangka panjang) dan T-bills (obligasi pemerintah jangka pendek).

"Quantitative easing ini biasanya mempengaruhi inflasi, tapi itu tidak berpengaruh di AS saat itu. Kenapa? Karena dolar yang beredar ada di seluruuh dunia, bukan cuma di Amerika," kata Tony.

Memasuki tahun 2014, harga minyak terus turun. Catatan Tony, Juni 2014 115 dolar AS perbarrel, Oktober 2014 80 dolar perbarrel, Desember 2014 66 dolar perbarel, April 2015 55 dolar perbarrel, dan saat ini harga minyak dunia bertahan di kisaran 41 dolar perbarel.

Jatuhnya harga minyak dunia disebabkan ditemukannya energi baru non-konvensional shale oil di Amerika Serikat. Biaya produksinya murah, kata Tony.

Shale oil ini diproduksi dari sedimentasi organik di bebatuan yang kaya kandungan kerogen. Shale oil ini bisa menghasilkan minyak mentah, minyak tanah, dan solar.

"Itu hanya memanaskan bukit atau gunung batu di 3 negara bagian di Colorado, Utah, dan Wyoming. Batu itu dipanasi 700 F. Batu itu mencair menjadi kerogen," kata Tony.

Dengan ditemukannya shale oil, Amerika Serikat menjadi negara yang mempunyai cadangan minyak terbesar sampai 1 triliun barel. Jauh dibandingkan Arab Saudi yang mempunyai 279 miliar barel dan Indonesia yang hanya mempunyai 3,7 miliar barel.

"Amerika akan menjadi produsen minyak, sekarang sudah menjadi pemilik cadangan minyak terbesar di dunia. Ongkos produksinya 20 dolar perbarel," kata Tony.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Murahnya Minyak Dunia Pengaruhi Semangat Energi Terbarukan

Murahnya Minyak Dunia Pengaruhi Semangat Energi Terbarukan

News | Kamis, 20 Agustus 2015 | 15:50 WIB

Pasokan AS Meningkat, Harga Minyak Dunia Turun ke Titik Terendah

Pasokan AS Meningkat, Harga Minyak Dunia Turun ke Titik Terendah

Bisnis | Kamis, 20 Agustus 2015 | 08:47 WIB

Harga Minyak Dunia Ditutup Naik Tipis

Harga Minyak Dunia Ditutup Naik Tipis

Bisnis | Sabtu, 15 Agustus 2015 | 07:06 WIB

Harga Minyak Dunia Sedikit Menguat Pagi Ini

Harga Minyak Dunia Sedikit Menguat Pagi Ini

Bisnis | Kamis, 13 Agustus 2015 | 07:02 WIB

Harga Minyak Dunia Melorot Pagi Ini

Harga Minyak Dunia Melorot Pagi Ini

Bisnis | Rabu, 12 Agustus 2015 | 06:16 WIB

Pasar Sedang Lesu, OPEC Malah Naikkan Proyeksi Permintaan Minyak

Pasar Sedang Lesu, OPEC Malah Naikkan Proyeksi Permintaan Minyak

Bisnis | Rabu, 12 Agustus 2015 | 00:26 WIB

Harga Minyak Dunia Kembali Turun, Ini Sebabnya

Harga Minyak Dunia Kembali Turun, Ini Sebabnya

Bisnis | Jum'at, 07 Agustus 2015 | 06:07 WIB

Harga Minyak Dunia Jatuh di Level 45 Dolar/Barel

Harga Minyak Dunia Jatuh di Level 45 Dolar/Barel

Bisnis | Kamis, 06 Agustus 2015 | 05:45 WIB

Harga Minyak Turun karena Aksi Jual

Harga Minyak Turun karena Aksi Jual

Bisnis | Selasa, 04 Agustus 2015 | 05:32 WIB

Shell Pecat 6.500 Pekerja Tahun Ini

Shell Pecat 6.500 Pekerja Tahun Ini

News | Kamis, 30 Juli 2015 | 15:46 WIB

Terkini

Jelang Pengumuman MSCI, OJK Pastikan Pembekuan Saham Indonesia Bakal Terbatas

Jelang Pengumuman MSCI, OJK Pastikan Pembekuan Saham Indonesia Bakal Terbatas

Bisnis | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 07:21 WIB

Perbedaan Toner, Essence, dan Serum, Ini Urutan Pemakaian yang Benar agar Wajah Glowing

Perbedaan Toner, Essence, dan Serum, Ini Urutan Pemakaian yang Benar agar Wajah Glowing

Lifestyle | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 07:09 WIB

Menperin Sarmuji Targetkan Kontribusi Industri ke PDB Tembus 25 Persen

Menperin Sarmuji Targetkan Kontribusi Industri ke PDB Tembus 25 Persen

Bisnis | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 07:05 WIB

Kabut Asap Masih Selimuti Langit Pontianak

Kabut Asap Masih Selimuti Langit Pontianak

Foto | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 07:00 WIB

Vaseline Petroleum Jelly Bisa untuk Apa Saja? Cek 10 Manfaat dan Cara Pakainya

Vaseline Petroleum Jelly Bisa untuk Apa Saja? Cek 10 Manfaat dan Cara Pakainya

Lifestyle | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 06:45 WIB

BREN, DSSA, hingga GOTO Masuk Radar MSCI, IHSG Bersiap Hadapi Rebalancing MSCI

BREN, DSSA, hingga GOTO Masuk Radar MSCI, IHSG Bersiap Hadapi Rebalancing MSCI

Bisnis | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 06:05 WIB

Penataan Setu Babakan, Lapak Pedagang Mulai Dibongkar

Penataan Setu Babakan, Lapak Pedagang Mulai Dibongkar

Foto | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 06:00 WIB

Bank Danamon-MUFG Merger, Bagaimana Nasib Nasabah?

Bank Danamon-MUFG Merger, Bagaimana Nasib Nasabah?

Bisnis | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 05:50 WIB

Roemah Umara Kenalkan Ballroom Berkapasitas 600 Orang di Jakarta

Roemah Umara Kenalkan Ballroom Berkapasitas 600 Orang di Jakarta

Foto | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 05:00 WIB

Rayakan 10 Tahun di Indonesia, Big Bad Wolf Kembali Hadir 24 Jam di ICE BSD

Rayakan 10 Tahun di Indonesia, Big Bad Wolf Kembali Hadir 24 Jam di ICE BSD

Lifestyle | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 00:03 WIB

×