Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Rupiah Melemah, Darmin: Investor Terlalu Berlebihan

Siswanto, Dian Kusumo Hapsari

Selasa, 25 Agustus 2015 | 19:30 WIB
Rupiah Melemah, Darmin: Investor Terlalu Berlebihan
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution. (Suara.com/Doddy Rosadi)

Suara.com - Pada sesi perdagangan hari ini, Selasa (25/8/2015), nilai tukar rupiah melemah pada level pada level Rp14.087 per dolar AS. Posisi ini melemah 24 poin dibanding dengan penutupan sebelumnya di level Rp14.063 per dolar AS.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan melemahnya nilai tukar rupiah dalam beberapa bulan terakhir ini akibat respons dari masyarakat dan investor yang terlalu berlebihan terutama bagi para pelaku pasar.

Hal tersebut membuat kondisi nilai tukar rupiah akan semakin memburuk.

“Ini pasar terlalu berlebihan menanggapi pelemahan rupiah. Mereka itu sebenarnya belum paham dan tahu persis apa dampaknya. Kalau belum tahu jangan grabak-grubuk dulu, cari tahu dulu,” kata Darmin saat ditemui di kantornya, Selasa (25/8/2015).

Darmin menjelaskan sifat berlebihan yang dilakukan masyarakat adalah langkah pelaku pasar yang ketika mendengar rupiah melemah, langsung berbondong-bondong memberi dolar dalam jumlah yang besar. Terlebih saat mendengar Cina mendevaluasi mata uangnya. Hal ini menyebabkan pelemahan rupiah lebih dalam dari seharusnya karena permintaan dolar AS menjadi tinggi.

Darmin menjelaskan banyak orang yang tidak tahu secara pasti dampak daripada devaluasi mata uang Cina tersebut. Padahal, sebelumnya Jepang juga pernah melakukan devaluasi mata uang hingga 20 persen.

"Sebetulnya Jepang itu tadinya 20 persen dia turunkan nilai mata uangnya. Tidak ramai itu pasar, menarik sekali. Kok yang ini ramai? Dan masalahnya orang tidak tahu persis seperti apa dampaknya," katanya.

Dirinya menambahkan hal itu juga yang mengakibatkan Indeks Harga Saham Gabungan sempat mengalami fluktuasi.

"Ya itu dia. Orang Tidak tahu. Kalau tidak tahu, pasang dulu nanti baru nanya ke sana ke mari," katanya.

Untuk itu, ia mengimbau kepada para pelaku pasar untuk tidak berlebihan menanggapi kondisi global. Hal tersebut agar tidak membuat perekonomian dan nilai tukar rupiah tidak semakin memburuk.

“Jangan buru-buru, cari informasi yang banyak baru beli, kalau nggak tahu apa-apa jangan main borong aja,” katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Dari Dulu Rupiah Memang Gampang Loyo, Ini Alasannya

Dari Dulu Rupiah Memang Gampang Loyo, Ini Alasannya

Bisnis | Selasa, 25 Agustus 2015 | 18:00 WIB

Yang Untung dan Buntung Karena Dolar di Atas Rp14 Ribu

Yang Untung dan Buntung Karena Dolar di Atas Rp14 Ribu

Bisnis | Selasa, 25 Agustus 2015 | 17:36 WIB

Terkini

Bukan Hanya Populer, Seskab Teddy Salip Sejumlah Menteri Senior dalam Urusan Kinerja

Bukan Hanya Populer, Seskab Teddy Salip Sejumlah Menteri Senior dalam Urusan Kinerja

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 00:19 WIB

Jejak Sang Maestro di Piala Presiden, Ketika Pemimpin Meletakkan Tongkat Estafet

Jejak Sang Maestro di Piala Presiden, Ketika Pemimpin Meletakkan Tongkat Estafet

Bola | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 23:35 WIB

Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah

Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik

Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:35 WIB

IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung

IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:27 WIB

5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau

5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:31 WIB

Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026

Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026

Otomotif | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:15 WIB

Kredit Macet Hantui Industri Pinjol

Kredit Macet Hantui Industri Pinjol

Bisnis | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:05 WIB

Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru

Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru

Jawa Tengah | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:00 WIB

Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung

Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung

Lampung | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:57 WIB

×