Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 7.174,321
LQ45 693,788
Srikehati 340,625
JII 472,513
USD/IDR 17.357

Rupiah Melemah, Darmin: Investor Terlalu Berlebihan

Siswanto | Dian Kusumo Hapsari | Suara.com

Selasa, 25 Agustus 2015 | 19:30 WIB
Rupiah Melemah, Darmin: Investor Terlalu Berlebihan
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution. (Suara.com/Doddy Rosadi)

Suara.com - Pada sesi perdagangan hari ini, Selasa (25/8/2015), nilai tukar rupiah melemah pada level pada level Rp14.087 per dolar AS. Posisi ini melemah 24 poin dibanding dengan penutupan sebelumnya di level Rp14.063 per dolar AS.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan melemahnya nilai tukar rupiah dalam beberapa bulan terakhir ini akibat respons dari masyarakat dan investor yang terlalu berlebihan terutama bagi para pelaku pasar.

Hal tersebut membuat kondisi nilai tukar rupiah akan semakin memburuk.

“Ini pasar terlalu berlebihan menanggapi pelemahan rupiah. Mereka itu sebenarnya belum paham dan tahu persis apa dampaknya. Kalau belum tahu jangan grabak-grubuk dulu, cari tahu dulu,” kata Darmin saat ditemui di kantornya, Selasa (25/8/2015).

Darmin menjelaskan sifat berlebihan yang dilakukan masyarakat adalah langkah pelaku pasar yang ketika mendengar rupiah melemah, langsung berbondong-bondong memberi dolar dalam jumlah yang besar. Terlebih saat mendengar Cina mendevaluasi mata uangnya. Hal ini menyebabkan pelemahan rupiah lebih dalam dari seharusnya karena permintaan dolar AS menjadi tinggi.

Darmin menjelaskan banyak orang yang tidak tahu secara pasti dampak daripada devaluasi mata uang Cina tersebut. Padahal, sebelumnya Jepang juga pernah melakukan devaluasi mata uang hingga 20 persen.

"Sebetulnya Jepang itu tadinya 20 persen dia turunkan nilai mata uangnya. Tidak ramai itu pasar, menarik sekali. Kok yang ini ramai? Dan masalahnya orang tidak tahu persis seperti apa dampaknya," katanya.

Dirinya menambahkan hal itu juga yang mengakibatkan Indeks Harga Saham Gabungan sempat mengalami fluktuasi.

"Ya itu dia. Orang Tidak tahu. Kalau tidak tahu, pasang dulu nanti baru nanya ke sana ke mari," katanya.

Untuk itu, ia mengimbau kepada para pelaku pasar untuk tidak berlebihan menanggapi kondisi global. Hal tersebut agar tidak membuat perekonomian dan nilai tukar rupiah tidak semakin memburuk.

“Jangan buru-buru, cari informasi yang banyak baru beli, kalau nggak tahu apa-apa jangan main borong aja,” katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Dari Dulu Rupiah Memang Gampang Loyo, Ini Alasannya

Dari Dulu Rupiah Memang Gampang Loyo, Ini Alasannya

Bisnis | Selasa, 25 Agustus 2015 | 18:00 WIB

Yang Untung dan Buntung Karena Dolar di Atas Rp14 Ribu

Yang Untung dan Buntung Karena Dolar di Atas Rp14 Ribu

Bisnis | Selasa, 25 Agustus 2015 | 17:36 WIB

Terkini

Eks Dirut BJBR dan Bank Jateng Divonis Bebas dalam Kasus Sritex, Ini Alasannya

Eks Dirut BJBR dan Bank Jateng Divonis Bebas dalam Kasus Sritex, Ini Alasannya

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:39 WIB

Perry Warjiyo Ungkap Penyebab Rupiah Melemah, BI Intervensi All Out Jaga Stabilitas

Perry Warjiyo Ungkap Penyebab Rupiah Melemah, BI Intervensi All Out Jaga Stabilitas

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:35 WIB

Investor Aset Kripto Terus Menjamur Tembus 21,37 Juta

Investor Aset Kripto Terus Menjamur Tembus 21,37 Juta

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:03 WIB

Rekening Warga Diblokir Gegara Masalah Pajak, saat Pejabat Pajak Diduga Korupsi

Rekening Warga Diblokir Gegara Masalah Pajak, saat Pejabat Pajak Diduga Korupsi

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:00 WIB

Lampaui Tahun Lalu, INABUYER 2026 Catat Potensi Transaksi Rp2,2 Triliun

Lampaui Tahun Lalu, INABUYER 2026 Catat Potensi Transaksi Rp2,2 Triliun

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 07:49 WIB

Wall Street Justru Merosot Meski Adanya Harapan Perang AS-Iran Damai

Wall Street Justru Merosot Meski Adanya Harapan Perang AS-Iran Damai

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 07:48 WIB

AS Ganggu Gencatan Senjata dengan Iran, Harga Minyak Balik ke Level US$100

AS Ganggu Gencatan Senjata dengan Iran, Harga Minyak Balik ke Level US$100

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 07:39 WIB

15 Juta Penduduk Usia Produktif Belum Punya Rekening Bank

15 Juta Penduduk Usia Produktif Belum Punya Rekening Bank

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 07:29 WIB

Update Harga Emas Pegadaian Hari Ini: Antam Naik, UBS Justru Turun!

Update Harga Emas Pegadaian Hari Ini: Antam Naik, UBS Justru Turun!

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 07:19 WIB

Menebak IHSG di Tengah Silang Sengkarut Geopolitik Global dan Rekor Bursa Asia

Menebak IHSG di Tengah Silang Sengkarut Geopolitik Global dan Rekor Bursa Asia

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 06:59 WIB