Pengrajin Tempe: Jangan Sampai Rupiah Tembus Rp15.000

Esti Utami

Selasa, 25 Agustus 2015 | 21:09 WIB
Pengrajin Tempe: Jangan Sampai Rupiah Tembus Rp15.000
Pedagang bahan pokok di pasar tradisional. (Antara/Reno Esnir)

Sejumlah produsen tempe di wilayah Cimanggu Baratan, Kota Bogor, Jawa Barat, mengaku khawatir  dengan nilai tukar rupiah yang terus melemah. Kondisi ini sangat berpengaruh pada harga kedelai sebagai bahan baku utama.

"Rupiah sekarang sudah Rp14.000 kami sudah kesulitan modal untuk membeli kedelai, jangan sampai Rp15 ribu, kami bisa tidak jualan," kata Kasmono (60), salah satu produsen tempe saat ditemui di Bogor, Selasa (25/8/2015).

Kasmono menyebutkan, selama sepuluh hari terakhir sudah terbebani dengan harga beli kedelai impor yang terus naik, seiring dengan melemahnya nilai tukar rupiah. Jika dulu dia membeli kedelai per kuintalnya sekitar Rp680 ribu, kini sudah mengalami kenaikan menjadi Rp700 ribu. Sehari dia membutuhkan empat kwintal untuk memproduksi kurang lebih 1.500 tempe dengan berbagai ukuran.

"Kalau sekarang kita jualan seadanya, tipis untung. Biasanya dapat untung semisal Rp50 ribu, sekarang cuma Rp25 ribu," kata bapak tujuh anak itu.

Kasmono mengatakan, meski ongkos produksi meningkat. Ia belum berani untuk menaikkan harga jual tempe, termasuk memperkecil ukuran. Saat ini harga jual tempe masih normal Rp5.000 untuk ukuran kecil dan Rp10 ribu ukuran besar.

"Belum berani saya naikkin, yang harga sekarang aja masih banyak yang nawar, apalagi dinaikkin, kasihan masyarakat," katanya.

Kasmono dan puluhan perajin tempe yang berada di wilayah Cimanggu Barata, Kecamatan Tanah Sareal, sepakat masih bertahan menjual tempe dengan harga normal, walau mereka harus menanggung minim keuntungan.

Dari 1.500 tempe yang dihasilkan oleh Kasmono ia pasarkan di tiga pasar yakni Pasar Bogor, Pasar Anyar dan Pasar Jambu Dua. Dia menjual sendiri tempe yang diproduksinya dibanti anak-anaknya yang juga sudah menjadi produsen.

Selain Kasmono, keresahan serupa juga disampaikan Damiri (44). Menurutnya, jika rupiah terus melemah sampai Rp15 ribu, sebagian produsen dan pedagang tempe akan memilih stop berjualan.

"Kalau masih Rp14 ribu kita kuat-kuatin, walau kita babak belur karena minim untung. Tapai kalau sampai dolar naik Rp15 ribu, pasti berpengaruh sama kedelai, kita yang terancam gulung tikar," ujar Damiri. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Dasco Puji BI yang Bikin Kuat Rupiah: RI Kini Tak Bergantung Dolar AS

Dasco Puji BI yang Bikin Kuat Rupiah: RI Kini Tak Bergantung Dolar AS

Bisnis | Minggu, 14 Juni 2026 | 20:37 WIB

DPR Apresiasi Langkah Baru Bank Indonesia Perkuat Nilai Rupiah

DPR Apresiasi Langkah Baru Bank Indonesia Perkuat Nilai Rupiah

Bisnis | Minggu, 14 Juni 2026 | 16:11 WIB

Rupiah Menguat ke Rp17.900, Efek Gerilya Akhir Pekan Dasco

Rupiah Menguat ke Rp17.900, Efek Gerilya Akhir Pekan Dasco

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 11:06 WIB

Penyebab Rupiah Terus Merosot, Nilai Tukarnya Rp18.066 per Dolar Hari Ini

Penyebab Rupiah Terus Merosot, Nilai Tukarnya Rp18.066 per Dolar Hari Ini

Bisnis | Jum'at, 05 Juni 2026 | 11:29 WIB

Kasih Paham: Dolar Naik Gila-gilaan, Kenapa Rupiah Kita Kalah?

Kasih Paham: Dolar Naik Gila-gilaan, Kenapa Rupiah Kita Kalah?

Video | Minggu, 31 Mei 2026 | 17:32 WIB

Pernyataan Presiden soal Dolar Dinilai Bisa Jadi Sentimen Negatif bagi Rupiah

Pernyataan Presiden soal Dolar Dinilai Bisa Jadi Sentimen Negatif bagi Rupiah

News | Minggu, 17 Mei 2026 | 14:10 WIB

Wendi Cagur Keluhkan Penurunan Nilai Rupiah, Soimah: Rp1 Juta Tak Bisa Buat Beli Emas 1 Gram

Wendi Cagur Keluhkan Penurunan Nilai Rupiah, Soimah: Rp1 Juta Tak Bisa Buat Beli Emas 1 Gram

Entertainment | Senin, 06 Oktober 2025 | 06:00 WIB

Media Singapura Soroti Nilai Rupiah Melemah Imbas Demo di DPR: Berkinerja Terburuk Kedua di Asia

Media Singapura Soroti Nilai Rupiah Melemah Imbas Demo di DPR: Berkinerja Terburuk Kedua di Asia

News | Kamis, 22 Agustus 2024 | 16:45 WIB

Rupiah Nyaris Tembus Rp15 Ribu Per Dolar AS, Ini Dampak yang Bakal Muncul

Rupiah Nyaris Tembus Rp15 Ribu Per Dolar AS, Ini Dampak yang Bakal Muncul

News | Selasa, 05 Juli 2022 | 20:24 WIB

Terkini

Jelajah IDW 2026 Sambil Bikin Konten, Pengunjung Berpeluang Bawa Pulang Hadiah

Jelajah IDW 2026 Sambil Bikin Konten, Pengunjung Berpeluang Bawa Pulang Hadiah

Jakarta | Rabu, 23 September 2026 | 23:52 WIB

Tak Berhenti di Pelatihan, Dosen IKADO Dampingi Warga Simo Gunung Kembangkan Bisnis Digital

Tak Berhenti di Pelatihan, Dosen IKADO Dampingi Warga Simo Gunung Kembangkan Bisnis Digital

Jatim | Rabu, 23 September 2026 | 23:46 WIB

Harris Arthur Hedar Lantik 120 Pengurus Peradi Profesional di Sultra, Titip Pesan Ini

Harris Arthur Hedar Lantik 120 Pengurus Peradi Profesional di Sultra, Titip Pesan Ini

Sulsel | Rabu, 23 September 2026 | 23:41 WIB

Revisi UU Keuangan Negara Momentum Memecah Ambiguitas Pengertian Kerugian Negara

Revisi UU Keuangan Negara Momentum Memecah Ambiguitas Pengertian Kerugian Negara

Jabar | Rabu, 23 September 2026 | 23:35 WIB

Ombudsman Temukan Miras di 'Kamar Khusus' Lapas Cibinong, Diduga Dihuni Narapidana Kelas Kakap

Ombudsman Temukan Miras di 'Kamar Khusus' Lapas Cibinong, Diduga Dihuni Narapidana Kelas Kakap

Jabar | Rabu, 23 September 2026 | 23:21 WIB

Dugaan Keracunan MBG Hantam Batang, 276 Orang Jadi Korban

Dugaan Keracunan MBG Hantam Batang, 276 Orang Jadi Korban

Jawa Tengah | Rabu, 23 September 2026 | 23:05 WIB

Cari Hotel untuk Liburan? Ini Empat Pilihan dengan Pengalaman yang Berbeda

Cari Hotel untuk Liburan? Ini Empat Pilihan dengan Pengalaman yang Berbeda

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 22:47 WIB

Toyota Indonesia Akan Luncurkan Mobil Baru Tahun Ini

Toyota Indonesia Akan Luncurkan Mobil Baru Tahun Ini

Otomotif | Rabu, 23 September 2026 | 22:44 WIB

Bawaslu Akui Tak Pernah Dapat Laporan Soal Pendidikan Gibran pada Pilpres 2024

Bawaslu Akui Tak Pernah Dapat Laporan Soal Pendidikan Gibran pada Pilpres 2024

News | Rabu, 23 September 2026 | 22:27 WIB

Dari Goma hingga Menchi Katsu, Cita Rasa Jepang Makin Akrab dengan Selera Indonesia

Dari Goma hingga Menchi Katsu, Cita Rasa Jepang Makin Akrab dengan Selera Indonesia

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 22:26 WIB

×