Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.772.000
Beli Rp2.632.000
IHSG 6.723,320
LQ45 657,880
Srikehati 323,518
JII 437,887
USD/IDR 17.491

Baru Tersentuh 10 Persen, Pesantren Penerima MBG Bakal Diperbanyak

Dythia Novianty | Fakhri Fuadi Muflih | Suara.com

Jum'at, 03 April 2026 | 08:34 WIB
Baru Tersentuh 10 Persen, Pesantren Penerima MBG Bakal Diperbanyak
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan alias Zulhas di Kantor Kemenko Pangan, Kamis (2/5/2026). [Suara.com/Fakhri]
  • Program Makan Bergizi Gratis di pesantren baru mencapai sepuluh persen akibat kendala pendataan yang belum optimal saat ini.
  • Menko Pangan Zulkifli Hasan menargetkan percepatan pendataan pesantren dan madrasah agar cakupan penerima bantuan gizi segera meningkat.
  • Pemerintah memprioritaskan santri berasrama serta memastikan program gizi bagi balita dan ibu tetap berjalan tanpa perubahan.

Suara.com - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di lingkungan pesantren baru menjangkau sekitar 10 persen dari jumlah pesantren yang ada di Indonesia. Angka ini jauh tertinggal dibandingkan sekolah umum yang sudah mendekati 80 persen.

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan alias Zulhas, mengakui ketimpangan tersebut terjadi terutama karena proses pendataan yang belum optimal.

"Kalau yang sekolah umum sudah hampir 80 persen (terjangkau MBG). Pondok (Pesantren) ini baru 10 persen ya? Baru kira-kira 10 persen. Soal pendataan," ujar Zulhas di Kantor Kemenko Pangan, Kamis (2/4/2026).

Ia mengatakan, pemerintah akan mempercepat pendataan dan pelaksanaan program di pesantren agar cakupan penerima bisa segera meningkat dalam waktu dekat.

"Oleh karena itu Kemenag (Kementerian Agama) dan BGN (Badan Gizi Nasional) terus-menerus menyelesaikan pendataan," katanya.

Menurut Zulhas, pesantren menjadi salah satu prioritas karena dinilai sebagai kelompok yang membutuhkan perhatian lebih dalam pemenuhan gizi, terutama bagi para santri yang tinggal di asrama.

Siswa makan bersama saat uji coba pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) secara prasmanan di MIN 2 Kota Malang, Jawa Timur, Kamis (2/4/2026). [ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto/rwa]
Siswa makan bersama saat uji coba pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). [ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto/rwa]

"Karena memang kami concern betul, pondok ini perlu perhatian karena paling memerlukan," ujarnya.

Pemerintah juga telah menyiapkan jalur khusus untuk mempercepat implementasi program MBG di pesantren. Langkah ini diharapkan mampu mengejar ketertinggalan cakupan dibandingkan sekolah umum.

"Nah ini kita akan percepat karena pondok tadi baru 10 persen," ujar Zulhas.

Selain pesantren, pemerintah turut melakukan pembenahan pendataan untuk sekolah berbasis madrasah, baik negeri maupun swasta. Pendataan dinilai menjadi kunci agar program bisa berjalan lebih tepat sasaran.

"Ya ini juga soal pendataan juga kita akan sempurnakan. Termasuk sekolah-sekolah madrasah, ya," ujarnya.

Di sisi lain, Zulhas memastikan program MBG untuk balita, ibu hamil, dan ibu menyusui tetap berjalan tanpa perubahan. Kelompok ini dinilai krusial dalam menentukan kualitas generasi mendatang.

"Karena itu akan menentukan masa depan anak-anak kita, pada akhirnya akan menentukan masa depan Indonesia. Itu tidak ada perubahan apa pun," pungkas Zulhas.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tak Hanya Kejar Cuan, Emiten TAPG Kerek Kualitas Hidup Masyarakat Sekitar Operasional

Tak Hanya Kejar Cuan, Emiten TAPG Kerek Kualitas Hidup Masyarakat Sekitar Operasional

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 07:39 WIB

Skema MBG Diatur Ulang untuk Menghemat Rp20 Triliun di Tengah Krisis Energi

Skema MBG Diatur Ulang untuk Menghemat Rp20 Triliun di Tengah Krisis Energi

Bisnis | Selasa, 31 Maret 2026 | 20:48 WIB

Alasan Pemerintah Gelar Pasar Murah di Monas

Alasan Pemerintah Gelar Pasar Murah di Monas

Bisnis | Minggu, 29 Maret 2026 | 08:52 WIB

Dukung Program Pemerintah, Kinerja BSI Solid Awal 2026

Dukung Program Pemerintah, Kinerja BSI Solid Awal 2026

Bisnis | Kamis, 26 Maret 2026 | 20:12 WIB

Awalnya Mau Lapor Polisi, Akhirnya Pria "Joget Cuan MBG" Minta Maaf

Awalnya Mau Lapor Polisi, Akhirnya Pria "Joget Cuan MBG" Minta Maaf

Video | Kamis, 26 Maret 2026 | 17:00 WIB

Purbaya Pastikan Ada Efisiensi MBG, Negara Hemat Rp 40 Triliun per Tahun

Purbaya Pastikan Ada Efisiensi MBG, Negara Hemat Rp 40 Triliun per Tahun

Bisnis | Rabu, 25 Maret 2026 | 15:21 WIB

Terkini

Kemendag Bidik Penyalur Nakal, Tegakkan Sanksi Demi Jaga Pasokan Minyakita

Kemendag Bidik Penyalur Nakal, Tegakkan Sanksi Demi Jaga Pasokan Minyakita

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:10 WIB

Besok Purbaya Akan Buktikan Kritik The Economist Keliru

Besok Purbaya Akan Buktikan Kritik The Economist Keliru

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:08 WIB

Purbaya Sebut 'Media Bodoh', Gurita Bisnis Pemilik The Economist Tembus Ratusan Triliun

Purbaya Sebut 'Media Bodoh', Gurita Bisnis Pemilik The Economist Tembus Ratusan Triliun

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:02 WIB

PT Timah Setor Rp 1,624 triliun ke Negara Sepanjang 2025

PT Timah Setor Rp 1,624 triliun ke Negara Sepanjang 2025

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:56 WIB

CELIOS: Harga-harga Naik 2 Bulan ke Depan, PHK Mengintai

CELIOS: Harga-harga Naik 2 Bulan ke Depan, PHK Mengintai

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:52 WIB

BI Pastikan Cadangan Devisa Lebih dari Cukup untuk Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah

BI Pastikan Cadangan Devisa Lebih dari Cukup untuk Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:45 WIB

Menkeu dan BI Optimistis Rupiah Menguat Lagi di Juli 2026

Menkeu dan BI Optimistis Rupiah Menguat Lagi di Juli 2026

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:18 WIB

PHK Meningkat Tajam, Klaim Kehilangan Kerja di BPJS Tenaga Kerja Melonjak 91 Persen

PHK Meningkat Tajam, Klaim Kehilangan Kerja di BPJS Tenaga Kerja Melonjak 91 Persen

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:50 WIB

Tak Mau Tahu, BI Tetap Pede Rupiah di Level Rp 16.800 pada Akhir Tahun

Tak Mau Tahu, BI Tetap Pede Rupiah di Level Rp 16.800 pada Akhir Tahun

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:45 WIB

Badai Ekonomi Ganda: Rupiah Terpuruk ke Rp 17.667 dan Harga Minyak Dunia Kian Membara

Badai Ekonomi Ganda: Rupiah Terpuruk ke Rp 17.667 dan Harga Minyak Dunia Kian Membara

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:42 WIB