Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.449,830
LQ45 631,032
Srikehati 307,374
JII 384,118
USD/IDR 17.851

Baru Tersentuh 10 Persen, Pesantren Penerima MBG Bakal Diperbanyak

Dythia Novianty, Fakhri Fuadi Muflih

Jum'at, 03 April 2026 | 08:34 WIB
Baru Tersentuh 10 Persen, Pesantren Penerima MBG Bakal Diperbanyak
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan alias Zulhas di Kantor Kemenko Pangan, Kamis (2/5/2026). [Suara.com/Fakhri]
baca 10 detik
  • Program Makan Bergizi Gratis di pesantren baru mencapai sepuluh persen akibat kendala pendataan yang belum optimal saat ini.
  • Menko Pangan Zulkifli Hasan menargetkan percepatan pendataan pesantren dan madrasah agar cakupan penerima bantuan gizi segera meningkat.
  • Pemerintah memprioritaskan santri berasrama serta memastikan program gizi bagi balita dan ibu tetap berjalan tanpa perubahan.

Suara.com - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di lingkungan pesantren baru menjangkau sekitar 10 persen dari jumlah pesantren yang ada di Indonesia. Angka ini jauh tertinggal dibandingkan sekolah umum yang sudah mendekati 80 persen.

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan alias Zulhas, mengakui ketimpangan tersebut terjadi terutama karena proses pendataan yang belum optimal.

"Kalau yang sekolah umum sudah hampir 80 persen (terjangkau MBG). Pondok (Pesantren) ini baru 10 persen ya? Baru kira-kira 10 persen. Soal pendataan," ujar Zulhas di Kantor Kemenko Pangan, Kamis (2/4/2026).

Ia mengatakan, pemerintah akan mempercepat pendataan dan pelaksanaan program di pesantren agar cakupan penerima bisa segera meningkat dalam waktu dekat.

"Oleh karena itu Kemenag (Kementerian Agama) dan BGN (Badan Gizi Nasional) terus-menerus menyelesaikan pendataan," katanya.

Menurut Zulhas, pesantren menjadi salah satu prioritas karena dinilai sebagai kelompok yang membutuhkan perhatian lebih dalam pemenuhan gizi, terutama bagi para santri yang tinggal di asrama.

Siswa makan bersama saat uji coba pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) secara prasmanan di MIN 2 Kota Malang, Jawa Timur, Kamis (2/4/2026). [ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto/rwa]
Siswa makan bersama saat uji coba pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). [ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto/rwa]

"Karena memang kami concern betul, pondok ini perlu perhatian karena paling memerlukan," ujarnya.

Pemerintah juga telah menyiapkan jalur khusus untuk mempercepat implementasi program MBG di pesantren. Langkah ini diharapkan mampu mengejar ketertinggalan cakupan dibandingkan sekolah umum.

"Nah ini kita akan percepat karena pondok tadi baru 10 persen," ujar Zulhas.

baca juga

Selain pesantren, pemerintah turut melakukan pembenahan pendataan untuk sekolah berbasis madrasah, baik negeri maupun swasta. Pendataan dinilai menjadi kunci agar program bisa berjalan lebih tepat sasaran.

"Ya ini juga soal pendataan juga kita akan sempurnakan. Termasuk sekolah-sekolah madrasah, ya," ujarnya.

Di sisi lain, Zulhas memastikan program MBG untuk balita, ibu hamil, dan ibu menyusui tetap berjalan tanpa perubahan. Kelompok ini dinilai krusial dalam menentukan kualitas generasi mendatang.

"Karena itu akan menentukan masa depan anak-anak kita, pada akhirnya akan menentukan masa depan Indonesia. Itu tidak ada perubahan apa pun," pungkas Zulhas.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tak Hanya Kejar Cuan, Emiten TAPG Kerek Kualitas Hidup Masyarakat Sekitar Operasional

Tak Hanya Kejar Cuan, Emiten TAPG Kerek Kualitas Hidup Masyarakat Sekitar Operasional

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 07:39 WIB

Skema MBG Diatur Ulang untuk Menghemat Rp20 Triliun di Tengah Krisis Energi

Skema MBG Diatur Ulang untuk Menghemat Rp20 Triliun di Tengah Krisis Energi

Bisnis | Selasa, 31 Maret 2026 | 20:48 WIB

Alasan Pemerintah Gelar Pasar Murah di Monas

Alasan Pemerintah Gelar Pasar Murah di Monas

Bisnis | Minggu, 29 Maret 2026 | 08:52 WIB

Dukung Program Pemerintah, Kinerja BSI Solid Awal 2026

Dukung Program Pemerintah, Kinerja BSI Solid Awal 2026

Bisnis | Kamis, 26 Maret 2026 | 20:12 WIB

Awalnya Mau Lapor Polisi, Akhirnya Pria "Joget Cuan MBG" Minta Maaf

Awalnya Mau Lapor Polisi, Akhirnya Pria "Joget Cuan MBG" Minta Maaf

Video | Kamis, 26 Maret 2026 | 17:00 WIB

Purbaya Pastikan Ada Efisiensi MBG, Negara Hemat Rp 40 Triliun per Tahun

Purbaya Pastikan Ada Efisiensi MBG, Negara Hemat Rp 40 Triliun per Tahun

Bisnis | Rabu, 25 Maret 2026 | 15:21 WIB

Terkini

Pelajar Palembang Viral Usai Pamer Revolver saat Konvoi, Ternyata Senpira Dibeli dari Facebook

Pelajar Palembang Viral Usai Pamer Revolver saat Konvoi, Ternyata Senpira Dibeli dari Facebook

Sumsel | Selasa, 18 Agustus 2026 | 23:58 WIB

Nama Bupati PALI Muncul di Kasus Suap Audit BPK, KPK Periksa Asgianto Sebagai Saksi

Nama Bupati PALI Muncul di Kasus Suap Audit BPK, KPK Periksa Asgianto Sebagai Saksi

Sumsel | Selasa, 18 Agustus 2026 | 23:43 WIB

Kondisi Terbaru Gunung Semeru, Enam Kali Erupsi dalam Sehari dan Masih Berstatus Siaga

Kondisi Terbaru Gunung Semeru, Enam Kali Erupsi dalam Sehari dan Masih Berstatus Siaga

Sumsel | Selasa, 18 Agustus 2026 | 23:32 WIB

Detik-detik Narapidana Narkoba Diborgol Usai Bebas karena Remisi 17 Agustus, Ada Apa?

Detik-detik Narapidana Narkoba Diborgol Usai Bebas karena Remisi 17 Agustus, Ada Apa?

Sumsel | Selasa, 18 Agustus 2026 | 23:22 WIB

Dedi Mulyadi Sindir Birokrasi Minta Dihormati: Rapat Habis Puluhan Juta, Tapi Rakyat Tetap Menderita

Dedi Mulyadi Sindir Birokrasi Minta Dihormati: Rapat Habis Puluhan Juta, Tapi Rakyat Tetap Menderita

Jabar | Selasa, 18 Agustus 2026 | 23:21 WIB

Koreksi Data Pidato Presiden: 6 Fakta Realitas Hidup Susanah, Kuli Kain Majun Asal Cileungsi Bogor

Koreksi Data Pidato Presiden: 6 Fakta Realitas Hidup Susanah, Kuli Kain Majun Asal Cileungsi Bogor

Jabar | Selasa, 18 Agustus 2026 | 23:16 WIB

Bantah Isu Pisah dari NKRI, Ini 6 Pesan Penting Sultan Banten ke-18 untuk Masyarakat

Bantah Isu Pisah dari NKRI, Ini 6 Pesan Penting Sultan Banten ke-18 untuk Masyarakat

Banten | Selasa, 18 Agustus 2026 | 23:08 WIB

Penerbangan Langsung Palembang-Bandung Kembali Hadir, Ini Jadwal dan Harga Tiket Citilink

Penerbangan Langsung Palembang-Bandung Kembali Hadir, Ini Jadwal dan Harga Tiket Citilink

Sumsel | Selasa, 18 Agustus 2026 | 23:03 WIB

Oknum Petugas Bandara Terlibat Penyelundupan 22 Kg Emas Batangan

Oknum Petugas Bandara Terlibat Penyelundupan 22 Kg Emas Batangan

Banten | Selasa, 18 Agustus 2026 | 22:58 WIB

Mati Lampu hingga 4 Jam, Cek Daftar Wilayah di Palembang yang Terdampak Pemadaman PLN

Mati Lampu hingga 4 Jam, Cek Daftar Wilayah di Palembang yang Terdampak Pemadaman PLN

Sumsel | Selasa, 18 Agustus 2026 | 22:50 WIB

×