BI: Uang Beredar Tumbuh 13,3 Persen

Pebriansyah Ariefana

Selasa, 06 Oktober 2015 | 10:22 WIB
BI: Uang Beredar Tumbuh 13,3 Persen
Suasana transaksi pertukaran nilai mata uang asing terhadap rupiah di salah satu gerai Money Changer di Jakarta, Senin (11/5). [suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Suara.com - Bank Indonesia menyatakan pertumbuhan likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas (M2) meningkat pada Agustus 2015. Kenaikannya tipis.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Tirta Segara mengatakan posisi uang beredar dalam arti luas (M2) tumbuh 13,3 persen (yoy). Bulan lalu tumbuh 12,5 persen (yoy) pada bulan sebelumnya.

"Meningkatnya pertumbuhan M2 tersebut terutama dipengaruhi oleh akselerasi penyaluran kredit perbankan yang tumbuh lebih tinggi 10,8 persen (yoy) dibandingkan dengan pertumbuhan bulan sebelumnya 9,6 persen (yoy), setelah mengalami perlambatan sejak September 2013," ujar Tirta di Jakarta, Selasa (6/10/2015).

Data itu memberikan sinyal positif bagi pertumbuhan ke depan. Akselerasi pertumbuhan kredit tersebut terutama terjadi pada pertumbuhan Kredit Modal Kerja (KMK) dan Kredit Investasi (KI). Berdasarkan komponennya, peningkatan pertumbuhan M2 tersebut bersumber dari komponen M1, Uang Kuasi, maupun Surat Berharga Selain Saham.

Komponen M1 (uang kartal dan giro rupiah) mengalami kenaikan pertumbuhan dari 12,3 persen (yoy) pada Juli 2015 menjadi 14,6 persen (yoy) pada Agustus 2015.

"Hal ini sejalan dengan perkiraan membaiknya konsumsi sebagaimana terindikasi dari indeks keyakinan konsumen yang meningkat pada Agustus 2015," kata Tirta.

Selain itu, komponen Uang Kuasi (simpanan berjangka dan tabungan dalam rupiah dan valas serta simpanan giro valuta asing) dan Surat Berharga Selain Saham pada Agustus 2015 masing-masing tumbuh sebesar 12,7 persen (yoy) dan 94,7 persen (yoy), meningkat dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 12,4 persen (yoy) dan 69 persen (yoy).

Sementara itu, suku bunga kredit relatif stabil di tengah turunnya suku bunga simpanan. Pada Agustus 2015, suku bunga kredit tercatat sebesar 12,92 persen sama dengan Juli 2015.

Sedangkan suku bunga simpanan berjangka 1, 3, 6, dan 12 bulan pada Agustus 2015 masing-masing tercatat sebesar 7,65 persen, 8,06 persen, 8,64 persen, dan 8,58 persen, atau turun dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang masing-masing sebesar 7,77 persen, 8,13 persen, 8,71 persen, dan 8,75 persen. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Rupiah dan IHSG Menguat di Sesi Pembukaan Senin

Rupiah dan IHSG Menguat di Sesi Pembukaan Senin

Bisnis | Senin, 05 Oktober 2015 | 11:40 WIB

Fadli Zon: Pelemahan Rupiah Jangan Sampai Jadi Krisis

Fadli Zon: Pelemahan Rupiah Jangan Sampai Jadi Krisis

Bisnis | Sabtu, 03 Oktober 2015 | 00:48 WIB

Rupiah Melemah di Atas Rp14.600 Perdolar AS

Rupiah Melemah di Atas Rp14.600 Perdolar AS

Bisnis | Jum'at, 02 Oktober 2015 | 11:16 WIB

Rupiah Terus Melemah, Ini Penjelasan Gubernur BI

Rupiah Terus Melemah, Ini Penjelasan Gubernur BI

Bisnis | Jum'at, 02 Oktober 2015 | 06:02 WIB

Rupiah Melemah, Ribuan Buruh di Tangerang Kena PHK

Rupiah Melemah, Ribuan Buruh di Tangerang Kena PHK

Bisnis | Kamis, 01 Oktober 2015 | 10:27 WIB

Rupiah Sore Bergerak ke Posisi Rp14.635 Per Dolar

Rupiah Sore Bergerak ke Posisi Rp14.635 Per Dolar

Bisnis | Rabu, 30 September 2015 | 18:13 WIB

Diminta Pangkas BI Rate, Ini Kata BI

Diminta Pangkas BI Rate, Ini Kata BI

Bisnis | Rabu, 30 September 2015 | 16:54 WIB

Trik Bank Indonesia Perkuat Rupiah

Trik Bank Indonesia Perkuat Rupiah

Bisnis | Rabu, 30 September 2015 | 16:36 WIB

Rp14.651, Rupiah Pagi ini

Rp14.651, Rupiah Pagi ini

Bisnis | Rabu, 30 September 2015 | 10:35 WIB

Rupiah Melemah Picu Dampak Berantai

Rupiah Melemah Picu Dampak Berantai

Bisnis | Selasa, 29 September 2015 | 19:26 WIB

Terkini

Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Awak Kapal Masih Nihil akibat Cuaca Buruk di Lapangan

Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Awak Kapal Masih Nihil akibat Cuaca Buruk di Lapangan

Banten | Minggu, 13 September 2026 | 01:36 WIB

Garudayaksa FC Dikalahkan Persik, Milos Joksic Malu

Garudayaksa FC Dikalahkan Persik, Milos Joksic Malu

Bola | Sabtu, 12 September 2026 | 23:50 WIB

Panglima TNI Cup 2026 Jadi Ajang Adu Nyali, Eks Menpora Dito Ariotedjo Ikut Pacu Jetski

Panglima TNI Cup 2026 Jadi Ajang Adu Nyali, Eks Menpora Dito Ariotedjo Ikut Pacu Jetski

Sport | Sabtu, 12 September 2026 | 23:24 WIB

Hari Ke-5 Pencarian Jurnalis Hilang, Tim SAR Temukan Helm dan Jerigen di Perairan Anyer

Hari Ke-5 Pencarian Jurnalis Hilang, Tim SAR Temukan Helm dan Jerigen di Perairan Anyer

News | Sabtu, 12 September 2026 | 22:11 WIB

Sindiran Pelatih Persib Usai Takluk di GBK: Persija Rayakan Kemenangan Seperti Juara Liga Champions

Sindiran Pelatih Persib Usai Takluk di GBK: Persija Rayakan Kemenangan Seperti Juara Liga Champions

Jabar | Sabtu, 12 September 2026 | 21:52 WIB

Titik Terang Hilangnya Jurnalis di Krakatau, Basarnas Temukan 4 Barang di Perairan Selat Sunda

Titik Terang Hilangnya Jurnalis di Krakatau, Basarnas Temukan 4 Barang di Perairan Selat Sunda

Banten | Sabtu, 12 September 2026 | 21:39 WIB

Laba Anjlok 19 Persen, Astra Jor-joran Akuisisi Tambang Emas di Awal 2026

Laba Anjlok 19 Persen, Astra Jor-joran Akuisisi Tambang Emas di Awal 2026

Bisnis | Sabtu, 12 September 2026 | 20:53 WIB

Kisah Perjuangan Tati Purwanti, Mantan PMI yang Sukses Kembangkan Bubur Cirebon di Taipei

Kisah Perjuangan Tati Purwanti, Mantan PMI yang Sukses Kembangkan Bubur Cirebon di Taipei

Bekaci | Sabtu, 12 September 2026 | 20:29 WIB

Dari Cirebon ke Taipei, Tati Purwanti Bawa Kuliner Lokal dan Tumbuh Bersama BRI

Dari Cirebon ke Taipei, Tati Purwanti Bawa Kuliner Lokal dan Tumbuh Bersama BRI

Jakarta | Sabtu, 12 September 2026 | 20:27 WIB

Bubur Cirebon Go International, Kisah Tati Purwanti Bangun Usaha di Taipei

Bubur Cirebon Go International, Kisah Tati Purwanti Bangun Usaha di Taipei

Jawa Tengah | Sabtu, 12 September 2026 | 20:25 WIB

×