Suram! Indonesia Masuk Daftar 27 Negara Terancam Krisis Struktural dan Pengangguran

Mohammad Fadil Djailani

Senin, 19 Januari 2026 | 12:40 WIB
Suram! Indonesia Masuk Daftar 27 Negara Terancam Krisis Struktural dan Pengangguran
Pencari kerja mendatangi bursa lowongan pekerjaan Job Fair Bekasi Pasti Kerja 2025 di President University Convention Center Jababeka, Selasa.(ANTARA/Pradita Kurniawan Syah)
baca 10 detik
  • Indonesia masuk 27 negara berisiko tinggi menghadapi tantangan struktural ekonomi hingga 2028.
  • Kurangnya peluang ekonomi memicu stagnasi mobilitas sosial dan narasi konflik "Rakyat vs Elite".
  • Disrupsi AI dan lemahnya lapangan kerja mengancam stabilitas ekonomi serta kepercayaan publik.

Suara.com - Awan gelap tampaknya akan menyelimuti perekonomian nasional, pasalnya dalam laporan Global Risk Report 2026 yang dirilis oleh World Economic Forum (WEF) pekan lalu menempatkan Indonesia sebagai satu dari 27 negara yang berpotensi besar menghadapi tantangan struktural ekonomi dan sosial serius dalam periode 2026 hingga 2028.

Laporan ini merupakan hasil dari Executive Opinion Survey (EOS) yang dilakukan terhadap para pimpinan bisnis ternama dunia sepanjang Maret hingga Juni 2025. Hasilnya cukup mengkhawatirkan: Indonesia dibayangi oleh risiko pengangguran yang tinggi serta tergerusnya kepercayaan sosial.

Pemicu utama dari ancaman ini adalah kurangnya kesempatan ekonomi (lack of economic opportunity). WEF menyoroti bahwa meskipun angka pertumbuhan ekonomi mungkin terlihat stabil, manfaatnya tidak dirasakan merata oleh masyarakat.

Dampaknya terasa pada terbatasnya akses terhadap infrastruktur berkualitas, pendidikan, hingga perlindungan sosial. Hal ini menciptakan tekanan pada mobilitas sosial, di mana masyarakat merasa semakin sulit untuk meningkatkan taraf hidupnya.

"Lemah dan tidak meratanya penciptaan lapangan kerja, serta persepsi bahwa mobilitas sosial stagnan, menjadi faktor utama pendorong tergerusnya kepercayaan sosial," tulis laporan WEF yang dikutip pada Senin (19/1/2026).

Frustrasi ekonomi ini diprediksi akan memicu ketegangan sosial yang lebih dalam. Muncul narasi “Rakyat versus Elite” sebagai bentuk kekecewaan terhadap tata kelola tradisional yang dianggap tidak inklusif.

Tak hanya itu, Kecerdasan Buatan (AI) muncul sebagai "pedang bermata dua" yang masuk dalam tiga besar risiko utama di Indonesia. Tanpa regulasi yang kuat dan peningkatan keterampilan tenaga kerja, AI justru berpotensi memperlebar kesenjangan ekonomi, mengganggu stabilitas pasar kerja secara masif dan memicu perlambatan ekonomi (economic downturn) dan inflasi.

Laporan ini menjadi peringatan bagi pemerintah dan pelaku industri bahwa pertumbuhan ekonomi saja tidak cukup jika tidak disertai dengan pemerataan kesempatan dan kesiapan menghadapi disrupsi teknologi.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bisnis 2026: Rhenald Kasali Soroti Dominasi AI dan Pergeseran Psikologi Publik

Bisnis 2026: Rhenald Kasali Soroti Dominasi AI dan Pergeseran Psikologi Publik

Bisnis | Sabtu, 17 Januari 2026 | 13:13 WIB

Revolusi di Balik Layar: Bagaimana AI dan Web3 Mengguncang Industri Film Global

Revolusi di Balik Layar: Bagaimana AI dan Web3 Mengguncang Industri Film Global

Entertainment | Jum'at, 16 Januari 2026 | 12:07 WIB

Deepfake dan Manipulasi Emosi: Ketika AI Memegang Kendali Realita dan Ilusi

Deepfake dan Manipulasi Emosi: Ketika AI Memegang Kendali Realita dan Ilusi

Your Say | Jum'at, 16 Januari 2026 | 16:45 WIB

Terkini

Pertamina Patra Niaga Intensifkan Penyaluran BBM, Pelayanan SPBU Terus Dioptimalkan

Pertamina Patra Niaga Intensifkan Penyaluran BBM, Pelayanan SPBU Terus Dioptimalkan

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 12:11 WIB

Blue Dragon Film Awards ke-47 Umumkan Nominasi, HOPE Pimpin 10 Nominasi

Blue Dragon Film Awards ke-47 Umumkan Nominasi, HOPE Pimpin 10 Nominasi

Your Say | Rabu, 28 Oktober 2026 | 12:10 WIB

Anime BLEACH Tamat Setelah 22 Tahun, Perjalanan Ichigo Resmi Berakhir

Anime BLEACH Tamat Setelah 22 Tahun, Perjalanan Ichigo Resmi Berakhir

Your Say | Rabu, 28 Oktober 2026 | 12:09 WIB

Ada 53 Titik Demo Hari Sumpah Pemuda di Jakarta, 1.249 Polisi Disiagakan Atur Lalu Lintas

Ada 53 Titik Demo Hari Sumpah Pemuda di Jakarta, 1.249 Polisi Disiagakan Atur Lalu Lintas

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 12:08 WIB

ASCOPE ke-51 di Bali Perkuat Resiliensi Rantai Pasok Energi Kawasan ASEAN

ASCOPE ke-51 di Bali Perkuat Resiliensi Rantai Pasok Energi Kawasan ASEAN

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 12:07 WIB

Jelang Aksi 28 Oktober, Pemerintah Minta Aparat Humanis

Jelang Aksi 28 Oktober, Pemerintah Minta Aparat Humanis

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 12:06 WIB

Viral Pembalut Kena Pajak, Netizen Merasa Aneh Padahal untuk Kebutuhan Biologis Primer

Viral Pembalut Kena Pajak, Netizen Merasa Aneh Padahal untuk Kebutuhan Biologis Primer

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 12:05 WIB

Dini Hari Kelam di Cigudeg, Motor Trail Honda CRF Milik Warga Wargajaya Raib

Dini Hari Kelam di Cigudeg, Motor Trail Honda CRF Milik Warga Wargajaya Raib

Bogor | Rabu, 28 Oktober 2026 | 12:02 WIB

Aksi Unjuk Rasa Jakarta Tak Ubah Jadwal Kereta Gambir, KAI Imbau Penumpang Berangkat Lebih Awal

Aksi Unjuk Rasa Jakarta Tak Ubah Jadwal Kereta Gambir, KAI Imbau Penumpang Berangkat Lebih Awal

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 12:01 WIB

Review Howl's Moving Castle: Tak Perlu Sempurna untuk Layak Dicintai

Review Howl's Moving Castle: Tak Perlu Sempurna untuk Layak Dicintai

Your Say | Rabu, 28 Oktober 2026 | 12:00 WIB

×