Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.340,020
LQ45 636,637
Srikehati 310,704
JII 381,030
USD/IDR 17.904

Suram! Indonesia Masuk Daftar 27 Negara Terancam Krisis Struktural dan Pengangguran

Mohammad Fadil Djailani

Senin, 19 Januari 2026 | 12:40 WIB
Suram! Indonesia Masuk Daftar 27 Negara Terancam Krisis Struktural dan Pengangguran
Pencari kerja mendatangi bursa lowongan pekerjaan Job Fair Bekasi Pasti Kerja 2025 di President University Convention Center Jababeka, Selasa.(ANTARA/Pradita Kurniawan Syah)
baca 10 detik
  • Indonesia masuk 27 negara berisiko tinggi menghadapi tantangan struktural ekonomi hingga 2028.
  • Kurangnya peluang ekonomi memicu stagnasi mobilitas sosial dan narasi konflik "Rakyat vs Elite".
  • Disrupsi AI dan lemahnya lapangan kerja mengancam stabilitas ekonomi serta kepercayaan publik.

Suara.com - Awan gelap tampaknya akan menyelimuti perekonomian nasional, pasalnya dalam laporan Global Risk Report 2026 yang dirilis oleh World Economic Forum (WEF) pekan lalu menempatkan Indonesia sebagai satu dari 27 negara yang berpotensi besar menghadapi tantangan struktural ekonomi dan sosial serius dalam periode 2026 hingga 2028.

Laporan ini merupakan hasil dari Executive Opinion Survey (EOS) yang dilakukan terhadap para pimpinan bisnis ternama dunia sepanjang Maret hingga Juni 2025. Hasilnya cukup mengkhawatirkan: Indonesia dibayangi oleh risiko pengangguran yang tinggi serta tergerusnya kepercayaan sosial.

Pemicu utama dari ancaman ini adalah kurangnya kesempatan ekonomi (lack of economic opportunity). WEF menyoroti bahwa meskipun angka pertumbuhan ekonomi mungkin terlihat stabil, manfaatnya tidak dirasakan merata oleh masyarakat.

Dampaknya terasa pada terbatasnya akses terhadap infrastruktur berkualitas, pendidikan, hingga perlindungan sosial. Hal ini menciptakan tekanan pada mobilitas sosial, di mana masyarakat merasa semakin sulit untuk meningkatkan taraf hidupnya.

"Lemah dan tidak meratanya penciptaan lapangan kerja, serta persepsi bahwa mobilitas sosial stagnan, menjadi faktor utama pendorong tergerusnya kepercayaan sosial," tulis laporan WEF yang dikutip pada Senin (19/1/2026).

Frustrasi ekonomi ini diprediksi akan memicu ketegangan sosial yang lebih dalam. Muncul narasi “Rakyat versus Elite” sebagai bentuk kekecewaan terhadap tata kelola tradisional yang dianggap tidak inklusif.

Tak hanya itu, Kecerdasan Buatan (AI) muncul sebagai "pedang bermata dua" yang masuk dalam tiga besar risiko utama di Indonesia. Tanpa regulasi yang kuat dan peningkatan keterampilan tenaga kerja, AI justru berpotensi memperlebar kesenjangan ekonomi, mengganggu stabilitas pasar kerja secara masif dan memicu perlambatan ekonomi (economic downturn) dan inflasi.

Laporan ini menjadi peringatan bagi pemerintah dan pelaku industri bahwa pertumbuhan ekonomi saja tidak cukup jika tidak disertai dengan pemerataan kesempatan dan kesiapan menghadapi disrupsi teknologi.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bisnis 2026: Rhenald Kasali Soroti Dominasi AI dan Pergeseran Psikologi Publik

Bisnis 2026: Rhenald Kasali Soroti Dominasi AI dan Pergeseran Psikologi Publik

Bisnis | Sabtu, 17 Januari 2026 | 13:13 WIB

Revolusi di Balik Layar: Bagaimana AI dan Web3 Mengguncang Industri Film Global

Revolusi di Balik Layar: Bagaimana AI dan Web3 Mengguncang Industri Film Global

Entertainment | Jum'at, 16 Januari 2026 | 12:07 WIB

Deepfake dan Manipulasi Emosi: Ketika AI Memegang Kendali Realita dan Ilusi

Deepfake dan Manipulasi Emosi: Ketika AI Memegang Kendali Realita dan Ilusi

Your Say | Jum'at, 16 Januari 2026 | 16:45 WIB

Terkini

Membaca Jadi Privilese Mewah: Mengapa Harga Buku Makin Tak Terjangkau?

Membaca Jadi Privilese Mewah: Mengapa Harga Buku Makin Tak Terjangkau?

Your Say | Rabu, 22 Juli 2026 | 17:00 WIB

Prabowo Resmi Tunjuk Kuntadi Jadi Jampidsus, Gantikan Febrie Adriansyah

Prabowo Resmi Tunjuk Kuntadi Jadi Jampidsus, Gantikan Febrie Adriansyah

Video | Rabu, 22 Juli 2026 | 17:00 WIB

Tersangka Pengeroyokan Anggota TNI hingga Tewas di Kelapa Dua Bertambah Jadi 7 Orang

Tersangka Pengeroyokan Anggota TNI hingga Tewas di Kelapa Dua Bertambah Jadi 7 Orang

Banten | Rabu, 22 Juli 2026 | 16:57 WIB

KPAI Sebut Rumah, Sekolah, dan Ruang Digital Masih Jadi Tempat Rawan bagi Anak

KPAI Sebut Rumah, Sekolah, dan Ruang Digital Masih Jadi Tempat Rawan bagi Anak

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 16:57 WIB

Keponakan Prabowo Berikan Syarat Pembelian Dolar AS di Atas US$10.000

Keponakan Prabowo Berikan Syarat Pembelian Dolar AS di Atas US$10.000

Bisnis | Rabu, 22 Juli 2026 | 16:53 WIB

Demo Desak Penahanan Febrie Adriansyah di Kejagung Berujung Ricuh

Demo Desak Penahanan Febrie Adriansyah di Kejagung Berujung Ricuh

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 16:45 WIB

Alasan Donald Trump Calonkan Presiden FIFA Gianni Infantino Jadi Sekjen PBB

Alasan Donald Trump Calonkan Presiden FIFA Gianni Infantino Jadi Sekjen PBB

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 16:40 WIB

Adopsi Bus Listrik Masih di Bawah 10 Persen, Bagaimana Strategi Percepatannya?

Adopsi Bus Listrik Masih di Bawah 10 Persen, Bagaimana Strategi Percepatannya?

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 16:40 WIB

Masihkah Pendidikan Menjadi Tiket Keluar dari Kemiskinan?

Masihkah Pendidikan Menjadi Tiket Keluar dari Kemiskinan?

Your Say | Rabu, 22 Juli 2026 | 16:40 WIB

Ditangkap di Tangerang via Red Notice Interpol, Ini Nasib WN Siprus Abdul Karim

Ditangkap di Tangerang via Red Notice Interpol, Ini Nasib WN Siprus Abdul Karim

Banten | Rabu, 22 Juli 2026 | 16:38 WIB

×