Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

ABIF 2020, Peluang Indonesia Lebarkan Sayap ke Pasar ASEAN

Siswanto | Dian Kusumo Hapsari | Suara.com

Senin, 12 Oktober 2015 | 18:45 WIB
ABIF 2020, Peluang Indonesia Lebarkan Sayap ke Pasar ASEAN
Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliaman Hadad [suara.com/Dian Kusumo Hapsari]

Suara.com - Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Muliaman Hadad mengatakan pada tahun 2020, Indonesia akan berhadapan dengan penerapan Asean Banking Integration Framework sebagai lanjutan dari Masyarakat Ekonomi ASEAN.

Tapi, industri perbankan Indonesia masih memiliki waktu untuk mempersiapkan diri menghadapinya. Melalui Asean Banking Integration Framework, Indonesia memiliki peluang turut berkontribusi di pasar ASEAN.

"Jadi ini kesempatan yang luar bisa. Memang masih 10 tahun, tapi kita harus persiapkan dengan baik. Ini peluang kita masuk dalam pasar internasional. Jadi selama 10 tahun ini kita bekerja secara work stream untuk memecahkan masalah bersama. Merancang arsitekturnya, dan membuat framework agar Indonesia bisa masuk dalam ABIB," kata Muliaman di gedung Dhanapala, Kementerian Keuangan, Senin (12/10/2015).

Ia mengapresiasi negara-negara di kawasan ASEAN yang memutuskan penerapan Asean Banking Integration Framework pada 2020.

"Jadi ini agar bisa win win. Kalau dipaksakan saat ini kita bisa win lose. Jadi ini kesempatan yang luar biasa bagi kita," kata dia.

Muliaman menjelaskan meski penerapan Asean Banking Integration Framework masih tahun 2020, bukan berarti Indonesia belum bisa mengiplementasikan kerjasama perbankan antar negara-negara di kawasan ASEAN.

Menurutnya, kerjasama sudah bisa dilakukan dengan melalui kesepakatan dua negara. Saat ini, pemerintah sedang melakukan pendekatan untuk kerjasama dengan Myanmar.

"Kita sedang melakukan penjajakan untuk kerjasama di industri perbankan dengan Myanmar. Kita yang aktif, kami yang menawarkan diri. Karena bank kita salah satu bank BUMN sudah masuk ke sana, jadi kita payungi dia," kata dia.

Ia mengatakan dalam waktu dekat delegasi Myanmar akan segera berkunjung ke Indonesia untuk menindaklanjuti pembicaraan kerjasama tersebut.

"Jadi kalau satu sudah masuk, diharapkan yang lain bisa mengikuti. Dan dengan mudah dapat masuk ke sana dan membuka cabang di sana," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Daya Saing Indonesia Rendah, Ini Penyebabnya

Daya Saing Indonesia Rendah, Ini Penyebabnya

Bisnis | Senin, 12 Oktober 2015 | 17:29 WIB

Ketua OJK Sentil Perbankan Indonesia Takut Ekspansi di ASEAN

Ketua OJK Sentil Perbankan Indonesia Takut Ekspansi di ASEAN

Bisnis | Senin, 12 Oktober 2015 | 15:24 WIB

OJK Inisiasi Buat "Venture Fund" untuk Pengusaha Pemula

OJK Inisiasi Buat "Venture Fund" untuk Pengusaha Pemula

Bisnis | Senin, 05 Oktober 2015 | 14:16 WIB

OJK Dorong Bank Nasional Biayai Proyek Infrastruktur

OJK Dorong Bank Nasional Biayai Proyek Infrastruktur

Bisnis | Jum'at, 02 Oktober 2015 | 14:28 WIB

OJK Cina Belajar Sertifikasi Bankir ke Indonesia

OJK Cina Belajar Sertifikasi Bankir ke Indonesia

Bisnis | Jum'at, 02 Oktober 2015 | 13:15 WIB

Senin, OJK Umumkan Paket Kebijakan Jilid II

Senin, OJK Umumkan Paket Kebijakan Jilid II

Bisnis | Jum'at, 02 Oktober 2015 | 12:54 WIB

Terkini

Program DIB Harita Group Ubah Nasib Istri Nelayan, Kini Bisa Hasilkan Cuan Sendiri

Program DIB Harita Group Ubah Nasib Istri Nelayan, Kini Bisa Hasilkan Cuan Sendiri

Bisnis | Rabu, 22 April 2026 | 22:03 WIB

Komisaris Pertamina Cek Distribusi BBM dan LPG di Sorong, Pastikan Pasokan Terjaga

Komisaris Pertamina Cek Distribusi BBM dan LPG di Sorong, Pastikan Pasokan Terjaga

Bisnis | Rabu, 22 April 2026 | 21:06 WIB

BI Longgarkan Transaksi NDF Offshore untuk Perkuat Rupiah

BI Longgarkan Transaksi NDF Offshore untuk Perkuat Rupiah

Bisnis | Rabu, 22 April 2026 | 19:25 WIB

Harga Kondom Naik Gara-gara Perang AS-Iran, Kok Bisa?

Harga Kondom Naik Gara-gara Perang AS-Iran, Kok Bisa?

Bisnis | Rabu, 22 April 2026 | 19:04 WIB

Mantan Gubernur BI: Rupiah Melemah Karena Pemerintah Tahan Subsidi BBM

Mantan Gubernur BI: Rupiah Melemah Karena Pemerintah Tahan Subsidi BBM

Bisnis | Rabu, 22 April 2026 | 18:54 WIB

Investor RI Masih Tertinggal? Dunia Sudah Pakai AI untuk Trading Saham

Investor RI Masih Tertinggal? Dunia Sudah Pakai AI untuk Trading Saham

Bisnis | Rabu, 22 April 2026 | 18:49 WIB

Harga BBM Nonsubsidi Kerek Inflasi? Begini Jawaban BI

Harga BBM Nonsubsidi Kerek Inflasi? Begini Jawaban BI

Bisnis | Rabu, 22 April 2026 | 18:36 WIB

Sudah 3 Tahun Tak Naik! Jadi Alasan Pemerintah Kerek HET Minyakita

Sudah 3 Tahun Tak Naik! Jadi Alasan Pemerintah Kerek HET Minyakita

Bisnis | Rabu, 22 April 2026 | 18:14 WIB

India Mau Borong Pupuk RI, Mentan Amran: Dubesnya Telepon Langsung!

India Mau Borong Pupuk RI, Mentan Amran: Dubesnya Telepon Langsung!

Bisnis | Rabu, 22 April 2026 | 18:07 WIB

Purbaya Tak Tahu Isu PPN Jalan Tol: Janji Saya Sama, Tak Akan Terapkan Pajak Baru

Purbaya Tak Tahu Isu PPN Jalan Tol: Janji Saya Sama, Tak Akan Terapkan Pajak Baru

Bisnis | Rabu, 22 April 2026 | 17:58 WIB