Daya Saing Indonesia Rendah, Ini Penyebabnya

Siswanto, Dian Kusumo Hapsari

Senin, 12 Oktober 2015 | 17:29 WIB
Daya Saing Indonesia Rendah, Ini Penyebabnya
Ilustrasi Jakarta (Antara)

Suara.com - Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Muliaman D. Hadad mengatakan daya saing di Indonesia tergolong masih rendah. Hal ini disebabkan tidak adanya sinergi antara kebijakan moneter dan perbankan.

"Kita ini belum bisa memanfaatkan daya saing komparatif tidak dimanfaatkan untuk bersaing dengan negara lain. Padahal Indonesia letaknya sangat strategis di antara dua benua Asia dan Australia. Sebenarnya ini bisa dimanfaatkan dengan baik," kata Muliaman dalam pembukaan diskusi bertema Peluang dan Tantangan Industri Keuangan dalam Menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN di gedung Dhanapala, Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (12/10/2015).

Ia menjelaskan pemanfaatan daya saing komparatif dapat dilihat dari pendapatan negara maupun pendapatan korporasi besar atau tidak. Selain itu, kebijakan industri, termasuk industri keuangan di Indonesia.

"Kalau dilihat dari semua itu belum baik dan inilah yang menjadi faktor penghambat Indonesia dalam membangun dan meningkatkan daya saing. Kebijakan di industri keuangan masih tidak konsisten, tak heran kita kalah saing dengan negara-negara lain," katanya.

Belum lagi, lanjut Muliaman, sudah kondisi kebijakan moneternya yang tidak konsisten, perbankan justru malah menjauh dari industri-industri. Hal ini menambah hambatan yang harus dihadapi Indonesia dalam meningkatkan dan memperluaskan nama Indonesia di pasar internasional.

"Sudah begini, perbankan malah terlihat menjauh. Padahal industri ini sangat membutuhkan perbankan, karena mereka butuh pendanaan. Akhirnya industri sulit mendapatkan dana, sehingga sulit untuk berkembang," kata dia.

Oleh sebab itu, Muliaman menegaskan kepada seluruh pengusaha di Indonesia untuk tidak takut untuk lebih maju lagi, bahkan menembus pasar-pasar internasional. Selain itu, peningkatan daya saing merupakan suatu kunci untuk mendongkrak pertumbuhan.

"Jadi kita sudah harus bersinergi dengan industri-industri di berbagai sektor. Dengan mengarahkan industri jasa keuangan untuk mendukung industri produk unggulan dan industri kreatif," ujar Muliaman.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ketua OJK Sentil Perbankan Indonesia Takut Ekspansi di ASEAN

Ketua OJK Sentil Perbankan Indonesia Takut Ekspansi di ASEAN

Bisnis | Senin, 12 Oktober 2015 | 15:24 WIB

OJK Inisiasi Buat "Venture Fund" untuk Pengusaha Pemula

OJK Inisiasi Buat "Venture Fund" untuk Pengusaha Pemula

Bisnis | Senin, 05 Oktober 2015 | 14:16 WIB

OJK Dorong Bank Nasional Biayai Proyek Infrastruktur

OJK Dorong Bank Nasional Biayai Proyek Infrastruktur

Bisnis | Jum'at, 02 Oktober 2015 | 14:28 WIB

OJK Cina Belajar Sertifikasi Bankir ke Indonesia

OJK Cina Belajar Sertifikasi Bankir ke Indonesia

Bisnis | Jum'at, 02 Oktober 2015 | 13:15 WIB

Senin, OJK Umumkan Paket Kebijakan Jilid II

Senin, OJK Umumkan Paket Kebijakan Jilid II

Bisnis | Jum'at, 02 Oktober 2015 | 12:54 WIB

Terkini

Hadapi Lonjakan Kebutuhan AI, NeutraDC Ungkap Strategi di Sovereign Tech Summit 2026

Hadapi Lonjakan Kebutuhan AI, NeutraDC Ungkap Strategi di Sovereign Tech Summit 2026

Bisnis | Selasa, 27 Oktober 2026 | 13:51 WIB

Dukung LKPP, Telkom Perkuat Transparansi Ekosistem Pengadaan Digital Nasional Melalui SPSE V5

Dukung LKPP, Telkom Perkuat Transparansi Ekosistem Pengadaan Digital Nasional Melalui SPSE V5

Bisnis | Selasa, 27 Oktober 2026 | 13:46 WIB

Salah Kaprah Budaya Nrimo dan Hilangnya Kesadaran atas Hak Hidup Layak

Salah Kaprah Budaya Nrimo dan Hilangnya Kesadaran atas Hak Hidup Layak

Your Say | Selasa, 27 Oktober 2026 | 13:45 WIB

Hair Removal Device vs Alat Cukur Elektrik: Mana yang Lebih Worth To Buy untuk Self Treatment?

Hair Removal Device vs Alat Cukur Elektrik: Mana yang Lebih Worth To Buy untuk Self Treatment?

Lifestyle | Selasa, 27 Oktober 2026 | 13:43 WIB

Pansel KPU-Bawaslu Belum Dibentuk, DPR Ungkap Dua Skenario Rekrutmen

Pansel KPU-Bawaslu Belum Dibentuk, DPR Ungkap Dua Skenario Rekrutmen

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 13:38 WIB

Kabar Duka, Anggota DPR RI Gandung Pardiman Meninggal Dunia

Kabar Duka, Anggota DPR RI Gandung Pardiman Meninggal Dunia

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 13:35 WIB

4 Kabar Baik untuk Warga Indonesia di Era 'In This Economy', Ada untuk Traveler

4 Kabar Baik untuk Warga Indonesia di Era 'In This Economy', Ada untuk Traveler

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 13:35 WIB

1.100 Korban PHK PT PWI 6 Rangkasbitung Diprioritaskan Masuk Perusahaan Baru

1.100 Korban PHK PT PWI 6 Rangkasbitung Diprioritaskan Masuk Perusahaan Baru

Banten | Selasa, 27 Oktober 2026 | 13:35 WIB

Gus Ipul Targetkan 48 Juta Keluarga Terdaftar Perlinsos Digital Akhir 2026

Gus Ipul Targetkan 48 Juta Keluarga Terdaftar Perlinsos Digital Akhir 2026

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 13:34 WIB

Resmi! Ini Susunan Upacara Hari Sumpah Pemuda 2026 Sesuai Aturan Pemerintah

Resmi! Ini Susunan Upacara Hari Sumpah Pemuda 2026 Sesuai Aturan Pemerintah

Lifestyle | Selasa, 27 Oktober 2026 | 13:34 WIB

×