OJK Dorong Bank Nasional Biayai Proyek Infrastruktur

Pebriansyah Ariefana

Jum'at, 02 Oktober 2015 | 14:28 WIB
OJK Dorong Bank Nasional Biayai Proyek Infrastruktur
Sejumlah pekerja dalam sebuah proyek pembangunan infrastruktur di Jakarta. [Antara/Sigid Kurniawan]

Suara.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong bank-bank nasional ikut memberikan kredit jangka panjang untuk proyek infrastruktur di Indonesia. Semisal jalan tol atau juga pelabuhan dan bandara.

Ketua Dewan Komisioner OJK, Muliaman D. Hadad menilai anggapan bank tidak mampu biayai infrastruktur, tidak selalu benar. Dia yakin bank bisa. Namun mereka harus bergabung untuk membiayai sebuah proyek besar.

"Saya tidak melihat faktor risiko menjadi satu hambatan. Apalagi infrastrukturnya jelas. Saya nggak khawatir. Teman-teman bank sudah menghitung dengan baik," jelas Muliaman dalam pertemuan terbatas dengan sejumlah wartawan di Gedung WTC, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, Jumat (2/10/2015) pagi.

Menurut Muliaman, bank nasional bisa berstategi dengan melakuan sindikasi atau penggabungan kerjasama antar bank untuk membiayai proyek infrastruktur. Dengan begitu risiko kredit bisa ditanggung bersama.

"Saya malah menganjurkan, bentuklah konsorsium atau sindikasi. Masuklah ke infrastruktur yang project generate income. Semisal bangun pelabuhan, lapangan terbang. Kan ada income-nya," jelas dia.

Muliaman menambahkan pembangunan infrastruktur juga bisa bersumber dari pembiayaan pesar modal. Ini bisa dilakukan jika sumber pembiayaan perbankan terbatas.

"Misal dikeluarkan sejenis reksadana dengan penyertaan terbatas. Project ini menjadi underline-nya, karena ini jangka panjang. Banyak investor bersedia. Semisal, pelabuhan laut menjadi underline, aset bagi terbentuknya reksadana dengan penyertaan terbatas. Sehingga ini bisa dibeli orang di pasar," paparnya.

Sebelumnya, Pemerintahan Joko Widodo berencana membuat bank infrastruktur lewat PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI). Perusahaan itu nantinya akan fokus memberikan pinjaman untuk membangun infrastruktur di Indonesia.

Nantinya Pemerintah akan menglihkan aset Pusat Investasi Pemerintah (PIP) ke SMI. Sehingga perusahaan itu akan menjadi BUMN pembiayaan infrastruktur. Bahkan BUMN ini akan berfungsi selayaknya Lembaga Pembiayaan Pembangunan Indonesia (LPPI).

Sebelumnya, Menteri Keuangan Bambang P.S. Brodjonegoro mengklaim modal awal SMI sekitar Rp 25 triliun. Pada perjalanannya SMI bisa membiayai proyek sampai Rp 150 triliun.

Pemerintah menargetkan tahun ini BUMN itu terbentuk. Namun akan seberapa kuat SMI membiayai pembangunan infrastruktur yang selama ini banyak menggunakan uang negara dan utang luar negeri.

Pakar Perbankan, Iwan Nataliputra mengatakan langkah pembentukan bank infrastruktur sudah tepat. Sebab saat ini Indonesia tengah gencar membangun.

Dia mengatakan bank infrastruktur yang ideal mempunyai modal pembiayaan yang mampu memberikan pinjaman untuk pembangunan jangka panjang hingga 20 tahun. Dia mencontohkan pembangunan itu bisa berupa pembangunan bandara, bendungan, waduk, transportasi laut, atau juga proyek mass rasit transid (MRT).

Proyek-proyek besar itu akan lama mengalami 'balik modal'. "Bank mana yang sanggup memberikan pembiayaan sampai 5 tahun 10 tahun, bahkan 20 tahun itu?" tanya dia lagi.

Sehingga menurutnya bank infrastruktur Indonesia itu harus memiliki sumber pembiayaan yang kuat. Sumber itu rentan jika bersumber dari bank atau juga BUMN lainnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

OJK Cina Belajar Sertifikasi Bankir ke Indonesia

OJK Cina Belajar Sertifikasi Bankir ke Indonesia

Bisnis | Jum'at, 02 Oktober 2015 | 13:15 WIB

Senin, OJK Umumkan Paket Kebijakan Jilid II

Senin, OJK Umumkan Paket Kebijakan Jilid II

Bisnis | Jum'at, 02 Oktober 2015 | 12:54 WIB

Ekonomi Melemah, Kredit Macet di NTB Makin Banyak

Ekonomi Melemah, Kredit Macet di NTB Makin Banyak

Bisnis | Jum'at, 02 Oktober 2015 | 08:11 WIB

Krisis, Dana Pensiun dan SJSN Jadi Sumber Stabilitas Keuangan

Krisis, Dana Pensiun dan SJSN Jadi Sumber Stabilitas Keuangan

Bisnis | Senin, 07 September 2015 | 18:02 WIB

Mengukur Kekuatan Bank Infrastruktur di Indonesia

Mengukur Kekuatan Bank Infrastruktur di Indonesia

Bisnis | Selasa, 01 September 2015 | 13:52 WIB

Cara Warga Australia Hindari Tawaran Kartu Kredit via Telepon

Cara Warga Australia Hindari Tawaran Kartu Kredit via Telepon

Bisnis | Selasa, 25 Agustus 2015 | 14:49 WIB

OJK: Pengelolaan BPJS dengan Sistem Syariah Perlu Dipertimbangkan

OJK: Pengelolaan BPJS dengan Sistem Syariah Perlu Dipertimbangkan

Bisnis | Minggu, 09 Agustus 2015 | 15:20 WIB

MK Tolak Uji Materi Otoritas Jasa Keuangan

MK Tolak Uji Materi Otoritas Jasa Keuangan

Bisnis | Selasa, 04 Agustus 2015 | 20:34 WIB

OJK Dukung BUMN Jual Saham di Bursa

OJK Dukung BUMN Jual Saham di Bursa

Bisnis | Sabtu, 25 Juli 2015 | 00:34 WIB

Ekonomi Lesu, OJK Pangkas Target Pertumbuhan Kredit Perbankan

Ekonomi Lesu, OJK Pangkas Target Pertumbuhan Kredit Perbankan

Bisnis | Jum'at, 24 Juli 2015 | 17:52 WIB

Terkini

Listyo Sigit Jadi Tersangka, Guru Besar Trisakti Soroti Pertarungan Geng Solo vs Hambalang

Listyo Sigit Jadi Tersangka, Guru Besar Trisakti Soroti Pertarungan Geng Solo vs Hambalang

News | Rabu, 04 November 2026 | 10:35 WIB

Mahfud MD: Saya Kaget LSP Kok Dilepas, Apa Ada Nego?

Mahfud MD: Saya Kaget LSP Kok Dilepas, Apa Ada Nego?

News | Rabu, 04 November 2026 | 10:33 WIB

Lombok Tengah Masih Siaga Kekeringan

Lombok Tengah Masih Siaga Kekeringan

Bali | Rabu, 04 November 2026 | 10:30 WIB

Merenungkan Arti Cinta dan Prinsip Iman dalam Novel Imama Al-Hafidzh

Merenungkan Arti Cinta dan Prinsip Iman dalam Novel Imama Al-Hafidzh

Your Say | Rabu, 04 November 2026 | 10:30 WIB

Daftar Pasal yang Menjerat Listyo Sigit Cs Kasus Sadap Prabowo, Terancam 10 Tahun Penjara

Daftar Pasal yang Menjerat Listyo Sigit Cs Kasus Sadap Prabowo, Terancam 10 Tahun Penjara

News | Rabu, 04 November 2026 | 10:24 WIB

Perdagangan Internasional Tumbuh Pesat, Arus Peti Kemas Pelindo Tembus 10,3 Juta TEUs

Perdagangan Internasional Tumbuh Pesat, Arus Peti Kemas Pelindo Tembus 10,3 Juta TEUs

Jatim | Rabu, 04 November 2026 | 10:21 WIB

Potret Kelam Perundungan dan Kejahatan Digital dalam Novel 'Mel, Melatiku'

Potret Kelam Perundungan dan Kejahatan Digital dalam Novel 'Mel, Melatiku'

Your Say | Rabu, 04 November 2026 | 10:20 WIB

Nusron Wahid Diperiksa KPK Terkait Suap HGB

Nusron Wahid Diperiksa KPK Terkait Suap HGB

News | Rabu, 04 November 2026 | 10:18 WIB

Gus Ipul Dukung Usulan IJTI Jadikan Udin Bernas sebagai Pahlawan Nasional

Gus Ipul Dukung Usulan IJTI Jadikan Udin Bernas sebagai Pahlawan Nasional

News | Rabu, 04 November 2026 | 10:17 WIB

5 Serum Viva untuk Kulit Kering dan Kusam, Bantu Wajah Lebih Cerah sesuai Review

5 Serum Viva untuk Kulit Kering dan Kusam, Bantu Wajah Lebih Cerah sesuai Review

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 10:14 WIB

×