Tips Memilih Saham saat Kondisi Ekonomi Tidak Stabil

Angelina Donna | Suara.com

Rabu, 21 Oktober 2015 | 07:00 WIB
Tips Memilih Saham saat Kondisi Ekonomi Tidak Stabil
Ilustrasi (shutterstock)

Suara.com - Investasi di bidang pasar modal (saham, obligasi, atau reksadana) bisa jadi pilihan sebagian besar pemilik modal dalam jumlah besar. Walaupun reksadana memberikan solusi pemodal kecilpun bisa berpartisipasi di jenis investasi tersebut.

Namun demikian tetap saja, pasar modal identik dengan investor berdasi dan kondisi saat ini bisa menjadi ujian bagi Anda yang berinvestasi. Penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bisa menjadi kerugian yang belum terealisasi, alias belum terjadi bila dulunya Anda membeli saham atau reksadana di posisi lebih tinggi.

Bagi investor pemula, mungkin Anda perlu banyak belajar tentang tren naik turunnya harga saham saat kondisi tidak stabil. Seorang investor sebaiknya memilih saham-saham yang sudah terbukti memiliki fundamental baik dan berkapitalisasi besar supaya nilai imbal balik investasinya relatif stabil.

Sebagai pemula apakah seorang investor mengerti cara menentukannya? Cara paling mudah adalah dengan melihat latar belakang perusahaan tersebut apakah punya catatan pertumbuhan bsnis yang bagus atau tidak. Perusahaan dengan kategori fundamental baik biasanya berujung pada peningkatan kinerja saham yang baik pula.

Namun, itu mungkin akan menjadi lebih sulit manakala kondisi keuangan negara sedang tidak baik. Nah, apa yang mesti dilakukan kalau hal tersebut terjadi? Ini dia pembahasannya.

1. Pilih Saham dengan fundamental baik

Bagi investor mencari saham dengan fundamental baik sangatlah ketat persaingannya. Saham jenis ini tidak perlu terlalu dikuatirkan meski dalam perjalanan nilainya bisa saja turun. Keunggulan lainnya berdasarkan nilai historisnya saja seorang investor pemula sekalipun sudah bisa melihat bahwa saham tersebut juga sempat turun di masa-masa lalu tetapi tetap bisa kembali dan berkinerja baik.

Ingat petuah bijak dari raja investor dunia, Warrent Buffet. Saat orang lain takut, Anda harus serakah dan saat investor lain serakah, Anda justru harus waspada. Implikasinya adalah jika nilai saham ini turun, biasanya investor justu membelinya dengan keyakinan yang sama bahwa nilainya akan kembali naik. Pelajaran yang bisa dipetik adalah jangan buru-buru menjual saham kategori ini bila nilainya sedang turun.

Hal ini berlaku juga sebaliknya yaitu bila harganya sudah naik sedikit, jangan rakus untuk menjualnya apalagi bila target keuntungan Anda belum tercapai dengan pertimbangan takut harga saham akan turun drastis. Begitulah dunia trading saham, faktor psikologis banyak berperan di dalamnya. Coba anda review lebih jauh dan sedikit bersabar sampai beberapa tahun lagi agar bisa merealisasikan potensi keuntungan yang lebih besar. Jika ekonomi nasional membaik, maka saham-saham yang biasanya lebih cepat pulih adalah saham dengan fundamental yang baik. Saat keberuntungan datang disitulah buah manis dari sebuah kesabaran.

2. Jangan Terpengaruh Tren di Pasar modal dan Jangan Serakah

Bagi para trader, ada dua hal yang mesti Anda perhatikan jika ingin menilai saham:

  • Aspek fundamental

Aspek ini banyak membahas tentang dua poin penilaian, yakni pada aspek finansial yang di dalamnya mencakup pendapatan per saham atau EPS - Earning per Share, Nilai buku Saham atau PBV - Price Book Value, serta rasio pengeluaran dan nilai buku ekuitas dari saham itu sendiri

  • Aspek Teknikal

Aspek ini banyak membahas tentang tindakan investor yang lebih cenderung pada pengolahan data-data pasar yang terkini. Investor yang lebih memilih jalan sebagai trader lebih senang fokus pada pergerakan harga saham dibanding harus repot menaganalisa laporan keuangan dari perusahaan yang umumnya memakan waktu lama dan lebih rumit.

3. Menyiasati pergerakan Harga Saham

Walau hanya sebatas transaksi di atas layar, para investor rela setiap saat memelototinya setiap saat. Bagi investor berpengalaman, saham yang lagi naik, belum tentu saham tersebut bagus. Bisa saja saham tersebut laku hanya karena rumor semata, bukan karena kinerjanya bagus.  Perlu diketahui bahwa saham sangat tergantung dengan rumor yang beredar di dalam masyarakat dan terkait dengan kebijakan pemerintah yang berpotensi berpengaruh pada kondisi perusahaan pemilik saham tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

8 Tips Menghindari Modus Kejahatan Perampokan Online

8 Tips Menghindari Modus Kejahatan Perampokan Online

Bisnis | Selasa, 20 Oktober 2015 | 06:45 WIB

Lima Aspek Pengelolaan Keuangan yang Harus Anda Perhatikan

Lima Aspek Pengelolaan Keuangan yang Harus Anda Perhatikan

Bisnis | Jum'at, 16 Oktober 2015 | 07:30 WIB

Mau Menikah? Perhatikan 5 Anggaran Utama Ini

Mau Menikah? Perhatikan 5 Anggaran Utama Ini

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2015 | 07:05 WIB

Anda Seorang Wirausahawan? Miliki Asuransi Kerugian Segera!

Anda Seorang Wirausahawan? Miliki Asuransi Kerugian Segera!

Bisnis | Rabu, 14 Oktober 2015 | 06:39 WIB

Ingin Menggunakan Layanan Perbankan? Ikuti Proses Ini

Ingin Menggunakan Layanan Perbankan? Ikuti Proses Ini

Bisnis | Selasa, 13 Oktober 2015 | 06:50 WIB

Manfaat Asuransi yang Membuat Anda Ingin Menggunakannya

Manfaat Asuransi yang Membuat Anda Ingin Menggunakannya

Bisnis | Kamis, 08 Oktober 2015 | 07:01 WIB

Cari Dealer Motor Terbaik? Lakukan 4 Hal Ini

Cari Dealer Motor Terbaik? Lakukan 4 Hal Ini

Otomotif | Rabu, 07 Oktober 2015 | 06:57 WIB

Terkini

Legislator: Negara Rogoh Kocek Rp 6,7 T Setiap Kenaikan Harga Minyak 1 Dolar AS

Legislator: Negara Rogoh Kocek Rp 6,7 T Setiap Kenaikan Harga Minyak 1 Dolar AS

Bisnis | Rabu, 25 Maret 2026 | 10:59 WIB

Dapat Rating Negatif dari Moodys dan Fitch Ratings,OJK Pastikan Industri Perbankan Tetap Solid

Dapat Rating Negatif dari Moodys dan Fitch Ratings,OJK Pastikan Industri Perbankan Tetap Solid

Bisnis | Rabu, 25 Maret 2026 | 10:30 WIB

Aktivasi Coretax Meningkat, DJP Ingatkan Wajib Pajak Segera Laporkan SPT Tahunan

Aktivasi Coretax Meningkat, DJP Ingatkan Wajib Pajak Segera Laporkan SPT Tahunan

Bisnis | Rabu, 25 Maret 2026 | 10:07 WIB

Harga Pangan Nasional 25 Maret 2026: Cabai hingga Daging Sapi Masih Mahal

Harga Pangan Nasional 25 Maret 2026: Cabai hingga Daging Sapi Masih Mahal

Bisnis | Rabu, 25 Maret 2026 | 10:01 WIB

Rupiah Konsisten Melemah usai Liburan Panjang ke Level Rp16.919 per Dolar AS

Rupiah Konsisten Melemah usai Liburan Panjang ke Level Rp16.919 per Dolar AS

Bisnis | Rabu, 25 Maret 2026 | 09:51 WIB

Setelah Libur Lebaran, Harga Emas Antam Mulai Naik Dibanderol Rp 2,85 Juta/Gram

Setelah Libur Lebaran, Harga Emas Antam Mulai Naik Dibanderol Rp 2,85 Juta/Gram

Bisnis | Rabu, 25 Maret 2026 | 09:32 WIB

Setelah Libur Panjang, IHSG Bergerak Dua Arah Rabu Pagi ke Level 7.100

Setelah Libur Panjang, IHSG Bergerak Dua Arah Rabu Pagi ke Level 7.100

Bisnis | Rabu, 25 Maret 2026 | 09:16 WIB

Daftar Saham Lepas Gembok BEI, Bisa Diperdagangkan IHSG Hari Ini

Daftar Saham Lepas Gembok BEI, Bisa Diperdagangkan IHSG Hari Ini

Bisnis | Rabu, 25 Maret 2026 | 08:52 WIB

Penghapusan KBMI 1 Masih Bertahap, OJK Pastikam Tidak Ada Unsur Paksa

Penghapusan KBMI 1 Masih Bertahap, OJK Pastikam Tidak Ada Unsur Paksa

Bisnis | Rabu, 25 Maret 2026 | 08:10 WIB

Wall Street Anjlok, Investor Dihantui Lonjakan Harga Minyak dan Konflik Iran

Wall Street Anjlok, Investor Dihantui Lonjakan Harga Minyak dan Konflik Iran

Bisnis | Rabu, 25 Maret 2026 | 08:04 WIB