Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.670.000
Beli Rp2.530.000
IHSG 6.177,139
LQ45 609,402
Srikehati 299,172
JII 368,427
USD/IDR 17.821

BKPM: Peringkat EODB Indonesia Tidak Pantas

Adhitya Himawan

Rabu, 28 Oktober 2015 | 17:28 WIB
BKPM: Peringkat EODB Indonesia Tidak Pantas
Ilustrasi: Investasi. (Shutterstock)

Deputi Bidang Perencanaan Penanaman Modal Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Tamba Hutapea menilai peringkat kemudahan berusaha atau "Ease of Doing Business" (EODB) 2016 di Indonesia yang menempati posisi 109 tidaklah pantas.

"Kalau dilihat dari realisasi investasi, pengaruh peringkat EODB tidak signifikan. Tapi dari sisi image building (membangun citra), sebagai negara yang gencar mempromosikan investasi baik di dalam maupun luar negeri, kurang elok kita di posisi di atas 100," katanya dalam jumpa pers di Jakarta, Rabu (28/10/2015).

Sebelumnya, peringkat Indonesia dalam survei kemudahan berusaha bagi perusahaan usaha kecil dan menengah 2016 yang dirilis Grup Bank Dunia naik dari ranking 120 menjadi 109 dari 189 negara yang disurvei. Kenaikan 11 peringkat itu berdasarkan survei yang diambil sepanjang 2 Juni 2014-1 Juni 2015 di dua lokasi yaitu DKI Jakarta dan Surabaya.

Menurut Tamba, peringkat kemudahan berusaha memang tidak langsung berpengaruh terhadap realisasi investasi. Buktinya, tambah dia, realisasi investasi Indonesia terus meningkat meski peringkat EODB masih di atas 100. 

"Peringkat ini kan 'image' (citra) kita. Meski ini juga jadi koreksi untuk kita perbaiki," katanya.

Lebih lanjut, Tamba berpendapat, jika melihat dari ranking Indonesia yang ada di atas peringkat 100, Bank Dunia seharusnya khawatir jika harus mengucurkan pinjaman kepada Indonesia. "Saya selalu bilang, kalau dilihat ranking kita, seharusnya pihak Bank Dunia tidak meningkatkan portofolio pinjamannya. Sementara, mereka lihat sendiri portofolio kita terus meningkat," katanya.

Suara.com - Ia bahkan menuturkan, sejumlah negara Afrika pernah menduduki peringkat di bawah 100, lebih tinggi dari Indonesia dalam laporan tersebut. Padahal, menurut dia, iklim berusaha di Indonesia dinilai jauh lebih baik ketimbang di Afrika.

 "Tahun 2014 itu negara Afrika, Rwanda dan Uganda itu ada di atas kita yang rankingnya 128. Sempat saya tanyakan juga ke kawan di Bank Dunia, 'Kalau memilih untuk investasi, lebih baik mana Afrika atau Indonesia?', mereka cuma ketawa saja," katanya. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Indonesia Masuk 24 Negara Kemudahan Berusaha di Dunia

Indonesia Masuk 24 Negara Kemudahan Berusaha di Dunia

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2015 | 16:20 WIB

Australia Masih Keluhkan Berinvestasi di Indonesia

Australia Masih Keluhkan Berinvestasi di Indonesia

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2015 | 22:03 WIB

Investor Jepang Berminat Bangun Pabrik Komponen Mobil

Investor Jepang Berminat Bangun Pabrik Komponen Mobil

Bisnis | Sabtu, 10 Oktober 2015 | 08:42 WIB

Banyak Kementerian dan Lembaga Belum Serahkan Izin Investasi

Banyak Kementerian dan Lembaga Belum Serahkan Izin Investasi

Bisnis | Senin, 28 September 2015 | 18:03 WIB

Ini Tantangan Bagi Iklim Investasi di Indonesia

Ini Tantangan Bagi Iklim Investasi di Indonesia

News | Sabtu, 26 September 2015 | 00:02 WIB

Bangun Kilang Minyak di Indonesia, Saudi Aramco Ajukan 3 Syarat

Bangun Kilang Minyak di Indonesia, Saudi Aramco Ajukan 3 Syarat

Bisnis | Kamis, 17 September 2015 | 21:31 WIB

Terkini

Kabar Baik bagi MBR! Menteri PKP Pastikan Bunga KPR FLPP Tetap 5 Persen, Meski BI Rate Naik

Kabar Baik bagi MBR! Menteri PKP Pastikan Bunga KPR FLPP Tetap 5 Persen, Meski BI Rate Naik

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 08:23 WIB

Polemik MBG Saat Libur Sekolah, Gapembi Kritik BGN

Polemik MBG Saat Libur Sekolah, Gapembi Kritik BGN

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:27 WIB

Pekan Kreatif Nusantara 2026, LPDB Koperasi Ajak Daerah Perkuat Ekonomi Kreatif Berbasis Koperasi

Pekan Kreatif Nusantara 2026, LPDB Koperasi Ajak Daerah Perkuat Ekonomi Kreatif Berbasis Koperasi

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 06:28 WIB

Bukan Cuma Cegah Abrasi, Inilah Manfaat Mangrove Bagi Keberlanjutan Ekonomi Pesisir

Bukan Cuma Cegah Abrasi, Inilah Manfaat Mangrove Bagi Keberlanjutan Ekonomi Pesisir

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 05:55 WIB

Amar Bank Tebar Dividen Rp110 Miliar

Amar Bank Tebar Dividen Rp110 Miliar

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 21:14 WIB

Makan Biaya Rp553 Miliar, Bandara International Minangkabau Dipercantik Nuansa Minang

Makan Biaya Rp553 Miliar, Bandara International Minangkabau Dipercantik Nuansa Minang

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 21:07 WIB

UMKM RI Diajari Smart Factory oleh Korea Selatan, Produksi Siap Berbasis AI

UMKM RI Diajari Smart Factory oleh Korea Selatan, Produksi Siap Berbasis AI

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 20:53 WIB

Tak Cuma Pegadaian, Kini Masyarakat Punya Pilihan Baru untuk Gadai Barang

Tak Cuma Pegadaian, Kini Masyarakat Punya Pilihan Baru untuk Gadai Barang

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 20:47 WIB

Gapembi Klarifikasi Sikap soal SE MBG, Soroti Tata Kelola Kebijakan

Gapembi Klarifikasi Sikap soal SE MBG, Soroti Tata Kelola Kebijakan

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 20:23 WIB

Sempat Tolak IMF dan World Bank, Purbaya Kini Cari Utang Rp 17,8 T ke China lewat Panda Bond

Sempat Tolak IMF dan World Bank, Purbaya Kini Cari Utang Rp 17,8 T ke China lewat Panda Bond

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 18:42 WIB