Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.865.000
Beli Rp2.750.000
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...
USD/IDR 17.184

Investor Jepang Berminat Bangun Pabrik Komponen Mobil

Ririn Indriani | Suara.com

Sabtu, 10 Oktober 2015 | 08:42 WIB
Investor Jepang Berminat Bangun Pabrik Komponen Mobil
Ilustrasi pabrik mobil. [ANTARA FOTO/Zabur Karuru]

Suara.com - Ryuta Ibaragi, Gubernur Perfektur Okayama, Jepang menyampaikan minat perusahaan industri komponen asal Negeri Sakura untuk menanamkan modal di Indonesia.

Dalam kunjungannya ke Kantor Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Jakarta, Jumat (9/10/2015), Gubernur Ibaragi mengatakan perusahaan industri komponen yang selama ini memasok produsen mobil Mitsubishi itu berminat untuk mendirikan pabrik komponen di Indonesia.

"Saat ini ada 422 perusahaan di wilayah Prefektur Okoyama yang investasi ke luar Jepang. Di Indonesia sendiri ada beberapa perusahaan-perusahaan besar kami yang melakukan investasi di Indonesia," katanya melalui keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Sabtu (10/10/2015).

Lebih lanjut, Gubernur Ibaragi mengatakan minat investasi perusahaan Jepang ke Indonesia sangat besar. Hanya saja, ia menyampaikan beberapa catatan dari investor Prefektur Okoyama tentang iklim investasi di Indonesia, antara lain mengenai persoalan pengupahan yang tidak dapat diprediksi.

Ia juga menuturkan, dari beberapa hari kunjungan ke Tanah Air, masyarakat Indonesia sangat terbuka terhadap perusahaan-perusahaan Jepang. "Untuk MRT, kami menyampaikan terima kasihnya atas kepercayaan pemerintah Indonesia pada perusahaan Jepang. Tentu kepercayaan tersebut tidak akan disia-siakan dan akan di jaga sebaik mungkin," ujarnya.

Sementara itu Ketua Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Franky Sibarani mengatakan bahwa perusahaan-perusahaan Jepang memang mendapat prioritas dalam fasilitasi investasi. Pasalnya, investasi Jepang yang ada di Indonesia merupakan salah satu komponen utama yang mendorong pertumbuhan ekonomi di Indonesia.

"Kami siap mengawal investasi dari Jepang. Dengan adanya Marketing Officer wilayah Jepang serta kantor perwakilan BKPM di Tokyo, idealnya dapat dimanfaatkan oleh pengusaha-pengusaha Okoyama," katanya.

Franky mengatakan pihaknya berencana untuk melakukan promosi investasi di Okoyama awal 2016 untuk menangkap minat investasi perusahaan-perusahaan Jepang tersebut. "Salah satu investor besar adalah Sumitomo. Kami berencana akan mengundang beberapa perusahaan yang telah menanamkan modalnya di Indonesia untuk berbagi cerita sukses dengan kolega mereka di Jepang," ucapnya.

BKPM mencatat, untuk Semester I 2015, Jepang menduduki ranking tiga realisasi penanaman modal asing (PMA) terbesar dengan 1,6 miliar dolar AS setelah Malaysia (2,6 miliar dolar AS dan Singapura (2,3 miliar dolar AS). Di bawahnya, yakni Korea Selatan (0,8 miliar dolar AS) dan Amerika Serikat (0,6 miliar dolar AS). (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Banyak Kementerian dan Lembaga Belum Serahkan Izin Investasi

Banyak Kementerian dan Lembaga Belum Serahkan Izin Investasi

Bisnis | Senin, 28 September 2015 | 18:03 WIB

BKPM: Kunjungan Jokowi ke Jepang Menghasilkan Rp39 Triliun

BKPM: Kunjungan Jokowi ke Jepang Menghasilkan Rp39 Triliun

Bisnis | Kamis, 26 Maret 2015 | 14:01 WIB

Ini Permintaan Presiden Jokowi kepada Investor Jepang

Ini Permintaan Presiden Jokowi kepada Investor Jepang

Bisnis | Selasa, 24 Maret 2015 | 12:14 WIB

JK: Perusahaan Jepang Senang Investasi di Indonesia

JK: Perusahaan Jepang Senang Investasi di Indonesia

Bisnis | Senin, 16 Maret 2015 | 10:39 WIB

Terkini

Harga BBM Naik, Ini Warga RI yang 'Halal' Beli Bensin Subsidi

Harga BBM Naik, Ini Warga RI yang 'Halal' Beli Bensin Subsidi

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 18:35 WIB

Permudah Akses Keuangan Pedagang, BTN Ekspansi Bisnis ke Ekosistem Koperasi Pasar

Permudah Akses Keuangan Pedagang, BTN Ekspansi Bisnis ke Ekosistem Koperasi Pasar

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 16:49 WIB

Lawan Imunitas Algoritma, Prof Harris: Masa Rokok Bisa Digugat, Kode Digital Tidak?

Lawan Imunitas Algoritma, Prof Harris: Masa Rokok Bisa Digugat, Kode Digital Tidak?

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 16:43 WIB

Ambisi Swasembada Gula 2028 Terganjal Mesin Tua dan Kiamat Lahan

Ambisi Swasembada Gula 2028 Terganjal Mesin Tua dan Kiamat Lahan

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 15:53 WIB

Bos-bos BCA Kompak Serok Saham Sendiri Saat Harga Diskon, Apa Dampaknya?

Bos-bos BCA Kompak Serok Saham Sendiri Saat Harga Diskon, Apa Dampaknya?

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 15:34 WIB

Orang Kaya Ngeluh LPG 12 Kg Naik, Bahlil: Sorry Yee!

Orang Kaya Ngeluh LPG 12 Kg Naik, Bahlil: Sorry Yee!

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 15:22 WIB

Selat Hormuz Dibuka Lagi, Tapi Dua Kapal Milik Pertamina Masih Tersandera

Selat Hormuz Dibuka Lagi, Tapi Dua Kapal Milik Pertamina Masih Tersandera

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 15:06 WIB

Dobrak Sekat Perbankan dan Telko, BTN-Indosat Berduet Percepat Inklusi Keuangan

Dobrak Sekat Perbankan dan Telko, BTN-Indosat Berduet Percepat Inklusi Keuangan

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 14:57 WIB

Harga Plastik Naik, Bapanas Waspadai Dampaknya ke Harga Beras dan Gula

Harga Plastik Naik, Bapanas Waspadai Dampaknya ke Harga Beras dan Gula

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 14:31 WIB

Selat Hormuz Dibuka, PIS Siapkan Rute Darurat agar 2 Kapal Pertamina Kembali Berlayar

Selat Hormuz Dibuka, PIS Siapkan Rute Darurat agar 2 Kapal Pertamina Kembali Berlayar

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 13:21 WIB