Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

PT PPI Stabilkan Harga Gula Kristal Putih

Adhitya Himawan | Suara.com

Jum'at, 30 Oktober 2015 | 13:45 WIB
PT PPI Stabilkan Harga Gula Kristal Putih
Suasana pasar tradisional

Suara.com - Pemerintah melalui PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) Persero melakukan stabilisasi harga gula kristal putih (GKP) dengan membuka pasar murah dan menjual produk tersebut seharga Rp11.500 per kilogram di Jakarta.

Harga tersebut, berada di bawah harga pasar yang saat ini rata-rata nasional sebesar Rp12.789,17 per kilogram. "PPI sebagai representasi pemerintah untuk stabilkan harga gula dan juga pemegang stok gula nasional untuk GKP. Dalam penugasan, kami membeli dengan Harga Patokan Petani (HPP) Rp8.900 per kilogram, dan kami jual Rp11.500 per kilogram," kata Direktur Utama PPI, Dayu Padmara Rengganis, saat membuka pasar murah gula kristal putih, Jumat (30/10/2015).

Dayu mengatakan, khusus untuk wilayah Jakarta, pihaknya membuka sebanyak lima lokasi pasar murah salah satunya di depan Toko Merah Kota Tua. Selain itu, daerah Tambora Jakarta Barat, Tanah Pasir Jakarta Utara, Angke Tambora, dan Kemayoran Jakarta Pusat.

Dayu menambahkan, sejauh ini penyediaan gula kristal putih tersebut berasal dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN) seperti PT Perkebunan Nusantara (PTPN) 3, PTPN 7, PTPN 10, PTPN 11 dan PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI). Kerja sama tersebut merupakan bentuk sinergi antara perusahaan negara untuk efisiensi.

"Sampai saat ini, gula yang sudah terserap sebanyak 30.500 ton, dan nantinya akan ada tambahan 11.000 ton dari PT RNI. Untuk tahun 2015, hingga Desember, PPI diperkirakan akan mampu menyerap sebanyak 140 ribu ton," ujarnya.

Ia menjelaskan, pihaknya juga berencana untuk membuka kerja sama dengan BUMN lainnya untuk penjualan gula tersebut. Pasar murah tersebut akan terus dilakukan sampai harga gula di tingkat masyarakat berada pada kondisi stabil dan wajar pada level Rp11.500 per kilogram.

"Pasar murah ini untuk seluruh wilayah Indonesia, kami memiliki 33 cabang. Namun untuk wilayah Indonesia timur, masih terkendala di transportasi dan memerlukan waktu tambahan, namun diharapkan minggu depan sudah bisa berjalan," ucapnya, berharap.

Dalam kesempatan tersebut, Direktur Pengembangan Bisnis PT PPI, Charles Sitorus mengatakan bahwa kerja sama lain yang akan dilaksanakan adalah dengan PT Pos Indonesia (Persero) dan juga PT Kereta Api Indonesia (Persero) untuk lebih memberikan kemudahan akses untuk masyarakat.

"Mungkin dalam waktu dua minggu lagi, masyarakat akan mulai bisa membeli gula di PT Pos Indonesia. Nantinya juga hadir di stasiun kereta api, jadi pasar murah ini adalah pasar murah yang buka setiap hari," tuturnya.

Charles mengatakan, kerja sama dengan PT Pos Indonesia tersebut nantinya bukan hanya berbentuk penjualan di gerai saja, akan tetapi juga memanfaatkan jaringan logistik untuk mengefisiensi sistem distribusi.

Selain itu, skema penjualan gula yang dilakukan oleh PT PPI tersebut merupakan murni bisnis komersial dan tidak ada subsidi dari pemerintah khususnya dalam menstabilkan harga gula kristal putih.

"Ini sinergi BUMN bisa menurunkan harga tanpa subsidi, tidak perlu ada PSO dari pemerintah akan tetapi PT PPI tetap untung. Sesungguhnya komoditasnya bisa saja di luar gula," tuturnya.

Saat ini, gula kristal putih yang dijual oleh PT PPI sebesar Rp11.500 per kilogram khusus untuk wilayah Jawa, sementara untuk wilayah luar Jawa sebesar Rp12.000 per kilogram. Sementara berdasarkan data Sistem Pemantauan Pasar Kebutuhan Pokok (SP2KP), harga gula rata-rata nasional sebesar Rp12.789,17 per kilogram.

PT PPI telah mendapatkan Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp1 triliun untuk tahun 2016, dan diharapkan mampu menstabilkan harga serta sebagai pemegang stok nasional untuk gula kristal putih. PPI menyatakan siap apabila pemerintah meminta untuk menstabilkan harga kebutuhan pokok lainnya. (ANTARA)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

BPS Sebut Harga Pangan Turun Bulan Ini

BPS Sebut Harga Pangan Turun Bulan Ini

Bisnis | Senin, 14 September 2015 | 18:06 WIB

Harga Minyak Sebabkan Harga Pangan Dunia Turun Drastis

Harga Minyak Sebabkan Harga Pangan Dunia Turun Drastis

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2015 | 11:35 WIB

Indef: Perpres Pengendalian Harga Pangan Sebaiknya Dikelola Pemda

Indef: Perpres Pengendalian Harga Pangan Sebaiknya Dikelola Pemda

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2015 | 13:35 WIB

Indef: Pemda Lebih Paham Cara Stabilkan Harga Pangan

Indef: Pemda Lebih Paham Cara Stabilkan Harga Pangan

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2015 | 12:05 WIB

INDEF: Pemerintah Masih Bingung Tetapkan Harga Acuan

INDEF: Pemerintah Masih Bingung Tetapkan Harga Acuan

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2015 | 19:38 WIB

Komisi IV: Perpres Jokowi Belum Efektif Turunkan Harga

Komisi IV: Perpres Jokowi Belum Efektif Turunkan Harga

Bisnis | Senin, 22 Juni 2015 | 13:05 WIB

KPPU Nilai Perpres Pengendalian Harga Pangan Sebagai Ide Buruk

KPPU Nilai Perpres Pengendalian Harga Pangan Sebagai Ide Buruk

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2015 | 14:38 WIB

BPS: Inflasi Bulan Mei 0,5 Persen, Tertinggi Dalam 7 Tahun

BPS: Inflasi Bulan Mei 0,5 Persen, Tertinggi Dalam 7 Tahun

Bisnis | Senin, 01 Juni 2015 | 16:11 WIB

Tim Harga Pangan Diminta Transparan dan Sinergis

Tim Harga Pangan Diminta Transparan dan Sinergis

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2015 | 13:37 WIB

Jokowi Perintahkan Bulog Beli Hasil Produksi Petani

Jokowi Perintahkan Bulog Beli Hasil Produksi Petani

Bisnis | Selasa, 06 Januari 2015 | 12:06 WIB

Terkini

Pasokan Sulfur Macet: Konflik Timur Tengah Ancam Naikkan Harga Baterai EV Hingga Pupuk RI

Pasokan Sulfur Macet: Konflik Timur Tengah Ancam Naikkan Harga Baterai EV Hingga Pupuk RI

Bisnis | Sabtu, 04 April 2026 | 18:19 WIB

Mengurai Efek Domino Perang AS-Israel Vs Iran terhadap Perdagangan RI

Mengurai Efek Domino Perang AS-Israel Vs Iran terhadap Perdagangan RI

Bisnis | Sabtu, 04 April 2026 | 17:08 WIB

Nunggak Utang Pinjol Otomatis Lunas Setelah 90 Hari? Ini Fakta Pahitnya

Nunggak Utang Pinjol Otomatis Lunas Setelah 90 Hari? Ini Fakta Pahitnya

Bisnis | Sabtu, 04 April 2026 | 15:12 WIB

Perang Iran - AS Ganggu Bisnis, Ongkos Logistik Melonjak

Perang Iran - AS Ganggu Bisnis, Ongkos Logistik Melonjak

Bisnis | Sabtu, 04 April 2026 | 10:09 WIB

Misi Dagang ke Beijing, RI Bidik Investasi dan Rantai Pasok Global

Misi Dagang ke Beijing, RI Bidik Investasi dan Rantai Pasok Global

Bisnis | Sabtu, 04 April 2026 | 09:39 WIB

Genjot Inovasi dan Layanan, Perusahaan Dessert Ini Perkuat Dominasi Pasar Ritel

Genjot Inovasi dan Layanan, Perusahaan Dessert Ini Perkuat Dominasi Pasar Ritel

Bisnis | Sabtu, 04 April 2026 | 09:24 WIB

Begini Strategi MyFundAction Ciptakan Multiplier Effect Ekonomi

Begini Strategi MyFundAction Ciptakan Multiplier Effect Ekonomi

Bisnis | Sabtu, 04 April 2026 | 09:11 WIB

Bulog Tindaklanjuti Aspirasi Petani dan Pastikan Serap Tebu Petani Blora Sesuai Harga Pemerintah

Bulog Tindaklanjuti Aspirasi Petani dan Pastikan Serap Tebu Petani Blora Sesuai Harga Pemerintah

Bisnis | Sabtu, 04 April 2026 | 06:17 WIB

Hadapi Gejolak Energi Global, Pertamina Percepat Pengembangan Energi Terbarukan

Hadapi Gejolak Energi Global, Pertamina Percepat Pengembangan Energi Terbarukan

Bisnis | Jum'at, 03 April 2026 | 21:57 WIB

Pertamina NRE dan USGBC Perkuat Kolaborasi Pengembangan Bioetanol Berbasis Knowledge Exchange

Pertamina NRE dan USGBC Perkuat Kolaborasi Pengembangan Bioetanol Berbasis Knowledge Exchange

Bisnis | Jum'at, 03 April 2026 | 19:58 WIB