BI Masih Pantau Kemungkinan Penurunan Suku Bunga

Siswanto | Suara.com

Jum'at, 20 November 2015 | 16:55 WIB
BI Masih Pantau Kemungkinan Penurunan Suku Bunga
Gubernur Bank Indonesia, Agus Martowardojo (tengah) [Antara/Wahyu Putro].

Suara.com - Bank Indonesia menyatakan masih akan terus memantau dan melihat kemungkinan penurunan tingkat suku bunga acuan (BI rate) yang masih bertahan di level 7,5 persen dalam sembilan bulan terakhir.

Gubernur BI Agus Martowardojo mengatakan untuk menetapkan kebijakan suku bunga, bank sentral perlu mengamati dan menganalisis data terakhir dan info relevan terkait perekonomian domestik dan eksternal.

"Di RDG (rapat dewan gubernur) kemarin kita ada penyelarasan posisi moneter dan penyesuaian GWM (giro wajib minimum). Ini respon terhadap kondisi perbaikan ekonomi domestik," ujarnya, Jumat (22/11/2015).

Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada Selasa (17/11/2015) lalu kembali memutuskan untuk mempertahankan BI Rate sebesar 7,5 persen, dengan suku bunga Deposit Facility 5,5 persen dan Lending Facility pada level 8 persen.

Bank sentral juga memutuskan untuk menurunkan Giro Wajib Minimum Primer dalam Rupiah, dari sebelumnya 8 persen menjadi 7,5 persen, berlaku efektif sejak 1 Desember 2015.

BI menilai bahwa stabilitas makroekonomi semakin baik sehingga terdapat ruang bagi pelonggaran kebijakan moneter. Penurunan GWM Primer diharapkan dapat meningkatkan kapasitas pembiayaan perbankan untuk mendukung kegiatan ekonomi yang mulai meningkat semenjak triwulan III 2015.

Agus mengingatkan saat ini ketidakpastian di pasar keuangan global masih tinggi, terutama karena kemungkinan kenaikan suku bunga Bank Sentral AS (Fed Fund Rate) dan keberagaman kebijakan moneter yang ditempuh oleh Bank Sentral Eropa, Jepang, dan Cina, maka Bank Indonesia akan tetap berhati-hati dalam menempuh langkah pelonggaran kebijakan moneter.

"Untuk hadapi kondisi dunia yang masih dipenuhi ketidakpastian, kita harus waspada. Ini perlu diwaspadai dan BI saat RDG kemarin memutuskan BI rate masih tetap sama, nanti Desember akan dilihat lagi," kata Agus. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

BI Turunkan Giro Wajib Minimum, Gairahkan Pembiayaan Perbankan

BI Turunkan Giro Wajib Minimum, Gairahkan Pembiayaan Perbankan

Bisnis | Selasa, 17 November 2015 | 20:48 WIB

BI Rate Tetap Dilevel 7,5 persen, Ini Alasan

BI Rate Tetap Dilevel 7,5 persen, Ini Alasan

Bisnis | Selasa, 17 November 2015 | 20:38 WIB

BI Prediksi Pertumbuhan Ekonomi 4,7 Hingga 4,8 Persen

BI Prediksi Pertumbuhan Ekonomi 4,7 Hingga 4,8 Persen

Bisnis | Selasa, 17 November 2015 | 20:10 WIB

BI Rate Dipertahankan 7,50 Persen

BI Rate Dipertahankan 7,50 Persen

Bisnis | Selasa, 17 November 2015 | 17:23 WIB

Terkini

Bank Indonesia: Uang Beredar Tumbuh Kuat, Ini Pendorongnya

Bank Indonesia: Uang Beredar Tumbuh Kuat, Ini Pendorongnya

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 15:51 WIB

HFM dan Arsenal Umumkan Kemitraan Global Jangka Panjang

HFM dan Arsenal Umumkan Kemitraan Global Jangka Panjang

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 15:37 WIB

OJK Terbitkan Aturan Baru, Asing Bisa Akses Informasi Keuangan Indonesia

OJK Terbitkan Aturan Baru, Asing Bisa Akses Informasi Keuangan Indonesia

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 15:36 WIB

Tol Cipali Mulai Sterilisasi One Way Arus Balik Lebaran, Cek Jadwal dan Rutenya

Tol Cipali Mulai Sterilisasi One Way Arus Balik Lebaran, Cek Jadwal dan Rutenya

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 15:19 WIB

Mentan: Stok dan Harga Pangan Stabil saat Lebaran

Mentan: Stok dan Harga Pangan Stabil saat Lebaran

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 13:59 WIB

Eddy Soeparno: WFH Setelah Lebaran Bisa Pangkas Konsumsi BBM Secara Signifikan

Eddy Soeparno: WFH Setelah Lebaran Bisa Pangkas Konsumsi BBM Secara Signifikan

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 13:30 WIB

Kemenhub Catat Lonjakan 8,58 Persen Pemudik dengan Angkutan Umum, Kereta Masih Jadi Favorit

Kemenhub Catat Lonjakan 8,58 Persen Pemudik dengan Angkutan Umum, Kereta Masih Jadi Favorit

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 12:50 WIB

Mengapa Harga Emas Turun di Tengah Kemelut Perang di Timur Tengah?

Mengapa Harga Emas Turun di Tengah Kemelut Perang di Timur Tengah?

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 12:35 WIB

Kendaraan Menuju Puncak Padat, 50.000 Mobil Lalui Tol Jagorawi

Kendaraan Menuju Puncak Padat, 50.000 Mobil Lalui Tol Jagorawi

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 12:15 WIB

Pengamat: WFH 1 Hari Memang Tekan Subsidi BBM, Tapi Banyak Pihak Jadi Korban

Pengamat: WFH 1 Hari Memang Tekan Subsidi BBM, Tapi Banyak Pihak Jadi Korban

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 12:00 WIB