Array

Nelayan di Malaysia Biaya Hidupnya Ditanggung Negara

Adhitya Himawan Suara.Com
Senin, 23 November 2015 | 14:14 WIB
Nelayan di Malaysia Biaya Hidupnya Ditanggung Negara
Aktivitas nelayan pukat tradisional Indonesia di perairan Nusantara. (Antara/Rahmad)

Suara.com - Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan (Kiara) menginginkan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) jangan hanya sebatas mengurus stok ikan di kawasan perairan tetapi juga kesejahteraan masyarakat di daerah pesisir.

"Penting ditegaskan bahwa pengelolaan sumber daya perikanan tidak boleh berhenti sebatas mengurus ikan, melainkan memberikan perlindungan dan pemberdayaan untuk kesejahteraan masyarakat pesisir," kata Sekjen Kiara Abdul Halim, Senin (23/11/2015).

Abdul Halim menyoroti sejumlah kebijakan yang dinilai hanya menguntungkan segelintir pengusaha dan bukannya seluruh masyarakat perikanan, seperti aturan pembebasan bea masuk produk perikanan RI ke AS.

Sebelumnya, Kiara juga menginginkan pemerintah Indonesia belajar dari Malaysia guna membuat kebijakan dalam pengelolaan dan peningkatan kesejahteraan nelayan.

"Nelayan yang berlisensi di Malaysia setiap bulan mendapatkan sekitar 300 ringgit Malaysia sebagai 'cost of allowance' (biaya hidup) yang ditanggung negara," kata Sekretaris Jenderal Kiara Abdul Halim dalam acara Evaluasi 2015 dan Proyeksi 2016 Kelautan dan Perikanan di Jakarta, Senin (2/11).

Selain itu, ujar Abdul Halim, nelayan yang berlisensi di Malaysia juga mendapatkan subsidi bahan bakar minyak (BBM).

Subsidi BBM itu, lanjutnya, diberikan baik saat dia melaut atau tidak, dan di luar biaya hidup yang diberikan pemerintah.

Nelayan di negeri jiran itu, ucap dia, juga mendapatkan pelayanan kesehatan gratis di rumah sakit-rumah sakit pemerintah.

Sedangkan jika mengalami kematian, lanjutnya, maka nelayan itu juga mendapatkan dana hingga 2.000 ringgit Malaysia yang dikelola secara langsung oleh badan pengelolaan perikanan Malaysia.

"Nelayan juga mendapatkan jaminan perbaikan kapal," katanya dan menambahkan, hal yang dilakukan kepada nelayan di Malaysia sebenarnya juga bisa dialami oleh nelayan yang ada di berbagai daerah di Indonesia.

Sebelumnya, Ketua Umum DPP Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI), Yusuf Solichien, mengatakan, taraf hidup dan kesejahteraan nelayan Indonesia masih hidup dalam kemiskinan, baik secara kultural maupun struktural.

"Ini menjadi tantangan bagi semua stakeholder untuk bersama memperhatikan pembangunan kelautan dan perikanan, sehingga nelayan lebih bermartabat dan sejahtera," kata Yusuf pada pembukaan Musyawarah Daerah (Musda) Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia Provinsi Maluku, di Ambon, Senin (26/10/2015) (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Love Language Apa yang Paling Menggambarkan Dirimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI