Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.409,654
LQ45 640,294
Srikehati 312,025
JII 387,404
USD/IDR 17.885

BI: Ketidakpastian Ekonomi Global Masih Berlanjut Tahun Depan

Siswanto, Dian Kusumo Hapsari

Selasa, 24 November 2015 | 22:44 WIB
BI: Ketidakpastian Ekonomi Global Masih Berlanjut Tahun Depan
Agus Martowardojo [suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Suara.com - Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo memprediksi kondisi perekonomian global tidak stabil seperti yang terjadi saat ini masih akan berlanjut ke tahun 2016. Ketidakpastian ekonomi global didorong oleh kecilnya peluang empat negara maju memimpin percepatan ekonomi dunia dengan counter cychical dibidang fiskal dan moneter. 

“Kami melihat, bahwa kecenderungan perlambatan perekonomian ekonomi global masih akan berlanjut di 2016 mendatang. Oleh sebab itu, kita merancang antisipasi agar pelembamahan ini tidak berdampak terlalu dalam pada Indonesia,” kata Agus saat membuka acara Pertemuan Tahunan Bank Indonesia 2015 di JCC, Selasa (24/11/2015).

Ia menjelaskan ada tiga risiko utama yang harus diantisipasi oleh otoritas moneter dan pemerintah agar perkonomian tidak melemah terlalu dalam. Pertama, perkiraan pertumbuhan global yang akan membaik 3,5 persen, namun ada proyeksi tersebut bisa lebih rendah. Kedua, isu rencana kenaikan suku bungan the fed yang membuat pasar keuangan global menjadi bergejolak dan masih melambatnya perekonomian Cina sehingga membuat pasar keuangan domestik semakin tertekan.

“Risiko koreksi ini terutama apabila pemulihan ekonomi Cina dan negara berkembang lain tidak sesuai harapan. Kekhawatiran ini cukup beralasan karena hingga kini geliat ekonomi China dirasakan masih belum cukup kuat," katanya.

Ketiga, terkait penurunan harga komoditas yang diperkirakan masih berlanjut pada 2016 sejalan dengan berakhirnya super-cycle harga komoditas. Menurutnya, perkembangan ini perlu terus disikapi karena dapat semakin menurunkan ekspor Indonesia.

" Harga komoditi yang pada tahun 2015 masih terkoreksi dengan perkiraan 5 persen hingga akhir tahun, ternyata perkiraannya akan turun lagi sampai 11 persen," ujarnya.

Agus tak menampik bakal banyak tantangan dalam pertumbuhan ekonomi tahun 2016. Oleh sebab itu, dia mengimbau pemerintah dan otorita keuangan moneter untuk terus meningkatkan antisipasi dengan terus mencermati beberapa risiko pelemahan global lainnya.

"Selain ketiga risiko tersebut, tentunya kita perlu mencermati dinamika global lain, termasuk konstelasi kebijakan ekonomi global yang menjurus pada upaya meningkatkan daya saing melalui mata uang atau currency war. Karena kalau tidak dijaga perekonomian kita tidak akan menjadi lebih baik. Makanya hatu ambil kebijakan yang tepat agar pertumbuhan ekonomi tidak melemah terlalu dalam,” kata dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pertumbuhan UKM Commonwealt Bank Sebesar 17 Persen

Pertumbuhan UKM Commonwealt Bank Sebesar 17 Persen

Bisnis | Sabtu, 21 November 2015 | 20:32 WIB

BI Masih Pantau Kemungkinan Penurunan Suku Bunga

BI Masih Pantau Kemungkinan Penurunan Suku Bunga

Bisnis | Jum'at, 20 November 2015 | 16:55 WIB

BI Turunkan Giro Wajib Minimum, Gairahkan Pembiayaan Perbankan

BI Turunkan Giro Wajib Minimum, Gairahkan Pembiayaan Perbankan

Bisnis | Selasa, 17 November 2015 | 20:48 WIB

BI Rate Tetap Dilevel 7,5 persen, Ini Alasan

BI Rate Tetap Dilevel 7,5 persen, Ini Alasan

Bisnis | Selasa, 17 November 2015 | 20:38 WIB

Terkini

Kilang Minyak Aramco Diserang Houthi, Asap Tebal Membumbung di Arab Saudi

Kilang Minyak Aramco Diserang Houthi, Asap Tebal Membumbung di Arab Saudi

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 14:35 WIB

Merdeka dari Gaya Hidup Konsumtif: Gen Z Siap Tinggalkan Budaya Checkout?

Merdeka dari Gaya Hidup Konsumtif: Gen Z Siap Tinggalkan Budaya Checkout?

Your Say | Minggu, 09 Agustus 2026 | 14:30 WIB

Puluhan Ton Ikan Mati Tiap Bulan, Sungai Batanghari Makin Sekarat

Puluhan Ton Ikan Mati Tiap Bulan, Sungai Batanghari Makin Sekarat

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 14:28 WIB

Modal Asing Banjiri IHSG, BBRI Jadi Buruan Utama Jelang Uji Level IHSG 6.500

Modal Asing Banjiri IHSG, BBRI Jadi Buruan Utama Jelang Uji Level IHSG 6.500

Bisnis | Minggu, 09 Agustus 2026 | 14:28 WIB

Demi Jegal Pesaing, Kabel Optik Diputus, Internet Warga Pademangan Terganggu

Demi Jegal Pesaing, Kabel Optik Diputus, Internet Warga Pademangan Terganggu

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 14:19 WIB

Kasus Timah Jadi Pelajaran, Pakar Minta Pengadilan Konsisten Gunakan Audit BPK

Kasus Timah Jadi Pelajaran, Pakar Minta Pengadilan Konsisten Gunakan Audit BPK

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 14:16 WIB

Desa Les, Astra dan Pendidikan: Ngupapira Kearifan Lokal hingga Aksi Nyata yang Selangkah Mendahului

Desa Les, Astra dan Pendidikan: Ngupapira Kearifan Lokal hingga Aksi Nyata yang Selangkah Mendahului

Your Say | Minggu, 09 Agustus 2026 | 14:11 WIB

Keluarga Resmi Laporkan Kematian Sutrimo ke Polisi, Siap Jika Harus Diautopsi

Keluarga Resmi Laporkan Kematian Sutrimo ke Polisi, Siap Jika Harus Diautopsi

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 14:10 WIB

Pendidikan Berstandar Internasional Semakin Dibutuhkan, Bekali Anak dengan Keterampilan Masa Depan

Pendidikan Berstandar Internasional Semakin Dibutuhkan, Bekali Anak dengan Keterampilan Masa Depan

Lifestyle | Minggu, 09 Agustus 2026 | 14:08 WIB

Tiga Dara | Wamenkop Ungkap Bangun Koperasi Merah Putih Gak Bisa Sembarang

Tiga Dara | Wamenkop Ungkap Bangun Koperasi Merah Putih Gak Bisa Sembarang

Video | Minggu, 09 Agustus 2026 | 14:05 WIB

×