Array

BI: Ketidakpastian Ekonomi Global Masih Berlanjut Tahun Depan

Selasa, 24 November 2015 | 22:44 WIB
BI: Ketidakpastian Ekonomi Global Masih Berlanjut Tahun Depan
Agus Martowardojo [suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Suara.com - Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo memprediksi kondisi perekonomian global tidak stabil seperti yang terjadi saat ini masih akan berlanjut ke tahun 2016. Ketidakpastian ekonomi global didorong oleh kecilnya peluang empat negara maju memimpin percepatan ekonomi dunia dengan counter cychical dibidang fiskal dan moneter. 

“Kami melihat, bahwa kecenderungan perlambatan perekonomian ekonomi global masih akan berlanjut di 2016 mendatang. Oleh sebab itu, kita merancang antisipasi agar pelembamahan ini tidak berdampak terlalu dalam pada Indonesia,” kata Agus saat membuka acara Pertemuan Tahunan Bank Indonesia 2015 di JCC, Selasa (24/11/2015).

Ia menjelaskan ada tiga risiko utama yang harus diantisipasi oleh otoritas moneter dan pemerintah agar perkonomian tidak melemah terlalu dalam. Pertama, perkiraan pertumbuhan global yang akan membaik 3,5 persen, namun ada proyeksi tersebut bisa lebih rendah. Kedua, isu rencana kenaikan suku bungan the fed yang membuat pasar keuangan global menjadi bergejolak dan masih melambatnya perekonomian Cina sehingga membuat pasar keuangan domestik semakin tertekan.

“Risiko koreksi ini terutama apabila pemulihan ekonomi Cina dan negara berkembang lain tidak sesuai harapan. Kekhawatiran ini cukup beralasan karena hingga kini geliat ekonomi China dirasakan masih belum cukup kuat," katanya.

Ketiga, terkait penurunan harga komoditas yang diperkirakan masih berlanjut pada 2016 sejalan dengan berakhirnya super-cycle harga komoditas. Menurutnya, perkembangan ini perlu terus disikapi karena dapat semakin menurunkan ekspor Indonesia.

" Harga komoditi yang pada tahun 2015 masih terkoreksi dengan perkiraan 5 persen hingga akhir tahun, ternyata perkiraannya akan turun lagi sampai 11 persen," ujarnya.

Agus tak menampik bakal banyak tantangan dalam pertumbuhan ekonomi tahun 2016. Oleh sebab itu, dia mengimbau pemerintah dan otorita keuangan moneter untuk terus meningkatkan antisipasi dengan terus mencermati beberapa risiko pelemahan global lainnya.

"Selain ketiga risiko tersebut, tentunya kita perlu mencermati dinamika global lain, termasuk konstelasi kebijakan ekonomi global yang menjurus pada upaya meningkatkan daya saing melalui mata uang atau currency war. Karena kalau tidak dijaga perekonomian kita tidak akan menjadi lebih baik. Makanya hatu ambil kebijakan yang tepat agar pertumbuhan ekonomi tidak melemah terlalu dalam,” kata dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI