Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.785.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 6.130,190
LQ45 620,397
Srikehati 308,223
JII 381,928
USD/IDR 17.785

Laju Ekonomi Bali dan Nusa Tenggara Lampaui Pertumbuhan Nasional

Liberty Jemadu | Suara.com

Sabtu, 05 Desember 2015 | 09:03 WIB
Laju Ekonomi Bali dan Nusa Tenggara Lampaui Pertumbuhan Nasional
Logo Bank Indonesia (Antara).

Suara.com - Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali menyatakan bahwa sektor pariwisata merupakan pendorong pembangunan ekonomi dalam jangka panjang di kawasan Bali dan Nusa Tenggara.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Dewi Setyowati, mengatakan bahwa angka pertumbuhan ekonomi di kawasan Bali dan Nusa Tenggara tumbuh menggembirakan di tengah perlambatan pertumbuhan ekonomi, khususnya di kawasan Timur Indonesia.

Pertumbuhan itu didukung oleh tiga sektor utama yang menjadi penggerak perekonomian di kawasan itu, seperti sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan yang memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Bali-Nusra sebesar 20,8 persen.

Selain itu, sektor penyediaan akomodasi dan makan minum 11,8 persen dan sektor perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil, dan sepeda motor 10 persen.

Perekonomian Bali dan Nusa Tenggara, kata dia, berkontribusi sekitar 2,87 persen terhadap perekonomian nasional dan mengalami peningkatan pada triwulan ketiga pada 2015 dengan pertumbuhan mencapai 11,75 persen.

Provinsi NTB, kata dia, mengalami pertumbuhan ekonomi tertinggi, yakni 26,12 persen disusul Bali dengan 6,29 persen, dan NTT 5,11 persen.

"Angka pertumbuhan di masing-masing daerah itu masih lebih tinggi dibandingkan dengan nasional yang tumbuh sebesar 4,7 persen," ujar Dewi pada acara pelatihan wartawan ekonomi dan bisnis di kawasan wisata Gili Trawangan, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB), Sabtu (5/12/2015).

Dewi juga mengatakan bahwa laju inflasi di Bali dan Nusa Tenggara yang mencakup Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur masih terjaga dengan baik karena kondisi ekonomi yang relatif stabil di tiga provinsi itu.

"Relatif stabilnya laju inflasi Bali-Nusra karena pengembangan ekonomi yang dijadikan sebagai pintu gerbang pariwisata dan pendukung pangan nasional," kata dia.

Dewi menyebutkan, pada November 2015, inflasi Bali-Nusra tercatat sebesar 4,42 persen "year on year" (yoy). Lebih rendah dibanding inflasi nasional yang tercatat sebesar 4,89 persen (yoy).

"Bahkan inflasi di Bali-Nusra sekarang jauh lebih rendah dari inflasi di Kawasan Timur Indonesia sebesar 5,72 persen," ujarnya.

Menurut dia, perkembangan inflasi yang cukup baik saat ini tidak terlepas dari sinergitas dan upaya pengendalian inflasi yang dilakukan oleh Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Bali, NTB dan NTT.

Diharapkan capaian tersebut akan berdampak terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat di Kawasan Timur Indonesia, khususnya di tiga provinsi itu (Bali-Nusra).

Selain inflasi, kata Dewi, kondisi perbankan di Bali, NTB dan NTT sebagai penopang utama stabilitas sistem keuangan menunjukkan performa yang lebih baik dibandingkan kondisi nasional.

Meskipun tumbuh terbatas, kredit perbankan di Bali-Nusra pada September 2015, tercatat sebesar 13,53 persen. Angka itu di atas pertumbuhan kredit perbankan secara nasional sebesar 11,09 persen.

Meski demikian, tidak dipungkiri jika kredit yang disalurkan perbankan di Bali-Nusra, masih didominasi kredit konsumtif, yakni mencapai 42,35 persen. Selebihnya kredit modal kerja sebesar 34,87 persen dan kredit investasi sebesar 22,78 persen.

"BI sudah ada kebijakan yang mendorong perbankan untuk memperbesar penyaluran kredit ke sektor produktif dan itu sedang berjalan," tutup Dewi. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

BI Optimis Inflasi 2015 Bakal di Bawah Target

BI Optimis Inflasi 2015 Bakal di Bawah Target

Bisnis | Selasa, 01 Desember 2015 | 19:03 WIB

Ekonomi Melambat Jadi Alasan BI Tahan Suku Bunga

Ekonomi Melambat Jadi Alasan BI Tahan Suku Bunga

Bisnis | Kamis, 26 November 2015 | 16:42 WIB

BI: 2016, Sentimen Global Masih Berpengaruh ke Indonesia

BI: 2016, Sentimen Global Masih Berpengaruh ke Indonesia

Bisnis | Kamis, 26 November 2015 | 16:02 WIB

BI Tolak Turunkan BI Rate Demi Cegah Capital Outflow

BI Tolak Turunkan BI Rate Demi Cegah Capital Outflow

Bisnis | Kamis, 26 November 2015 | 13:09 WIB

BI Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2016 Capai 5,2 Persen

BI Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2016 Capai 5,2 Persen

Bisnis | Kamis, 26 November 2015 | 12:59 WIB

Terkini

Mendag Bertemu Perwakilan e-commerce Bahas Revisi Permendag Nomor 31 Tahun 2023

Mendag Bertemu Perwakilan e-commerce Bahas Revisi Permendag Nomor 31 Tahun 2023

Bisnis | Rabu, 27 Mei 2026 | 18:15 WIB

Investor Kripto Dinilai Sudah Matang dan Tak Cuma FOMO

Investor Kripto Dinilai Sudah Matang dan Tak Cuma FOMO

Bisnis | Rabu, 27 Mei 2026 | 17:15 WIB

Menkeu Optimistis Pendapatan Negara Capai Target, Coretax Dinilai Sudah Menunjukkan Hasil

Menkeu Optimistis Pendapatan Negara Capai Target, Coretax Dinilai Sudah Menunjukkan Hasil

Bisnis | Rabu, 27 Mei 2026 | 13:22 WIB

Menkeu Purbaya Heran Rupiah Melemah Terus: Enggak Masuk Akal

Menkeu Purbaya Heran Rupiah Melemah Terus: Enggak Masuk Akal

Bisnis | Rabu, 27 Mei 2026 | 12:32 WIB

Luhut Sebut Bea dan Cukai Tak Diperlukan Lagi, Purbaya Beri Jawaban

Luhut Sebut Bea dan Cukai Tak Diperlukan Lagi, Purbaya Beri Jawaban

Bisnis | Rabu, 27 Mei 2026 | 12:10 WIB

Harga BBM Subsidi Tak Naik, Kepercayaan Industri RI Langsung Melesat

Harga BBM Subsidi Tak Naik, Kepercayaan Industri RI Langsung Melesat

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:55 WIB

Di Tengah Lemahnya Rupiah, Kepercayaan Industri Naik ke Level 53,56

Di Tengah Lemahnya Rupiah, Kepercayaan Industri Naik ke Level 53,56

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:20 WIB

Infrastruktur Kompleks di Balik Layar: Mengapa Gangguan Platform Trading Sering Bikin Trader Panik?

Infrastruktur Kompleks di Balik Layar: Mengapa Gangguan Platform Trading Sering Bikin Trader Panik?

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:53 WIB

Investasi Digital China di RI Makin Marak, Apa Untung dan Ruginya?

Investasi Digital China di RI Makin Marak, Apa Untung dan Ruginya?

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:48 WIB

Begini Cara Ubah Data Karyawan Jadi Mesin Pertumbuhan Bisnis

Begini Cara Ubah Data Karyawan Jadi Mesin Pertumbuhan Bisnis

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:42 WIB