Array

BI Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2016 Capai 5,2 Persen

Adhitya Himawan Suara.Com
Kamis, 26 November 2015 | 12:59 WIB
BI Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2016 Capai 5,2 Persen
Dewan Gubernur Bank Indonesia

Suara.com -  Bank Indonesia memprediksi pertumbuhan ekonomi pada 2016 dapat mencapai 5,2 persen. Angka tersebut merupakan batas bawah dari proyeksi bank sentral yang berkisar 5,2-5,6 persen.

Deputi Gubernur Senior Mirza Adityaswara mengatakan,  perkiraan pertumbuhan ekonomi tersebut mempertimbangkan faktor eksternal terutama kepastian rencana kenaikan Fed Fund Rate (FFR) dan masih melambatnya pertumbuhan ekonomi Tiongkok.

"Memang kalau dilihat sekarang ekonomi kita 4,7 persen. Untuk menuju 5,6 persen itu 'effort' (upaya)-nya banyak, 5,2 persen masih cukup realistis," ujar Mirza dalam sebuah seminar, di Jakarta, Kamis (26/11/2015).

Terkait rencana kenaikan suku bunga acuan oleh The Fed, menurut Mirza, sepertinya sudah akan semakin jelas di mana bank sentral AS diperkirakan akan menaikkan suku bunga untuk pertama kalinya sejak 7 tahun lalu pada Desember 2015 mendatang.

"Sepertinya ketidakpastian itu sudah jadi pasti, Desember ini Fed Fund Rate diprediksi naik dari 0,25 persen menjadi 0,5 persen," ujar Mirza.

Sementara itu, melambatnya perekonomian Tiongkok diperkirakan masih akan berlanjut hingga Semester I 2016 mendatang dan baru akan mulai stabil pada Semester II 2016.

Perkembangan ekonomi Tiongkok sebagai salah satu negara tujuan ekspor utama Indonesia, mempunyai korelasi terhadap harga komoditas yang menjadi andalan Indonesia.

"Dengan melihat ketidakpastian kenaikan suku bunga oleh AS dan stabilisasi Tiongkok itu, maka kami memprediksikan pertumbuhan ekonomi 2016 5,2-5,6 persen," kata Mirza.

Mirza menambahkan, dari sisi domestik sendiri, upaya pemerintah melalui debirokratisasi dan deregulasi patut diapresiasi dan jika berjalan dengan optimal pada tahun depan akan membantu mengerek pertumbuhan ekonomi.

"Kita harus 'shift' (bergeser) dari komoditi kembali lagi ke manufaktur, tinggal manufaktur yang seperti apa. Dari sektor jasa yakni pariwisat, pembukaan bebas visa itu juga patut diapresiasi. Itu adalah kebijakan yang juga dianut Malaysia dan Thailand. In adalah arah 'policy' yang akan undang devisa masuk ke Indonesia," ujar Mirza. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI