Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 7.092,467
LQ45 682,759
Srikehati 330,936
JII 470,691
USD/IDR 17.400

Produk Lintingan Koran Ini Tembus Pasar Internasional

Pebriansyah Ariefana | Dian Kusumo Hapsari | Suara.com

Rabu, 09 Desember 2015 | 12:21 WIB
Produk Lintingan Koran Ini Tembus Pasar Internasional
Koordinator Bank Sampah Salam Rancage, Tri Permana Dewi. (suara.com/Dian Kusumo Hapsari)

Suara.com - Untuk memulai sebuah bisnis tidak hanya melulu memikirkan harus mempunyai modal besar. Bahkan tidak harus menggunakan bahan-bahan impor dan keahlian khusus.

Pada dasarnya, untuk memulai sebuah kewirausahaan adalah bisa dari melihat masalah kemudian masalah tersebut bisa diubah menjadi sebuah peluang usaha.

Seperti yang dilakukan oleh Tri Permana Dewi seorang Koordinator Bank Sampah Salam Rancage di Bogor Jawa Barat ini. Dia mengawali bisnisnya kepedualiannya terhadap sampah di Bogor yang menggunung.

Perempuan yang lebih akrab disapa Dewi ini menyulap tumpukan Koran bekas menjadi sebuah produk mebel yang dapat memberikan pemasukan kepada warga sekitar.

"Berawal dari kepedulian saja terhadap sampah. Karena kan sampah sudah menjadi permasalahan di setiap kota. Nah, akhirnya kami membuat bank sampah. Kalau buat bank sampah saja kan nggak ada nilai ekonominya apa lagi buat warga sekitar, makanya kita memanfaatkan sampah-sampah ini untuk dibuat menjadi produk kerajinan. Salah satunya dengan menggunakan Koran. ,” kata Dewi saat berbincang dengan suara.com, Rabu (9/12/2015).

Bisnis mebel lintingan Koran bekas yang digelutinya sejak tahun 2012 ini ternyata sudah mampu menembus beberapa pasar internasional. Bahkan meraup omzet yang cukup fantastis.

Dia menamai produknya Salam Rancage. Ada sekitar 167 model barang yang dia produksi.

"Ini sudah ke Jepang, Italia dan Singapura. Omzetnya pertahun sekitar Rp300 juta. Padahal dulu kita modalnya hanya Rp2-Rp3 juta saja,” ungkapnya.

Selain pasar internasional, produk lintingan koran seperti guci, bakul, tikar, tempat buah, keranjang, lampu meja dan lainnya di dalam negeri seperti Jakarta, Sulawesi, Kalimantan, Denpasar, Solo dan lainnya.

"Saat ini, penjualan produk di pasar nasional masih di kisaran 500 unit kerajinan dan mudah-mudahan terus meningkat seiring ditingkatkannya kualitas kerajinan tersebut," katanya.

Guna memenuhi pasar tersebut, Dewi mengaku tidak takut kekurangan bahan baku. Pasalnya, bahan baku untuk membuat produk tersebut sangat mudah dicari lantaran tempatnya memulai bisnis dikelilingi dengan perumahan mewah.

"Untuk ketersediaan bahan baku masih mencukupi dan mudah diperoleh, karena kawasan pemukiman warga atau perajin daur ulang sampah berada di tengah kawasan perumahan mewah, sehingga warga cukup mengumpulkan sampah-sampah dari perumahan elit tersebut," ujarnya.

Ia menjelaskan, untuk membuat produk lintingan Koran bekas hingga menjadi sebuah produk rumah tangga. Dewi hanya dibantu sekitar 30 pegawai.

Para pegawainya ini bukan tenaga kerja ahli atau tenaga kerja asing yang dipekerjakan, namun Dewi mengajak ibu-ibu rumah tangga yang tinggal di wilayah Tanah, Baru Bogor, Jawa Barat untuk berkreasi dan menambah pendapatan mereka.

"Jadi bisa menambah keterampilan para ibu-ibu ini. Usaha ini juga bisa membantu memperdayakan ibu rumah tangga dan orang-orang yang putus sekolah supaya bisa memiliki penghasilan," ujarnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Dharsono Hartono: Menjaga Lingkungan Bisa Jadi Bisnis Menjanjikan

Dharsono Hartono: Menjaga Lingkungan Bisa Jadi Bisnis Menjanjikan

wawancara | Senin, 07 Desember 2015 | 07:00 WIB

KLHK Gugat Anak Usaha Sinar Mas Group Rp7,8 Triliun

KLHK Gugat Anak Usaha Sinar Mas Group Rp7,8 Triliun

Bisnis | Sabtu, 05 Desember 2015 | 05:14 WIB

SheCAN! Award 2015 Digelar di Penghujung Tahun Ini

SheCAN! Award 2015 Digelar di Penghujung Tahun Ini

Press Release | Kamis, 03 Desember 2015 | 05:21 WIB

Agustinus Wibowo, Kisah Pengeliling Dunia Berbekal 2000 Dolar AS

Agustinus Wibowo, Kisah Pengeliling Dunia Berbekal 2000 Dolar AS

Lifestyle | Rabu, 02 Desember 2015 | 09:01 WIB

1.000-an Aktivis Lingkungan Akan Demo Damai di Paris

1.000-an Aktivis Lingkungan Akan Demo Damai di Paris

News | Minggu, 29 November 2015 | 07:36 WIB

Tegakkan Larangan PNS Bermobil, Gubernur Jateng Gelar Sidak

Tegakkan Larangan PNS Bermobil, Gubernur Jateng Gelar Sidak

News | Jum'at, 27 November 2015 | 09:33 WIB

Jadilah Bagian dari Perubahan Besar Ini

Jadilah Bagian dari Perubahan Besar Ini

Lifestyle | Kamis, 26 November 2015 | 13:01 WIB

Lenny, Petani Sayur Ende Berhasilkan Tuntaskan Kekurangan Gizi

Lenny, Petani Sayur Ende Berhasilkan Tuntaskan Kekurangan Gizi

Bisnis | Selasa, 24 November 2015 | 08:32 WIB

Lewat Tenun, Maisarah Asal Ende Jadi Perempuan Inspiratif

Lewat Tenun, Maisarah Asal Ende Jadi Perempuan Inspiratif

Bisnis | Senin, 23 November 2015 | 17:30 WIB

Permukaan Tanah di Jakarta Turun 5 Cm Pertahun

Permukaan Tanah di Jakarta Turun 5 Cm Pertahun

News | Senin, 16 November 2015 | 14:53 WIB

Terkini

Manfaatkan Reksa Dana BRI, Fakultas Pertanian UGM Beasiswai 6 Mahasiswa dari Keuntungan Investasi

Manfaatkan Reksa Dana BRI, Fakultas Pertanian UGM Beasiswai 6 Mahasiswa dari Keuntungan Investasi

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 11:57 WIB

Purbaya Anggap Pertumbuhan Ekonomi RI 5,61 Persen Keajaiban: Kita Keluar dari Kutukan 5%

Purbaya Anggap Pertumbuhan Ekonomi RI 5,61 Persen Keajaiban: Kita Keluar dari Kutukan 5%

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 11:51 WIB

Emas Naik Pelan-pelan, Harganya Diproyeksi Bisa Tembus USD 5.200

Emas Naik Pelan-pelan, Harganya Diproyeksi Bisa Tembus USD 5.200

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 11:50 WIB

Bertemu di Hotel Borobudur, Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Terseret Dakwaan Korupsi Impor?

Bertemu di Hotel Borobudur, Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Terseret Dakwaan Korupsi Impor?

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 11:26 WIB

Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,61 Persen, Tapi Dinilai Rapuh karena Bergantung Konsumsi

Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,61 Persen, Tapi Dinilai Rapuh karena Bergantung Konsumsi

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 11:18 WIB

Platform Kripto OSL Indonesia Umumkan Migrasi Bursa dan Kliring

Platform Kripto OSL Indonesia Umumkan Migrasi Bursa dan Kliring

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 11:17 WIB

Pertamina dan LanzaTech Berkolaborasi Dorong Investasi Energi Bersih Berbasis Teknologi

Pertamina dan LanzaTech Berkolaborasi Dorong Investasi Energi Bersih Berbasis Teknologi

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 11:10 WIB

Sektor Ekonomi Kreatif RI Serap Tenaga Kerja 27,4 Juta

Sektor Ekonomi Kreatif RI Serap Tenaga Kerja 27,4 Juta

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 11:09 WIB

Multiplier Effect Industri Hulu Migas, Dukung Perekonomian Daerah

Multiplier Effect Industri Hulu Migas, Dukung Perekonomian Daerah

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 11:01 WIB

Harga Minyak Naik Tipis, Investor Ragukan Kesepakatan AS-Iran Tercapai

Harga Minyak Naik Tipis, Investor Ragukan Kesepakatan AS-Iran Tercapai

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 10:59 WIB