Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.599.000
Beli Rp2.485.000
IHSG 5.924,360
LQ45 589,254
Srikehati 291,550
JII 348,641
USD/IDR 18.064

Jokowi: Kunci Perbaikan Ekonomi 2016, Optimisme

Siswanto, Erick Tanjung

Senin, 04 Januari 2016 | 16:10 WIB
Jokowi: Kunci Perbaikan Ekonomi 2016, Optimisme
Presiden Joko Widodo membuka perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia 2016, Jakarta, Senin (4/1). [suara.com/Oke Atmaja]

Suara.com - Presiden Joko Widodo menyatakan kunci dari perbaikan perekonomian tahun 2016 ialah optimisme. Ia meyakinkan pertumbuhan ekonomi nasional tahun ini‎ jauh lebih baik dari 2015 jika semua pelaku usaha percaya pada kebijakan pemerintah.

‎"Dulu banyak orang yang pesimis (atas serapan anggaran dan penerimaan), tapi sekarang sudah terealisasi. Pertanyaannya adalah tahun 2016 seperti apa, kuncinya adalah optimisme, kepercayaan, itu yang terus kami gaungkan. Tanpa hak itu, 2016 ini ya tetap sama kondisinya (dengan tahun sebelumnya," kata Jokowi usai membuka perdagangan bursa hari pertama tahun ini di Bursa Efek Indonesia, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan, Senin (4/1/2016).

‎Untuk memperkuat perekonomian tahun ini salah satu langkah konkrit yang dilakukan pemerintah adalah dengan deregulasi atau menerbitkan paket-paket kebijakan ekonomi secara khusus. Selain itu, Jokowi juga mengajak semua perusahaan, baik itu yang kecil, menengah dan yang besar, untuk revaluasi aset.

"Terus-menerus kami akan lakukan perombakan-perombakan melalui paket-paket deregulasi, akan terus dan tak akan berhenti itu. Kemudian semua perusahaan harus melakukan revaluasi aset, itu akan menambah kekuatan ekonomi kita," katanya.

Selain itu, kata Jokowi, tax amnesty atau pengampunan pajak yang akan diterbitkan juga membantu meningkatkan geliat perekonomian nasional. Ia mengimbau kepada para pelaku pasar keuangan untuk tidak ragu atas kebijakan pemerintah tersebut.

"Nanti setelah tax amnesty keluar melalui DPR juga ‎akan menambah kekuatan kita. Ini merupakan kunci-kunci yang harus segera kami lakukan," katanya.

Sebelumnya, Jokowi mengajak semua pelaku usaha bekerja keras untuk menaikkan pertumbuhan ekonomi Indonesia. Kemudian bekerja keras mengendalikan inflasi, menurunkan angka kemiskinan, membuka lapangan pekerjaan, mengatasi ketimpangan antara yang kaya dengan yang miskin.

‎"Ini pekerjaan kita semuanya," kata dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Jokowi Senang Realisasi Pendapatan Negara Mencapai 84,7 Persen

Jokowi Senang Realisasi Pendapatan Negara Mencapai 84,7 Persen

Bisnis | Senin, 04 Januari 2016 | 15:07 WIB

Wapres JK Optimis Ekonomi Indonesia Membaik di 2016

Wapres JK Optimis Ekonomi Indonesia Membaik di 2016

Bisnis | Rabu, 30 Desember 2015 | 19:46 WIB

Credit Suisse Prediksi Ada Pemulihan Ekonomi Indonesia di 2016

Credit Suisse Prediksi Ada Pemulihan Ekonomi Indonesia di 2016

Bisnis | Selasa, 22 Desember 2015 | 07:54 WIB

Menko: Pertumbuhan Ekonomi Tidak Mencapai Target

Menko: Pertumbuhan Ekonomi Tidak Mencapai Target

Bisnis | Jum'at, 18 Desember 2015 | 10:33 WIB

Kebakaran Hutan Perlambat Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Kebakaran Hutan Perlambat Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Bisnis | Selasa, 15 Desember 2015 | 15:57 WIB

Terkini

Purbaya Ramal Defisit APBN 2026 Bengkak Jadi Rp 734,3 Triliun, Setara 2,85% PDB

Purbaya Ramal Defisit APBN 2026 Bengkak Jadi Rp 734,3 Triliun, Setara 2,85% PDB

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 12:02 WIB

Meski Labanya Ribuan Persen, Saham GGRM Belum Layak Dibeli

Meski Labanya Ribuan Persen, Saham GGRM Belum Layak Dibeli

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 11:51 WIB

Prabowo Minta yang Pesimistis Tinggalkan Indonesia, IKK Turun hingga IHSG Anjlok 32% YTD

Prabowo Minta yang Pesimistis Tinggalkan Indonesia, IKK Turun hingga IHSG Anjlok 32% YTD

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 11:25 WIB

Skandal KUR BNI, Kejati Ungkap Korupsi Rp41,48 Miliar Libatkan 900 Petani Fiktif

Skandal KUR BNI, Kejati Ungkap Korupsi Rp41,48 Miliar Libatkan 900 Petani Fiktif

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 11:10 WIB

Alasan PT KAI Rombak Stasiun Bogor Secara Besar-besaran

Alasan PT KAI Rombak Stasiun Bogor Secara Besar-besaran

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 10:40 WIB

Kementan Tambah Anggaran Pertanian Papua, Total Alokasi 2026 Capai Rp3,2 Triliun

Kementan Tambah Anggaran Pertanian Papua, Total Alokasi 2026 Capai Rp3,2 Triliun

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 10:35 WIB

Jakarta Fair Kemayoran 2026 Catat Transaksi Lebih dari Rp8 Triliun, Dikunjungi 6 Juta Orang

Jakarta Fair Kemayoran 2026 Catat Transaksi Lebih dari Rp8 Triliun, Dikunjungi 6 Juta Orang

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 10:04 WIB

Rupiah Terus Anjlok, Dolar AS Naik ke Level Rp18.116

Rupiah Terus Anjlok, Dolar AS Naik ke Level Rp18.116

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 09:38 WIB

IHSG Mulai Menguat Lagi Pagi ini, Saham RANS Diburu Investor

IHSG Mulai Menguat Lagi Pagi ini, Saham RANS Diburu Investor

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 09:19 WIB

Jakarta Fair 2026 Ditutup, Transaksi Tembus Rp8,2 Triliun dan Dikunjungi 6,1 Juta Orang

Jakarta Fair 2026 Ditutup, Transaksi Tembus Rp8,2 Triliun dan Dikunjungi 6,1 Juta Orang

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 09:11 WIB

×