Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Produksi Bahan Baku di Negeri Sendiri Bisa Tekan Harga Obat

Ririn Indriani | Firsta Nodia | Suara.com

Jum'at, 22 Januari 2016 | 18:40 WIB
Produksi Bahan Baku di Negeri Sendiri Bisa Tekan Harga Obat
Ilustrasi obat. (Sumber: Shutterstock)

Suara.com - Obat merupakan komponen penting dalam pelayanan kesehatan. Sayangnya, hal ini tak didukung dengan harga obat yang masih relatif mahal.

Menurut dra R. Dettie Yuliati, Direktur Produksi dan Distribusi Kefarmasian Kemenkes, harga obat yang mahal disebabkan oleh ketergantungan bahan baku yang masih impor dari negara lain.

"Saat ini lebih dari 90 persen bahan baku obat masih diimpor. Ini sebabnya harganya masih relatif mahal," ujarnya pada temu media di Jakarta, Jumat (22/1/2016).

Untuk menekan harga obat di pasaran, salah satu upaya yang bisa dilakukan adalah memproduksi bahan baku obat di negeri sendiri. Menurut Dettie hal ini bukan tidak mungkin mengingat industri farmasi termasuk dalam industri prioritas Indonesia pada 2015-2035.

"Sehubungan dengan hal tersebut maka perlu dilakukan upaya mengurangi ketergantungan impor BBO (Bahan Baku Obat) untuk mendukung tercapainya kemandirian obat di Indonesia," imbuhnya.

Alasannya, lanjut Dettie, obat merupakan komponen yang harus teruji keamanannya. Dengan memproduksi di negeri sendiri, maka kualitas obat yang beredar disesuaikan menurut standar yang berlaku.

"Untuk produksi dalam negeri kita punya BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) yang akan mengontrol proses pembuatan sehingga terjamin safety, quality dan efficacy," katanya lagi.

Dettie juga menyebut bahwa 943 jenis obat sudah tercantum dalam Fomularium Obat Nasional yang harus tersedia di Indonesia untuk keperluan Jaminan Kesehatan Nasional.

"Ini merupakan peluang bagi industri farmasi lokal untuk memproduksi bahan baku pembuatan obat di Indonesia. Permintaan meningkat dan 70 persennya sudah berhasil dipenuhi industri farmasi dalam negeri," terangnya.

Beberapa perusahaan farmasi yang saat ini mulai melakukan investasi produksi bahan baku obat antara lain Kimia Farma, Kalbe Farma, Bio Farma dan SoHo Global Health.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Asing akan Diizinikan Kuasai 100 Persen Saham Industri Farmasi

Asing akan Diizinikan Kuasai 100 Persen Saham Industri Farmasi

Bisnis | Rabu, 13 Januari 2016 | 19:13 WIB

KPK Telisik Dugaan Gratifikasi Farmasi ke Kalangan Dokter

KPK Telisik Dugaan Gratifikasi Farmasi ke Kalangan Dokter

News | Senin, 04 Januari 2016 | 20:51 WIB

Ini Penyebab Harga Obat di Indonesia Mahal

Ini Penyebab Harga Obat di Indonesia Mahal

Bisnis | Rabu, 21 Januari 2015 | 14:33 WIB

Ini Caranya Agar Terhindar Dari Obat Palsu

Ini Caranya Agar Terhindar Dari Obat Palsu

Health | Selasa, 20 Januari 2015 | 19:19 WIB

Terkini

Qavah Group Mau Lipat Gandakan Investasi China ke RI

Qavah Group Mau Lipat Gandakan Investasi China ke RI

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 21:40 WIB

Harga Minyakita di Wilayah Timur Masih Melambung, Kemendag Soroti Kendala Logistik

Harga Minyakita di Wilayah Timur Masih Melambung, Kemendag Soroti Kendala Logistik

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 21:10 WIB

Kadin China Kirim Surat Protes ke Prabowo, Keluhkan Royalti Tambang, RKAB Nikel hingga Satgas PKH

Kadin China Kirim Surat Protes ke Prabowo, Keluhkan Royalti Tambang, RKAB Nikel hingga Satgas PKH

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 20:53 WIB

Pemerintah Waspadai Lonjakan Harga Gula Pasir, Skema SPHP Diusulkan

Pemerintah Waspadai Lonjakan Harga Gula Pasir, Skema SPHP Diusulkan

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 20:35 WIB

Siloam Tutup RUPST Tahun Buku 2025, Lanjutkan Pertumbuhan Berkelanjutan Lewat Diferensiasi Arketipe

Siloam Tutup RUPST Tahun Buku 2025, Lanjutkan Pertumbuhan Berkelanjutan Lewat Diferensiasi Arketipe

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 20:02 WIB

Rupiah Ambruk ke Rp17.500, Pedagang Elektronik Pasar Minggu Ungkap Penjualan Telah Anjlok 50 Persen

Rupiah Ambruk ke Rp17.500, Pedagang Elektronik Pasar Minggu Ungkap Penjualan Telah Anjlok 50 Persen

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 20:00 WIB

Paradoks Beras: Stok Melimpah 5,19 Juta Ton, Harga di 105 Daerah Masih Melonjak

Paradoks Beras: Stok Melimpah 5,19 Juta Ton, Harga di 105 Daerah Masih Melonjak

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 19:24 WIB

Rupiah Tembus di Rp17.500, Pedagang Elektronik: Harga Sudah Naik 5 Persen

Rupiah Tembus di Rp17.500, Pedagang Elektronik: Harga Sudah Naik 5 Persen

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 19:07 WIB

Rupiah Tembus Rp17.528, Harga Laptop dan Ponsel di Mall Ambasador Terancam Melonjak

Rupiah Tembus Rp17.528, Harga Laptop dan Ponsel di Mall Ambasador Terancam Melonjak

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 18:58 WIB

Siap-siap! Dana Rp 31,5 Triliun Bakal Hilang dari Pasar Modal RI

Siap-siap! Dana Rp 31,5 Triliun Bakal Hilang dari Pasar Modal RI

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 18:32 WIB