Cina Nilai Fundamental Ekonomi Negara Blok BRICS Tak Berubah

Adhitya Himawan | Suara.com

Selasa, 16 Februari 2016 | 06:52 WIB
Cina Nilai Fundamental Ekonomi Negara Blok BRICS Tak Berubah
Negara-negara BRIC [Shutterstock]

Suara.com - Meskipun negara-negara BRICS saat ini sedang menghadapi kesulitan, fundamental ekonomi mereka tetap tidak berubah dan kerja sama yang lebih baik akan membantu mereka mengatasi tantangan global. Pernyataan ini diungkapkan Wakil Menteri Keuangan Tiongkok Zhu Guangyao.

Dalam sebuah artikel dalam "Economic Daily," pada Senin (15/2/2016), Zhu mengakui bahwa tekanan turun pada ekonomi global dan arus modal yang berfluktuasi secara negatif mempengaruhi blok tersebut yang terdiri dari Brazil, Rusia, India, Tiongkok dan Afrika Selatan.

Namun, negara-negara ini tidak akan kehilangan daya tarik mereka, Zhu menunjukkan, mengutip serangkaian faktor termasuk skala ekonomi dan kerja sama dalam blok.

"Negara-negara berkembang, terutama BRICS, mewakili kekuatan kenaikan di panggung global," tulisnya.

BRICS mewakili lebih dari 20 persen dari ekonomi global, dan pangsanya diperkirakan akan mencapai 25 persen pada 2020, katanya. Blok ini juga rumah bagi lebih dari 40 persen warga dunia.

Sebagai konsumen dan pemasok, blok akan terus berperan positif dan memberikan kontribusi yang lebih besar untuk pertumbuhan global, kata Zhu.

Selain itu, kerja sama ekonomi, keuangan, budaya dan politik yang lebih baik akan mendorong pembangunan terintegrasi dari negara-negara blok tersebut, tambahnya.

Bagi Cina, reformasi dan keterbukaan ekonomi akan memastikan tujuan pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan untuk periode 2016-2020, kata Zhu.

Ekonomi Cina tumbuh 6,9 persen tahun ke tahun pada 2015, ekspansi tahunan terendah dalam seperempat abad.

Bank Dunia bulan lalu memangkas proyeksi pertumbuhan global 2016 menjadi 2,9 persen, 0,4 persen lebih rendah dari proyeksi pada Juni 2015.

Pada 2016, pertumbuhan global, pertumbuhan negara-negara berkembang pada khususnya, akan bergantung pada kelanjuta momentum di negara-negara berpenghasilan tinggi, stabilisasi harga komoditas, dan transisi bertahap Cina menuju model pertumbuhan yang lebih berbasis konsumsi dan jasa, bank mencatat.

BRIC adalah akronim dari Brasil, Rusia, India, Cina, dan Afrika Selatan lima negara yang pertumbuhan ekonominya pesat. Akronim ini pertama dicetuskan oleh Goldman Sachs pada tahun 2001.[1][2] Menurut Goldman Sachs, pada tahun 2050, gabungan ekonomi keempat negara itu akan mengalahkan negara-negara terkaya di dunia saat ini. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Perang Timur Tengah Guncang Ekonomi Global, Maskapai hingga Pertanian Alami Kerugian

Perang Timur Tengah Guncang Ekonomi Global, Maskapai hingga Pertanian Alami Kerugian

Bisnis | Jum'at, 27 Maret 2026 | 10:56 WIB

Efisiensi APBN 2026, Wakil Ketua Komisi X DPR Tegaskan Sektor Pendidikan Harus Diproteksi

Efisiensi APBN 2026, Wakil Ketua Komisi X DPR Tegaskan Sektor Pendidikan Harus Diproteksi

News | Rabu, 18 Maret 2026 | 08:37 WIB

Harga Energi Global Terus Dipantau, Pemerintah Siapkan Langkah Mitigasi APBN Tetap Terkendali

Harga Energi Global Terus Dipantau, Pemerintah Siapkan Langkah Mitigasi APBN Tetap Terkendali

News | Kamis, 12 Maret 2026 | 12:22 WIB

Alarm Merah Timur Tengah: Mengapa Perang Iran-AS Bisa Ancam Dapur WNI Susah Ngebul?

Alarm Merah Timur Tengah: Mengapa Perang Iran-AS Bisa Ancam Dapur WNI Susah Ngebul?

News | Rabu, 11 Maret 2026 | 19:33 WIB

Ketum PERBANAS Hery Gunardi Beberkan Strategi Perbankan Hadapi Ketidakpastian Ekonomi Global

Ketum PERBANAS Hery Gunardi Beberkan Strategi Perbankan Hadapi Ketidakpastian Ekonomi Global

Bisnis | Sabtu, 07 Maret 2026 | 14:35 WIB

Sidang Politik Terbesar China "Dua Sesi" Resmi Dimulai di Beijing

Sidang Politik Terbesar China "Dua Sesi" Resmi Dimulai di Beijing

Foto | Sabtu, 07 Maret 2026 | 09:00 WIB

Tionghoa Indonesia Diminta Perkuat Identitas Nasional di Tengah Arus Investasi Asing

Tionghoa Indonesia Diminta Perkuat Identitas Nasional di Tengah Arus Investasi Asing

Bisnis | Senin, 02 Maret 2026 | 08:27 WIB

BRI Cetak Laba Rp57,13 Triliun di 2025, Kredit Tumbuh 12,3% dan NPL 3,07%

BRI Cetak Laba Rp57,13 Triliun di 2025, Kredit Tumbuh 12,3% dan NPL 3,07%

Bisnis | Kamis, 26 Februari 2026 | 19:40 WIB

Potret Perayaan Imlek di Sejumlah Daerah di Indonesia

Potret Perayaan Imlek di Sejumlah Daerah di Indonesia

Foto | Selasa, 17 Februari 2026 | 15:59 WIB

Apakah Orang Islam Boleh Merayakan Imlek? Ini Aturannya

Apakah Orang Islam Boleh Merayakan Imlek? Ini Aturannya

Lifestyle | Senin, 16 Februari 2026 | 10:47 WIB

Terkini

Program Take Over dari BRI Mudahkan Nasabah Pindah KPR, Suku Bunga Mulai 2,50 Persen

Program Take Over dari BRI Mudahkan Nasabah Pindah KPR, Suku Bunga Mulai 2,50 Persen

Bisnis | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:08 WIB

Prabowo Berjumpa Kaisar Naruhito dan PM Sanae Takaichi di Jepang, Bahas Apa Saja?

Prabowo Berjumpa Kaisar Naruhito dan PM Sanae Takaichi di Jepang, Bahas Apa Saja?

Bisnis | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:04 WIB

Nostalgia di Semarang, D'Kambodja Heritage by Anne Avantie yang Berkembang Bersama BRI

Nostalgia di Semarang, D'Kambodja Heritage by Anne Avantie yang Berkembang Bersama BRI

Bisnis | Minggu, 29 Maret 2026 | 20:39 WIB

Pakar Ungkap Kemacetan Gerbang Tol Arus Balik Lebaran 2026 Bisa Dicegah lewat Sistem MLFF

Pakar Ungkap Kemacetan Gerbang Tol Arus Balik Lebaran 2026 Bisa Dicegah lewat Sistem MLFF

Bisnis | Minggu, 29 Maret 2026 | 20:12 WIB

BRILink Agen di Bakauheni, Berawal dari Modal Usaha Terbatas hingga Menjadi Andalan Masyarakat

BRILink Agen di Bakauheni, Berawal dari Modal Usaha Terbatas hingga Menjadi Andalan Masyarakat

Bisnis | Minggu, 29 Maret 2026 | 20:09 WIB

30 Hari Perang Iran Lawan AS-Israel, Empat Negara Gelar Pertemuan Darurat

30 Hari Perang Iran Lawan AS-Israel, Empat Negara Gelar Pertemuan Darurat

Bisnis | Minggu, 29 Maret 2026 | 19:57 WIB

Zero Fatality Bisa Dicapai Jika Perusahaan Implementasi Budaya K3 Ketat

Zero Fatality Bisa Dicapai Jika Perusahaan Implementasi Budaya K3 Ketat

Bisnis | Minggu, 29 Maret 2026 | 19:57 WIB

Emiten Produsen Sarung Tangan Medis MARK Raih Laba Bersih Rp 837,31 Miliar di 2025

Emiten Produsen Sarung Tangan Medis MARK Raih Laba Bersih Rp 837,31 Miliar di 2025

Bisnis | Minggu, 29 Maret 2026 | 18:46 WIB

Ancaman Selat Hormuz, RI Mulai Telusuri Sumber Minyak Selain Timur Tengah

Ancaman Selat Hormuz, RI Mulai Telusuri Sumber Minyak Selain Timur Tengah

Bisnis | Minggu, 29 Maret 2026 | 18:38 WIB

Dolar AS dan Harga Minyak Diprediksi Melonjak, Rupiah Tertekan

Dolar AS dan Harga Minyak Diprediksi Melonjak, Rupiah Tertekan

Bisnis | Minggu, 29 Maret 2026 | 18:10 WIB