BRICS Borong Emas, Sinyal Bahaya bagi Dominasi Dolar AS

M Nurhadi

Selasa, 21 April 2026 | 08:00 WIB
BRICS Borong Emas, Sinyal Bahaya bagi Dominasi Dolar AS
Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva, Presiden China Xi Jinping, Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa, Perdana Menteri India Narendra Modi dan Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov berpose untuk foto keluarga BRICS pada KTT BRICS 2023 di Sandton Convention Center di Johannesburg, Afrika Selatan, 23 Agustus 2023. ANTARA/REUTERS/Gianluigi
baca 10 detik
  • Aliansi BRICS kini menguasai lebih dari 6.000 ton emas untuk memperkuat kedaulatan moneter serta mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS.
  • Sanksi ekonomi terhadap Rusia pada tahun 2022 memicu BRICS beralih ke emas guna menghindari risiko pembekuan aset luar negeri.
  • Aksi beli emas oleh BRICS menekan dominasi dolar AS dan memicu potensi krisis pendanaan defisit serta inflasi Amerika.

Suara.com - Negara-negara yang tergabung dalam aliansi BRICS (akronim awal dari Brazil, Russia, India, China, dan South Africa) semakin agresif menimbun cadangan emas fisik dalam beberapa tahun terakhir.

Harga emas dunia saat ini, Selasa (21/4/2026) bergerak menguat di angka US$ 4.822. Menguat tipis secara kontinyu.

Langkah borong emas ini kian menekan Amerika Serikat karena berkaitan dengan de-dolarisasi, sementara AS masih sibuk membakar anggaran dengan perang melawan Iran.

Saat ini, blok ekonomi yang telah berekspansi menjadi 10 negara tersebut menyumbang sekitar 40% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dunia dan mewakili hampir 50% populasi global.

Secara kumulatif, BRICS+ kini diperkirakan menguasai cadangan emas lebih dari 6.000 ton. Di tengah lonjakan harga emas global, manuver ini bukan lagi sekadar strategi diversifikasi portofolio investasi biasa.

Langkah ini merupakan sinyal nyata dari pergeseran fundamental mengenai cara negara-negara berkembang (emerging markets) mendefinisikan ulang kedaulatan moneter dan keamanan sistem keuangan global mereka.

Dorongan utama di balik aksi borong emas ini adalah sentimen de-dolarisasi. Selama beberapa dekade pasca-Perjanjian Bretton Woods, dolar Amerika Serikat (AS) memonopoli cadangan devisa dunia.

Namun, data menunjukkan dominasi tersebut terus tergerus, menyusut dari 71% pada tahun 1999 menjadi sekitar 57% pada hari ini.

Alih-alih beralih ke mata uang fiat lain seperti Euro atau Yuan, BRICS memilih emas karena aset ini tidak memiliki kewajiban pihak lawan (counterparty risk) dan tidak terikat pada kebijakan bank sentral mana pun.

baca juga

Momentum krusial dari pergeseran ini terjadi pada tahun 2022, ketika negara-negara Barat menjatuhkan sanksi ekonomi dengan membekukan sekitar US$300 miliar cadangan devisa milik Rusia.

Peristiwa ini mengirimkan pesan peringatan keras kepada negara-negara berkembang bahwa cadangan devisa dalam bentuk instrumen dolar AS dapat dipersenjatai (weaponized) secara geopolitik.

Emas fisik yang disimpan di brankas domestik menawarkan kekebalan dari ancaman tersebut, memastikan bahwa kekayaan negara tidak dapat disita atau "Dibekukan" oleh otoritas asing.

Analisis Ekonomi: Efek Domino bagi Amerika Serikat

Dari kacamata makroekonomi, aksi BRICS membuang dolar dan menggantinya dengan emas membawa dampak serius bagi perekonomian Amerika Serikat.

Hal ini dapat dibedah melalui Dilema Triffin (Triffin Dilemma), sebuah konsep dari ekonom Robert Triffin. Konsep ini menjelaskan konflik kepentingan ketika mata uang nasional (dolar AS) berfungsi sebagai mata uang cadangan global. Untuk menyediakan likuiditas dunia, AS harus terus mencetak dolar dan mengalami defisit perdagangan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Waduh! Harga Emas Antam Terjun Bebas Rp44 Ribu, Cek Rinciannya Hari Ini

Waduh! Harga Emas Antam Terjun Bebas Rp44 Ribu, Cek Rinciannya Hari Ini

Bisnis | Senin, 20 April 2026 | 11:25 WIB

Kurs Rupiah Hari Ini Menguat ke Rp17.172 per Dolar AS, Ini Penyebabnya

Kurs Rupiah Hari Ini Menguat ke Rp17.172 per Dolar AS, Ini Penyebabnya

Bisnis | Senin, 20 April 2026 | 09:41 WIB

Harga Emas Antam Terus Anjlok Hari Ini

Harga Emas Antam Terus Anjlok Hari Ini

Bisnis | Senin, 20 April 2026 | 09:21 WIB

Update Harga Emas Pegadaian 20 April 2026: Antam, UBS, dan Galeri24

Update Harga Emas Pegadaian 20 April 2026: Antam, UBS, dan Galeri24

Bisnis | Senin, 20 April 2026 | 08:14 WIB

Bareskrim Bongkar Jaringan Dolar AS Palsu di Banten: 5 Pelaku Ditangkap, Ratusan Lembar Disita

Bareskrim Bongkar Jaringan Dolar AS Palsu di Banten: 5 Pelaku Ditangkap, Ratusan Lembar Disita

News | Minggu, 19 April 2026 | 15:56 WIB

Emas Sempat Melemah di Tengah Gejolak Global, Masih Cocok Jadi Investasi?

Emas Sempat Melemah di Tengah Gejolak Global, Masih Cocok Jadi Investasi?

News | Minggu, 19 April 2026 | 15:53 WIB

Terkini

Api Meluas di TPA Galuga, Kepulan Asap Tebal Paksa Warga Evakuasi Diri akibat Mata Perih

Api Meluas di TPA Galuga, Kepulan Asap Tebal Paksa Warga Evakuasi Diri akibat Mata Perih

Bogor | Selasa, 08 September 2026 | 00:23 WIB

Erupsi 25 Jam Anak Krakatau Berakhir, Tapi Mengapa Sumsel Masih Terdampak?

Erupsi 25 Jam Anak Krakatau Berakhir, Tapi Mengapa Sumsel Masih Terdampak?

Sumsel | Senin, 07 September 2026 | 23:42 WIB

Sukuk Ritel SR025 Dibuka, Bank Sumsel Babel Tawarkan Investasi Syariah Imbal Hasil 6,90 Persen

Sukuk Ritel SR025 Dibuka, Bank Sumsel Babel Tawarkan Investasi Syariah Imbal Hasil 6,90 Persen

Sumsel | Senin, 07 September 2026 | 23:27 WIB

Safrizal ZA: 649 Unit Huntap di Aceh Telah Rampung, Terbanyak di Aceh Utara

Safrizal ZA: 649 Unit Huntap di Aceh Telah Rampung, Terbanyak di Aceh Utara

Jakarta | Senin, 07 September 2026 | 23:20 WIB

PTBA Perkuat Kinerja dan Portofolio Bisnis untuk Pertumbuhan Jangka Panjang

PTBA Perkuat Kinerja dan Portofolio Bisnis untuk Pertumbuhan Jangka Panjang

Sumsel | Senin, 07 September 2026 | 23:07 WIB

Aksi Teddy Main Pulpen saat Putin Pidato Viral, Gaya Jarinya Disamakan Britney Spears

Aksi Teddy Main Pulpen saat Putin Pidato Viral, Gaya Jarinya Disamakan Britney Spears

Video | Senin, 07 September 2026 | 22:45 WIB

Kredit Serba Guna Bank Sumsel Babel Bunga Mulai 0,79 Persen, Ada Cashback 0,2 Persen

Kredit Serba Guna Bank Sumsel Babel Bunga Mulai 0,79 Persen, Ada Cashback 0,2 Persen

Sumsel | Senin, 07 September 2026 | 22:36 WIB

Wet Food Lokal Buat Anabul Makin Dilirik, Cek 3 Hal Ini Sebelum Membeli

Wet Food Lokal Buat Anabul Makin Dilirik, Cek 3 Hal Ini Sebelum Membeli

Lifestyle | Senin, 07 September 2026 | 22:19 WIB

Kenapa Abu Vulkanik Bisa Bikin Pesawat Dilarang Terbang?

Kenapa Abu Vulkanik Bisa Bikin Pesawat Dilarang Terbang?

News | Senin, 07 September 2026 | 22:19 WIB

Ikan Keramba Mati Mendadak dan Mengapung di Danau Ranau, Apa yang Terjadi?

Ikan Keramba Mati Mendadak dan Mengapung di Danau Ranau, Apa yang Terjadi?

Sumsel | Senin, 07 September 2026 | 22:17 WIB

×