Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.850.000
Beli Rp2.735.000
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...
USD/IDR 17.184

BRICS Borong Emas, Sinyal Bahaya bagi Dominasi Dolar AS

M Nurhadi | Suara.com

Selasa, 21 April 2026 | 08:00 WIB
BRICS Borong Emas, Sinyal Bahaya bagi Dominasi Dolar AS
Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva, Presiden China Xi Jinping, Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa, Perdana Menteri India Narendra Modi dan Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov berpose untuk foto keluarga BRICS pada KTT BRICS 2023 di Sandton Convention Center di Johannesburg, Afrika Selatan, 23 Agustus 2023. ANTARA/REUTERS/Gianluigi
  • Aliansi BRICS kini menguasai lebih dari 6.000 ton emas untuk memperkuat kedaulatan moneter serta mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS.
  • Sanksi ekonomi terhadap Rusia pada tahun 2022 memicu BRICS beralih ke emas guna menghindari risiko pembekuan aset luar negeri.
  • Aksi beli emas oleh BRICS menekan dominasi dolar AS dan memicu potensi krisis pendanaan defisit serta inflasi Amerika.

Suara.com - Negara-negara yang tergabung dalam aliansi BRICS (akronim awal dari Brazil, Russia, India, China, dan South Africa) semakin agresif menimbun cadangan emas fisik dalam beberapa tahun terakhir.

Harga emas dunia saat ini, Selasa (21/4/2026) bergerak menguat di angka US$ 4.822. Menguat tipis secara kontinyu.

Langkah borong emas ini kian menekan Amerika Serikat karena berkaitan dengan de-dolarisasi, sementara AS masih sibuk membakar anggaran dengan perang melawan Iran.

Saat ini, blok ekonomi yang telah berekspansi menjadi 10 negara tersebut menyumbang sekitar 40% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dunia dan mewakili hampir 50% populasi global.

Secara kumulatif, BRICS+ kini diperkirakan menguasai cadangan emas lebih dari 6.000 ton. Di tengah lonjakan harga emas global, manuver ini bukan lagi sekadar strategi diversifikasi portofolio investasi biasa.

Langkah ini merupakan sinyal nyata dari pergeseran fundamental mengenai cara negara-negara berkembang (emerging markets) mendefinisikan ulang kedaulatan moneter dan keamanan sistem keuangan global mereka.

Dorongan utama di balik aksi borong emas ini adalah sentimen de-dolarisasi. Selama beberapa dekade pasca-Perjanjian Bretton Woods, dolar Amerika Serikat (AS) memonopoli cadangan devisa dunia.

Namun, data menunjukkan dominasi tersebut terus tergerus, menyusut dari 71% pada tahun 1999 menjadi sekitar 57% pada hari ini.

Alih-alih beralih ke mata uang fiat lain seperti Euro atau Yuan, BRICS memilih emas karena aset ini tidak memiliki kewajiban pihak lawan (counterparty risk) dan tidak terikat pada kebijakan bank sentral mana pun.

Momentum krusial dari pergeseran ini terjadi pada tahun 2022, ketika negara-negara Barat menjatuhkan sanksi ekonomi dengan membekukan sekitar US$300 miliar cadangan devisa milik Rusia.

Peristiwa ini mengirimkan pesan peringatan keras kepada negara-negara berkembang bahwa cadangan devisa dalam bentuk instrumen dolar AS dapat dipersenjatai (weaponized) secara geopolitik.

Emas fisik yang disimpan di brankas domestik menawarkan kekebalan dari ancaman tersebut, memastikan bahwa kekayaan negara tidak dapat disita atau "Dibekukan" oleh otoritas asing.

Analisis Ekonomi: Efek Domino bagi Amerika Serikat

Dari kacamata makroekonomi, aksi BRICS membuang dolar dan menggantinya dengan emas membawa dampak serius bagi perekonomian Amerika Serikat.

Hal ini dapat dibedah melalui Dilema Triffin (Triffin Dilemma), sebuah konsep dari ekonom Robert Triffin. Konsep ini menjelaskan konflik kepentingan ketika mata uang nasional (dolar AS) berfungsi sebagai mata uang cadangan global. Untuk menyediakan likuiditas dunia, AS harus terus mencetak dolar dan mengalami defisit perdagangan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Waduh! Harga Emas Antam Terjun Bebas Rp44 Ribu, Cek Rinciannya Hari Ini

Waduh! Harga Emas Antam Terjun Bebas Rp44 Ribu, Cek Rinciannya Hari Ini

Bisnis | Senin, 20 April 2026 | 11:25 WIB

Kurs Rupiah Hari Ini Menguat ke Rp17.172 per Dolar AS, Ini Penyebabnya

Kurs Rupiah Hari Ini Menguat ke Rp17.172 per Dolar AS, Ini Penyebabnya

Bisnis | Senin, 20 April 2026 | 09:41 WIB

Harga Emas Antam Terus Anjlok Hari Ini

Harga Emas Antam Terus Anjlok Hari Ini

Bisnis | Senin, 20 April 2026 | 09:21 WIB

Update Harga Emas Pegadaian 20 April 2026: Antam, UBS, dan Galeri24

Update Harga Emas Pegadaian 20 April 2026: Antam, UBS, dan Galeri24

Bisnis | Senin, 20 April 2026 | 08:14 WIB

Bareskrim Bongkar Jaringan Dolar AS Palsu di Banten: 5 Pelaku Ditangkap, Ratusan Lembar Disita

Bareskrim Bongkar Jaringan Dolar AS Palsu di Banten: 5 Pelaku Ditangkap, Ratusan Lembar Disita

News | Minggu, 19 April 2026 | 15:56 WIB

Emas Sempat Melemah di Tengah Gejolak Global, Masih Cocok Jadi Investasi?

Emas Sempat Melemah di Tengah Gejolak Global, Masih Cocok Jadi Investasi?

News | Minggu, 19 April 2026 | 15:53 WIB

Terkini

Dana Kelola Reksa Dana Makin Tumbuh, OJK Bidik Gen Z Investasi dari Rp10 Ribu

Dana Kelola Reksa Dana Makin Tumbuh, OJK Bidik Gen Z Investasi dari Rp10 Ribu

Bisnis | Selasa, 21 April 2026 | 07:50 WIB

Perang Terus Berlangsung, Wall Street Kembali Merosot

Perang Terus Berlangsung, Wall Street Kembali Merosot

Bisnis | Selasa, 21 April 2026 | 07:39 WIB

Saham BULL Masuk Rekomendasi saat IHSG Terancam Koreksi Hari Ini

Saham BULL Masuk Rekomendasi saat IHSG Terancam Koreksi Hari Ini

Bisnis | Selasa, 21 April 2026 | 07:34 WIB

MSCI Masih 'Gembok' Saham Indonesia di Indeks Global, Ancaman Downgrade Masih Menghantui?

MSCI Masih 'Gembok' Saham Indonesia di Indeks Global, Ancaman Downgrade Masih Menghantui?

Bisnis | Selasa, 21 April 2026 | 07:24 WIB

Xi Jinping: Selat Hormuz Harus Dibuka!

Xi Jinping: Selat Hormuz Harus Dibuka!

Bisnis | Senin, 20 April 2026 | 20:56 WIB

Melalui FLDP 2026, TelkomGroup Perkuat Pengembangan Kepemimpinan Strategis

Melalui FLDP 2026, TelkomGroup Perkuat Pengembangan Kepemimpinan Strategis

Bisnis | Senin, 20 April 2026 | 20:31 WIB

Pembangunan Kopdes Merah Putih Jauh dari Target, Menteri Zulkifli Keluhkan Ketersediaan Lahan

Pembangunan Kopdes Merah Putih Jauh dari Target, Menteri Zulkifli Keluhkan Ketersediaan Lahan

Bisnis | Senin, 20 April 2026 | 19:41 WIB

Pengusaha Warteg Khawatir Gas LPG 3Kg Langka

Pengusaha Warteg Khawatir Gas LPG 3Kg Langka

Bisnis | Senin, 20 April 2026 | 19:36 WIB

PIS: 94 Persen Kru Kapal Pertamina Adalah WNI

PIS: 94 Persen Kru Kapal Pertamina Adalah WNI

Bisnis | Senin, 20 April 2026 | 19:32 WIB

Naiknya Harga BBM Nonsubsidi Berdampak Terbatas Terhadap Inflasi

Naiknya Harga BBM Nonsubsidi Berdampak Terbatas Terhadap Inflasi

Bisnis | Senin, 20 April 2026 | 19:27 WIB