Pemulihan Pasar Seiring Dimulainya Perdagangan Pekan Ini

Siswanto

Selasa, 16 Februari 2016 | 20:09 WIB
Pemulihan Pasar Seiring Dimulainya Perdagangan Pekan Ini
Ilustrasi dolar Amerika Serikat [shutterstock]

Suara.com - Setelah berlanjutnya periode penjualan yang cukup agresif, pasar modal di seluruh sesi perdagangan Asia dan Eropa memulai pekan baru dengan positif dan sejauh ini memberikan peningkatan, meskipun sesi perdagangan di Cina yang baru dimulai setelah libur Imlek mengalami angka yang cenderung suram, dan ini kembali menekankan bahwa ekonomi Cina terus melambat.

Oleh karena itu, saat ini tampaknya ekspektasi pertumbuhan ekonomi Cina tahun 2016 cukup akurat pada angka sedikit di atas 6 persen. Rilis data ekonomi yang negatif pagi ini tidak hanya terjadi di Cina. Ekonomi Jepang juga diberitakan mengalami kontraksi lebih besar dari ekspektasi pada triwulan terakhir 2015. 

Menurut Chief Market Analyst Forez Time Jameel Ahmad pada dasarnya, masih banyak risiko terhadap sentimen pasar. Kekhawatiran terhadap situasi ekonomi global juga masih berlanjut dan dapat kembali mendorong terjadinya gelombang penjualan yang agresif di pasar modal.

Ada spekulasi bahwa alasan pemulihan perdagangan sejauh ini adalah munculnya harapan baru bahwa bank-bank sentral akan terus melonggarkan kebijakan moneter, dan perhatian berpusat pada pidato Mario Draghi hari ini.

“Saya menganggap ini adalah risiko tersendiri karena berbagai perangkat stimulus yang digelontorkan oleh sejumlah bank sentral sejauh ini gagal menciptakan pengaruh yang diinginkan di perekonomian masing-masing,” kata Jameel Ahmad dalam pernyataan tertulis yang diterima Suara.com, Selasa (16/2/2016).

USD masih tampak rentan

USD masih terlihat rentan di seluruh pasar mata uang setelah secara mengejutkan tidak ada lagi ekspektasi bahwa Federal Reserve akan meningkatkan suku bunga AS di tahun 2016. Bahkan ada kecurigaan besar bahwa Fed mungkin akan terpaksa berbalik arah dan menurunkan suku bunga.

Jameel Ahmad mengaku tercengang karena hanya dua bulan setelah peningkatan suku bunga bersejarah yang telah ditunggu-tunggu pasar selama sekitar satu tahun, terjadi perubahan arah dan bank sentral ini mungkin terpaksa memasuki teritori suku bunga negatif apabila keyakinan terhadap ekonomi global terus melemah. Menurut dia sangat bertolak belakang dengan posisi sebelumnya bahwa Federal Reserve sepenuhnya berkomitmen melakukan normalisasi kebijakan moneter.

Jameel Ahmad mengatakan tidak akan terkejut apabila sekarang banyak pihak yang mempertanyakan kredibilitas bank sentra terkuat di dunia ini, karena baru enam pekan lalu kita mendengar komentar yang sangat ambisius dan meyakinkan dari sejumlah anggota Federal Reserve bahwa bank sentral ini berencana meningkatkan suku bunga kurang lebih sebanyak empat kali di tahun 2016.

"Suatu hal yang cukup memalukan saat melihat bahwa kini kita terang-terangan beralih dari memamerkan keyakinan akan pemulihan ekonomi menjadi secara realistis mengumumkan kemungkinan memasuki teritori suku bunga negatif. Kita memperkirakan USD akan terus terlihat rentan dan cenderung lemah di masa mendatang karena kekhawatiran apa pun yang muncul dari rilis data ekonomi akan menyebabkan kecurigaan bahwa Fed bisa saja mengejutkan pasar finansial," kata Jameel Ahmad.

Menurut Jameel Ahmad  mendatarnya permintaan dolar hanya akan memberi tekanan tambahan terhadap Bank of Japan dan bank sentral Eropa untuk kembali melonggarkan kebijakan moneter, karena melemahnya USD akan menyebabkan mata uangnya menguat di kala kedua perekonomian ini memerlukan mata uang domestik yang bersaing untuk mendukung pertumbuhan ekonomi.

Yuan meningkat karena PBoC memperkuat mata uang

Selain semakin kuatnya ekspektasi atas bank sentral untuk terus melonggarkan kebijakan moneter, salah satu alasan mengapa pemulihan pasar modal mungkin akan berlanjut adalah karena PBoC memberi keyakinan kepada investor dengan menyokong nilai tukar yuan dengan nilai paling besar dalam tiga bulan. Yuan segera menguat setelah Gubernur PBoC, Zhan Xiaochuan menyampaikan keyakinan bahwa arus keluar modal masih normal dan Yuan stabil.

Pernyataan ini, kata Jameel Ahmad, mungkin memberi dampak positif terhadap sentimen investor tentang Cina.

“Saya pribadi meyakini bahwa tren Yuan masih akan lemah di sepanjang 2016 karena data ekonomi akan terus menampilkan bahwa pertumbuhan Cina melambat. Risiko lain yang perlu diperhatikan pasar adalah meningkatnya arus keluar modal,” tuturnya.

Harga emas mengarah ke 1.200 dolar

Harga emas mulai bergerak menuju level support di sekitar 1.200 dolar setelah sebelumnya melejit ke level tertinggi sejak Januari 2015 di harga $1263, yang menyusul pelemahan USD secara dramatis. Banyak yang terhenyak dengan pulihnya nilai emas selama sepekan terakhir. Logam mulia ini masih dianggap sebagai safe haven meskipun banyak dipertanyakan dalam setahun terakhir akibat diabaikannya emas seiring dengan terjadinya drama di Yunani dan ketidakpastian ekonomi Cina.

"Saya pribadi berpendapat bahwa arah perdagangan emas di masa mendatang akan bergantung pada permintaan akan Dolar, yang berarti trader harus terus memantau data ekonomi AS dan langkah yang benar-benar akan diambil Federal Reserve berkaitan dengan suku bunga AS," kata Jameel Ahmad.

GBP/USD kembali terlihat berisiko

GBP/USD kembali terlihat berisiko di pekan yang penuh tekanan besar setelah pasangan mata uang ini gagal menutup perdagangan di atas level 1.4550 pekan lalu.

Jameel Ahmad menganggap ini sebagai level psikologis GPB/USD sehingga memperkirakan penjualan pasangan mata uang ini akan berlanjut dengan dimulainya perdagangan pekan ini.

Jameel Ahmad mengatakan masih banyak alasan untuk tetap negatif terhadap Pound Inggris akibat banyaknya faktor yang masih membatasi ketertarikan investor akan GBP, seperti pertumbuhan ekonomi yang melambat, ekspektasi suku bunga yang berulang kali mundur, dan sejumlah pertanyaan yang belum terjawab seputar kemungkinan referendum "Brexit" (keputusan apakah Inggris akan bertahan atau keluar dari Uni Eropa).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Rupiah Kembali Menguat, Dolar AS Turun ke Level Rp17.689

Rupiah Kembali Menguat, Dolar AS Turun ke Level Rp17.689

Bisnis | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 09:58 WIB

Rupiah Menguat Tipis, Dolar AS Lemas ke Level Rp17.690

Rupiah Menguat Tipis, Dolar AS Lemas ke Level Rp17.690

Bisnis | Senin, 24 Agustus 2026 | 09:50 WIB

Rupiah Terus Perkasa ke Level Rp17.714, Paling Kuat di Asia Tenggara

Rupiah Terus Perkasa ke Level Rp17.714, Paling Kuat di Asia Tenggara

Bisnis | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 09:43 WIB

Jelang Pengumuman Suku Bunga, Rupiah Tertekan Lawan Dolar AS

Jelang Pengumuman Suku Bunga, Rupiah Tertekan Lawan Dolar AS

Bisnis | Rabu, 19 Agustus 2026 | 09:45 WIB

Rupiah Melemah Terhadap Dolar, Jadi Mata Uang Paling Buruk di Asia

Rupiah Melemah Terhadap Dolar, Jadi Mata Uang Paling Buruk di Asia

Bisnis | Selasa, 18 Agustus 2026 | 09:38 WIB

Rupiah Dibuka Menguat, Dolar AS Lemas ke Level Rp17.866

Rupiah Dibuka Menguat, Dolar AS Lemas ke Level Rp17.866

Bisnis | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 09:46 WIB

Pengumuman Baru MSCI Bikin Rupiah Terus Tertekan

Pengumuman Baru MSCI Bikin Rupiah Terus Tertekan

Bisnis | Kamis, 13 Agustus 2026 | 09:44 WIB

Pengumuman MSCI, Bikin Rupiah Tertekan ke Level Rp17.873

Pengumuman MSCI, Bikin Rupiah Tertekan ke Level Rp17.873

Bisnis | Rabu, 12 Agustus 2026 | 09:44 WIB

Destry Jadi Calon Tunggal Gubernur BI, Rupiah Jadi yang Paling Perkasa di Asia

Destry Jadi Calon Tunggal Gubernur BI, Rupiah Jadi yang Paling Perkasa di Asia

Bisnis | Senin, 10 Agustus 2026 | 15:36 WIB

Paling Kuat di Asia, Rupiah Pukul Mundur Dolar AS ke Level Rp17.810

Paling Kuat di Asia, Rupiah Pukul Mundur Dolar AS ke Level Rp17.810

Bisnis | Senin, 10 Agustus 2026 | 09:27 WIB

Terkini

Tires Season 3: Kembali Menyajikan Humor Segar dan Cerita Kocak yang Lucu!

Tires Season 3: Kembali Menyajikan Humor Segar dan Cerita Kocak yang Lucu!

Your Say | Selasa, 01 September 2026 | 17:00 WIB

Ranperda Investasi Riau Terus Digesa, Diklaim Pangkas Perizinan Rumit

Ranperda Investasi Riau Terus Digesa, Diklaim Pangkas Perizinan Rumit

Riau | Selasa, 01 September 2026 | 16:59 WIB

Awas Pajak Progresif Mengintai! Ini Bedanya Lapor Jual dan Blokir Kendaraan yang Sering Salah Kaprah

Awas Pajak Progresif Mengintai! Ini Bedanya Lapor Jual dan Blokir Kendaraan yang Sering Salah Kaprah

Otomotif | Selasa, 01 September 2026 | 16:58 WIB

Semangat MengEMASkan Indonesia, Pegadaian Bagikan 1.000 Paket Sembako untuk Ojol

Semangat MengEMASkan Indonesia, Pegadaian Bagikan 1.000 Paket Sembako untuk Ojol

Bisnis | Selasa, 01 September 2026 | 16:56 WIB

Beli BBM Subsidi Wajib Perlihatkan STNK? Warga Protes: Jangan Repotkan Kami..!

Beli BBM Subsidi Wajib Perlihatkan STNK? Warga Protes: Jangan Repotkan Kami..!

Sulsel | Selasa, 01 September 2026 | 16:55 WIB

"When Ya?" Bukan Cuma Komentar Iseng, tapi Jeritan Hati Gen Z?

"When Ya?" Bukan Cuma Komentar Iseng, tapi Jeritan Hati Gen Z?

Your Say | Selasa, 01 September 2026 | 16:55 WIB

Bajak Laut Akui Terima Titipan USD 406 Ribu dari Ketum Kesthuri untuk Gus Alex

Bajak Laut Akui Terima Titipan USD 406 Ribu dari Ketum Kesthuri untuk Gus Alex

News | Selasa, 01 September 2026 | 16:52 WIB

Kronologi Duel Maut di Sungai Lilin, Pemuda Tewas oleh Egrek Miliknya Sendiri

Kronologi Duel Maut di Sungai Lilin, Pemuda Tewas oleh Egrek Miliknya Sendiri

Sumsel | Selasa, 01 September 2026 | 16:47 WIB

Oppo Find X10 Bikin Flagship Biasa Jadi Ekstrem, Bawa Baterai 8.000 mAh dan 2 Kamera 200MP

Oppo Find X10 Bikin Flagship Biasa Jadi Ekstrem, Bawa Baterai 8.000 mAh dan 2 Kamera 200MP

Tekno | Selasa, 01 September 2026 | 16:47 WIB

IHSG Nyaris ke Level 6.600, BUMI Hingga Cuan Meroket

IHSG Nyaris ke Level 6.600, BUMI Hingga Cuan Meroket

Bisnis | Selasa, 01 September 2026 | 16:47 WIB

×