PKS Tolak Kebijakan Impor Garam

Adhitya Himawan

Kamis, 03 Maret 2016 | 12:47 WIB
PKS Tolak Kebijakan Impor Garam
Panen garam di Desa Santing, Kecamatan Losarang, Indramayu, Jawa Barat, Senin (22/6). (Antara)

Suara.com - Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Rofi Munawar menyatakan partainya berkomitmen untuk mendukung tidak ada impor garam untuk memberdayakan industri garam dalam negeri.

"Fraksi PKS tetap berkomitmen agar tidak dibukanya keran bagi impor garam," kata Rofi Munawar dalam siaran pers di Jakarta, Kamis (3/3/2016).

Menurut Rofi, dari awal PKS menekankan agar tidak ada impor garam, serta harus ada subsidi dan proteksi berupa asuransi bagi para nelayan.

Rofi yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Fraksi PKS Bidang Industri dan Pembangunan itu juga menyoroti pemerintah yang menilai menyiasati impor garam dengan alasan untuk keperluan industri.

Hal itu, ujar dia, sama saja dengan secara tidak langsung menandakan bahwa garam lokal tidak layak untuk menjadi garam industri.

"Kenapa pemerintah tidak meningkatkan kualitas dalam negeri atau lokal menjadi garam industri," ucapnya.

Bila pemerintah dapat benar-benar meningkatkan kualitas garam domestik, lanjutnya, maka hal tersebut akan mampu menekan impor garam serta memperbaiki taraf hidup petani garam.

Selain itu, ujar dia, Fraksi PKS juga berkomitmen untuk menolak Peraturan Menteri Perdagangan No 125/2015 tentang Ketentuan Impor Garam.

Menurut Rofi, Permendag tersebut memiliki banyak kelemahan termasuk tidak ada ketentuan kapan dibolehkannya pemerintah melakukan impor garam, meski garam lokal berada dalam kondisi panen.

"Ini jelas akan merugikan para petambak dan memang tidak ada jaminan meski yang diimpor garam industri tidak akan masuk ke pasar tradisional," katanya.

Rofi mengemukakan bila impor garam terus menerus dilakukan maka akan sulit bagi petani garam dalam negeri untuk mencapai swasembada garam yang dicanangkan sampai tahun 2017.

Berdasarkan data Aliansi Asosiasi Petani Garam Rakyat Indonesia (AAPGRI) produksi garam rakyat tahun 2015 mencapai 1,8 juta ton, sedangkan kebutuhan konsumsi rumah tangga mencapai 800.000 ton dan sisanya bisa diserap oleh industri aneka pangan.

Namun, nyatanya sepanjang tahun lalu, impor garam industri mencapai 2,1 juta ton. Jika kebutuhan garam industri CAP sekitar 1,7 juta ton, maka hampir dipastikan sisa impor garam itu adalah milik industri aneka pangan.

AAPGRI mengungkapkan sejatinya garam yang digunakan industri aneka pangan adalah garam konsumsi yang selama ini diproduksi petani garam. Namun, adanya ruang impor dalam aturan impor garam membuat industri lebih memilih garam impor.

Apalagi, dalam Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 125 Tahun 2015 tentang Ketentuan Impor Garam, industri aneka pangan masuk dalam industri yang bisa impor garam dan hal ini ditolak petani garam. Pasalnya, industri aneka pangan hanya menggunakan garam dengan Natrium Chlorida (NaCl) maksimal 97% dan kualitas garam petani yang rata-rata 94,7% sejatinya sudah masuk kriteria. Sedangkan, industri chlor alkali plant (CAP) atau kimia dasar yang menggunakan garam dengan NaCl 99% memang masih harus impor karena petani belum bisa memproduksinya.

Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi) menyatakan, selama ini, industri bukan berniat tidak mau menyerap garam rakyat. Tapi, fakta di lapangan menunjukkan, garam rakyat memang tidak memenuhi ketentuan industri, seperti kadar air dalam garam petani yang sekitar 4% atau lebih tinggi dari syarat industri sebesar 0,5%. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Penyadapan Presiden Bentuk Abuse of Power, Sekjen PKS: Usut Siapa yang Memberi Perintah!

Penyadapan Presiden Bentuk Abuse of Power, Sekjen PKS: Usut Siapa yang Memberi Perintah!

News | Rabu, 04 November 2026 | 11:32 WIB

Soroti Rekam Jejak Terkait Israel, PKS Desak Pramono Tinjau Ulang Konser Andrea Bocelli di Jakarta

Soroti Rekam Jejak Terkait Israel, PKS Desak Pramono Tinjau Ulang Konser Andrea Bocelli di Jakarta

News | Minggu, 01 November 2026 | 15:03 WIB

MA Batalkan Penyetaraan Pendidikan Gibran, PKS Desak DPR Ambil Sikap Konstitusional

MA Batalkan Penyetaraan Pendidikan Gibran, PKS Desak DPR Ambil Sikap Konstitusional

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 11:33 WIB

DPRD Desak DKI Kebut Mitigasi Banjir Sebelum Hujan

DPRD Desak DKI Kebut Mitigasi Banjir Sebelum Hujan

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 14:33 WIB

Bahas Opsi Pemakzulan Gibran, Denny Indrayana Jalin Komunikasi Dengan Petinggi PDIP

Bahas Opsi Pemakzulan Gibran, Denny Indrayana Jalin Komunikasi Dengan Petinggi PDIP

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:25 WIB

Tak Mau Kabinet Prabowo Terganggu, PKS Desak Kejelasan Isu Ijazah Gibran

Tak Mau Kabinet Prabowo Terganggu, PKS Desak Kejelasan Isu Ijazah Gibran

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 17:32 WIB

Hasto Akui Sudah Bertemu PKS Bahas Ijazah Gibran, Singgung Pemimpin Hasil Intervensi Orang Tua

Hasto Akui Sudah Bertemu PKS Bahas Ijazah Gibran, Singgung Pemimpin Hasil Intervensi Orang Tua

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 19:12 WIB

Sahroni Sebut NasDem Fokus Bekerja Dukung Pemerintah, Belum Ada Perintah Soal Ijazah Gibran

Sahroni Sebut NasDem Fokus Bekerja Dukung Pemerintah, Belum Ada Perintah Soal Ijazah Gibran

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 15:23 WIB

PAN Belum Bahas Pemakzulan Gibran, PKS Mulai Jajaki Sikap Fraksi Lain di DPR

PAN Belum Bahas Pemakzulan Gibran, PKS Mulai Jajaki Sikap Fraksi Lain di DPR

News | Minggu, 25 Oktober 2026 | 10:49 WIB

Dua Tahun Pemerintahan Prabowo, PKS Beri Catatan Kritis dari Pangan hingga Kesejahteraan Guru

Dua Tahun Pemerintahan Prabowo, PKS Beri Catatan Kritis dari Pangan hingga Kesejahteraan Guru

News | Kamis, 22 Oktober 2026 | 18:11 WIB

Terkini

Polda Jatim Tahan Tersangka Arisan MeAow, 6 Korban Rugi Rp 4,07 Miliar

Polda Jatim Tahan Tersangka Arisan MeAow, 6 Korban Rugi Rp 4,07 Miliar

News | Kamis, 05 November 2026 | 23:14 WIB

Cristiano Ronaldo Pensiun dengan Harta Rp22 Triliun, Tiap Tahun Kantongi Rp1 T

Cristiano Ronaldo Pensiun dengan Harta Rp22 Triliun, Tiap Tahun Kantongi Rp1 T

Bisnis | Kamis, 05 November 2026 | 22:44 WIB

Dokumen Kependudukan Warga Tangerang Jadi Bungkus Gorengan

Dokumen Kependudukan Warga Tangerang Jadi Bungkus Gorengan

Banten | Kamis, 05 November 2026 | 22:38 WIB

Pengangguran di Jabar Turun Jadi 6,67 Persen, Kabupaten Bekasi Tertinggi

Pengangguran di Jabar Turun Jadi 6,67 Persen, Kabupaten Bekasi Tertinggi

Jabar | Kamis, 05 November 2026 | 22:34 WIB

Piala Asia 2027 Diundur, Erick Thohir Sebut Timnas Indonesia Justru Diuntungkan

Piala Asia 2027 Diundur, Erick Thohir Sebut Timnas Indonesia Justru Diuntungkan

Bola | Kamis, 05 November 2026 | 22:25 WIB

Solusi Pakan Sapi di Papua Barat, Pelepah Sawit Diolah Jadi Silase Tahan Lama

Solusi Pakan Sapi di Papua Barat, Pelepah Sawit Diolah Jadi Silase Tahan Lama

News | Kamis, 05 November 2026 | 22:20 WIB

Membaca Peluang AHY Gantikan Gibran Jadi Wapres, Seberapa Terbuka Jalannya?

Membaca Peluang AHY Gantikan Gibran Jadi Wapres, Seberapa Terbuka Jalannya?

News | Kamis, 05 November 2026 | 22:10 WIB

Belajar tetapi Dianggap Putus Sekolah, KPAI Soroti Nasib Anak Disabilitas di LKSA

Belajar tetapi Dianggap Putus Sekolah, KPAI Soroti Nasib Anak Disabilitas di LKSA

News | Kamis, 05 November 2026 | 22:02 WIB

Masuk Ancol Gratis Sampai 12 November, Simak Ketentuannya

Masuk Ancol Gratis Sampai 12 November, Simak Ketentuannya

News | Kamis, 05 November 2026 | 21:55 WIB

Soal Pajak, Hashim Pernah Bersengketa dengan Otoritas Jenewa

Soal Pajak, Hashim Pernah Bersengketa dengan Otoritas Jenewa

Bisnis | Kamis, 05 November 2026 | 21:52 WIB

×