Bank Sentral Selandia Baru Pangkas Suku Bunga Acuan 25 Basis Poin

Adhitya Himawan

Kamis, 10 Maret 2016 | 08:36 WIB
Bank Sentral Selandia Baru Pangkas Suku Bunga Acuan 25 Basis Poin
Bank Sentral Selandia Baru. [Shutterstock]

Suara.com -  Bank sentral Selandia Baru, Kamis (10/3/2016), memangkas tingkat suku bunga acuan, official cash rate (OCR), sebesar 25 basis poin ke tingkat terendah dalam sejarah, yakni 2,25 persen. Kebijakan ini mengutip risiko inflasi yang bertahan rendah.

Inflasi umum (headline inflation) -- saat ini di 0,1 persen -- tetap rendah, sebagian besar karena berlanjutnya penurunan harga-harga untuk bahan bakar dan impor-impor lainnya. Demikian penjelasan dari Gubernur Reserve Bank of New Zealand (RBNZ) Graeme Wheeler mengatakan dalam sebuah pernyataan.

Inflasi inti tahunan, yang mengecualikan pengaruh-pengaruh pergerakan harga bersifat sementara, lebih tinggi, sebesar 1,6 persen.

"Sementara ekspektasi inflasi jangka panjang juga berlabuh di dua persen, telah terjadi penurunan yang material berbagai ukuran ekspektasi inflasi," kata Wheeler.

"Ini adalah sebuah kekhawatiran karena meningkatkan risiko bahwa penurunan harapan menjadi terpenuhi dengan sendirinya dan mengurangi hasil inflasi ke depan." Inflasi diperkirakan bergerak lebih tinggi selama 2016, tetapi memakan waktu lebih lama untuk mencapai kisaran target RBNZ satu persen hingga tiga persen.

Wheeler meninggalkan pintu terbuka kemungkinan pemotongan OCR lebih lanjut, mengatakan mereka mungkin diperlukan untuk memastikan bahwa inflasi rata-rata mendatang menetap dekat tengah dari kisaran target.

Dia juga mengatakan prospek pertumbuhan global telah memburuk karena pertumbuhan lebih lemah di Tiongkok dan negara-negara berkembang lainnya, serta pelambatan pertumbuhan di Eropa, sementara volatilitas pasar keuangan telah meningkat dan harga komoditas tetap rendah.

"Di dalam negeri, sektor susu menghadapi tantangan sulit, tetapi pertumbuhan domestik diperkirakan akan didukung oleh migrasi ke dalam yang kuat, pariwisata, kegiatan konstruksi pipa dan kebijakan moneter yang akomodatif," kata Wheeler.

"Nilai tukar tertimbang diperdagangkan lebih dari empat persen lebih tinggi dari yang diproyeksikan pada Desember, dan penurunan akan sesuai mengingat pelemahan dalam harga ekspor." Dia juga mengatakan bahwa inflasi harga rumah di kota terbesar Auckland -- yang sebelumnya RBNZ peringatkan adalah berisiko terhadap stabilitas keuangan negara -- telah dimoderasi dalam beberapa bulan terakhir, namun harga rumah tetap pada tingkat tinggi dan pasokan perumahan tambahan masih dibutuhkan.

Tekanan pasar perumahan juga telah bertambah di beberapa daerah lain. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

BI Kembali Pertahankan Suku Bunga Acuan di 5,75 Persen

BI Kembali Pertahankan Suku Bunga Acuan di 5,75 Persen

Bisnis | Rabu, 19 Agustus 2026 | 15:37 WIB

Selandia Baru Pangkas Perokok Lebih Cepat, Vape Jadi Sorotan

Selandia Baru Pangkas Perokok Lebih Cepat, Vape Jadi Sorotan

Bisnis | Senin, 10 Agustus 2026 | 07:33 WIB

The Fed Tahan Suku Bunga, Investor Mendadak Malah Panik dan Bingung!

The Fed Tahan Suku Bunga, Investor Mendadak Malah Panik dan Bingung!

Bisnis | Kamis, 30 Juli 2026 | 07:13 WIB

WNA Selandia Baru Tersangka Eksploitasi Seksual di NTB Dialihkan Jadi Tahanan Rumah, Ini Alasannya

WNA Selandia Baru Tersangka Eksploitasi Seksual di NTB Dialihkan Jadi Tahanan Rumah, Ini Alasannya

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 19:40 WIB

BI Batal Naikan Suku Bunga Acuan, Rupiah Melemah Lagi

BI Batal Naikan Suku Bunga Acuan, Rupiah Melemah Lagi

Bisnis | Rabu, 22 Juli 2026 | 17:01 WIB

Jangan Anggap Sepele BI Rate, Dampaknya bagi Masyarakat yang Punya Utang Bank

Jangan Anggap Sepele BI Rate, Dampaknya bagi Masyarakat yang Punya Utang Bank

Bisnis | Rabu, 22 Juli 2026 | 16:11 WIB

BI Pertahankan Suku Bunga Acuan di 5,75 Persen

BI Pertahankan Suku Bunga Acuan di 5,75 Persen

Bisnis | Rabu, 22 Juli 2026 | 15:05 WIB

Cicilan KPR Semakin Berat Jika BI Naikkan Suku Bunga Acuan Hari Ini

Cicilan KPR Semakin Berat Jika BI Naikkan Suku Bunga Acuan Hari Ini

Bisnis | Rabu, 22 Juli 2026 | 14:20 WIB

Petualangan Rasa di Selandia Baru Dimulai, Ini Daftar Lengkap Restoran Berbintang Michelin 2026

Petualangan Rasa di Selandia Baru Dimulai, Ini Daftar Lengkap Restoran Berbintang Michelin 2026

Lifestyle | Jum'at, 03 Juli 2026 | 11:48 WIB

Trump Mau Pecat Gubernur The Fed, Malah Kena 'Tampar' Mahkamah Agung!

Trump Mau Pecat Gubernur The Fed, Malah Kena 'Tampar' Mahkamah Agung!

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 22:04 WIB

Terkini

Target Lifting Minyak 2026 Meleset, Pemerintah Naikkan Target RAPBN 2027 Jadi 612.500 barel per hari

Target Lifting Minyak 2026 Meleset, Pemerintah Naikkan Target RAPBN 2027 Jadi 612.500 barel per hari

Bisnis | Selasa, 01 September 2026 | 07:05 WIB

Cak Imin Titip Pesan ke Gus Kikin: Belajar dari Dinamika PBNU Lima Tahun Terakhir

Cak Imin Titip Pesan ke Gus Kikin: Belajar dari Dinamika PBNU Lima Tahun Terakhir

News | Selasa, 01 September 2026 | 07:00 WIB

Ramalan Shio Hari Ini 1 September 2026 Lengkap, Siapa yang Beruntung Karier dan Keuangan?

Ramalan Shio Hari Ini 1 September 2026 Lengkap, Siapa yang Beruntung Karier dan Keuangan?

Lifestyle | Selasa, 01 September 2026 | 06:57 WIB

Target Lifting Minyak 2026 Meleset, Pemerintah Naikkan Target RAPBN 2027 Jadi 612.500 barel per hari

Target Lifting Minyak 2026 Meleset, Pemerintah Naikkan Target RAPBN 2027 Jadi 612.500 barel per hari

Bisnis | Selasa, 01 September 2026 | 06:57 WIB

Arti Weton Tinari dalam Pernikahan, Benarkah Pertanda Rezeki Lancar?

Arti Weton Tinari dalam Pernikahan, Benarkah Pertanda Rezeki Lancar?

Lifestyle | Selasa, 01 September 2026 | 06:45 WIB

KPK Ungkap Dugaan Korupsi Penerimaan Mahasiswa Baru Tak Hanya Terjadi di Unsoed

KPK Ungkap Dugaan Korupsi Penerimaan Mahasiswa Baru Tak Hanya Terjadi di Unsoed

News | Selasa, 01 September 2026 | 06:33 WIB

Rumah Layak Huni Dibangun di Bogor untuk Keluarga Berpenghasilan Rendah

Rumah Layak Huni Dibangun di Bogor untuk Keluarga Berpenghasilan Rendah

News | Selasa, 01 September 2026 | 06:21 WIB

Punya Rencana Keuangan Bikin Percaya Diri Melonjak Jadi 86 Persen

Punya Rencana Keuangan Bikin Percaya Diri Melonjak Jadi 86 Persen

Bisnis | Selasa, 01 September 2026 | 06:11 WIB

Aturan Devisa Ekspor Resmi Dilonggarkan, Pengusaha Tambang Dapat Angin Segar!

Aturan Devisa Ekspor Resmi Dilonggarkan, Pengusaha Tambang Dapat Angin Segar!

Bisnis | Selasa, 01 September 2026 | 06:06 WIB

Tunggakan Rp14,8 Miliar, 303 Pemain Belum Digaji: Ada Klub Raffi Ahmad Rans FC

Tunggakan Rp14,8 Miliar, 303 Pemain Belum Digaji: Ada Klub Raffi Ahmad Rans FC

Bola | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:37 WIB

×