Gara-gara Harga Rendah, Ekspor Kopi Belum Menjanjikan

Dythia Novianty | Suara.com

Minggu, 27 Maret 2016 | 12:54 WIB
Gara-gara Harga Rendah, Ekspor Kopi Belum Menjanjikan
Ilustrasi kopi (shutterstock)

Suara.com - Ekspor kopi Sumatera Utara hingga Maret 2016 tercatat masih tertahan dan dianggap belum menjanjikan. Hal ini disebabkan dari masih rendahnya harga jual di pasar internasional dan produksi pun masih ketat.

"Meski harga jual sudah bergerak naik di pasar internasional, belum sepadan dengan harga lokal. Akibatnya, ekspor masih sedikit atau tertahan," kata Ketua Asosiasi Eksportir Kopi Indonesia (AEKI) Sumut, Andryanus Simarmata di Medan, Minggu (27/3/2016).

Harga kopi di lokal sudah siap ekspor sekitar Rp60 ribu per kilogram, sementara harga jual ke luar negeri kalau dirupiahkan sebesar Rp63 ribu per kilogram.

"Jadi, ekspor belum sepadan atau menjanjikan, kecuali untuk memenuhi kontrak dagang, tidak ada eksportir yang melepas kopinya," katanya.

Andryanus menjelaskan, mahalnya harga di dalam negeri diakibatkan dari tanaman kopi belum memasuki masa panen. Sementara itu, belum terjadi kenaikan harga di luar negeri, juga sebagai dampak krisis global dan stok yang masih ada di tangan pabrikan atau pedagang internasional meski sudah mulai menipis.

Prediksi beredar, permintaan akan melonjak tajam karena kebutuhan pabrikan meningkat sejalan dengan menipisnya stok. Namun, pada saat bersamaan, masa panen kopi di Indonesia akan masuk.

"Jadi, sulit memprediksi apakah harga ekspor bisa naik lagi atau malah turun," kata Andryanus.

Melihat masih berfluktuasinya harga dan termasuk permintaan, menurut dia, yang paling penting adalah terus meningkatkan kualitas kopi di dalam negeri. "Dengan kualitas bagus, diharapkan kopi Indonesia tetap diunggulkan atau bisa bersaing dengan produk dari negara produsen lainnya," ungkap Andryanus.

Hingga kini, kopi Indonesia masih dijadikan pencampur utama kopi ternama di dunia karena dinilai memiliki rasa dan aroma yang khas. Namun, produsen kopi negara lain, termasuk Vietnam, sedang berupaya meningkatkan produksi dan kualitas kopinya.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut Wien Kusdiatmono mengatakan, bahwa ekspor kopi Sumut pada bulan Januari 2016 masih terbesar ke Amerika Serikat. Ada tren peningkatan permintaan kopi itu yang tergabung dengan kelompok barang ekspor lainnya, yakni teh dan rempah-rempah.

Ekspor kelompok barang itu ke AS pada bulan Januari 2016 naik 30,37% dari periode sama 2015 atau menjadi 27,291 juta dolar AS. Selain ke AS, ekspor golongan barang itu, antara lain Singapura, Jepang, Kanada, dan Inggris. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pengusaha Bosnia Pesan 9 Ton Kopi Buatan Indonesia

Pengusaha Bosnia Pesan 9 Ton Kopi Buatan Indonesia

Bisnis | Senin, 13 Oktober 2014 | 11:48 WIB

Indonesia Kuasai 70 Persen Pasar Kopi Mesir

Indonesia Kuasai 70 Persen Pasar Kopi Mesir

Bisnis | Kamis, 25 September 2014 | 08:29 WIB

Target Ekspor Kopi ke Amerika Mencapai Rp16 Triliun

Target Ekspor Kopi ke Amerika Mencapai Rp16 Triliun

Bisnis | Kamis, 14 Agustus 2014 | 18:45 WIB

Terkini

Purbaya Pastikan Ada Efisiensi MBG, Negara Hemat Rp 40 Triliun per Tahun

Purbaya Pastikan Ada Efisiensi MBG, Negara Hemat Rp 40 Triliun per Tahun

Bisnis | Rabu, 25 Maret 2026 | 15:21 WIB

Siap-siap! Harga BBM di RI Bakal Melakukan Penyesuaian 1 April 2026

Siap-siap! Harga BBM di RI Bakal Melakukan Penyesuaian 1 April 2026

Bisnis | Rabu, 25 Maret 2026 | 15:15 WIB

Negara Tetangga RI Mulai Alami Krisis BBM

Negara Tetangga RI Mulai Alami Krisis BBM

Bisnis | Rabu, 25 Maret 2026 | 14:46 WIB

Danantara Tunjuk Teman Seangkatan Menko AHY di SMA Taruna Nusantara jadi Bos PT Pos

Danantara Tunjuk Teman Seangkatan Menko AHY di SMA Taruna Nusantara jadi Bos PT Pos

Bisnis | Rabu, 25 Maret 2026 | 14:16 WIB

Selat Hormuz Membara, Emiten BABY Buka-bukaan Nasib Bisnis Pakaian Anak

Selat Hormuz Membara, Emiten BABY Buka-bukaan Nasib Bisnis Pakaian Anak

Bisnis | Rabu, 25 Maret 2026 | 13:59 WIB

Usai Lebaran, Para Bos Anak Usaha Astra Kompak Mundur

Usai Lebaran, Para Bos Anak Usaha Astra Kompak Mundur

Bisnis | Rabu, 25 Maret 2026 | 13:31 WIB

Incar Dana Global, Merdeka Gold Resources (EMAS) Mau Listing di Bursa Hong Kong

Incar Dana Global, Merdeka Gold Resources (EMAS) Mau Listing di Bursa Hong Kong

Bisnis | Rabu, 25 Maret 2026 | 13:22 WIB

Bos BlackRock Wanti-wanti Harga Minyak US$ 150, Dunia Diambang Resesi Hebat?

Bos BlackRock Wanti-wanti Harga Minyak US$ 150, Dunia Diambang Resesi Hebat?

Bisnis | Rabu, 25 Maret 2026 | 13:18 WIB

PT KAI: Arus Balik Belum Capai Puncaknya

PT KAI: Arus Balik Belum Capai Puncaknya

Bisnis | Rabu, 25 Maret 2026 | 13:17 WIB

Tiket KA Lebaran Nyaris Ludes, Penjualan Tembus 96,5 Persen Saat Arus Balik Menguat

Tiket KA Lebaran Nyaris Ludes, Penjualan Tembus 96,5 Persen Saat Arus Balik Menguat

Bisnis | Rabu, 25 Maret 2026 | 13:04 WIB