Pengamat: Penurunan Bunga Seluruh Sektor Sulit Tercapai

Arsito Hidayatullah

Rabu, 06 April 2016 | 00:31 WIB
Pengamat: Penurunan Bunga Seluruh Sektor Sulit Tercapai
Ilustrasi aktivitas perbankan. [Antara]

Suara.com - Analis Riset Mandiri Sekuritas Tjandra Lienandjaja menilai penurunan bunga kredit perbankan untuk seluruh sektor menjadi satu digit akan sulit tercapai tahun ini.

Menurut Tjandra, di Jakarta, Selasa, perbankan masih harus menanggung biaya operasional yang tinggi untuk beberapa sektor kredit, terutama kredit mikro dan konsumer.

Maka dari itu, lanjut dia, bunga kredit satu digit lebih realistis diterapkan untuk sektor korporasi pada tahun ini.

Untuk sektor korporasi, perbankan sudah dapat mengantisipasi biaya operasional dan biaya pencadangan untuk sektor tersebut, sehingga perbankan masih leluasa mendapat marjin.

"Untuk mikro masih sulit, biaya operasionalnya terlalu tinggi. Jadi tahun ini tidak akan semua sektor bisa satu digit," katanya.

Dari sisi permintaan kredit, Tjandra menilai akan ada kenaikan pada semester dua. Namun, dengan catatan, laju inflasi tahunan terus terjaga maksimal 4,5 persen dan likuiditas perbankan terus membaik.

"Jika inflasi 3-4 persen bisa dijaga mungkin aja satu digit, tapi butuh proses lama," ujarnya.

Kepala Ekonom Bank Mandiri Anton Gunawan menilai pemerintah harus cermat dan proprosional untuk mengupayakan penurunan suku bunga kredit ke satu digit.

Pemerintah dan Otoritas Jasa Keuangan juga harus melihat kemampuan bank untuk mengakomodir kebijakan pemerintah tersebut. Pasalnya menurut dia, banyak perbankan yang masih kesulitan untuk menurunkan bunga kredit karena terbebani mahalnya biaya operasional dan biaya risiko kredit bermasalah.

"Jangan 'diuyak-uyak' terus bank untuk turunkan bunga. Harus dilihat kemampuannya juga. JIka biaya pengeluarannya sudah ditekan, masih ada biaya dana, kredit bermasalah yang menjadi beban bank," katanya.

Seperti diketahui, pemerintah menginginkan bunga kredit perbankan dapat diturunkan menjadi satu digit pada tahun ini. Hal itu untuk mendorong daya saing ekonomi, dengan mempermudah akses pendanaan.

Saat ini, bunga kredit perbankan berkisar di 12 persen, lebih tinggi dibandingkan rata-rata bunga kredit di Asia Tenggara yang sudah bercokol di bawah 9 persen. [Antara]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

BI Prediksi Pertumbuhan Kredit Kuartal II 2016 Capai 12-14 Persen

BI Prediksi Pertumbuhan Kredit Kuartal II 2016 Capai 12-14 Persen

Bisnis | Jum'at, 01 April 2016 | 16:59 WIB

Ini Syarat Wajib Jika Ingin Bunga Kredit Perbankan Single Digit

Ini Syarat Wajib Jika Ingin Bunga Kredit Perbankan Single Digit

Bisnis | Jum'at, 01 April 2016 | 15:47 WIB

Jokowi Minta Indonesia Siap Hadapi Keterbukaan Perbankan 2018

Jokowi Minta Indonesia Siap Hadapi Keterbukaan Perbankan 2018

Bisnis | Rabu, 30 Maret 2016 | 12:56 WIB

Pertumbuhan Kredit Perbankan 2016 Diprediksi Mencapai 14 Persen

Pertumbuhan Kredit Perbankan 2016 Diprediksi Mencapai 14 Persen

Bisnis | Selasa, 29 Maret 2016 | 11:00 WIB

Terkini

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:04 WIB

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:59 WIB

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:35 WIB

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:30 WIB

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:00 WIB

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:47 WIB

×