Hindari 3 Kesalahan Saat Bernegosiasi Bisnis

Angelina Donna

Jum'at, 06 Mei 2016 | 11:41 WIB
Hindari 3 Kesalahan Saat Bernegosiasi Bisnis
Ilustrasi (shutterstock)

Banyak pengusaha, terutama yang baru, berpikir bahwa negosiasi adalah tentang uang. Padahal yang sebenarnya, uang itu memang termasuk bagian dari negosiasi bukan arti dari negosiasi. Dalam arti kata yang sederhana, negosiasi dapat diartikan sebagai usaha penjajakan antara kedua belah pihak.

Penjajakan ini bisa bermakna luas, mulai perjanjian, pengelolaan keuangan, biaya operasional, dan lainnya. Negosiasi yang tepat seharusnya bisa mengakomodir semua kebutuhan usaha.

Menjadi sebuah kewajaran jika uang memang terlibat dari bagian ini. Namun negosiasi bukan hanya sekedar uang, masih ada banyak pembahasan lain yang harus dilakukan. Negosiasi dimaksudkan untuk mencapai kesepakatan dalam hal apapun, termasuk strategi bisnis sekaligus pengelolaannya.

Negosiasi yang hanya memfokuskan uang sebagai bahasan justru akan mengakibatkan ketidakharmonisan bagi kedua belah pihak. Untuk mengantisipasi hal ini, dalam negosiasi juga harus dibahas tentang aturan dasar dalam pengambilan keputusan.

Suara.com - Banyak komponen yang harus dibahas ketika bernegosiasi. Dalam meminimalisir kemungkinan kesalahan saat bernegosiasi, banyak hal yang harus dipertimbangkan terlebih dahulu. Berikut ini adalah beberapa kesalahan umum yang banyak dilakukan pengusaha dalam hal negosiasi.

1. Anda Mengira Sudah Memberitahu Semua yang Mereka Perlukan

Dalam beberapa kesempatan, banyak pengusaha selalu berpikir demikian. Memang berpikir seperti ini tidak salah, namun juga tidak benar pula. Ketika melakukan proses negosiasi, pembahasan seharusnya mencakup semua aspek yang mereka perlukan. Hal ini dilakukan untuk menghindari kesalahpahaman yang akan terjadi pada kemudian hari. Kejadian seperti ini biasanya terjadi ketika menyangkut dalam hal yang sifatnya prinsipil.

Banyak slogan yang bertebaran yang berkata, dukungan pelanggan kami sediakan hingga 24 jam. Lalu yang menjadi pertanyaan, apakah dengan menyediakan layanan pelanggan selama 24 jam semua masalah yang mereka perlukan teratasi? Salah satu kiat yang bisa dilakukan untuk mengantisipasi hal ini adalah dengan menyediakan update newsletter. Atau kalau diperlukan bisa juga dengan menghubungi secara berkala untuk sekedar menanyakan tentang keperluan utama mereka. Cara lain adalah dengan membahas produk Anda secara detail dan biarkanlah mereka yang menentukan sikap apakah siap berbisnis dengan Anda atau tidak.

2. Anda Tidak Bisa menjelaskan Hubungan Biaya Dengan Visi

Hal seperti ini sangat rentan terjadi dalam dunia usaha, terutama ketika dalam mempresentasikan ide bisnis yang Anda miliki. Untuk menghindari ini terjadi, buatlah rencana pengeluaran biaya secara detail sehingga penjelasan yang Anda berikan akan sesuai dengan visi. Anggaran biaya yang diperlukan sebuah perusahaan untuk menjalankan bisnisnya seharusnya sejalan dengan visi perusahaan.

Visi ini kemudian akan diwujudkan ke dalam sebuah langkah konkret agar tujuan perusahaan tersebut tercapai.

Jika kemampuan Anda memang terbatas dalam melakukan hal ini, cobalah untuk meluruskan hal ini dan jelaskan secara sistematis. Jika penawaran produk yang Anda tawarkan memang spesial, maka presentasikan dengan cara berbeda, misalnya dalam bentuk pertukaran. Gunakanlah komunikasi yang sederhana namun efektif dalam menyampaikan maksud Anda. Biaya yang jelas secara tidak langsung juga akan menjelaskan tentang visi Anda dalam menyampaikan penawaran.

3. Anda Tidak Peka Terhadap Suatu Momen

Dalam menangkap peluang untuk melakukan negosiasi, kepekaan terhadap suatu momen tertentu dapat memberikan keuntungan lebih. Negosiasi bisnis bukan hanya membicarakan tentang bisnis saja. Pada saat tertentu, misalnya sedang makan siang dengan klien, cobalah untuk melihat lebih dalam tentang karakter klien Anda. Perhatikanlah jika ada momen-momen tertentu yang tidak biasa.

Setelah Anda cukup mengetahui tentang klien tersebut, gunakan pengetahuan yang Anda miliki untuk mencoba mengulik keterkaitan momen tersebut dengan visi yang Anda tawarkan.

Menyampaikan visi juga harus mempertimbangkan suatu momen. Ketika klien sedang berada dalam momen buruk, akan ada kemungkinan visi yang Anda tawarkan tidak akan mendapatkan respon yang positif.

Gunakanlah sifat yang santun dan rendah diri namun mencerminkan perusahaan Anda bekerja, niscaya klien akan menyadari betapa mereka memang membutuhkan Anda. Beberapa klien mungkin akan menyadari bahwa Anda dapat membantu dalam mewujudkan tujuan mereka. Oleh karena itu, berusahalah untuk menyadari setiap kemungkinan momen yang akan terjadi, karena hal ini sangat potensial dalam memuluskan langkah dalam negosiasi dengan klien.

Gunakan Keahlian Verbal

Negosiasi memang membutuhkan keahlian verbal yang bagus. Tapi jika Anda tidak memiliki keahlian ini, sebagai gantinya Anda dapat menyiapkan materi terlebih dahulu. Jikalau diperlukan, gunakanlah alat bantu seperti kertas untuk menulis poin-poin yang akan disampaikan dalam negosiasi. Jangan merasa canggung dengan hal ini. juga, sampaikanlah secara sistematis agar klien Anda dapat mengerti sepenuhnya tentang yang Anda maksud.

Baca juga artikel Cermati lainnya:

Mewaspadai Lintah Darat dan Cara Pelaporan Rentenir

Cara Cek Status E-KTP Online

10 Cara Benar Menggunakan Kartu Kredit

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Temukan Bisnis Terbaik dari Ide-Ide Cemerlang Ini

Temukan Bisnis Terbaik dari Ide-Ide Cemerlang Ini

Bisnis | Kamis, 05 Mei 2016 | 07:15 WIB

7 Cara Efektif Mengelola Gaji

7 Cara Efektif Mengelola Gaji

Bisnis | Rabu, 04 Mei 2016 | 07:45 WIB

Menabung Minimal 1 Juta Per Bulan? Bisa!

Menabung Minimal 1 Juta Per Bulan? Bisa!

Bisnis | Selasa, 03 Mei 2016 | 07:48 WIB

Pindah Rumah, Perhatikan 4 Hal Ini Saat Mengemas Barang

Pindah Rumah, Perhatikan 4 Hal Ini Saat Mengemas Barang

Bisnis | Senin, 02 Mei 2016 | 08:54 WIB

3 Cara Mudah Ajarkan Anak Tentang Arti Uang

3 Cara Mudah Ajarkan Anak Tentang Arti Uang

Lifestyle | Senin, 02 Mei 2016 | 07:22 WIB

Ingin Kontrol Keuangan dengan Baik? Ikuti Tips Ini

Ingin Kontrol Keuangan dengan Baik? Ikuti Tips Ini

Bisnis | Jum'at, 29 April 2016 | 10:49 WIB

6 Cara Aman Hindari Penipuan Belanja Online

6 Cara Aman Hindari Penipuan Belanja Online

Bisnis | Kamis, 28 April 2016 | 14:29 WIB

Terkini

7 Rekomendasi Jam Tangan Casio Wanita yang Murah dan Elegan

7 Rekomendasi Jam Tangan Casio Wanita yang Murah dan Elegan

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 14:20 WIB

Mental Juara! Perjalanan Marc Marquez Rebut Puncak Klasemen MotoGP 2026

Mental Juara! Perjalanan Marc Marquez Rebut Puncak Klasemen MotoGP 2026

Your Say | Senin, 14 September 2026 | 14:20 WIB

Jabar Jadi Sorotan! Kematian Ibu dan Anak Tinggi karena Standar Kebersihan RS Buruk

Jabar Jadi Sorotan! Kematian Ibu dan Anak Tinggi karena Standar Kebersihan RS Buruk

News | Senin, 14 September 2026 | 14:17 WIB

Media Internasional: Kecelakaan Laut Sering Terjadi karena Lemahnya Standar Keselamatan di Indonesia

Media Internasional: Kecelakaan Laut Sering Terjadi karena Lemahnya Standar Keselamatan di Indonesia

News | Senin, 14 September 2026 | 14:13 WIB

Purbaya Kritik Kondisi Ekonomi era Jokowi, Dianggap Lebih Lambat Ketimbang SBY

Purbaya Kritik Kondisi Ekonomi era Jokowi, Dianggap Lebih Lambat Ketimbang SBY

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 14:13 WIB

Penjualan Kendaraan Elektrifikasi Toyota Meningkat, Veloz Hybrid Tuai Respon Positif

Penjualan Kendaraan Elektrifikasi Toyota Meningkat, Veloz Hybrid Tuai Respon Positif

Otomotif | Senin, 14 September 2026 | 14:12 WIB

Cara Menghilangkan Kutu Beras dengan Aman dan Mudah, Begini Langkah yang Tepat

Cara Menghilangkan Kutu Beras dengan Aman dan Mudah, Begini Langkah yang Tepat

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 14:10 WIB

Kalah dari Persita, Fabio Lefundes: Java United FC Masih Berproses

Kalah dari Persita, Fabio Lefundes: Java United FC Masih Berproses

Jawa Tengah | Senin, 14 September 2026 | 14:10 WIB

Pertamina Bawa Semangat Grand Prix of Indonesia 2026 ke Masyarakat

Pertamina Bawa Semangat Grand Prix of Indonesia 2026 ke Masyarakat

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 14:08 WIB

Rp31,1 Triliun Disiapkan, PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu Mulai 2027

Rp31,1 Triliun Disiapkan, PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu Mulai 2027

News | Senin, 14 September 2026 | 14:08 WIB

×