Suara.com - PT. Pertamina (Persero) memprediksikan menjelang bulan Ramadan dan Lebaran, konsumsi bahan bakar minyak akan mengalami peningkatan dibandingkan kondisi normal. Itu sebabnya, Pertamina menetapkan masa siaga arus mudik dan arus balik pada H-15 hingga H+15 Idul Fitri.
General Manager Pertamina Marketing Operation Region (MOR) III Jumali menjelaskan pada saat arus mudik dan arus balik Lebaran, penggunaan BBM akan mengalami peningkatan konsumsi sekitar 12 persen sedangkan untuk elpiji akan mengalami kenaikan enam persen.
"Kami juga sudah melakukan pemetaan daerah mana saja yang konsumsinya paling tinggi, Jawa Tengah, Sumatera Barat, dan Lampung tertinggi. Jawa tengah ini merupakan tujuan mudik. Kalau Sumbar ini ada tradisi yang namanya pulang basamo. Ini ramai di Padang apa lagi di Bukittnggi sehingga konsumsi BBM juga tinggi," kata Jumali dalam konferensi pers di kantor pusat Pertamina, Jakarta Pusat, Jumat (3/6/2016).
Selain itu, konsumsi Pertamax diperkirakan naik 28 persen dari rata-rata harian normal 4.800 kilo liter menjadi 6.246 kilo liter, Pertalite naik 36 persen dari rata-rata harian normal 3.160 kilo liter menjadi 4.328 kilo liter Premium naik tiga persen dari rata-rata harian normal 17.600 kilo liter menjadi 18.157 kilo liter.
"Sedangkan untuk Konsumsi Avtur diperkirakan akan naik tujuh persen menjadi 6.443 Kilo liter per hari. Untuk konsumsi gas elpiji diperkirakan naik enam persen dari rata-rata harian 7.250 metrik ton menjadi 7.650 Metrik ton," katanya.
Untuk menjaga pasokan BBM saat menjelang lebaran dan hari H lebaran, Pertamina pun sudah telah mendirikan posko satgas untuk memantau tersedianya BBM dan gas elpiji dan kantong-kantong BBM yang diperkirakan akan menjadi wilayah arus mudik yakni, Sumatera Barat, Lampung dan Jawa Tengah.