Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...
USD/IDR 17.935

Ekonom Sebut Kawasan Industri Pupuk Papua Ciptakan Transformasi Ekonomi Indonesia Timur

Dicky Prastya

Kamis, 22 Januari 2026 | 10:51 WIB
Ekonom Sebut Kawasan Industri Pupuk Papua Ciptakan Transformasi Ekonomi Indonesia Timur
Ilustrasi Pupuk. (Unsplash.com)
baca 10 detik
  • Pembangunan KIP Fakfak dianggap strategis mendorong transformasi ekonomi berkeadilan di Papua melalui penguatan sektor hulu dan hilir.
  • Kawasan industri ini berpotensi menurunkan biaya distribusi logistik karena kedekatan geografis Fakfak dengan jalur maritim timur Indonesia.
  • Manfaat ekonomi berkelanjutan memerlukan prasyarat inklusif, seperti perlindungan hak adat dan prioritas penyerapan tenaga kerja lokal.

Suara.com - Ekonom menilai pembangunan Kawasan Industri Pupuk (KIP) Fakfak di Papua Barat adalah langkah strategis untuk mendorong transformasi ekonomi di Indonesia Timur, khususnya Papua.

Peneliti dan Pengajar di Sekolah Pascasarjana Pembangunan Berkelanjutan Universitas Indonesia (SPPB UI) Mohamad Dian Revindo menyatakan, kehadiran industri pupuk di kawasan ini tidak hanya berdampak pada satu sektor, tetapi berpotensi memicu efek domino melalui penguatan sektor hulu dan hilir serta perluasan aktivitas ekonomi lokal.

Menurutnya, pembangunan industri pupuk di Fakfak dapat sejalan dengan agenda pembangunan ekonomi yang lebih berkeadilan. Ia menyebut struktur ekonomi Papua selama ini masih menghadapi tantangan berupa ketergantungan pada sektor ekstraktif yang minim nilai tambah.

“Rencana pemerintah membangun industri pupuk di Fakfak, Papua, dapat dipandang sebagai langkah strategis dalam mendorong pembangunan ekonomi yang lebih berkeadilan, khususnya melalui penguatan backward linkage atau ke sektor hulu dan forward linkage atau ke hilir,” ujar Revindo, dikutip Kamis (22/1/2026).

Dari sisi hulu, industri pupuk memiliki potensi menyerap berbagai sumber daya lokal mulai dari pemanfaatan gas alam sebagai bahan baku pupuk, hingga keterlibatan sektor pendukung seperti jasa konstruksi, logistik, energi, dan tenaga kerja lokal.

Selain itu, posisi geografis Fakfak yang relatif dekat dengan jalur maritim di kawasan timur Indonesia memberikan keunggulan ekonomi tersendiri.

Kedekatan ini dianggapnya berpotensi menurunkan biaya distribusi pupuk dibandingkan jika seluruh pasokan harus dikirim dari wilayah barat Indonesia.

Revindo berpandangan efisiensi logistik tersebut menjadi faktor penting dalam meningkatkan daya saing industri pupuk sekaligus menekan biaya di tingkat pengguna akhir.

Pembangunan industri pengolahan berbasis sumber daya lokal, lanjut Revindo, juga krusial untuk memperluas basis ekonomi daerah dan mengurangi ketergantungan Papua pada eksploitasi sumber daya alam primer.

baca juga

Namun yang terpenting adalah bagaimana ada manfaat nyata dari berkembangnya Kawasan Industri Pupuk Fakfak yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat lokal.

Ia mengatakan, keberadaan kawasan industri seharusnya tidak hanya menyerap tenaga kerja di dalam kawasan, tetapi juga mendorong tumbuhnya berbagai usaha pendukung di luar kawasan.

Rantai aktivitas ekonomi tersebut berpotensi memperluas sumber pendapatan masyarakat serta meningkatkan perputaran ekonomi di tingkat lokal.

“Pengalaman di Indonesia menunjukkan bahwa kawasan industri dapat menjadi pengungkit ekonomi daerah apabila terintegrasi dengan ekonomi lokal,” kata Revindo.

Sementara di sisi hilir, ia mengungkapkan kehadiran industri pupuk di Fakfak berpotensi memperkuat basis produksi berbagai komoditas pertanian dan perkebunan di Papua serta kawasan timur Indonesia.

Hal ini juga dapat menciptakan efek pengganda bagi sektor-sektor lain seperti transportasi, perdagangan, dan jasa penunjang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Warga Wamena Ngeluh Harga BBM Tembus Rp25 Ribu, Respons 'Datar' Wapres Gibran Jadi Sorotan Tajam

Warga Wamena Ngeluh Harga BBM Tembus Rp25 Ribu, Respons 'Datar' Wapres Gibran Jadi Sorotan Tajam

News | Rabu, 21 Januari 2026 | 13:24 WIB

Menperin Janji RUU Kawasan Industri Bisa Disahkan Dalam Waktu Dekat

Menperin Janji RUU Kawasan Industri Bisa Disahkan Dalam Waktu Dekat

Bisnis | Rabu, 21 Januari 2026 | 10:16 WIB

Purbaya Serang Balik Ekonom usai Kritik Keponakan Prabowo Masuk BI: Dia Iri

Purbaya Serang Balik Ekonom usai Kritik Keponakan Prabowo Masuk BI: Dia Iri

Bisnis | Selasa, 20 Januari 2026 | 16:44 WIB

Petrokimia Gresik Bangun Tangki Asam Sulfat 40.000 Ton

Petrokimia Gresik Bangun Tangki Asam Sulfat 40.000 Ton

Bisnis | Selasa, 20 Januari 2026 | 10:46 WIB

Ekonom Nilai Konsumsi Masyarakat Masih Solid di 2025, Begini Datanya

Ekonom Nilai Konsumsi Masyarakat Masih Solid di 2025, Begini Datanya

Bisnis | Kamis, 15 Januari 2026 | 20:03 WIB

OPM Tembaki Pesawat Hercules, Wapres Gibran Batal ke Yahukimo dan Balik ke Jakarta

OPM Tembaki Pesawat Hercules, Wapres Gibran Batal ke Yahukimo dan Balik ke Jakarta

News | Kamis, 15 Januari 2026 | 18:38 WIB

Terkini

Houthi Hujani Arab Saudi dengan Rudal, Kilang Minyak Aramco Terbakar Hebat

Houthi Hujani Arab Saudi dengan Rudal, Kilang Minyak Aramco Terbakar Hebat

News | Minggu, 26 Juli 2026 | 06:00 WIB

Jangan Anggap Sepele Nyeri Pinggang Mendadak, Bisa Jadi Tanda Batu Saluran Kemih

Jangan Anggap Sepele Nyeri Pinggang Mendadak, Bisa Jadi Tanda Batu Saluran Kemih

Health | Sabtu, 25 Juli 2026 | 23:54 WIB

Motul Perluas Jangkauan di Jawa Barat,  Dorong Pertumbuhan Ekosistem Otomotif Nasional

Motul Perluas Jangkauan di Jawa Barat, Dorong Pertumbuhan Ekosistem Otomotif Nasional

Otomotif | Sabtu, 25 Juli 2026 | 23:50 WIB

Igor Tolic Beberkan Faktor X yang Bikin Persib Hajar Arema di Piala Presiden 2026

Igor Tolic Beberkan Faktor X yang Bikin Persib Hajar Arema di Piala Presiden 2026

Bola | Sabtu, 25 Juli 2026 | 23:42 WIB

Naik Kereta untuk Liburan? Jangan Lupa Siapkan Antisipasi Jika Jadwal Berubah

Naik Kereta untuk Liburan? Jangan Lupa Siapkan Antisipasi Jika Jadwal Berubah

Lifestyle | Sabtu, 25 Juli 2026 | 23:34 WIB

Febrie Adriansyah Ditahan di Rutan KPK, Koalisi Sipil Desak Pengusutan Tuntas Tanpa Intervensi

Febrie Adriansyah Ditahan di Rutan KPK, Koalisi Sipil Desak Pengusutan Tuntas Tanpa Intervensi

News | Sabtu, 25 Juli 2026 | 23:31 WIB

MAXI Yamaha Day Jabar 2026 Pikat Komunitas dengan Budaya dan Alam Kuningan

MAXI Yamaha Day Jabar 2026 Pikat Komunitas dengan Budaya dan Alam Kuningan

Otomotif | Sabtu, 25 Juli 2026 | 23:07 WIB

Gap antara Kampus dan Industri Masih Lebar, Mahasiswa Bisa Rugi Kalau Tak Bersiap

Gap antara Kampus dan Industri Masih Lebar, Mahasiswa Bisa Rugi Kalau Tak Bersiap

Lifestyle | Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:38 WIB

Hanya Gara-gara Colokan Kabel, Bisnis MUA di Tuban Kebakaran Rugi Rp400 Juta

Hanya Gara-gara Colokan Kabel, Bisnis MUA di Tuban Kebakaran Rugi Rp400 Juta

Jatim | Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:30 WIB

Tangis Ayah untuk NH, Dugaan Perundungan yang Berulang, Bocah Kelas 3 SD Meninggal

Tangis Ayah untuk NH, Dugaan Perundungan yang Berulang, Bocah Kelas 3 SD Meninggal

Sumbar | Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:24 WIB

×