Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 7.092,467
LQ45 682,759
Srikehati 330,936
JII 470,691
USD/IDR 17.400

Negosiasi Formal Kemitraan Ekonomi Indonesia-Eropa Segera Dimulai

Adhitya Himawan | Suara.com

Sabtu, 09 Juli 2016 | 14:18 WIB
Negosiasi Formal Kemitraan Ekonomi Indonesia-Eropa Segera Dimulai
Mendag Thomas Lembong inspeksi harga pangan di Pasar Induk Kramatjati, Jakarta Timur, Jumat (10/6/2016). [Suara.com/Dian Kusumo Hapsari]

Menteri Perdagangan Thomas Trikasih Lembong mengatakan Indonesia dan Uni Eropa segera memasuki tahap perundingan/negosiasi formal realisasi Perjanjian Menyeluruh Kemitraan Ekonomi (CEPA) antara kedua pihak.

Dalam rangkaian pertemuan Menteri Perdagangan negara G20 di Shanghai, Cina, Sabtu (9/7/2016), Mendag Lembong mengatakan, optimistis perundingan Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU CEPA) segera memasuki tahap negosiasi formal, meski mengalami keterlambatan dengan adanya Brexit.

Pembahasan terkait tindak lanjut implementasi IEU CEPA, menjadi bahasan dalam pertemuan bilateral Menteri Lembong dengan pihak Uni Eropa, di sela-sela pertemuan menteri perdagangan G20.

Sebelumnya, bersama Menteri Perindustrian Saleh Husin, pihaknya telah melakukan pertemuan dengan pihak Komisi Eropa guna membahas jangkauan kerja sama (scoping paper) IEU CEPA.

"Scooping paper, kini sudah selesai dan Kami siap untuk masuk pada tahap negosiasi formal. Ini membuktikan komitmen yang tinggi dari kedua pihak untuk segera menyelesaikan dan mengimplemantasikan CEPA, meski kemarin sempat mengalami perlambatan karena peristiwa Brexit," ungkap Mendag Lembong.

Ia menyatakan peran Indonesia dalam rantai pasok global dan regional masih perlu ditingkatkan seiring dengan makin meningkatnya persaingan antarnegara.

Persaingan antarnegara tersebut dapat dilihat dari berkembangnya kerja sama di bidang perdagangan, seperti Free Trade Agreement (FTA) dan Economic Partnership Agreement atau Comprehensive Economic Partnership Agreement (EPA/CEPA) antara berbagai negara dan kawasan.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) pada lima tahun terakhir (2011-2015) menunjukkan total nilai perdagangan Indonesia-Uni Eropa turun sekitar 5,4 persen per tahun.

Hal itu berdampak pada penurunan surplus neraca perdagangan bagi Indonesia sebesar 14,5 persen per tahun pada periode waktu yang sama. Sementara itu, pada 2015, nilai surplus neraca perdagangan Indonesia dengan Uni Eropa hanya mencapai 3,5 miliar dolar AS atau turun 16,7 persen dibandingkan nilai tahun sebelumnya yang mencapai 4,2 miliar dolar AS.

Apalagi ekspor Indonesia ke Uni Eropa masih didominasi produk primer pertanian, seperti minyak kelapa sawit, karet alam, dan kopra. Sebaliknya, produk impor Indonesia dari Uni Eropa didominasi produk-produk industri, seperti permesinan, peralatan telekomunikasi, suku cadang pesawat terbang, dan obat-obatan.

Dari sisi penanaman modal asing, nilai realisasi investasi Uni Eropa di Indonesia juga cenderung menurun. Pada 2014, nilai investasi Uni Eropa di Indonesia mencapai 3,8 miliar dolar AS dan turun menjadi 2,3 miliar dolar AS pada 2015. Investasi Uni Eropa hanya menempati peringkat keempat terbesar bagi Indonesia. IEU CEPA juga diharapkan dapat mengedepankan prinsip saling menghormati, saling percaya, dan saling menguntungkan.

"IEU CEPA akan menjadi pendorong bagi peningkatan daya saing produk Indonesia di pasar Uni Eropa serta meningkatkan peran Indonesia dalam global value chain," ujar Mendag Lembong. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Genjot Ekspor Produk Indonesia, Grup Alibaba Luncurkan Inamall

Genjot Ekspor Produk Indonesia, Grup Alibaba Luncurkan Inamall

Tekno | Sabtu, 09 Juli 2016 | 08:29 WIB

Ribuan Warga Inggris di London Demo Tolak Brexit

Ribuan Warga Inggris di London Demo Tolak Brexit

News | Sabtu, 02 Juli 2016 | 20:57 WIB

Mendag Jamin Pasokan Pangan Selama Idul Fitri Aman

Mendag Jamin Pasokan Pangan Selama Idul Fitri Aman

Bisnis | Jum'at, 01 Juli 2016 | 14:23 WIB

Idul Fitri Makin Dekat, Harga Daging Sapi Tetap Tinggi

Idul Fitri Makin Dekat, Harga Daging Sapi Tetap Tinggi

Bisnis | Jum'at, 01 Juli 2016 | 13:48 WIB

Sentimen Negatif Brexit Masih Menerpa Bursa Saham AS dan Eropa

Sentimen Negatif Brexit Masih Menerpa Bursa Saham AS dan Eropa

Bisnis | Selasa, 28 Juni 2016 | 10:32 WIB

30 Bank Sentral Dunia Siap Jaga Stabilitas Keuangan Pascabrexit

30 Bank Sentral Dunia Siap Jaga Stabilitas Keuangan Pascabrexit

Bisnis | Senin, 27 Juni 2016 | 15:29 WIB

Brexit Diprediksi Bikin IHSG Alami Tekanan Jangka Pendek

Brexit Diprediksi Bikin IHSG Alami Tekanan Jangka Pendek

Bisnis | Senin, 27 Juni 2016 | 10:27 WIB

HIPMI Khawatir Brexit Bisa Picu Proteksionisme

HIPMI Khawatir Brexit Bisa Picu Proteksionisme

Bisnis | Minggu, 26 Juni 2016 | 17:01 WIB

BI Optimis Dampak Brexit Pada Pasar Keuangan Indonesia Terbatas

BI Optimis Dampak Brexit Pada Pasar Keuangan Indonesia Terbatas

Bisnis | Minggu, 26 Juni 2016 | 13:49 WIB

Pemerintah Waspadai Dampak Brexit ke Ekonomi Indonesia

Pemerintah Waspadai Dampak Brexit ke Ekonomi Indonesia

Bisnis | Minggu, 26 Juni 2016 | 13:22 WIB

Terkini

Laba Bank Jago Melonjak 42 Persen di Kuartal I 2026, Tiga Arahan Jadi Kunci

Laba Bank Jago Melonjak 42 Persen di Kuartal I 2026, Tiga Arahan Jadi Kunci

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 19:57 WIB

Dorong Reintegrasi Sosial, Kemnaker Siapkan Akses Kerja bagi Eks Warga Binaan

Dorong Reintegrasi Sosial, Kemnaker Siapkan Akses Kerja bagi Eks Warga Binaan

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 19:51 WIB

Integrasi Holding Ultra Mikro Jangkau 33,7 Juta Pelaku Usaha, Bukti BRI Berpihak pada Rakyat

Integrasi Holding Ultra Mikro Jangkau 33,7 Juta Pelaku Usaha, Bukti BRI Berpihak pada Rakyat

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 19:47 WIB

Purbaya Bebaskan Pajak untuk Merger BUMN, Kasih Waktu 3 Tahun

Purbaya Bebaskan Pajak untuk Merger BUMN, Kasih Waktu 3 Tahun

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 19:32 WIB

Direktur Pegadaian Raih Penghargaan Women in Business Leadership 2026

Direktur Pegadaian Raih Penghargaan Women in Business Leadership 2026

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 19:25 WIB

Ukuran Tabung CNG 3 Kg Diprediksi Lebih Besar dan Berat dari LPG 12 Kg

Ukuran Tabung CNG 3 Kg Diprediksi Lebih Besar dan Berat dari LPG 12 Kg

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 19:10 WIB

BRILink Agen Tembus 1,18 Juta per Maret 2026, Jangkau Lebih dari 80% Desa di Indonesia

BRILink Agen Tembus 1,18 Juta per Maret 2026, Jangkau Lebih dari 80% Desa di Indonesia

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 19:10 WIB

Purbaya Sebut KEK Finansial di Bali Bakal Mirip Dubai, Tak Akan Tarik Pajak

Purbaya Sebut KEK Finansial di Bali Bakal Mirip Dubai, Tak Akan Tarik Pajak

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 18:50 WIB

MinyaKita Makin Mahal, Harganya Tembus Rp 22.000

MinyaKita Makin Mahal, Harganya Tembus Rp 22.000

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 18:10 WIB

Pengamat: Industri Baja RI Terancam Kehilangan Pelanggan

Pengamat: Industri Baja RI Terancam Kehilangan Pelanggan

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 18:03 WIB