Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.351,139
LQ45 633,989
Srikehati 307,930
JII 383,125
USD/IDR 17.932

Pengamat: Industri Baja RI Terancam Kehilangan Pelanggan

Achmad Fauzi, Fakhri Fuadi Muflih

Kamis, 07 Mei 2026 | 18:03 WIB
Pengamat: Industri Baja RI Terancam Kehilangan Pelanggan
Industri Baja Indonesia terancam kehilangan pelanggan. [ist].
baca 10 detik
  • Direktur CELIOS Bhima Yudhistira menyatakan industri baja nasional terancam kehilangan pasar ekspor premium akibat kebijakan dekarbonisasi global.
  • Uni Eropa menerapkan instrumen tarif Carbon Border Adjustment Mechanism terhadap produk baja yang memiliki jejak emisi karbon tinggi.
  • Indonesia disarankan menerapkan standar karbon pada baja impor serta mempercepat dekarbonisasi industri domestik untuk perlindungan pasar nasional.

Suara.com - Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (CELIOS), Bhima Yudhistira Adhinegara menilai tekanan terhadap industri baja nasional tidak hanya datang dari banjir impor murah, tetapi juga dari perubahan standar perdagangan global yang semakin ketat soal emisi karbon. 

Ia memperingatkan, tanpa adanya jurus baru seperti percepatan dekarbonisasi, industri baja Indonesia berisiko kehilangan akses ke pasar ekspor premium seperti Eropa.

Bhima memberi contoh lesunya bisnis industri baja terlihat dari penutupan PT Krakatau Osaka Steel (KOS).

"Jadikan ini sebagai momentum untuk mendorong dekarbonisasi di sektor baja. Memang terdengar paradoks di tengah tekanan dan kondisi ekonomi hari ini," ujar Bhima kepada Suara.com, Kamis (7/5/2026).

Ilustrasi industri Baja Indonesia.
Ilustrasi industri Baja Indonesia.

Ia menjelaskan, Uni Eropa tetap menjalankan kebijakan Carbon Border Adjustment Mechanism (CBAM), yakni instrumen tarif karbon terhadap produk impor beremisi tinggi, termasuk baja.

"Tetapi Eropa tetap menjalankan CBAM, artinya produk baja yang memiliki jejak karbon tinggi akan dikenai tarif karbon saat masuk ke pasar Eropa," ujarnya.

Bhima menilai kebijakan tersebut menjadi peringatan serius bagi produsen baja nasional karena persaingan global ke depan bukan hanya soal harga murah, tetapi juga soal intensitas karbon dalam proses produksi.

"Jika industri baja domestik tidak bergerak menuju dekarbonisasi sekarang, kita akan kehilangan akses ke pasar ekspor premium ke depannya," katanya.

Menurut dia, kondisi ini menjadi tantangan ganda bagi Indonesia. Di satu sisi, industri domestik sedang tertekan oleh baja murah asal China. Di sisi lain, pasar maju seperti Eropa mulai menutup ruang bagi produk dengan jejak emisi tinggi.

baca juga

Bhima juga menyoroti baja murah China yang saat ini menekan pasar global justru dikenal memiliki intensitas emisi karbon tinggi.

"Ingat Baja China yang murah itu, memiliki jejak emisi karbon sangat tinggi," ujarnya.

Karena itu, Bhima menilai Indonesia dapat meniru pendekatan Eropa dengan menerapkan standar karbon terhadap baja impor sebagai instrumen perlindungan industri domestik yang tetap sejalan dengan aturan WTO.

"Nah, Indonesia juga bisa seperti Eropa yang menerapkan standar karbon untuk produk baja impor sekaligus menjadi instrumen perlindungan industri domestik sesuai aturan WTO," kata Bhima.

Namun, ia menegaskan langkah tersebut hanya akan efektif jika industri baja nasional sendiri lebih dulu bergerak menuju dekarbonisasi melalui efisiensi energi, teknologi rendah emisi, dan dukungan kebijakan fiskal pemerintah.

"Tapi, industri baja domestik harus melakukan dekarbonisasi dulu. Tentu saja pemerintah juga harus support," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jika Impor Baja China Dibiarkan, Penutupan PT Krakatau Osaka Steel Akan Disusul Perusahaan Lain

Jika Impor Baja China Dibiarkan, Penutupan PT Krakatau Osaka Steel Akan Disusul Perusahaan Lain

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 17:18 WIB

PT Krakatau Osaka Steel Tutup dan PHK Ratusan Buruh, Kemenperin Prihatin

PT Krakatau Osaka Steel Tutup dan PHK Ratusan Buruh, Kemenperin Prihatin

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 16:02 WIB

Segini Jumlah Uang yang Diterima Para Bos Bea Cukai di Hotel Borobudur

Segini Jumlah Uang yang Diterima Para Bos Bea Cukai di Hotel Borobudur

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 15:09 WIB

Terkini

El Nino 2026 Lampaui Level Kuat, Abdul Azis Desak Pemerintah Serius Atasi Kekeringan

El Nino 2026 Lampaui Level Kuat, Abdul Azis Desak Pemerintah Serius Atasi Kekeringan

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:34 WIB

Bank Sumsel Babel Perkuat Kemitraan Strategis dengan Pemkab Lahat, Dukung Akselerasi Ekonomi Daerah

Bank Sumsel Babel Perkuat Kemitraan Strategis dengan Pemkab Lahat, Dukung Akselerasi Ekonomi Daerah

Sumsel | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:29 WIB

6 Fakta Pemecatan dan Sanksi Pungli 4 ASN di Pemprov Banten

6 Fakta Pemecatan dan Sanksi Pungli 4 ASN di Pemprov Banten

Banten | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:21 WIB

Usut Mutilasi Depok, Polisi Temukan HP Pelaku Tergabung dalam Grup Komunitas Gay

Usut Mutilasi Depok, Polisi Temukan HP Pelaku Tergabung dalam Grup Komunitas Gay

Jabar | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Macet Jalur Bojonegara Bikin Sopir Angkot Merugi, Pemprov Banten Janjikan Keputusan Baru 4 Hari Lagi

Macet Jalur Bojonegara Bikin Sopir Angkot Merugi, Pemprov Banten Janjikan Keputusan Baru 4 Hari Lagi

Banten | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Tumbangkan Persib Bandung, Persebaya Surabaya Juara Piala Presiden 2026

Tumbangkan Persib Bandung, Persebaya Surabaya Juara Piala Presiden 2026

Bola | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:08 WIB

KPK Bedah Dugaan Permainan Jalur Hijau dan Jalur Merah di Kasus Suap Bea Cukai

KPK Bedah Dugaan Permainan Jalur Hijau dan Jalur Merah di Kasus Suap Bea Cukai

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:01 WIB

74 Kontraktor SPPG Minta Kepastian Pembayaran dan Penyelesaian Administrasi Proyek

74 Kontraktor SPPG Minta Kepastian Pembayaran dan Penyelesaian Administrasi Proyek

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 22:53 WIB

Potensi RI Punya 89 Ribu Ton Uranium, BRIN Paparkan Ambisi Nuklir ke Prabowo

Potensi RI Punya 89 Ribu Ton Uranium, BRIN Paparkan Ambisi Nuklir ke Prabowo

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 22:53 WIB

Internal Golkar Wonosobo Bergolak, Mahkamah Partai Diminta Turun Tangan

Internal Golkar Wonosobo Bergolak, Mahkamah Partai Diminta Turun Tangan

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 22:44 WIB

×