Pengamat: Industri Baja RI Terancam Kehilangan Pelanggan

Achmad Fauzi, Fakhri Fuadi Muflih

Kamis, 07 Mei 2026 | 18:03 WIB
Pengamat: Industri Baja RI Terancam Kehilangan Pelanggan
Industri Baja Indonesia terancam kehilangan pelanggan. [ist].
baca 10 detik
  • Direktur CELIOS Bhima Yudhistira menyatakan industri baja nasional terancam kehilangan pasar ekspor premium akibat kebijakan dekarbonisasi global.
  • Uni Eropa menerapkan instrumen tarif Carbon Border Adjustment Mechanism terhadap produk baja yang memiliki jejak emisi karbon tinggi.
  • Indonesia disarankan menerapkan standar karbon pada baja impor serta mempercepat dekarbonisasi industri domestik untuk perlindungan pasar nasional.

Suara.com - Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (CELIOS), Bhima Yudhistira Adhinegara menilai tekanan terhadap industri baja nasional tidak hanya datang dari banjir impor murah, tetapi juga dari perubahan standar perdagangan global yang semakin ketat soal emisi karbon. 

Ia memperingatkan, tanpa adanya jurus baru seperti percepatan dekarbonisasi, industri baja Indonesia berisiko kehilangan akses ke pasar ekspor premium seperti Eropa.

Bhima memberi contoh lesunya bisnis industri baja terlihat dari penutupan PT Krakatau Osaka Steel (KOS).

"Jadikan ini sebagai momentum untuk mendorong dekarbonisasi di sektor baja. Memang terdengar paradoks di tengah tekanan dan kondisi ekonomi hari ini," ujar Bhima kepada Suara.com, Kamis (7/5/2026).

Ilustrasi industri Baja Indonesia.
Ilustrasi industri Baja Indonesia.

Ia menjelaskan, Uni Eropa tetap menjalankan kebijakan Carbon Border Adjustment Mechanism (CBAM), yakni instrumen tarif karbon terhadap produk impor beremisi tinggi, termasuk baja.

"Tetapi Eropa tetap menjalankan CBAM, artinya produk baja yang memiliki jejak karbon tinggi akan dikenai tarif karbon saat masuk ke pasar Eropa," ujarnya.

Bhima menilai kebijakan tersebut menjadi peringatan serius bagi produsen baja nasional karena persaingan global ke depan bukan hanya soal harga murah, tetapi juga soal intensitas karbon dalam proses produksi.

"Jika industri baja domestik tidak bergerak menuju dekarbonisasi sekarang, kita akan kehilangan akses ke pasar ekspor premium ke depannya," katanya.

Menurut dia, kondisi ini menjadi tantangan ganda bagi Indonesia. Di satu sisi, industri domestik sedang tertekan oleh baja murah asal China. Di sisi lain, pasar maju seperti Eropa mulai menutup ruang bagi produk dengan jejak emisi tinggi.

baca juga

Bhima juga menyoroti baja murah China yang saat ini menekan pasar global justru dikenal memiliki intensitas emisi karbon tinggi.

"Ingat Baja China yang murah itu, memiliki jejak emisi karbon sangat tinggi," ujarnya.

Karena itu, Bhima menilai Indonesia dapat meniru pendekatan Eropa dengan menerapkan standar karbon terhadap baja impor sebagai instrumen perlindungan industri domestik yang tetap sejalan dengan aturan WTO.

"Nah, Indonesia juga bisa seperti Eropa yang menerapkan standar karbon untuk produk baja impor sekaligus menjadi instrumen perlindungan industri domestik sesuai aturan WTO," kata Bhima.

Namun, ia menegaskan langkah tersebut hanya akan efektif jika industri baja nasional sendiri lebih dulu bergerak menuju dekarbonisasi melalui efisiensi energi, teknologi rendah emisi, dan dukungan kebijakan fiskal pemerintah.

"Tapi, industri baja domestik harus melakukan dekarbonisasi dulu. Tentu saja pemerintah juga harus support," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jika Impor Baja China Dibiarkan, Penutupan PT Krakatau Osaka Steel Akan Disusul Perusahaan Lain

Jika Impor Baja China Dibiarkan, Penutupan PT Krakatau Osaka Steel Akan Disusul Perusahaan Lain

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 17:18 WIB

PT Krakatau Osaka Steel Tutup dan PHK Ratusan Buruh, Kemenperin Prihatin

PT Krakatau Osaka Steel Tutup dan PHK Ratusan Buruh, Kemenperin Prihatin

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 16:02 WIB

Segini Jumlah Uang yang Diterima Para Bos Bea Cukai di Hotel Borobudur

Segini Jumlah Uang yang Diterima Para Bos Bea Cukai di Hotel Borobudur

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 15:09 WIB

Terkini

Pecinta Disney Merapat, Mickey Mouse Kini Hadir di Berbagai Momen Lifestyle

Pecinta Disney Merapat, Mickey Mouse Kini Hadir di Berbagai Momen Lifestyle

Lifestyle | Minggu, 20 September 2026 | 23:55 WIB

Rajin Pakai Skincare tapi Jerawat Masih Muncul? Kenali Dulu Apa Itu Mikrobioma Kulit

Rajin Pakai Skincare tapi Jerawat Masih Muncul? Kenali Dulu Apa Itu Mikrobioma Kulit

Lifestyle | Minggu, 20 September 2026 | 23:46 WIB

Ketika Rumah Makin Pintar, Teknologi Dituntut Makin Mengerti Penghuninya

Ketika Rumah Makin Pintar, Teknologi Dituntut Makin Mengerti Penghuninya

Lifestyle | Minggu, 20 September 2026 | 23:35 WIB

Pengelola TPST Abu & Co Terancam Sanksi Pidana Jika Terbukti Cemari Sungai Cisadane

Pengelola TPST Abu & Co Terancam Sanksi Pidana Jika Terbukti Cemari Sungai Cisadane

Banten | Minggu, 20 September 2026 | 23:12 WIB

10 Hari Beroperasi, Gubernur Banten Puji Solidaritas Relawan Pencarian 5 Jurnalis di Selat Sunda

10 Hari Beroperasi, Gubernur Banten Puji Solidaritas Relawan Pencarian 5 Jurnalis di Selat Sunda

Banten | Minggu, 20 September 2026 | 23:01 WIB

Lampu Merah Sektor Pertanahan, 8 Celah Korupsi Radar KPK

Lampu Merah Sektor Pertanahan, 8 Celah Korupsi Radar KPK

Bogor | Minggu, 20 September 2026 | 22:52 WIB

Tari Jaipong Asal Surade Sukabumi Pukau Panggung Asian Games 2026 di Jepang

Tari Jaipong Asal Surade Sukabumi Pukau Panggung Asian Games 2026 di Jepang

Jabar | Minggu, 20 September 2026 | 22:43 WIB

23 Perusahaan Buang Limbah ke Sungai Cileungsi

23 Perusahaan Buang Limbah ke Sungai Cileungsi

Bogor | Minggu, 20 September 2026 | 22:35 WIB

Dua Legenda Liverpool Sambangi Jakarta, Antusiasme Fans Indonesia Bikin Sami Hyypia Terkejut

Dua Legenda Liverpool Sambangi Jakarta, Antusiasme Fans Indonesia Bikin Sami Hyypia Terkejut

Bola | Minggu, 20 September 2026 | 22:24 WIB

64 Pesawat dan 54.394 Personel Dikerahkan Tangani Karhutla di Indonesia

64 Pesawat dan 54.394 Personel Dikerahkan Tangani Karhutla di Indonesia

News | Minggu, 20 September 2026 | 21:45 WIB

×