Program Laku Pandai Perbankan Mengancam Koperasi di Daerah

Adhitya Himawan

Selasa, 12 Juli 2016 | 08:34 WIB
Program Laku Pandai Perbankan Mengancam Koperasi di Daerah
Pameran Produk Unggulan Koperasi, UKM, dan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL), di Semarang, Jateng, Jumat (24/4). (Antara)

Majelis Ekonomi dan Kewirausahaan (MEK) Pimpinan Pusat Muhammadiyah mendesak pemerintah agar mengevaluasi ulang kebijakan Kredit Usaha Rakyat (KUR). Menurut MEK menyalurkan KUR harus melalui perbankan tetapi pelaksananya adalah koperasi melaluilinked program. “Bukan perbankan secara langsung sebagaimana fakta yang ada selama ini. Lebih bagus lagi koperasi secara langsung yang mendapat subsidi penjaminan yang menyalurkannya,” kata Wakil Ketua MEK PP Muhammadiyah, Mukhaer Pakanna, dalam keterangan tertulis, Senin (11/7/2016).

Pernyataan Mukhaer dikemukakan menjelang peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-69 yang jatuh pada hari ini, Selasa (12/7/2016).

Menurut Mukhaer, Layanan Keuangan Tanpa Kantor Dalam Rangka Keuangan Inklusif yang sering disebut program Laku Pandai yang selama ini diterbitkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperlemah kekuatan koperasi yang ada dimasyarakat. Program terebut, tambahnya, adalah cara bagi perbankan nasional untuk penetrasi ke pasar mikro hingga ke pelosok-pelosok daerah.

Apabila program Laku Pandai ini tidak di monitoring secara serius, kata dia, dikhawatirkan akan terjadi pelarian modal atau capital flow dari daerah ke kota, yang dampaknya akan terjadi inflasi diberbagai daerah. Maka dari itu, perlu sekali evaluasi kebijakan program Laku Pandai yang dilakukan oleh pemerintah.

Mukhaer menekankan, sebenarnya mengefektifkan peran dan fungsi koperasi saja dalam keuangan inklusif juga itu merupakan tujuan program Laku Pandai bisa dilakukan. Tinggal bagaimana antara OJK dan Kementerian Koperasi dan UKM bisa berkolaborasi, ini yang menurutnya tidak terjadi. Sehinga adanya Laku Pandai merupakan ancaman serius bagi pengembangan koperasi dan sekaligus bukti dari ketidakperpihakan pemerintah terhadap koperasi.

Dalam analisa dan kajian tersebut, MEK meminta pemerintah agar meneguhkan kembali koperasi sebagai jati diri ekonomi bangsa. Apalagi konstitusi memberikan amanah dalam UUD 1945 Pasal 33 yang menyatakan, perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasarkan asas kekeluargaan. Dengan demikian segala aktivitas ekonomi baik produksi, distribusi dan konsumsi diselenggarakan berdasarkan asa ekonomi kekeluargaan dan kegotong-royongan.

Mukhaer menambahkan, dalam kajian kebijakan MEK Pimpinan Pusat Muhammadiyah di Kudus, Jawa Tengah, ada ketidakkonsistensian yang dilakukan oleh pemerintah dalam bidang koperasi. Menurut dia, di Kudus adanya dua kebijakan pemerintah dalam pelaksanaan program KUR dan program Laku Pandai perlu dikritisi.

Dalam penyaluran KUR ke masyarakat, kata Mukhaer, tidak tepat dilakukan oleh perbankan, apalagi selama ini perbankan dengan mudah mengakses dana-dana murah dari pihak investor dan global finance. Hal ini berbeda dengan koperasi yang mengakses dananya dari para anggota.

Maka dari itu, kata dia, seharusnya KUR sebagai pelaksananya adalah koperasi yang selama ini anggotanya adalah para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Dengan adanya koperasi sebagai penyalur KUR, maka program KUR tidak terjadi kanibalisasi di pasar keuangan mikro antara koperasi dan perbankan.

Dengan adanya KUR yang disalurkan kemasyarakat selama ini, kata dia, dinilai banyak koperasi dan Baitul Tanwil Muhammadiyah (BTM) dirugikan, karena kalah bersaing dalam bunga dan margin bagi hasil.

"Justru itulah adanya KUR yang ceruk pasarnya selama ini dimiliki oleh koperasi akan berpindah ke perbankan. Ini sangat berbahaya bagi pemberdayaan ekonomi masyarakat," tutup Mukhaer.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Respon Pimpinan Pusat Muhammadiyah Soal Teror Bom di Arab Saudi

Respon Pimpinan Pusat Muhammadiyah Soal Teror Bom di Arab Saudi

News | Selasa, 05 Juli 2016 | 10:46 WIB

Bank Victoria Berencana akan Buka Layanan Laku Pandai di 2017

Bank Victoria Berencana akan Buka Layanan Laku Pandai di 2017

Bisnis | Minggu, 26 Juni 2016 | 18:52 WIB

Per Mei 2016, Transaksi Agen BRILink Capai 67,1 Juta Transaksi

Per Mei 2016, Transaksi Agen BRILink Capai 67,1 Juta Transaksi

Bisnis | Minggu, 26 Juni 2016 | 14:07 WIB

Bank Muamalat Luncurkan Gerai Muamalat Mobile

Bank Muamalat Luncurkan Gerai Muamalat Mobile

Bisnis | Selasa, 21 Juni 2016 | 06:30 WIB

Dongkrak Daya Saing di Era MEA, Suku Bunga KUR Harus 6 Persen

Dongkrak Daya Saing di Era MEA, Suku Bunga KUR Harus 6 Persen

Bisnis | Sabtu, 18 Juni 2016 | 19:30 WIB

Tingkatkan Pembiayaan, Bank Muamalat Jalin Kerjasama dengan NU

Tingkatkan Pembiayaan, Bank Muamalat Jalin Kerjasama dengan NU

Bisnis | Selasa, 14 Juni 2016 | 12:40 WIB

Sampai Juni 2016, Penyaluran KUR Capai Rp46,1 Triliun

Sampai Juni 2016, Penyaluran KUR Capai Rp46,1 Triliun

Bisnis | Senin, 13 Juni 2016 | 17:03 WIB

Bank Muamalat Kerjasama Strategis dengan PP Muhammadiyah

Bank Muamalat Kerjasama Strategis dengan PP Muhammadiyah

Bisnis | Sabtu, 11 Juni 2016 | 06:27 WIB

BRI Makin Gencar Pasarkan Asuransi Mikro KKM

BRI Makin Gencar Pasarkan Asuransi Mikro KKM

Bisnis | Sabtu, 04 Juni 2016 | 11:29 WIB

Per April 2016, Agen Laku Pandai Bank Mandiri Capai 17.597 Unit

Per April 2016, Agen Laku Pandai Bank Mandiri Capai 17.597 Unit

Bisnis | Selasa, 24 Mei 2016 | 23:00 WIB

Terkini

Ketidakmampuan Pemerintah Tangani Karhutla Makin Ancam Arus Investasi Asing

Ketidakmampuan Pemerintah Tangani Karhutla Makin Ancam Arus Investasi Asing

News | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 12:00 WIB

Ingatkan Pemkot Tak Sporadis Bongkar Pasar Shopping, Hadi Kurniadi: Jangan Korbankan Nasib UMKM

Ingatkan Pemkot Tak Sporadis Bongkar Pasar Shopping, Hadi Kurniadi: Jangan Korbankan Nasib UMKM

Lampung | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 11:52 WIB

Atasi Kulit Kusam dengan Budget Hemat, Ini 5 Brightening Cleanser 30 Ribuan

Atasi Kulit Kusam dengan Budget Hemat, Ini 5 Brightening Cleanser 30 Ribuan

Your Say | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 11:50 WIB

Hasil Survei Terbaru SMRC Soal Capres: Prabowo Hanya Raih 9,8 Persen, Kalah Telak Dari Dedi Mulyadi

Hasil Survei Terbaru SMRC Soal Capres: Prabowo Hanya Raih 9,8 Persen, Kalah Telak Dari Dedi Mulyadi

News | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 11:41 WIB

Siapa Bima Setiawan? Adik Eks Kepala BNPB yang Tilap Dana Bantuan untuk Borong Saham

Siapa Bima Setiawan? Adik Eks Kepala BNPB yang Tilap Dana Bantuan untuk Borong Saham

News | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 11:41 WIB

Perbedaan Flek Hitam Akibat Matahari Vs Bekas Jerawat pada Usia 30 Tahun: Warna Hingga Tekstur

Perbedaan Flek Hitam Akibat Matahari Vs Bekas Jerawat pada Usia 30 Tahun: Warna Hingga Tekstur

Lifestyle | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 11:35 WIB

4 Rekomendasi Buku Sally Rooney yang Dilarang di Inggris Tapi Dijual di Indonesia

4 Rekomendasi Buku Sally Rooney yang Dilarang di Inggris Tapi Dijual di Indonesia

Lifestyle | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 11:20 WIB

Escape from Mogadishu: Tentang Musuh yang Harus Saling Menyelamatkan

Escape from Mogadishu: Tentang Musuh yang Harus Saling Menyelamatkan

Your Say | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 11:20 WIB

4 HP Xiaomi RAM 12 GB dan Memori 512 GB Performa Kencang, Intip Spek dan Harga Barunya

4 HP Xiaomi RAM 12 GB dan Memori 512 GB Performa Kencang, Intip Spek dan Harga Barunya

Tekno | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 11:12 WIB

Harta Kekayaan Suharyanto Eks Kepala BNPB yang Dicopot usai Adiknya Kena OTT KPK

Harta Kekayaan Suharyanto Eks Kepala BNPB yang Dicopot usai Adiknya Kena OTT KPK

News | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 11:11 WIB

×