KKP Dorong Kapal Eks Cantrang Masuk ke Perairan Natuna

Adhitya Himawan

Jum'at, 15 Juli 2016 | 07:40 WIB
KKP Dorong Kapal Eks Cantrang Masuk ke Perairan Natuna
Rakor Menko Maritim bahas Natuna di Jakarta, Rabu (13/7/2016). [Dok Kementerian Kelautan dan Perikanan]

Pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berencana mendorong kapal-kapal eks cantrang di kawasan utara Jawa untuk menangkap di Wilayah Pengelolaan Perikanan Republik Indonesia (WPP-RI) 711 yang meliputi Perairan Selat Karimata, Laut Natuna, dan Laut Cina Selatan.

Pemindahan kapal-kapal lokal eks cantrang berukuran > 30 GT ini dilakukan untuk meningkatkan kapasitas tangkap nasional. Rencana pemindahan kapal-kapal tersebut meliputi 400 kapal dengan rincian 300 kapal untuk tahun 2016 dan 100 kapal untuk tahun 2017. 

Hal ini diungkapkan Sekretaris Jenderal KKP, Sjarief Widjaja saat menggelar rapat koordinasi dengan Menteri Koordinasi Bidang Maritim dan Sumber Daya, Rizal Ramli di kantor KKP, Rabu (13/7/2016).

Sementara itu Menko Rizal dalam arahannya mengungkapkan, pemindahan kapal-kapal tersebut setidaknya dapat menaikkan kapasitas perikanan tangkap di WPP-RI 711 dari 9.3 persen ke 40 persen.

"Kita ingin tingkatkan kapasitas tangkap nasional. Solusinya adalah memindahkan kapal-kapal lokal di atas 30 GT di utara Jawa ke wilayah Natuna dan Arafura. Kita kasih mereka tangkapan yang gemuk. Ini akan meningkatkan kapasitas tangkap dari 9,3 persen ke sekitar 40 persen. Tahun depan kita akan tingkatkan lagi menjadi 70-80 persen. Kita buat mereka nikmati hasil tangkap yang banyak," ungkap Rizal dalam keterangan tertulis, Kamis (14/7/2016).

Menko Rizal juga menambahkan bahwa terdapat 4 program yang dapat dijalankan untuk semakin menegakkan kedaulatan maritim Indonesia di wilayah Natuna.

"Kita mesti konkret untuk meneguhkan kedaulatan Indonesia di wilayah Natuna. Rakyatnya diberdayakan sehingga kesatuan NKRI semakin kuat. Hal ini bisa dicapai melalui 4 program, yaitu perikanan, tourism, minyak bumi dan gas alam, dan perkuat pertahanan untuk kedaulatan Indonesia," ujar Rizal.

Dirinya berharap, dengan naiknya kapasitas tangkap nasional dan ramainya WPP-RI 711 dengan kapal-kapal lokal, salah satu pasar ikan di Natuna dapat menjadi pasar ikan terbesar kedua di dunia setelah Tokyo.

"Kita ingin Natuna jadi pasar ikan terbesar kedua di dunia setelah Tokyo. Nanti kita bikin tempat lelang ikan di Natuna. Ini akan difasilitasi oleh KKP. Nanti kami adakan rapat yang lebih teknis lagi terkait ini agar lebih bagus," tegasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Jenderal KKP, Sjarief Widjaja juga mengungkapkan optimismenya dalam membangun sektor kelautan dan perikanan di Natuna. Untuk rencana pemindahan 300 kapal eks cantrang pada 2016, dirinya menargetkan pemindahan kapal-kapal eks cantrang ke WPP-RI 711 akan selesai pada Oktober 2016.

"Yang pertama, kita ingin nelayan-nelayan di utara Jawa bisa nangkap di Natuna dan menjual ikan di Selat Lampa. Yang kedua adalah budidaya, komoditasnya adalah napoleon, kerapu, dan rumput laut. Kita akan letakkan pusat pelayanan terpadu. Kita siapkan one stop show di Pulau Sedanau. Yang ketiga, kita akan bekerja sama dengan Kementerian Pariwisata di Pulau Senoa. Kita kembangkan fasilitas untuk wisata bahari di sana untuk menjadikan pulau tersebut menjadi wisata yang premium," ungkap Sjarief. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pakar: Indonesia Berdaulat di Zona Ekonomi Eksklusif Natuna

Pakar: Indonesia Berdaulat di Zona Ekonomi Eksklusif Natuna

News | Kamis, 30 Juni 2016 | 15:08 WIB

Jokowi: Perikanan dan Migas Fondasi untuk Kembangkan Natuna

Jokowi: Perikanan dan Migas Fondasi untuk Kembangkan Natuna

Bisnis | Rabu, 29 Juni 2016 | 15:20 WIB

Komisi I DPR Dukung Pembangunan Pangkalan Militer di Natuna

Komisi I DPR Dukung Pembangunan Pangkalan Militer di Natuna

News | Selasa, 28 Juni 2016 | 14:57 WIB

Media Filipina Bikin Karikatur Jokowi vs Cina soal Natuna

Media Filipina Bikin Karikatur Jokowi vs Cina soal Natuna

News | Minggu, 26 Juni 2016 | 21:13 WIB

Di Natuna, Jokowi Beri 'Sinyal' Buat Cina

Di Natuna, Jokowi Beri 'Sinyal' Buat Cina

News | Jum'at, 24 Juni 2016 | 13:39 WIB

Di Bawah Gerimis, Jokowi Salami Warga Natuna

Di Bawah Gerimis, Jokowi Salami Warga Natuna

News | Kamis, 23 Juni 2016 | 21:00 WIB

Rapat di Kapal Perang, Jokowi Mau Kapal Nelayan Jawa Masuk Natuna

Rapat di Kapal Perang, Jokowi Mau Kapal Nelayan Jawa Masuk Natuna

News | Kamis, 23 Juni 2016 | 16:14 WIB

Jokowi Mau Kembangkan Perikanan dan Gas di Natuna

Jokowi Mau Kembangkan Perikanan dan Gas di Natuna

Bisnis | Kamis, 23 Juni 2016 | 14:59 WIB

Gali Potensi Ekonomi Wilayah Perbatasan, Jokowi Kunjungi Natuna

Gali Potensi Ekonomi Wilayah Perbatasan, Jokowi Kunjungi Natuna

Bisnis | Kamis, 23 Juni 2016 | 09:00 WIB

Perairan Natuna, Jangan Menteri yang Satu Begini, Lainnya Begitu

Perairan Natuna, Jangan Menteri yang Satu Begini, Lainnya Begitu

News | Rabu, 22 Juni 2016 | 13:16 WIB

Terkini

Persebaya Lagi Goyah, Shin Tae-yong Wanti-wanti Pemain Persija Jangan Jemawa

Persebaya Lagi Goyah, Shin Tae-yong Wanti-wanti Pemain Persija Jangan Jemawa

Bola | Jum'at, 06 November 2026 | 20:50 WIB

Review realme C01: HP Rp2 Jutaan dengan Baterai 6.500 mAh, Kuat Diajak Keliling Jogja

Review realme C01: HP Rp2 Jutaan dengan Baterai 6.500 mAh, Kuat Diajak Keliling Jogja

Tekno | Jum'at, 06 November 2026 | 20:49 WIB

Bukan Baru-baru Ini, KPK Ungkap Penyitaan Rp2 Miliar dari Dirut KAI Dilakukan Agustus 2025

Bukan Baru-baru Ini, KPK Ungkap Penyitaan Rp2 Miliar dari Dirut KAI Dilakukan Agustus 2025

News | Jum'at, 06 November 2026 | 20:46 WIB

Review Merry Berry Love: Kisah Cinta Desainer Korea dan Petani Stroberi

Review Merry Berry Love: Kisah Cinta Desainer Korea dan Petani Stroberi

Your Say | Jum'at, 06 November 2026 | 20:45 WIB

Viral Video Diduga JPU Jingkrak Kegirangan dan Selfie dengan Jokowi, dr Tifa: Termul

Viral Video Diduga JPU Jingkrak Kegirangan dan Selfie dengan Jokowi, dr Tifa: Termul

News | Jum'at, 06 November 2026 | 20:44 WIB

Melebarnya Garis Penyidikan KPK di ATR/BPN, Dari Summarecon ke Kota Baru Parahyangan

Melebarnya Garis Penyidikan KPK di ATR/BPN, Dari Summarecon ke Kota Baru Parahyangan

Jabar | Jum'at, 06 November 2026 | 20:43 WIB

Tuan Rumah JCWF & Munas DPP PUTRI 2026, Loman Park Hotel Dorong Sinergi Wellness-Pariwisata

Tuan Rumah JCWF & Munas DPP PUTRI 2026, Loman Park Hotel Dorong Sinergi Wellness-Pariwisata

Jogja | Jum'at, 06 November 2026 | 20:42 WIB

Isu Ketum Parpol Terlibat Penyadapan Presiden, Abduh PKB: Polri Jangan Ragu Tindak Tegas

Isu Ketum Parpol Terlibat Penyadapan Presiden, Abduh PKB: Polri Jangan Ragu Tindak Tegas

News | Jum'at, 06 November 2026 | 20:39 WIB

175 Ribu Ton Makanan Terbuang di Jakarta, Padahal 30 Persen Masih Bisa Diselamatkan

175 Ribu Ton Makanan Terbuang di Jakarta, Padahal 30 Persen Masih Bisa Diselamatkan

News | Jum'at, 06 November 2026 | 20:35 WIB

Kantor PT Dua Delapan Resources Milik Arif Kurniawan Digeruduk Jaksa Terkait Korupsi Nikel

Kantor PT Dua Delapan Resources Milik Arif Kurniawan Digeruduk Jaksa Terkait Korupsi Nikel

Bisnis | Jum'at, 06 November 2026 | 20:33 WIB

×