Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.655.000
Beli Rp2.530.000
IHSG 6.177,139
LQ45 609,402
Srikehati 299,172
JII 368,427
USD/IDR 17.821

Investor Tunggu Arah Kebijakan Inggris, Pasar Eropa Melemah

Adhitya Himawan

Jum'at, 15 Juli 2016 | 08:50 WIB
Investor Tunggu Arah Kebijakan Inggris, Pasar Eropa Melemah
Suasana bursa saham Frankfurt, Jerman. [Antara/Reuters]

Indkes Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Kamis (14/7/2016) ditutup turun sebesar 50 poin atau 0,98 persen ke level 5.083 setelah bergerak di antara 5.081-5.131. Sebanyak 141 saham naik, 164 saham
turun, 93 saham tidak bergerak. Investor bertransaksi Rp 7.757 triliun. Di pasar reguler,investor asing membukukan transaksi beli bersih (net buy) Rp 1.421 miliar.

Informasi tersebut tertuang dalam keterengan resmi Managing Partner PT Investa Saran Mandiri Kiswoyo Adi Joe,Jumat (15/7/2016).

"IHSG melemah 50 point membentuk candle turun dengan body turun dah shadow pendek indikasi tekanan turun. IHSG berpeluang konsolidasi melemah dengan support di level 5050 sampai 5018 dan resistance di level 5133 sampai 5150," kata Kiswoyo.

Sementara itu, pasar Amerika ditutup menguat,Indeks saham gabungan Dow Jones dan S&P500 keduanya diperdagangkan dekat level rekor tertinggi intraday setelah sinyal BoE untuk mengucurkan stimulus di bulan mendatang dikombinasi laporan laba. Dow Jones menguat lebih dari 130 poin di kisaran 18500,Indeks S&P500 menguat 13 poin ke level 2,163, nasdaq menguat 0.67 persen ke level 4,596. Sektor finansial memimpinpenguatan 9 sektor lain dengan hanya sektor utilitas yang melemah.

Disisi lain, pasar Eropa ditutup melemah, investor masih menunggu kebijakan Bank-bank sentral untuk memberikan stimulus serta melihat pernyataan arah kebijakan Inggris. Pasar juga menyambut stabilnya kondisi politik Inggris pasca penunjukkan Theresa May menjadi Perdana Menteri. May langsung meresuffle kabinet dengan menunjuk orang-orang yang pro Uni Eropa maupun pro Brexit menduduki jabatan menteri. Indeks FTSE 100 memangkas penurunan pasca pengumuman BoE, namun tetap berakhir melemah 0,2 persen ke level 6654, DAX menembus level 10.000, berakhir naik 1,4 persen menjadi 10068. Indeks CAC menguat 1,16 persen ke level 4385.

Bank Indonesia (BI) menyatakan akan menjaga nilai tukar rupiah sesuai fundamentalnya dan tidak terlalu menjadi kuat saat dana valuta asing melimpah ke dalam negeri akibat repatriasi pengampunan pajak. Limpahan dana repatriasi akan mengangkat nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing, dan juga meningkatkan posisi cadangan devisa. Perkiraan BI, dana repatriasi saat pengampunan pajak hingga 1 April 2017 akan mencapai Rp 560 triliun. Sedangkan, pemerintah memproyeksikan jumlah dana yang lebih tinggi, yakni Rp1000 triliun untuk repatriasi, dan Rp4000 triliun untuk deklarasi aset di luar negeri. Jika melihat secara keseluruhan, rupiah menguat sebesar 5,27 persen. Pada Rabu kemarin (13/7/2016), BI mencatat rupiah menguat hingga Rp13.095 per dolar AS. Sedangkan kemarin kurs tengah BI menunjukkan rupiah kembali menguat menjadi Rp13.088.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Brexit Berdampak Kecil Pada Pertumbuhan Ekonomi Eropa

Brexit Berdampak Kecil Pada Pertumbuhan Ekonomi Eropa

Bisnis | Rabu, 13 Juli 2016 | 09:30 WIB

Charoen Pokphan Indonesia Targetkan Pendapatan Tumbuh 15 Persen

Charoen Pokphan Indonesia Targetkan Pendapatan Tumbuh 15 Persen

Bisnis | Senin, 11 Juli 2016 | 09:12 WIB

Bursa Saham AS dan Eropa Sama-sama Menguat

Bursa Saham AS dan Eropa Sama-sama Menguat

Bisnis | Senin, 11 Juli 2016 | 09:02 WIB

Antisipasi Brexit, BI Harus Perkuat Cadangan Emas

Antisipasi Brexit, BI Harus Perkuat Cadangan Emas

Bisnis | Minggu, 10 Juli 2016 | 14:21 WIB

Terkini

Harga Bitcoin Menguat Tembus Level US$ 64.000, Siap Menuju 100.000 Dolar AS?

Harga Bitcoin Menguat Tembus Level US$ 64.000, Siap Menuju 100.000 Dolar AS?

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 14:02 WIB

Brantas Abipraya Pastikan Pembangunan Gene Bank Indonesia Berjalan Optimal untuk Kesehatan Nasional

Brantas Abipraya Pastikan Pembangunan Gene Bank Indonesia Berjalan Optimal untuk Kesehatan Nasional

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 13:50 WIB

3 Saham Paling 'Sibuk' pada Sesi I, IHSG Ambrol di Zona Merah

3 Saham Paling 'Sibuk' pada Sesi I, IHSG Ambrol di Zona Merah

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 13:35 WIB

Gubernur BI: UMKM Jangan Langsung Diberi Modal

Gubernur BI: UMKM Jangan Langsung Diberi Modal

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 13:29 WIB

Tak Mau Disalahkan, Bahlil Serahkan Urusan Mati Lampu ke PLN

Tak Mau Disalahkan, Bahlil Serahkan Urusan Mati Lampu ke PLN

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 13:13 WIB

Listrik Byar Pet, Pengamat UGM: PLN Jangan Jadi 'Perusahaan Lilin Negara'

Listrik Byar Pet, Pengamat UGM: PLN Jangan Jadi 'Perusahaan Lilin Negara'

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 13:09 WIB

IHSG Loyo Nyaris ke Level 5.900, 501 Saham Kebakaran

IHSG Loyo Nyaris ke Level 5.900, 501 Saham Kebakaran

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 12:54 WIB

Harga Minyakita Naik? Pengamat Ungkap Penyebabnya Hingga Langka di Pasaran

Harga Minyakita Naik? Pengamat Ungkap Penyebabnya Hingga Langka di Pasaran

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 12:36 WIB

PLN Tegaskan Listrik Jawa Sudah Pulih, Apa yang Sebenarnya Terjadi?

PLN Tegaskan Listrik Jawa Sudah Pulih, Apa yang Sebenarnya Terjadi?

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 12:03 WIB

Kejar Penerimaan Pajak, DJP Akui Coretax Bisa Pantau Transaksi Bank hingga Konsumsi Listrik Warga

Kejar Penerimaan Pajak, DJP Akui Coretax Bisa Pantau Transaksi Bank hingga Konsumsi Listrik Warga

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 11:54 WIB