Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.615.000
Beli Rp2.470.000
IHSG 5.999,038
LQ45 587,746
Srikehati 290,482
JII 351,378
USD/IDR 17.937

Bank Mandiri akan Tumbuh Anorganik di Asia Tenggara

Adhitya Himawan

Rabu, 27 Juli 2016 | 11:04 WIB
Bank Mandiri akan Tumbuh Anorganik di Asia Tenggara
Kantor Pusat Bank Mandiri di Jalan Jenderal Gatot Soebroto, Jakarta, Minggu (17/4/2016). [Suara.com/Adhitya Himawan]

Bank Mandiri terus memperkuat bisnis secara berkelanjutan dengan fokus kepada pengembangan sektor-sektor potensial, baik di dalam negeri maupun di kawasan regional Asia Tenggara. Untuk mendukung rencana tersebut, saat ini perseroan tengah menyiapkan platform untuk pengembangan bisnis secara anorganik di luar negeri.

Menurut Corporate Secretary Bank Mandiri Rohan Hafas, Bank Mandiri saat ini telah memiliki kantor di Hongkong, Singapura, Shanghai, London, Cayman Islands, Dili serta satu kantor perwakilan di Malaysia. “Saat ini kami mengkaji kemungkinan untuk mengembangkan bisnis ke tiga negara ASEAN lainnya, yaitu Filipina, Vietnam dan Myanmar,” kata Rohan dalam keterangan resmi, Selasa (26/7/2016). 

Perseroan, lanjut Rohan, melihat potensi di ketiga negara tersebut sangat baik sehingga akan menjajaki berbagai peluang bisnis yang dapat dimasuki di ketiga negara tersebut. Untuk pengembangannya sendiri, Bank Mandiri nantinya akan menggandeng mitra lokal yang telah mengenal kondisi pasar di negara-negara itu. “Kami akan membentuk tim untuk menjajaki potensi dan peluang-peluang di Filipina, Vietnam dan Myanmar,” ujar Rohan.

Kelola Risiko

Bank Mandiri juga tengah fokus dalam mengelola berbagai risiko bisnis untuk menjaga kinerja perseroan secara berkelanjutan. Pasalnya, saat ini perbankan nasional masih terkena dampak perlambatan ekonomi. Hingga akhir Juni 2016, perseroan mencatatkan laba bersih sebesar Rp7,1 triliun, turun 28,7 persen  dibandingkan laba periode  yang sama tahun laluTurunnya laba operasonal  tersebut terutama disebabkan  meningkatnya biaya pencadangan (provision) dari Rp4,0 triliun di triwulan II/2015 menjadi Rp9,9 triliun di triwulan II/2016, sebagai langkah Perseroan untuk antisipasi risiko peningkatan kredit bermasalah. Namun apabila tidak memperhitungkan biaya pencadangan, maka Pre-Provision Operating Profit (PPOP) mencapai Rp19,3 triliun atau secara tahunan tumbuh 13,3 persen, yang menunjukkan operasional Perseroan yang masih cukup solid. Selain itu, pada periode yang sama, Perseroan juga telah berhasil menurunkan beban bunga sebesar 9,3% secara tahunan, seiring meningkatnya komposisi dana murah Perseroan.

“Kami tetap bersyukur atas pencapaian ini ditengah tantangan perlambatan kondisi ekonomi domestik dan internasional serta insiatif perseroan yang mulai melakukan penurunan suku bunga menuju single digit secara bertahap, ” kata Rohan.

Selain itu, Bank Mandiri juga melakukan langkah-langkah antisipasi untuk memastikan agar kedepannya perseroan tetap tumbuh sehat dan berkelanjutan, dan dapat mengelola kredit bermasalah sebaik mungkin. Diantaranya melalui penguatan fungsi risk, penajaman Risk Acceptance Criteria (RAC), dan optimalisasi restrukturisasi dan recovery untuk penyelesaian kredit bermasalah dengan lebih fokus, cepat dan tuntas.

“Untuk memperkuat struktur asset produktif yang lebih solid, kami juga telah membentuk pencadangan dan menerapkan kebijakanloan loss coverage yang cukup konservatif . Kami optimis dengan langkah-langkah yang kami lakukan, Bank Mandiri secara konsisten dapat terus memperkuat pondasi struktur keuangannya agar dapat terus tumbuh secara berkelanjutan untuk siap menghadapi berbagai tantangan ke depan,” ujar Rohan.

Disisi lain, kepercayaan masyarakat kepada Bank Mandiri pun terus tumbuh, yang ditunjukkan dengan naiknya penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) menjadi Rp691,4 triliun pada akhir Juni 2016 dari Rp654,9 triliun di periode yang sama tahun sebelumnya. Dari pencapaian tersebut, total dana murah (giro dan tabungan) yang berhasil dikumpulkan Bank Mandiri mencapai Rp439,4 triliun, yang terutama didorong oleh peningkatan tabungan sebesar Rp37,1 triliun menjadi Rp273,6 triliun.

Sebagai upaya untuk meningkatkan pengumpulan dana masyarakat melalui peningkatan kenyamanan bertransaksi, Bank Mandiri terus mengembangkan jaringan kantor cabang, jaringan elektronik, maupun jaringan layanan lainnya. Hingga Juni 2016, secara tahunan Bank Mandiri telah menambah 145 unit kantor cabang menjadi 2.472 unit, menambah 236  unit jaringan mikro baru sehingga menjadi 2.159 unit mikro serta memasang 429 unit ATM menjadi 17.461 unit.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

BRI Ajak Saudagar Bugis Pulangkan Dana ke Indonesia

BRI Ajak Saudagar Bugis Pulangkan Dana ke Indonesia

Bisnis | Selasa, 26 Juli 2016 | 08:37 WIB

Bank Mandiri Kucurkan Rp875 Miliar untuk Proyek Palapa Ring Barat

Bank Mandiri Kucurkan Rp875 Miliar untuk Proyek Palapa Ring Barat

Bisnis | Selasa, 26 Juli 2016 | 08:31 WIB

Wow, Laba Bersih BNI Naik 79 Persen di Kuartal II 2016

Wow, Laba Bersih BNI Naik 79 Persen di Kuartal II 2016

Bisnis | Jum'at, 22 Juli 2016 | 18:43 WIB

Di Masa Lebaran, PT KAI Raih Pendapatan Setengah Triliun Rupiah

Di Masa Lebaran, PT KAI Raih Pendapatan Setengah Triliun Rupiah

Bisnis | Jum'at, 22 Juli 2016 | 11:49 WIB

Laba Bersih BCA di Semester I 2016 Naik 12,1 Persen

Laba Bersih BCA di Semester I 2016 Naik 12,1 Persen

Bisnis | Rabu, 20 Juli 2016 | 19:27 WIB

BTN Beri 17 Kemudahan di Pameran Properti IPEX 2016

BTN Beri 17 Kemudahan di Pameran Properti IPEX 2016

Bisnis | Rabu, 20 Juli 2016 | 13:09 WIB

Dukung Amnesti Pajak, BRI Siapkan Ribuan Unit Kerjanya

Dukung Amnesti Pajak, BRI Siapkan Ribuan Unit Kerjanya

Bisnis | Selasa, 19 Juli 2016 | 20:06 WIB

BTN Siapkan Dana Tunai Rp29,5 Triliun untuk Sambut Lebaran

BTN Siapkan Dana Tunai Rp29,5 Triliun untuk Sambut Lebaran

Bisnis | Kamis, 30 Juni 2016 | 15:28 WIB

Pendapatan PLN di 2015 Tumbuh 12,44 Persen

Pendapatan PLN di 2015 Tumbuh 12,44 Persen

Bisnis | Kamis, 30 Juni 2016 | 12:23 WIB

3 Bank BUMN Salurkan Kredit Sindikasi Rp15 Triliun ke PLN

3 Bank BUMN Salurkan Kredit Sindikasi Rp15 Triliun ke PLN

Bisnis | Rabu, 29 Juni 2016 | 16:59 WIB

Terkini

Harga Cabai Hari Ini Turun Drastis, Bawang Merah Ikut Merosot, Cek Daftar Lengkap Harga Pangan

Harga Cabai Hari Ini Turun Drastis, Bawang Merah Ikut Merosot, Cek Daftar Lengkap Harga Pangan

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 10:53 WIB

Kapal Mulai Keluar Selat Hormuz, Harga Minyak Dunia Melemah

Kapal Mulai Keluar Selat Hormuz, Harga Minyak Dunia Melemah

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 10:30 WIB

LPS Pastikan Keamanan Tabungan, Ratusan Juta Rekening Dijamin hingga Rp2 Miliar

LPS Pastikan Keamanan Tabungan, Ratusan Juta Rekening Dijamin hingga Rp2 Miliar

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 10:07 WIB

Zulhas Respons Keluhan Mitra MBG, Janji Libatkan dalam Perumusan Kebijakan

Zulhas Respons Keluhan Mitra MBG, Janji Libatkan dalam Perumusan Kebijakan

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 10:01 WIB

Kurs Rupiah Hari Ini: Dolar AS Tembus Rp17.995, Pasar Waspadai Kebijakan The Fed

Kurs Rupiah Hari Ini: Dolar AS Tembus Rp17.995, Pasar Waspadai Kebijakan The Fed

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 09:50 WIB

DSI Diminta Jadi Operator Bisnis, Bukan Regulator Baru

DSI Diminta Jadi Operator Bisnis, Bukan Regulator Baru

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 09:50 WIB

Sinergi Mengemaskan Indonesia, Pegadaian - Pupuk Kaltim Kolaborasi Demi Pertumbuhan Berkelanjutan

Sinergi Mengemaskan Indonesia, Pegadaian - Pupuk Kaltim Kolaborasi Demi Pertumbuhan Berkelanjutan

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 09:37 WIB

IHSG Menghijau Lagi Dibuka ke Level 6.000, TPIA dan ASII Mulai Dibeli Asing

IHSG Menghijau Lagi Dibuka ke Level 6.000, TPIA dan ASII Mulai Dibeli Asing

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 09:16 WIB

Waktunya Beli, Harga Emas Antam Dua Hari Nggak Berubah Masih Rp2.665.000/Gram

Waktunya Beli, Harga Emas Antam Dua Hari Nggak Berubah Masih Rp2.665.000/Gram

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 09:03 WIB

Emiten Konstruksi PPRE Catatkan Pendapatan Rp3,9 Triliun Sepanjang 2025

Emiten Konstruksi PPRE Catatkan Pendapatan Rp3,9 Triliun Sepanjang 2025

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 08:56 WIB