Dana Rp300 Miliar Disiapkan Buat Bangun Industri Perikanan Natuna

Adhitya Himawan, Dian Kusumo Hapsari

Rabu, 27 Juli 2016 | 15:09 WIB
Dana Rp300 Miliar Disiapkan Buat Bangun Industri Perikanan Natuna
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti memberikan keterangan pers di Jakarta, Selasa (26/7). [Antara]

Dalam rangka memperkuat kedaulatan, pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berupaya mendorong percepatan pembangunan Kepulauan Natuna sebagai daerah perbatasan yang rawan konflik dengan negara lain, terutama di Laut Cina Selatan yang masuk Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP) 711. Hal ini sejalan dengan arahan Presiden Joko Widodo dalam Rapat Terbatas pada 23 Juni 2016 lalu di atas KRI Imam Bonjol. “Natuna mesti difokuskan ke dua sektor saja yakni industri perikanan dan migas”, tegas Presiden.

Pengembangan industri perikanan di Kepulauan Natuna diarahkan melalui pembangunan sentra kelautan dan perikanan terpadu, salah satunya dengan meningkatkan upaya pengelolaan perikanan tangkap dari 9,3 persen menjadi 40 persen dari stok ikan lestari. Untuk mengoptimalkan hasil tangkapan, KKP akan mengupayakan pemindahan sekitar 400 kapal eks cantrang dari pantura (pantai utara Jawa) dan memberikan bantuan 200 kapal kepada nelayan Natuna. "Kita akan persiapkan rumah susun, rumah sementara atau rumah singgahlah namana di Natuna. Sekalian kita juga akan membangun Puskodal dan detention center untuk abk-abk asing selama proses persidangan. Kan selama ini tidak ada tempat untuk para ABK asing dari KIA (Kapal Ilegal Asing)”, terang Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti saat konferensi pers di kantor KKP Jakarta, Selasa (26/7/2016).

Selanjutnya, pendaratan ikan yang semula dilakukan di beberapa pangkalan/pelabuhan yang tersebar di Jakarta, Pontianak, Belawan dan Batam secara bertahap akan diarahkan ke sentra perikanan terpadu di Natuna. Hal itu disiasati dengan penyediaan infrastruktur yang memadai seperti fasilitas pelabuhan, coldstorage terintegrasi, pabrik es serta sarana dan prasarana penunjang industri perikanan lainnya. "Anggaran yang disiapkan mencapai Rp300 miliar", ungkap Susi. 

Selain itu, KKP juga akan mendatangkan calon investor nasional untuk industri pengolahan perikanan yang berorientasi pada nilai tambah dan tujuan eskpor. Sedangkan calon pembeli untuk pasar nasional maupun ekspor akan didatangkan dengan dimotori BUMN perikanan dan swasta nasional.Lebih jauh Susi menjelaskan, zonasi penangkapan ikan di Natuna sudah dibagi menurut jarak mill di Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE). Nantinya, nelayan dari Pantura akan bergerak di atas 12 mill dari ZEE, sementara nelayan Natuna akan bergerak di garis batas 12 mill ZEE.

Selain itu, secara tegas Susi mengatakan Kepulauan Natuna yang berada di WPP 11 ini ditaksir memiliki nilai ekonomi mencapai 400 ribu ton per tahunnya. “Kita perhitungkan di sana menurut data yang ada kurang lebih 400 ribu ton per tahun. Jadi kalau dikali satu dolar ya 400 juta dollar”, imbuhnya. Sementara itu, Sekretaris Jenderal KKP Sjarief Widjaja mengatakan, pemerintah ingin memberdayakan potensi sektor kelautan dan prikanan di tanah air dengan memindahkan nelayan pantura ke laut Natuna lalu menjualnya di Selat Lampa. Sedangkan langkah kedua yang ditempuh adalah dengan mengembangkan sektor budidaya, antara lain komoditas ikan napoleon, kerapu dan rumput laut.

Adapun pemindahan kapal-kapal perikanan tangkap dari pantura ke Natuna berukuran lebih besar dari 30 GT* meliputi 400 kapal dengan rincian 300 kapal untuk tahun 2016 dan 100 kapal untuk 2017. Sementara total ijin kapal yang diterbitkan saat ini sudah mencapai 915 kapal ijin pusat (> 30 GT) dan 2.000 kapal ijin lokal (< 30 GT), serta diberikan alokasi tambahan 200 kapal lokal Natuna (< 30 GT) dan 400 kapal eks cantrang (> 30 GT) dari pantai Utara Jawa.  “Jadi ijin sekarang sudah ada 119. Lokal Natuna sudah 2000, tapi di bawah 30 GT, 10 GT, 5 GT hingga 3 GT. Kemudian kita akan memberikan bantuan kapal ke Natuna 200 kapal serta pemindahan 400 kapal. Itu komposisinya”, tutupnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Susi Jelaskan Status Reklamasi Teluk Benoa

Susi Jelaskan Status Reklamasi Teluk Benoa

Foto | Selasa, 26 Juli 2016 | 15:09 WIB

KKP Targetkan Investasi Perikanan Swasta Tahun Ini Rp15 Triliun

KKP Targetkan Investasi Perikanan Swasta Tahun Ini Rp15 Triliun

Bisnis | Sabtu, 23 Juli 2016 | 17:09 WIB

Di Hari Kemerdekaan RI, KKP akan Tenggelamkan 30 Kapal di Natuna

Di Hari Kemerdekaan RI, KKP akan Tenggelamkan 30 Kapal di Natuna

Bisnis | Senin, 18 Juli 2016 | 16:25 WIB

Menteri Susi Tegaskan Indonesia Terus Perangi Pencurian Ikan

Menteri Susi Tegaskan Indonesia Terus Perangi Pencurian Ikan

Bisnis | Jum'at, 15 Juli 2016 | 07:55 WIB

KKP Dorong Kapal Eks Cantrang Masuk ke Perairan Natuna

KKP Dorong Kapal Eks Cantrang Masuk ke Perairan Natuna

Bisnis | Jum'at, 15 Juli 2016 | 07:40 WIB

Indonesia Dorong Dunia Perkuat Kualitas Data Perikanan

Indonesia Dorong Dunia Perkuat Kualitas Data Perikanan

Bisnis | Rabu, 13 Juli 2016 | 08:30 WIB

Pakar: Indonesia Berdaulat di Zona Ekonomi Eksklusif Natuna

Pakar: Indonesia Berdaulat di Zona Ekonomi Eksklusif Natuna

News | Kamis, 30 Juni 2016 | 15:08 WIB

Jokowi: Perikanan dan Migas Fondasi untuk Kembangkan Natuna

Jokowi: Perikanan dan Migas Fondasi untuk Kembangkan Natuna

Bisnis | Rabu, 29 Juni 2016 | 15:20 WIB

Komisi I DPR Dukung Pembangunan Pangkalan Militer di Natuna

Komisi I DPR Dukung Pembangunan Pangkalan Militer di Natuna

News | Selasa, 28 Juni 2016 | 14:57 WIB

Media Filipina Bikin Karikatur Jokowi vs Cina soal Natuna

Media Filipina Bikin Karikatur Jokowi vs Cina soal Natuna

News | Minggu, 26 Juni 2016 | 21:13 WIB

Terkini

Don't Disturb Me Farming: Love-Hate yang Dibalut Pertanian dan Peternakan

Don't Disturb Me Farming: Love-Hate yang Dibalut Pertanian dan Peternakan

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 16:00 WIB

Kapasitas Data Center di Cikarang Terisi Penuh, NeutraDC Perluas Langkah Ekspansi Infrastruktur AI

Kapasitas Data Center di Cikarang Terisi Penuh, NeutraDC Perluas Langkah Ekspansi Infrastruktur AI

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 15:59 WIB

KP2MI - Barantin Teken MoU, Perkuat Pelindungan Pekerja Migran di Bandara dan Pelabuhan

KP2MI - Barantin Teken MoU, Perkuat Pelindungan Pekerja Migran di Bandara dan Pelabuhan

News | Selasa, 03 November 2026 | 15:59 WIB

Mutasi Besar-besaran Polri, 264 Perwira Bergeser: Sejumlah Jabatan Strategis Berganti

Mutasi Besar-besaran Polri, 264 Perwira Bergeser: Sejumlah Jabatan Strategis Berganti

News | Selasa, 03 November 2026 | 15:58 WIB

5 Hair Oil Terbaik untuk Atasi Rambut Rontok Mulai Rp40 Ribuan Biar Lebat Kembali!

5 Hair Oil Terbaik untuk Atasi Rambut Rontok Mulai Rp40 Ribuan Biar Lebat Kembali!

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 15:58 WIB

Suket Penyetaraan SMA Gibran Tak Sah, Demokrat Pelajari Serius Pertimbangan Hukum MA

Suket Penyetaraan SMA Gibran Tak Sah, Demokrat Pelajari Serius Pertimbangan Hukum MA

News | Selasa, 03 November 2026 | 15:55 WIB

Air Kelapa dan Limbah Tahu Bisa Jadi Bahan Sensor untuk Pantau Aktivitas Otot: Bagaimana Caranya?

Air Kelapa dan Limbah Tahu Bisa Jadi Bahan Sensor untuk Pantau Aktivitas Otot: Bagaimana Caranya?

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 15:55 WIB

Ulasan On Your Wedding Day: Ketika Melepaskan Menjadi Cara untuk Mencintai

Ulasan On Your Wedding Day: Ketika Melepaskan Menjadi Cara untuk Mencintai

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 15:55 WIB

Komisaris Krakatau Steel Tiba-tiba Mundur

Komisaris Krakatau Steel Tiba-tiba Mundur

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 15:52 WIB

Atasi Tekstur Kasar: 5 Refining Serum untuk Kulit Wajah Mulus

Atasi Tekstur Kasar: 5 Refining Serum untuk Kulit Wajah Mulus

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 15:50 WIB

×