Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Perangi Pencurian Ikan, Susi Ajak Asia Pasifik Berbagi Data

Adhitya Himawan, Dian Kusumo Hapsari

Kamis, 28 Juli 2016 | 06:52 WIB
Perangi Pencurian Ikan, Susi Ajak Asia Pasifik Berbagi Data
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti (Antara)

Bukan hanya Indonesia, dampak dari  kejahatan penangkapan ikan secara ilegal (illegal fishing) juga dirasakan oleh negara lain terutama di Asia Pasifik. Dalam konteks regional, untuk dapat menyelesaikannya dibutuhkan koordinasi dan kerja sama antar negara. Hal itu diutarakan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti saat membuka Ministerial Meeting on Traceability of Fish and Fisheries Product di Ruang Sulawesi Hotel Shang Ri La Jakarta, Rabu (27/7/2016).

Ketertelurusan (traceability) ikan dan produk perikanan berperan sangat penting dalam memutus mata rantai illegal fishing secara global. Dalam hal ini, Susi mengatakan negara-negara perlu berbagi data sektor kelautan dan perikanan yang ada di masing-masing negara sebagai upaya mengembangkan transparansi sektor tersebut. "Kita butuh lebih banyak kerja sama dalam berbagi data," ujarnya. Susi juga mengemukakan pihaknya dengan terbuka akan berbagi daftar kapal-kapal yang memiliki izin untuk penangkapan ikan di kawasan perairan Indonesia.

Ia pun menegaskan, transparansi data ikan dan produk ikan sebagai bagian dari aksi nyata bentuk pemberantasan penangkapan ikan ilegal secara berkelanjutan."Jadi bukan cuma menenggelamkan kapal, tapi dimulai dengan menelusuri data. Memastikan ikan yang ditangkap di mana, oleh siapa, berapa banyak, jualnya ke mana, dan proses di mana", ungkapnya dalam konferensi pers usai pertemuan Ministerial Meeting dilangsungkan.

Langkah tersebut dinilai penting karena untuk mengurangi kegiatan penangkapan ilegal di perairan kawasan Asia Pasifik. "Kalau semua Asia Pasifik, Asia Tenggara, Afrika, jadi satu di mana sudah meratifikasi *Port State Measures Agreement*  Malaysia sudah, Vietnam sudah, Fiji September ini," jelasnya. Menurutnya, pelabuhan-pelabuhan di Indonesia saat ini dilarang melayani dan menyuplai apapun ke kapal-kapal pelaku IUU Fishing. Meskipun diakui masih banyak persoalan, di mana penangkapan ikan kerap melanggar peraturan, seperti bongkar muat di tengah laut atau transhipment.

"Ini inisiatif yang sudah ditandatangani banyak negara, Indonesia, Malaysia, Vietnam, Fiji sudah komit bersama dan ingin melaksanakan koordinasi tersebut untuk eliminasi IUU Fishing. Saya berharap, koordinasi ini bukan cuma hari ini," pungkasnya.

Acara Ministerial Meeting dihadiri Menteri Perikanan dan Kehutanan dari Fiji Oseea Naiqamu, Menteri Pertanian dan Agro berbasis Industri Malaysia Ahmad Shabery bin Cheek, dan Menteri Sumber Daya Alam, Lingkungan dan Pariwisata Palau Fleming Umiich Sengebau, Wakil Menteri Pertanian dan Pengembangan Daerah Terpencil Vietnam Vu Van Tam, serta perwakilan 22 negara dan 3 organisasi internasional.Total peserta yang hadir sebanyak 90 orang dari Australia, Brunei Darussalam, Kamboja, Uni Eropa, Kenya, Malaysia, Myanmar, Selandia Baru, Palau, Papua Nugini, Norwegia, Filipina, Singapura, Thailand, Timor Leste, Inggris, Amerika Serikat, Vietnam, dan negara lainnya. Pertemuan ini bagian dari  rangkaian Regional Fisheries Summit 2016 yang digelar The Economist tanggal 27-28 Juli 2016 di Shangri-La Hotel Jakarta. Adapun isu yang diangkat terkait pencegahan masuknya produk ikan ilegal ke dalam sistem atau rantai pasokan secara global. Guna memperkuat dukungan data dan pandangan secara akademik terhadap kebijakan reformasi perikanan, telah digelar juga Collaborative Workshop on The Benefits of Sustainable Fisheries in Indonesia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Dana Rp300 Miliar Disiapkan Buat Bangun Industri Perikanan Natuna

Dana Rp300 Miliar Disiapkan Buat Bangun Industri Perikanan Natuna

Bisnis | Rabu, 27 Juli 2016 | 15:09 WIB

Susi Jelaskan Status Reklamasi Teluk Benoa

Susi Jelaskan Status Reklamasi Teluk Benoa

Foto | Selasa, 26 Juli 2016 | 15:09 WIB

Di Hari Kemerdekaan RI, KKP akan Tenggelamkan 30 Kapal di Natuna

Di Hari Kemerdekaan RI, KKP akan Tenggelamkan 30 Kapal di Natuna

Bisnis | Senin, 18 Juli 2016 | 16:25 WIB

KKP Klaim Kapal Asing Tak Berani Lagi Curi Ikan di Indonesia

KKP Klaim Kapal Asing Tak Berani Lagi Curi Ikan di Indonesia

Bisnis | Sabtu, 16 Juli 2016 | 06:28 WIB

Menteri Susi Tegaskan Indonesia Terus Perangi Pencurian Ikan

Menteri Susi Tegaskan Indonesia Terus Perangi Pencurian Ikan

Bisnis | Jum'at, 15 Juli 2016 | 07:55 WIB

Indonesia Dorong Dunia Perkuat Kualitas Data Perikanan

Indonesia Dorong Dunia Perkuat Kualitas Data Perikanan

Bisnis | Rabu, 13 Juli 2016 | 08:30 WIB

Jokowi Minta Anak Buahnya Kompak Perangi Pencurian Ikan

Jokowi Minta Anak Buahnya Kompak Perangi Pencurian Ikan

News | Rabu, 29 Juni 2016 | 12:11 WIB

Susi: Konsumsi Ikan Di Indonesia Hanya 40 kilogram per Tahun

Susi: Konsumsi Ikan Di Indonesia Hanya 40 kilogram per Tahun

Bisnis | Minggu, 26 Juni 2016 | 12:43 WIB

Jual Ikan Mulai Rp10 ribu, Operasi Pasar KKP Diserbu Warga

Jual Ikan Mulai Rp10 ribu, Operasi Pasar KKP Diserbu Warga

Bisnis | Minggu, 26 Juni 2016 | 12:00 WIB

Menteri Susi Ajak Masyarakat Gemar Makan Ikan

Menteri Susi Ajak Masyarakat Gemar Makan Ikan

Bisnis | Minggu, 26 Juni 2016 | 11:38 WIB

Terkini

100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI

100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:47 WIB

Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar

Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:40 WIB

Rekor Buruk Timnas Indonesia di Piala AFF Semakin Panjang, Pemain Naturalisasi Tak Berkutik

Rekor Buruk Timnas Indonesia di Piala AFF Semakin Panjang, Pemain Naturalisasi Tak Berkutik

Bola | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:39 WIB

100 Petani Sidomulyo Muba Serahkan Diri, Bela 4 Warga yang Dituduh Mencuri di Kebun Sendiri

100 Petani Sidomulyo Muba Serahkan Diri, Bela 4 Warga yang Dituduh Mencuri di Kebun Sendiri

Sumsel | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:34 WIB

Eks Penyidik KPK: Kasus Febrie Adriansyah Harus Dikembangkan ke Atas, Bawah, dan Samping

Eks Penyidik KPK: Kasus Febrie Adriansyah Harus Dikembangkan ke Atas, Bawah, dan Samping

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:29 WIB

Dari Batam Menuju Timnas Indonesia, Garudayaksa FC Buka Kesempatan bagi Talenta Muda

Dari Batam Menuju Timnas Indonesia, Garudayaksa FC Buka Kesempatan bagi Talenta Muda

Bola | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:15 WIB

Erick Thohir Evaluasi Skuad Timnas Indonesia Usai Gagal di Piala AFF 2026, John Herdman Out?

Erick Thohir Evaluasi Skuad Timnas Indonesia Usai Gagal di Piala AFF 2026, John Herdman Out?

Bola | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 22:59 WIB

Kata-kata Mengharukan Rizky Ridho Usai Timnas Indonesia Tersingkir dari Piala AFF 2026

Kata-kata Mengharukan Rizky Ridho Usai Timnas Indonesia Tersingkir dari Piala AFF 2026

Bola | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 22:36 WIB

Tangis Haru Karsa, Rumah Reotnya di Klapanunggal Kini Kokoh Direnovasi Indocement

Tangis Haru Karsa, Rumah Reotnya di Klapanunggal Kini Kokoh Direnovasi Indocement

Bogor | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 22:17 WIB

Singapura Tahan Indonesia: Garuda Terhenti, Wasit Oman Dituding Biang Kerok

Singapura Tahan Indonesia: Garuda Terhenti, Wasit Oman Dituding Biang Kerok

Bola | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 22:07 WIB

×