BCA Buka Perdagangan Saham di Bursa Efek Indonesia

Adhitya Himawan

Sabtu, 30 Juli 2016 | 02:55 WIB
BCA Buka Perdagangan Saham di Bursa Efek Indonesia
Public Expose BCA di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (29/7/2016). [Dok BCA]

PT Bank Central Asia Tbk (IDX: BBCA) menyelenggarakan public expose yang ditandai dengan pembukaan perdagangan saham oleh Wakil Presiden Direktur BCA, Eugene K. Galbraith di Bursa Efek Indonesia.

Dalam acara public expose tersebut, Eugene K. Galbraith menyampaikan bahwa BCA berhasil mempertahankan kinerja positif pada semester I 2016. "Di tengah perlambatan ekonomi Indonesia, kami menerapkan pendekatan yang berhati-hati dalam penyaluran kredit serta melakukan pengawasan secara konsisten terhadap portofolio kredit guna meminimalkan peningkatan kredit bermasalah. Selanjutnya, keunggulan di bidang perbankan transaksi memberikan fleksibilitas bagi BCA dalam mengelola suku bunga dana pihak ketiga,” kata Eugene dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (29/7/2016). 

Outstanding portofolio kredit tercatat sebesar Rp387,0 triliun pada akhir Juni 2016,  naik 11,5 persen YoY, didorong oleh penyaluran kredit korporasi yang tumbuh 19,6 persen YoY menjadi Rp135,4 triliun. Kredit komersial dan Usaha Kecil & Menengah (UKM) meningkat 6,5 persen YoY mencapai Rp146,5 triliun, sementara kredit konsumer naik 9,1 persen YoY menjadi Rp105,2 triliun didukung oleh produk pinjaman yang kompetitif. Portofolio kredit pemilikan rumah dan kredit kendaraan bermotor masing-masing naik 8,5 persen YoY menjadi Rp61,7 triliun dan 11,4 persen YoY menjadi Rp 34,0 triliun. Outstanding kartu kredit mencapai Rp 9,5 triliun, meningkat 5,5 persen YoY.

Di tengah perlambatan pertumbuhan ekonomi, rasio kredit bermasalah (NPL) BCA meningkat menjadi 1,4 persen pada akhir Juni 2016, dibandingkan 0,7 persen pada akhir Juni 2015. Meskipun demikian, rasio NPL tersebut masih dalam tingkat risiko yang dapat ditoleransi. Pada semester I 2016 BCA membentuk tambahan biaya cadangan sebesar Rp 2,0 triliun untuk mempertahankan kecukupan cadangan kerugian penurunan nilai aset keuangan. Per Juni 2016, rasio cadangan terhadap total kredit bermasalah tercatat sebesar 193,0 persen. BCA secara proaktif mempertahankan posisi likuiditas dan basis permodalan yang solid. Pada akhir Juni 2016, rasio kredit terhadap pendanaan (LFR) tercatat sebesar 77,9 persen, sementara rasio kecukupan modal (CAR) mencapai 20,3 persen.

Di sisi pendanaan, dana pihak ketiga meningkat 7,8 persen YoY menjadi Rp490,6 triliun pada akhir Juni 2016, ditopang oleh pertumbuhan rekening giro dan tabungan (CASA). Dana CASA tumbuh 10,2 persen YoY mencapai Rp381,3 triliun, berkontribusi sebesar 77,7 persen terhadap total dana pihak ketiga BCA pada akhir Juni 2016. Dana tabungan tumbuh sebesar 12,6 persen YoY menjadi Rp260,9 triliun, sedangkan dana giro naik sebesar 5,4 persen YoY menjadi Rp120,4 triliun. Dana deposito relatif stabil sebesar Rp109,3 triliun.

Kinerja bisnis yang positif berhasil mendukung pertumbuhan laba pada semester I 2016. Pada periode tersebut laba bersih BCA tercatat Rp9,6 triliun, meningkat 12,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pendapatan operasional BCA, yang terdiri dari pendapatan bunga bersih dan pendapatan operasional lainnya, tumbuh 15,5 persen menjadi Rp26,1 triliun pada semester I 2016 dari Rp22,6 triliun pada semester I 2015.

Eugene  mengungkapkan bahwa memasuki semester II 2016, BCAi melihat berbagai dinamika yang positif telah mendorong perekonomian Indonesia ke arah yang lebih baik. Program tax amnesty yang mulai berjalan diharapkan akan memberi pengaruh positif terhadap perekonomian Indonesia secara keseluruhan. "Guna menyukseskan program tersebut, sebagai salah satu bank gateway, selain menerima pembayaran tebusan tax amnesty, BCA juga secara aktif menyelenggarakan program sosialisasi kepada para nasabah maupun menyediakan produk-produk perbankan yang dapat dijadikan sebagai sarana investasi atas dana repatriasi aset,” tutup Eugene.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pendapatan Logindo Turun 31 Persen di Semester I 2016

Pendapatan Logindo Turun 31 Persen di Semester I 2016

Bisnis | Sabtu, 30 Juli 2016 | 02:06 WIB

Laba Bank Bukopin Tumbuh 14,13 Persen di Semester I 2016

Laba Bank Bukopin Tumbuh 14,13 Persen di Semester I 2016

Bisnis | Sabtu, 30 Juli 2016 | 01:47 WIB

Bank Danamon Luncurkan Laku Pandai di 5 Kota

Bank Danamon Luncurkan Laku Pandai di 5 Kota

Bisnis | Sabtu, 30 Juli 2016 | 00:51 WIB

Laba Bersih Bank OCBC NISP Tumbuh 24 Persen di Semester I 2016

Laba Bersih Bank OCBC NISP Tumbuh 24 Persen di Semester I 2016

Bisnis | Rabu, 27 Juli 2016 | 14:44 WIB

Kredit Macet Bank Danamon Meningkat 5 Persen Secara Tahunan

Kredit Macet Bank Danamon Meningkat 5 Persen Secara Tahunan

Bisnis | Rabu, 27 Juli 2016 | 12:04 WIB

Laba Bersih Bank Danamon Tumbuh 38 Persen di Semester I 2016

Laba Bersih Bank Danamon Tumbuh 38 Persen di Semester I 2016

Bisnis | Rabu, 27 Juli 2016 | 11:55 WIB

Bank Mandiri akan Tumbuh Anorganik di Asia Tenggara

Bank Mandiri akan Tumbuh Anorganik di Asia Tenggara

Bisnis | Rabu, 27 Juli 2016 | 11:04 WIB

Di Masa Lebaran, PT KAI Raih Pendapatan Setengah Triliun Rupiah

Di Masa Lebaran, PT KAI Raih Pendapatan Setengah Triliun Rupiah

Bisnis | Jum'at, 22 Juli 2016 | 11:49 WIB

Cegah Persaingan Bisnis Tak Sehat, BEI Gandeng KPPU

Cegah Persaingan Bisnis Tak Sehat, BEI Gandeng KPPU

Bisnis | Kamis, 21 Juli 2016 | 15:33 WIB

Laba Bersih BCA di Semester I 2016 Naik 12,1 Persen

Laba Bersih BCA di Semester I 2016 Naik 12,1 Persen

Bisnis | Rabu, 20 Juli 2016 | 19:27 WIB

Terkini

AADC Kembali Bikin Flashback: Mengapa Nostalgia SMA Tetap Memikat Gen Z?

AADC Kembali Bikin Flashback: Mengapa Nostalgia SMA Tetap Memikat Gen Z?

Your Say | Jum'at, 18 September 2026 | 18:15 WIB

Usai Geledah Kantor Summarecon, KPK Bergerak ke Rumah Dirjen ATR/BPN di Bekasi

Usai Geledah Kantor Summarecon, KPK Bergerak ke Rumah Dirjen ATR/BPN di Bekasi

News | Jum'at, 18 September 2026 | 18:14 WIB

Geledah Kantor Summarecon, KPK Sita Dokumen SHGB Hingga Bukti Pemblokiran Sengketa Tanah

Geledah Kantor Summarecon, KPK Sita Dokumen SHGB Hingga Bukti Pemblokiran Sengketa Tanah

News | Jum'at, 18 September 2026 | 18:10 WIB

Rawat Skin Barrier Kulit Kering! 4 Pelembap Cholesterol Kunci Wajah Lembap

Rawat Skin Barrier Kulit Kering! 4 Pelembap Cholesterol Kunci Wajah Lembap

Your Say | Jum'at, 18 September 2026 | 18:10 WIB

3 Rekomendasi Sunscreen Khusus Kulit Rosacea agar Wajah Tidak Mudah Memerah

3 Rekomendasi Sunscreen Khusus Kulit Rosacea agar Wajah Tidak Mudah Memerah

Lifestyle | Jum'at, 18 September 2026 | 18:08 WIB

BRI Perkuat Pembiayaan Perumahan, KPP Capai Rp12 Triliun hingga September 2026

BRI Perkuat Pembiayaan Perumahan, KPP Capai Rp12 Triliun hingga September 2026

Malang | Jum'at, 18 September 2026 | 18:04 WIB

Menhub Copot Dirjen Perhubungan Laut, Imbas Kecelakaan Kapan Beruntun?

Menhub Copot Dirjen Perhubungan Laut, Imbas Kecelakaan Kapan Beruntun?

Bisnis | Jum'at, 18 September 2026 | 18:04 WIB

Akselerasi Pembiayaan Perumahan, BRI Catat Penyaluran KPP Rp12 Triliun

Akselerasi Pembiayaan Perumahan, BRI Catat Penyaluran KPP Rp12 Triliun

Lampung | Jum'at, 18 September 2026 | 18:03 WIB

BRI Dorong Ekosistem Perumahan, Salurkan KPP Rp427,5 Miliar kepada 1.619 Debitur

BRI Dorong Ekosistem Perumahan, Salurkan KPP Rp427,5 Miliar kepada 1.619 Debitur

Bekaci | Jum'at, 18 September 2026 | 18:01 WIB

Penyebab Rupiah Merosot Tipis ke Level Rp17.758

Penyebab Rupiah Merosot Tipis ke Level Rp17.758

Bisnis | Jum'at, 18 September 2026 | 18:00 WIB

×