Laba Bank Bukopin Tumbuh 14,13 Persen di Semester I 2016

Adhitya Himawan | Suara.com

Sabtu, 30 Juli 2016 | 01:47 WIB
Laba Bank Bukopin Tumbuh 14,13 Persen di Semester I 2016
Bank Bukopin. [bukopin.co.id]

Di tengah tekanan situasi ekonomi yang masih terus meningkat, Bank Bukopin secara konsisten berhasil menjaga pertumbuhan bisnisnya. Pada semester I/2016, Perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp581 miliar.

Direktur Utama PT Bank Bukopin Tbk. Glen Glenardi mengatakan laba bersih Perseroan yang dicapai pada periode tersebut tumbuh 14,13% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu yang mencapai Rp509 miliar.

Pertumbuhan laba bersih tersebut terutama ditopang oleh kenaikan pendapatan bunga Perseroan sebesar 16,28% menjadi Rp4,6 triliun secara year-on-year, sementara pendapatan operasional lain Perseroan juga tumbuh 15,79 persen menjadi Rp667 miliar.

Kenaikan pendapatan bunga Perseroan terutama didorong oleh pertumbuhan kredit yang meningkat 20,72% menjadi Rp70,8 triliun dibandingkan dengan capaian pada periode yang sama tahun 2015 sebesar Rp58,7 triliun.

“Dengan kinerja positif pada semester pertama tahun 2016, kami optismistis target yang telah ditetapkan untuk tahun ini dapat tercapai dan kami akan terus mengembangkan bisnis-bisnis yang bermanfaat bagi masyarakat, nasabah dan pemangku kepentingan lainnya,” ujar Glen di Jakarta (29/7/2016).

Dilihat dari sektornya, selama semester I/2016 sebagian besar kredit Perseroan diserap oleh sektor Usaha Kecil dan Menengah (UKM) yakni sebesar 43,03 persen, disusul oleh segmen komersial sebesar 34,45 persen, sementara sektor mikro mencapai 12,60 persen.

Glen menjelaskan pada sektor mikro Perseroan mengandalkan pertumbuhan bisnis dari segmen yang relatif baru dikembangkan Perseroan, yaitu pensiunan. “Ruang untuk tumbuh pada segmen ini masih sangat terbuka.”

Pertumbuhan kredit tertinggi terjadi di segmen UKM yang mencapai 29,71 persen menjadi Rp30,5 triliun dari Semester I tahun lalu sebesar Rp23,5 triliun. Pertumbuhan segmen UKM ini terutama ditopang oleh pertumbuhan kredit di sektor perdagangan.

Pertumbuhan kredit Perseroan juga diikuti oleh kenaikan Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN) yang tumbuh sebesar 39,75 persen secara year on-year menjadi Rp1,3 triliun. Kondisi tersebut menunjukkan pertumbuhan bisnis Perseroan dilakukan dengan tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian.

Kemampuan Perseroan untuk menyalurkan kredit tersebut didukung oleh penghimpunan Dana Pihak Ketiga yang terus meningkat. Posisi DPK Bank Bukopin tumbuh 9,44 persen menjadi Rp77,4 triliun dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp70,7 triliun.

Dari total DPK yang berhasil dihimpun Perseroan, sebesar Rp20,3 triliun merupakan Tabungan, sementara posisi Giro sebesar Rp7 triliun dan Deposito mencapai Rp50,1 triliun.

Pada periode tersebut, ekuitas Perseroan tumbuh 25,58 persen secara year-on-year menjadi Rp9,0 triliun dari periode yang sama tahun lalu yang tercatat sebesar Rp7,2 triliun.

“Pada semester kedua tahun ini kami berharap perekonomian nasional maupun global semakin membaik sehingga kinerja Perseroan dapat lebih ditingkatkan lagi,” papar Glen.

Dengan pencapaian tersebut, hingga penghujung semester I/2016, total aset Bank Bukopin mencapai Rp97,1 triliun, meningkat 14,72 persen dari periode yang sama tahun lalu yang tercatat sebesar Rp84,7 triliun.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Bank Danamon Luncurkan Laku Pandai di 5 Kota

Bank Danamon Luncurkan Laku Pandai di 5 Kota

Bisnis | Sabtu, 30 Juli 2016 | 00:51 WIB

Laba Bersih Bank OCBC NISP Tumbuh 24 Persen di Semester I 2016

Laba Bersih Bank OCBC NISP Tumbuh 24 Persen di Semester I 2016

Bisnis | Rabu, 27 Juli 2016 | 14:44 WIB

Kredit Macet Bank Danamon Meningkat 5 Persen Secara Tahunan

Kredit Macet Bank Danamon Meningkat 5 Persen Secara Tahunan

Bisnis | Rabu, 27 Juli 2016 | 12:04 WIB

Laba Bersih Bank Danamon Tumbuh 38 Persen di Semester I 2016

Laba Bersih Bank Danamon Tumbuh 38 Persen di Semester I 2016

Bisnis | Rabu, 27 Juli 2016 | 11:55 WIB

Bank Mandiri akan Tumbuh Anorganik di Asia Tenggara

Bank Mandiri akan Tumbuh Anorganik di Asia Tenggara

Bisnis | Rabu, 27 Juli 2016 | 11:04 WIB

Di Masa Lebaran, PT KAI Raih Pendapatan Setengah Triliun Rupiah

Di Masa Lebaran, PT KAI Raih Pendapatan Setengah Triliun Rupiah

Bisnis | Jum'at, 22 Juli 2016 | 11:49 WIB

Laba Bersih BCA di Semester I 2016 Naik 12,1 Persen

Laba Bersih BCA di Semester I 2016 Naik 12,1 Persen

Bisnis | Rabu, 20 Juli 2016 | 19:27 WIB

Bank Sahabat Sampoerna Resmikan Kantor Cabang Baru di Jababeka

Bank Sahabat Sampoerna Resmikan Kantor Cabang Baru di Jababeka

Bisnis | Senin, 18 Juli 2016 | 19:41 WIB

Kembangkan Perbankan Digital, Panin Bank Gandeng Fiserv

Kembangkan Perbankan Digital, Panin Bank Gandeng Fiserv

Bisnis | Senin, 11 Juli 2016 | 10:48 WIB

Genjot Dana Simpanan Masyarakat, Bank Nobu Jemput Bola

Genjot Dana Simpanan Masyarakat, Bank Nobu Jemput Bola

Bisnis | Kamis, 30 Juni 2016 | 11:15 WIB

Terkini

BI: Sektor Perbankan dalam Kondisi Prima di Tengah Krisis Akibat Konflik Timur Tengah

BI: Sektor Perbankan dalam Kondisi Prima di Tengah Krisis Akibat Konflik Timur Tengah

Bisnis | Selasa, 24 Maret 2026 | 14:32 WIB

Menhub Minta Truk Logistik Tahan Operasi Saat Puncak Arus Balik Lebaran

Menhub Minta Truk Logistik Tahan Operasi Saat Puncak Arus Balik Lebaran

Bisnis | Selasa, 24 Maret 2026 | 14:05 WIB

PLN Berhasil Amankan Pasokan Listrik Nasional Saat Salat Idulfitri 1447 H

PLN Berhasil Amankan Pasokan Listrik Nasional Saat Salat Idulfitri 1447 H

Bisnis | Selasa, 24 Maret 2026 | 13:37 WIB

KB Bank Gelontorkan Rp500 Miliar untuk Akses Pembiayaan UMKM

KB Bank Gelontorkan Rp500 Miliar untuk Akses Pembiayaan UMKM

Bisnis | Selasa, 24 Maret 2026 | 13:33 WIB

Contraflow Diterapkan di Tol Jakarta - Cikampek Siang Ini

Contraflow Diterapkan di Tol Jakarta - Cikampek Siang Ini

Bisnis | Selasa, 24 Maret 2026 | 13:17 WIB

Puncak Arus Balik Diperkirakan Hari Ini, Pemudik Diminta Optimalkan WFA

Puncak Arus Balik Diperkirakan Hari Ini, Pemudik Diminta Optimalkan WFA

Bisnis | Selasa, 24 Maret 2026 | 12:23 WIB

Mulai Nego dengan Trump, Iran Buka Selat Hormuz Tapi Tetapkan Tarif Rp34 Miliar per Kapal

Mulai Nego dengan Trump, Iran Buka Selat Hormuz Tapi Tetapkan Tarif Rp34 Miliar per Kapal

Bisnis | Selasa, 24 Maret 2026 | 12:10 WIB

285 Ribu Pemudik Diprediksi Balik ke Jabodetabek Via Jalan Tol Hari Ini

285 Ribu Pemudik Diprediksi Balik ke Jabodetabek Via Jalan Tol Hari Ini

Bisnis | Selasa, 24 Maret 2026 | 11:03 WIB

Kemenhub Ungkap Faktor Utama Penyebab Kecelakaan Saat Arus Balik

Kemenhub Ungkap Faktor Utama Penyebab Kecelakaan Saat Arus Balik

Bisnis | Selasa, 24 Maret 2026 | 10:54 WIB

Harga Pangan Nasional Hari Ini: Cabai Rawit Tembus Rp110.750 per Kg, Beras dan Telur Ikut Bergerak

Harga Pangan Nasional Hari Ini: Cabai Rawit Tembus Rp110.750 per Kg, Beras dan Telur Ikut Bergerak

Bisnis | Selasa, 24 Maret 2026 | 10:44 WIB