Kerjasama Ekonomi RI-Tajkistan Terkendala Tak Ada Pelabuhan

Adhitya Himawan

Rabu, 03 Agustus 2016 | 01:37 WIB
Kerjasama Ekonomi RI-Tajkistan Terkendala Tak Ada Pelabuhan
Pertemuan Presiden Republik Tajikistan Emomali Rahmon dengan Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto di Jakarta, Senin (1/8/2016). [Dok Kemenperin]

Menteri Perindustrian Republik Indonesia (RI) Airlangga Hartarto mengharapkan kunjungan Presiden Republik Tajikistan Emomali Rahmon di Indonesia dapat menguatkan hubungan bilateral sekaligus menjalin kerjasama ekonomi khususnya sektor industri.

Kunjungan kenegaraan Presiden Emomali di Indonesia ini merupakan kali ketiga selama berlangsungnya hubungan diplomatik kedua negara sejak tahun 1994. Kali ini, Emomali bersama delegasi akan menghadiri pertemuan World Islamic Economic Forum (WIEF) ke-12 pada 2-4 Agustus 2016 di Jakarta.

“Selama ini kedua negara belum ada kerjasama investasi di sektor industri. Untuk itu, kedatangan Presiden Emomali ini menjadi kesempatan emas untuk menawarkan kerjasama industri yang diharapkan dapat meningkatkan perekonomian kedua negara,” kata Airlangga usai mendampingi Presiden RI Joko Widodo melakukan Bilateral Meeting dengan Presiden Emomali di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (1/8/2016).

Airlangga menyampaikan, pada tahun 2003, kedua negara telah memiliki kesepakatan dalam bentuk MoU dan agreement yang ditandatangani di Jakarta, antara lain mencakup pembentukan Joint Commission, persetujuan perdagangan, serta kerja sama ekonomi dan teknik.

Sedangkan, dalam upaya menjalin kerjasama di sektor industri, Airlangga mengusulkan beberapa hal, yaitu mengaktifkan Joint Commission for Bilateral Cooperation sebagai sarana untuk mendiskusikan lebih lanjut kemungkinan kerja sama di bidang industri yang lebih erat di antara kedua negara.

Selanjutnya, memfasilitasi pelaksanaan Trade Mission guna penguatan kerja sama antara bisnis kedua negara (B2B) untuk meningkatkan volume perdagangan khususnya produk-produk industri. “Dan, membentuk kerja sama teknis di bidang industri potensial dengan tujuan untuk meningkatkan daya saing produk industri pada kedua negara,” tuturnya.

Dapat disampaikan, Tajikistan merupakan negara pecahan Uni Sovyet yang terletak di Asia Tengah. PDB Tajikistan pada tahun 2015 sebesar 7,8 miliar Dolar Amerika Serikat (AS) atau setara 9 persen PDB Indonesia dengan pertumbuhan PDB sebesar 4,2 persen. Jumlah penduduk Tajikistan sebanyak 8,2 juta dengan pendapatan per kapita adalah 925,9 Dolar AS per tahun atau 27 persen dari rakyat Indonesia.

Pada tahun 2015, ekspor Indonesia hanya sebesar 67.400 Dolar AS, sementara impor 2.400 Dolar AS. Ekspor Indonesia adalah serat sintetis, produk sabun-sabunan, dan furnitur. Sementara impor Indonesia hanya kulit mentah.

Sektor industri di Tajikistan menyumbang 17,3 persen dari output nasional dengan industri utamanya yakni alumunium, semen, dan minyak nabati. Ekspor utama Tajikistan adalah alumunium, bijih mineral, logam mulia, dan kapas. Negara tujuan utama ekspornya adalah Turki, Kazakstan, dan Swiss.

Hambatan utama perdagangan

Sementara itu, menurut Dirjen Ketahanan dan Pengembangan Akses Industri Internasional Kementerian Perindustrian, Harjanto, hambatan utama perdagangan Indonesia-Tajikistan adalah masalah transportasi, yaitu Tajikistan tidak memiliki pelabuhan laut karena merupakan negara landlocked (negara yang tidak memiliki laut).

Akhirnya, barang-barang yang diekspor ke Tajikistan harus memasuki Pelabuhan Bandar Abbas di Iran, yang kemudian diangkut menggunakan truk atau kereta api dengan masa perjalanan mencapai satu bulan. “Adanya embargo ekonomi kepada Iran juga semakin mempersulit akses pasar ke Tajikistan,” ujarnya.

Namun demikian, lanjut Harjanto, dengan telah dibukanya jalur darat yang menghubungkan Tajikistan dan China dapat menjadi alternatif transportasi dari Tajikistan ke berbagai negara termasuk ke Indonesia. “Adanya akses tersebut, Tajikistan juga dapat menjadi hub untuk jalur transportasi yang menghubungkan China dengan Afghanistan,” tuturnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Presiden Jokowi Terima Kunjungan PM Selandia Baru

Presiden Jokowi Terima Kunjungan PM Selandia Baru

News | Senin, 18 Juli 2016 | 16:35 WIB

Pengusaha Senegal Bidik Sektor Bisnis Indonesia

Pengusaha Senegal Bidik Sektor Bisnis Indonesia

Bisnis | Minggu, 17 Juli 2016 | 03:39 WIB

Wapres Bertemu Presiden Mongolia Bahas Perdagangan dan Ekonomi

Wapres Bertemu Presiden Mongolia Bahas Perdagangan dan Ekonomi

Bisnis | Jum'at, 15 Juli 2016 | 06:51 WIB

Presiden Jokowi Jamu Pangeran Arab Saudi di Istana Bogor

Presiden Jokowi Jamu Pangeran Arab Saudi di Istana Bogor

News | Senin, 23 Mei 2016 | 00:01 WIB

Jokowi-Putin Bahas Peningkatan Ekspor Minyak Sawit

Jokowi-Putin Bahas Peningkatan Ekspor Minyak Sawit

News | Kamis, 19 Mei 2016 | 05:00 WIB

Hari Ini Menteri Perekonomian Iran Bakal Temui JK

Hari Ini Menteri Perekonomian Iran Bakal Temui JK

Bisnis | Kamis, 19 Mei 2016 | 02:16 WIB

Bahas Perdagangan & Investasi, Jokowi Ketemu 500 Pebisnis Korsel

Bahas Perdagangan & Investasi, Jokowi Ketemu 500 Pebisnis Korsel

Bisnis | Senin, 16 Mei 2016 | 06:20 WIB

Swedia akan Kerjasama Energi dengan Iran

Swedia akan Kerjasama Energi dengan Iran

Bisnis | Kamis, 21 April 2016 | 07:26 WIB

Jokowi Ingin Masyarakat Inggris Lebih Mengenal Indonesia

Jokowi Ingin Masyarakat Inggris Lebih Mengenal Indonesia

News | Rabu, 20 April 2016 | 06:07 WIB

Menlu Retno Marsudi Gelar Pertemuan Bilateral dengan Menlu Gambia

Menlu Retno Marsudi Gelar Pertemuan Bilateral dengan Menlu Gambia

News | Minggu, 06 Maret 2016 | 11:04 WIB

Terkini

OJK Ungkap Dampak Pengumuman MSCI: IHSG Anjlok 16,6%, Dana Asing Rp16,88 T Kabur

OJK Ungkap Dampak Pengumuman MSCI: IHSG Anjlok 16,6%, Dana Asing Rp16,88 T Kabur

Bisnis | Kamis, 05 November 2026 | 19:07 WIB

Ekonomi Sirkular Dimulai dari Rumah, Ubah Sampah Jadi Cuan

Ekonomi Sirkular Dimulai dari Rumah, Ubah Sampah Jadi Cuan

Bisnis | Kamis, 05 November 2026 | 19:03 WIB

Sukses Berdayakan Ratusan Perempuan Lewat Program Bumi Kartini, Semen Gresik Sabet Penghargaan ESDM

Sukses Berdayakan Ratusan Perempuan Lewat Program Bumi Kartini, Semen Gresik Sabet Penghargaan ESDM

Jawa Tengah | Kamis, 05 November 2026 | 19:03 WIB

Timah RI Cuma Jadi Solder, Hilirisasi Belum Naik Kelas

Timah RI Cuma Jadi Solder, Hilirisasi Belum Naik Kelas

Bisnis | Kamis, 05 November 2026 | 19:02 WIB

Koding Bukan Sekadar Menulis Program, Ini Manfaatnya bagi Cara Berpikir Anak

Koding Bukan Sekadar Menulis Program, Ini Manfaatnya bagi Cara Berpikir Anak

Lifestyle | Kamis, 05 November 2026 | 19:01 WIB

Mendidik Anak dengan Kasih Sayang ala Nabi dalam Happy Islamic Parenting

Mendidik Anak dengan Kasih Sayang ala Nabi dalam Happy Islamic Parenting

Your Say | Kamis, 05 November 2026 | 19:00 WIB

Jadi Produsen Cabai, Aceh Malah Pimpin Inflasi Sumatera

Jadi Produsen Cabai, Aceh Malah Pimpin Inflasi Sumatera

Bisnis | Kamis, 05 November 2026 | 18:56 WIB

Pasien Rumah Sakit di Bantul Ditangkap Polisi Usai Lecehkan Perawat

Pasien Rumah Sakit di Bantul Ditangkap Polisi Usai Lecehkan Perawat

Jogja | Kamis, 05 November 2026 | 18:55 WIB

BGN Tambah 953 Dapur MBG Baru, Daerah Rawan Stunting Jadi Prioritas

BGN Tambah 953 Dapur MBG Baru, Daerah Rawan Stunting Jadi Prioritas

News | Kamis, 05 November 2026 | 18:53 WIB

Buntut Foto Wapres Gibran Diturunkan, Kemendagri Hubungi DPRD DIY, Setwan Langsung Evaluasi

Buntut Foto Wapres Gibran Diturunkan, Kemendagri Hubungi DPRD DIY, Setwan Langsung Evaluasi

Jogja | Kamis, 05 November 2026 | 18:47 WIB

×