Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 7.174,321
LQ45 693,788
Srikehati 340,625
JII 472,513
USD/IDR 17.357

Pejabat The Fed Terpecah Soal Waktu Naikkan Suku Bunga

Adhitya Himawan | Suara.com

Kamis, 18 Agustus 2016 | 08:24 WIB
Pejabat The Fed Terpecah Soal Waktu Naikkan Suku Bunga
Gedung The Federal Reserve. [Shutterstock]

 Para pejabat Federal Reserve AS terpecah terkait masalah waktu yang tepat menaikkan suku bunga lagi dalam pertemuan kebijakan Jul. Perpecahan ini terjadi karena masing-masing pihak mempertahankan perbedaan pandangan tentang prospek inflasi AS. Perpecahan ini terungkap dalam risalah pertemuan kebijakan moneter terbaru Fed yang dirilis Rabu (17/8/2016).

Beberapa pejabat Fed lebih suka menunggu lebih banyak bukti bahwa inflasi AS akan naik menuju target bank sentral dua persen secara berkelanjutan. Sementara pejabat lainnya memperkirakan bahwa kondisi-kondisi ekonomi akan segera menjamin kenaikan suku bunga lagi, menurut risalah pertemuan Fed 26-27 Juli.

"Anggota-anggota (The Fed) menilai tepat untuk terus mempertahankan pilihan kebijakan mereka terbuka dan mempertahankan fleksibilitas untuk menyesuaikan sikap kebijakan berdasarkan informasi yang masuk dan implikasinya untuk penilaian Komite pada prospek kegiatan ekonomi, pasar tenaga kerja, dan inflasi, serta risiko-risiko terhadap prospek," kata risalah.

The Fed menaikkan kisaran targetnya untuk suku bunga federal funds sebesar 25 basis poin menjadi 0,25-0,50 persen pada Desember, kenaikan suku bunga pertama dalam hampir satu dekade.

Tetapi pelambatan ekonomi global sejak awal tahun dan risiko-risiko keuangan global lainnya, termasuk Referendum Inggris meninggalkan Uni Eropa pada Juni, telah membuat para pembuat kebijakan Fed berhati-hati, menunda setiap kenaikan suku bunga lebih lanjut.

Risalah pertemuan Fed Juli menunjukkan bahwa para pembuat kebijakan umumnya sepakat bahwa risiko-risiko jangka pendek untuk prospek ekonomi AS telah berkurang karena "pemulihan yang cepat di pasar keuangan setelah pemungutan suara Brexit dan peningkatan penambahan dalam lapangan pekerjaan pada Juni." Namun, beberapa pejabat masih khawatir bahwa risiko-risiko global jangka panjang terkait dengan keputusan Brexit masih tetap ada.

"Beberapa mencatat bahwa keputusan Inggris, bersama dengan perkembangan lain di luar negeri, masih menyampaikan ketidakpastian yang signifikan terhadap prospek jangka menengah dan jangka panjang bagi ekonomi-ekonomi luar negeri, dengan kemungkinan konsekuensi untuk prospek AS," kata risalah, mencatat bahwa Fed akan terus memonitor perkembangan ekonomi dan keuangan global.

Dalam kaitan dengan prospek inflasi, beberapa pejabat mengamati bahwa inflasi inti meningkat selama tahun lalu, sementara yang lain menyatakan ketidakpastian lebih besar tentang lintasan inflasi.

"Mereka melihat sedikit bukti bahwa inflasi sedang banyak merespon ke tingkat yang lebih tinggi dari pemanfaatan sumber daya dan menunjukkan bahwa tingkat pengangguran alami, serta respon inflasi terhadap kondisi-kondisi pasar tenaga kerja, mungkin lebih rendah daripada kebanyakan perkiraan saat ini. Beberapa melihat risiko-risiko terhadap prakiraan inflasi mereka sebagai tekanan untuk penurunan," kata risalah.

Risalah pertemuan Fed dirilis sehari setelah William Dudley, presiden Federal Reserve New York, mengatakan "mungkin" untuk menaikkan suku bunga pada pertemuan kebijakan Fed September.

Tapi sekitar 71 persen dari 62 ekonom yang disurvei oleh The Wall Street Journal bulan ini percaya bahwa Fed akan menunggu sampai Desember untuk menaikkan suku bunganya. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Bank of England Turunkan Suku Bunga ke Rekor Terendah

Bank of England Turunkan Suku Bunga ke Rekor Terendah

Bisnis | Jum'at, 05 Agustus 2016 | 05:25 WIB

Forextime: Pasar Tunggu Keputusan Bank of Japan

Forextime: Pasar Tunggu Keputusan Bank of Japan

Bisnis | Sabtu, 30 Juli 2016 | 00:28 WIB

The Fed Putuskan Suku Bunga Acuan Tetap

The Fed Putuskan Suku Bunga Acuan Tetap

Bisnis | Kamis, 28 Juli 2016 | 06:29 WIB

BI Minta Pemerintah Waspadai Kenaikan The Fed dan Isu Brexit

BI Minta Pemerintah Waspadai Kenaikan The Fed dan Isu Brexit

Bisnis | Jum'at, 17 Juni 2016 | 14:38 WIB

Bank Indonesia Kembali Turunkan BI Rate Jadi 6,50 Persen

Bank Indonesia Kembali Turunkan BI Rate Jadi 6,50 Persen

Bisnis | Jum'at, 17 Juni 2016 | 06:51 WIB

FOMC Tunda Kenaikan Suku Bunga, Bursa AS dan Eropa Bereaksi Beda

FOMC Tunda Kenaikan Suku Bunga, Bursa AS dan Eropa Bereaksi Beda

Bisnis | Kamis, 16 Juni 2016 | 10:37 WIB

Janet Yellen Tegaskan Kenaikan Suku Bunga Bertahap Diperlukan

Janet Yellen Tegaskan Kenaikan Suku Bunga Bertahap Diperlukan

Bisnis | Selasa, 07 Juni 2016 | 07:12 WIB

BI Sempurnakan Aturan Suku Bunga Penawaran Antarbank (JIBOR)

BI Sempurnakan Aturan Suku Bunga Penawaran Antarbank (JIBOR)

Bisnis | Selasa, 31 Mei 2016 | 08:46 WIB

Emas Turun Setelah FED Isyaratkan Kenaikan Suku Bunga

Emas Turun Setelah FED Isyaratkan Kenaikan Suku Bunga

Bisnis | Jum'at, 20 Mei 2016 | 06:02 WIB

Menkeu Klaim Ekonomi Akan Stabil Meski Fed Naik

Menkeu Klaim Ekonomi Akan Stabil Meski Fed Naik

Bisnis | Kamis, 19 Mei 2016 | 17:01 WIB

Terkini

Harga Minyak Turun di Bawah 100 Dolar Imbas Perkembangan 'Positif' Nego Perang Iran

Harga Minyak Turun di Bawah 100 Dolar Imbas Perkembangan 'Positif' Nego Perang Iran

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:30 WIB

Krisis Global? Tabungan Orang Kaya Semakin Gemuk

Krisis Global? Tabungan Orang Kaya Semakin Gemuk

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 20:35 WIB

Lebih Rentan Meledak, Distribusi CNG Lebih Baik Lewat Jargas

Lebih Rentan Meledak, Distribusi CNG Lebih Baik Lewat Jargas

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 20:23 WIB

Pertamina Jajaki SLB sebagai Mitra Teknologi, Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Pertamina Jajaki SLB sebagai Mitra Teknologi, Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 20:17 WIB

Harga MinyaKita Mahal, Pedagang: Mending Beli Minyak Goreng yang Lain!

Harga MinyaKita Mahal, Pedagang: Mending Beli Minyak Goreng yang Lain!

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 20:14 WIB

Laba Bank Jago Melonjak 42 Persen di Kuartal I 2026, Tiga Arahan Jadi Kunci

Laba Bank Jago Melonjak 42 Persen di Kuartal I 2026, Tiga Arahan Jadi Kunci

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 19:57 WIB

Dorong Reintegrasi Sosial, Kemnaker Siapkan Akses Kerja bagi Eks Warga Binaan

Dorong Reintegrasi Sosial, Kemnaker Siapkan Akses Kerja bagi Eks Warga Binaan

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 19:51 WIB

Integrasi Holding Ultra Mikro Jangkau 33,7 Juta Pelaku Usaha, Bukti BRI Berpihak pada Rakyat

Integrasi Holding Ultra Mikro Jangkau 33,7 Juta Pelaku Usaha, Bukti BRI Berpihak pada Rakyat

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 19:47 WIB

Purbaya Bebaskan Pajak untuk Merger BUMN, Kasih Waktu 3 Tahun

Purbaya Bebaskan Pajak untuk Merger BUMN, Kasih Waktu 3 Tahun

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 19:32 WIB

Direktur Pegadaian Raih Penghargaan Women in Business Leadership 2026

Direktur Pegadaian Raih Penghargaan Women in Business Leadership 2026

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 19:25 WIB