Fenomena Harga Kentang dan Politik Impor

Jum'at, 19 Agustus 2016 | 18:34 WIB
Fenomena Harga Kentang dan Politik Impor
Ketua Bidang Ekonomi, Keuangan, Industri, Teknologi dan Lingkungan Hidup DPP PKS Memed Sosiawan [PKS]

Suara.com - Ketua Bidang Ekonomi, Keuangan, Industri, Teknologi dan Lingkungan Hidup DPP PKS Memed Sosiawan melihat fenomena kentang yang harganya masih stabil tinggi itu hal yang logis, namun ada unsur politik impor.

"Ini logis tapi ada unsur politis impor. Indonesia dengan penduduk besar kebutuhan pangan sangat besar, sementara lahan untuk pangan sangat terbatas dan menyempit akibat alih fungsi lahan. Dengan sempitnya lahan ini terjadi trade off antar komoditas pangan. Dengan lahan seperti saat ini, petani dan teknologi seperti saat ini juga trade off itu akan abadi. Kita genjot produksi padi dan jagung, kedelai tidak kebagian lahan; kita hanya perhatian pada cabai dan bawang, maka kentang dan komoditas lainnya keteteran," kata Memed di Jakarta, Jumat (19/8/2016).

Fenomena trade off, kata dia, terefleksi selalu ada komoditas yang tidak stabil atau harga naik, tergantung apa yang ditanam petani. Instabilitas harga terjadi karena demand "relatif konstan" yakni bergantung pertumbuhan penduduk dan pertumbuhan ekonomi, sementara supply bergantung pilihan petani.

"Lalu bagaimana? Ya lahan pertanian dalam hal ini pangan harus bertambah. Permasalahan sebenarnya adalah Indonesia memiliki besar sekali lahan yang cocok untuk pertanian (pangan), namun hampir semua berada di kawasan hutan yang secara undang-undang dan peraturan yang ada masih sangat sulit untuk dialihkan dari kawasan hutan ke kawasan pangan, ini yang harus diperjuangkan para anggota parlemen. Di sisi lain, dalam waktu 10 tahun terakhir lahan perkebunan sawit bertambah dari sekitar empat juta hektar menjadi lebih dari 10 juta hektar," kata dia.

Tentang trade off komoditas, kata dia, juga dipengaruhi perubahan iklim dimana tahun ini diramalkan terjadi lanina. Juli-Agustus biasanya kemarau, sekarang banyak hujan yang berakibat turunnya produksi khususnya untuk komoditas sayuran karena banyak penyakit.

"Fenomena-fenomena di atas tampaknya terjadi pada kentang, karena fokus perhatian pemerintah tertuju pada komoditas-komoditas pangan strategis yakni komoditas yang berpengaruh kuat pada tingkat inflasi. Situasi ini pastinya mendorong importir untuk memainkan tabiatnya dan dengan dukungan media tentu diharapkan terkabullah hasratnya. Sinergi tersebut dijalankan mengingat pemerintah saat ini, terutama Mentan, sangat ketat dalam mengendalikan impor," kata Memed. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Statistika dan Peluang
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI