Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 6.969,396
LQ45 677,179
Srikehati 334,465
JII 451,232
USD/IDR 17.370

Forextime: Optimisme Meningkat, IHSG Menguat

Adhitya Himawan | Suara.com

Selasa, 23 Agustus 2016 | 14:47 WIB
Forextime: Optimisme Meningkat, IHSG Menguat
Suasana perdagangan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di lantai Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta. [suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Research Analyst Forextime Lukman Otnuga menyatakan bahwa ketidakpastian kapan The Fed akan meningkatkan suku bunga AS di tahun 2016 memperkuat sejumlah mata uang pasar berkembang. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Jakarta ditutup lebih tinggi di hari Senin (22/8/2016).

"Sentimen terhadap Indonesia terus membaik. Data Produk Domestik Bruto (PDB) kuartal kedua cukup menggembirakan sebesar 5,2 persen sehingga pertumbuhan ekonomi pun tidak mengkhawatirkan. Data domestik inti sepanjang kuartal 2 terus mengikuti tren positif," kata Lukman dalam keterangan tertulis, Selasa (23/8/2016).

Sementara itu, ada optimisme bahwa UU pengampunan pajak yang baru disahkan akan menghasilkan arus masuk modal mencapai 40 miliar Dolar A Amerika Serikat (AS) dan mendukung PDB keseluruhan. Bank Indonesia (BI) memproyeksikan pertumbuhan PDB 4,9 persen - 5,3 persen tahun ini. Angka ini dapat tercapai apabila Indonesia terus bertahan dalam ketidakpastian global ini. 

Di pasar valas, Rupiah sedikit melemah terhadap Dolar AS di level 13213 dan ini tidak ada hubungannya dengan sentimen negatif terhadap IDR. Faktor penggerak di balik perubahan kurs Rupiah terhadap Dolar AS ini sepertinya adalah sensitivitas Dolar AS yang dapat semakin intens menjelang simposium Jackson Hole. 

Pasar waspada menjelang simposium Jackson Hole

Kegelisahan menyelimuti pasar global pada hari Senin (23/8/2016) menjelang rapat Jackson Hole hari Jumat yang mungkin memberi kejelasan tentang kapan Fed akan meningkatkan suku bunga AS. Saham Asia ditutup bervariasi. Nikkei menguat karena JPY yang melemah mendukung para eksportir Jepang. Saham di Eropa bergejolak naik turun karena ketidakpastian menjelang Jackson Hole dan penghindaran risiko membuat investor menghindari aset berisiko. Wall Street rentan terhadap kerugian di hari Jumat dan tren negatif dapat terus berlangsung apabila efek domino bearish dari Asia dan Eropa mengundang para penjual untuk menyerang.

Sebagian besar pasar masih tetap sangat bullish terhadap saham walaupun faktor fundamentalnya bearish. Jadi, faktor penggerak kenaikan yang luar biasa ini adalah sentimen. Harga minyak yang melonjak dan optimisme terhadap intervensi bank sentral meningkatkan selera risiko investor sehingga pasar saham global menguat. Perlu diingat bahwa lonjakan harga minyak ini terjadi karena ekspektasi pembekuan produksi, sementara situasi ekonomi global masih mengkhawatirkan. Sentimen dapat berubah dengan cepat. Mengingat faktor fundamental yang tidak mendukung, saham mungkin saja mengalami penurunan tajam.

Sementara itu, Dolar AS kembali menguat di hari Senin (22/8/2016) karena komentar optimistis dari para pembuat kebijakan di Federal Reserve tentang kekuatan ekonomi AS mengangkat harapan peningkatan suku bunga AS di tahun 2016. Fluktuasi ekspektasi tentang langkah Fed berikutnya sangat menekan nilai tukar USD pekan lalu. Perbedaan pendapat dalam Fed memberi dasar bagi investor bearish untuk menyerang harga. Walaupun sentimen terhadap USD dan ekonomi AS tetap agak bullish, Federal Reserve sepertinya akan menunggu data domestik yang lebih lengkap untuk mempertimbangkan peningkatan suku bunga AS di bulan Desember. Investor sepertinya akan mengarahkan perhatiannya ke pertemuan Jackson Hole di hari Jumat yang dapat memberi sinyal tentang langkah Fed berikutnya. Yellen yang hawkish dapat memberi inspirasi bagi investor bullish untuk memperkuat Indeks Dolar. 

"Dari sudut pandang teknikal, Indeks Dolar tetap bearish pada rentang waktu harian. Level support sebelumnya di 95.00 dapat menjadi resistance dinamis yang membuka jalan menuju 94.00," tutup Lukman.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Rupiah Menguat Jadi Rp13,113 Per Dolar Jumat Pagi

Rupiah Menguat Jadi Rp13,113 Per Dolar Jumat Pagi

Bisnis | Jum'at, 19 Agustus 2016 | 11:11 WIB

Forextime: Indonesia Terancam Downside Karena Cina Melambat

Forextime: Indonesia Terancam Downside Karena Cina Melambat

Bisnis | Kamis, 18 Agustus 2016 | 13:31 WIB

Penjualan Ritel AS Melemah, Pasar Saham Eropa Melemah

Penjualan Ritel AS Melemah, Pasar Saham Eropa Melemah

Bisnis | Senin, 15 Agustus 2016 | 08:14 WIB

Forextime: Dolar AS Melemah di Pasar Valuta Asing

Forextime: Dolar AS Melemah di Pasar Valuta Asing

Bisnis | Kamis, 11 Agustus 2016 | 11:14 WIB

PDB Indonesia Melebihi Target, Forextime Prediksi IHSG Menguat

PDB Indonesia Melebihi Target, Forextime Prediksi IHSG Menguat

Bisnis | Selasa, 09 Agustus 2016 | 13:11 WIB

Forextime: Rupiah Ditutup Dengan Tekanan Minggu Lalu

Forextime: Rupiah Ditutup Dengan Tekanan Minggu Lalu

Bisnis | Selasa, 09 Agustus 2016 | 11:07 WIB

Forextime: Yen Jepang Masih Menjadi Pilihan Trader

Forextime: Yen Jepang Masih Menjadi Pilihan Trader

Bisnis | Kamis, 04 Agustus 2016 | 23:22 WIB

Forextime Sebut Saham Global Tertekan oleh Penurunan Harga Minyak

Forextime Sebut Saham Global Tertekan oleh Penurunan Harga Minyak

Bisnis | Rabu, 03 Agustus 2016 | 22:25 WIB

Rupiah Melemah Menjadi Rp13.095 Per Dolar AS

Rupiah Melemah Menjadi Rp13.095 Per Dolar AS

Bisnis | Rabu, 03 Agustus 2016 | 11:27 WIB

Pasar Saham Asia Menampilkan Sinyal Kelemahan

Pasar Saham Asia Menampilkan Sinyal Kelemahan

Bisnis | Selasa, 02 Agustus 2016 | 23:27 WIB

Terkini

Seller Alihkan Penjualan ke Website, Era Belanja di E-Commerce Berakhir?

Seller Alihkan Penjualan ke Website, Era Belanja di E-Commerce Berakhir?

Bisnis | Senin, 11 Mei 2026 | 17:19 WIB

Investor Masih Nahan Dana, IHSG Terus Meluncur Turun ke Level 6.905

Investor Masih Nahan Dana, IHSG Terus Meluncur Turun ke Level 6.905

Bisnis | Senin, 11 Mei 2026 | 17:11 WIB

Rupiah Terpeleset ke Rp17.414: Ketegangan Global dan Harga Minyak Jadi Beban

Rupiah Terpeleset ke Rp17.414: Ketegangan Global dan Harga Minyak Jadi Beban

Bisnis | Senin, 11 Mei 2026 | 16:21 WIB

OJK Bahas Rebalancing MSCI, Ada Saham yang Bakal Didepak dari IHSG?

OJK Bahas Rebalancing MSCI, Ada Saham yang Bakal Didepak dari IHSG?

Bisnis | Senin, 11 Mei 2026 | 16:07 WIB

Rebalancing MSCI Diumumkan Besok, Danantara Pede Pasar Modal RI Tak Turun Kasta

Rebalancing MSCI Diumumkan Besok, Danantara Pede Pasar Modal RI Tak Turun Kasta

Bisnis | Senin, 11 Mei 2026 | 15:35 WIB

Pegadaian dan SMBC Indonesia Kembangkan Sustainable Financing Framework 2026 Berbasis ESG

Pegadaian dan SMBC Indonesia Kembangkan Sustainable Financing Framework 2026 Berbasis ESG

Bisnis | Senin, 11 Mei 2026 | 15:07 WIB

Menkeu Purbaya Batal Aktifkan BSF: Kita Enggak Krisis

Menkeu Purbaya Batal Aktifkan BSF: Kita Enggak Krisis

Bisnis | Senin, 11 Mei 2026 | 14:53 WIB

Sah! Menteri Bahlil Tunda Kenaikan Royalti Tambang Demi Jaga Iklim Investasi

Sah! Menteri Bahlil Tunda Kenaikan Royalti Tambang Demi Jaga Iklim Investasi

Bisnis | Senin, 11 Mei 2026 | 14:47 WIB

Kenaikan Ongkos Kirim di Marketplace Tak Bisa Dibendung

Kenaikan Ongkos Kirim di Marketplace Tak Bisa Dibendung

Bisnis | Senin, 11 Mei 2026 | 14:40 WIB

Rupiah Masih Melemah, Bank Mulai Jual Dolar AS di kisaran Rp17.700

Rupiah Masih Melemah, Bank Mulai Jual Dolar AS di kisaran Rp17.700

Bisnis | Senin, 11 Mei 2026 | 14:29 WIB